Investasi, Reksa Dana

Mengenal Benchmark untuk Strategi Perusahaan yang Lebih Tepat

Gambar Ilustrasi Langkah Awal Mengenal Investasi Reksa Dana

Ajaib.co.id – Mungkin sebagian besar dari kita sudah pernah mendengar istilah benchmarking. Biasanya, istilah ini digunakan dalam bidang ilmu manajemen. Tapi, sudah taukah kamu apa itu benchmarking? Kenapa harus ada benchmarking dan apa manfaatnya? Nah, di bawah ini kita akan coba bahas satu per satu pentingnya untuk melakukan strategic benchmarking.

Apa itu Benchmarking?

Benchmark merupakan istilah dalam bahasa Inggris yang berarti tolok ukur. Menurut asal katanya, benchmark adalah standar atau tolok ukur yang bisa digunakan untuk membandingkannya atau menilai berbagai hal. Benchmark juga diartikan sebagai proses membandingkan aspek tertentu dari sebuah organisasi dengan aspek yang sebanding milik organisasi yang dianggap terbaik di industri yang sama atau pasar yang lebih luas.

Sedangkan, dalam ilmu manajemen, benchmarking adalah proses pengukuran kualitas kebijakan organisasi, produk, program, strategi, dan lainnya, dengan membandingkannya pesaing atau perusahaan lain pada industri yang sama, untuk memahami bagaimana dan bagian mana organisasi perlu berubah untuk meningkatkan kinerja.

Benchmark sendiri bisa diterapkan untuk membandingkan produk, proses, gaji karyawan, praktik bisnis atau komponen lain dari operasi perusahaan dengan ukuran kualitas, efektivitas, biaya, kepuasan pelanggan, serta indikator kinerja utama (KPI) lainnya.

Tujuannya untuk mendapatkan pandangan akurat tentang bagaimana operasi yang dilakukan di perusahaan dan dilakukan kompetitor dalam menghasilkan ide-ide untuk meningkatkan proses, pendekatan, teknologi dan apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi kesenjangan tersebut.

Manfaat Melakukan Benchmarking

Ada banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan ketika menerapkan strategi benchmarking dengan benar. Di mana, benchmark sendiri bisa menjadi alat yang ampuh untuk mengukur dan meningkatkan kinerja perusahaan, mengurangi biaya operasi, hingga meningkatkan keuntungan. Selain itu, benchmark juga bisa memperkuat serta meningkatkan kepuasan pelanggan dan karyawan, juga untuk membantu merencanakan strategi masa depan. Nah, untuk lebih jelasnya, di bawah ini adalah beberapa manfaat benchmark lainnya.

1. Meningkatkan proses bisnis

Benchmark membantu perusahaan untuk mencapai dan meningkatkan proses operasional menjadi lebih cepat, meningkatkan kualitas produk, mengurangi biaya, meningkatkan keuntungan, menetapkan gaji karyawan di angka yang tepat, meningkatkan kepuasan karyawan, dan meraih kesuksesan bisnis.

2. Mengetahui keunggulan kompetitif

Dengan membandingkan bisnis kamu dengan bisnis lainnya yang sejenis atau kompetitor, kamu bisa mengetahui hal yang benar dan salah. Sehingga, kamu bisa memperoleh keunggulan strategis dan mengembangkan perusahaan lebih cepat.

3. Menetapkan tujuan dan perencanaan lebih mudah

Membuat tujuan bisnis sering menjadi hal yang menantang. Namun dengan melakukan benchmarking dan mencari tujuan kompetitor, kamu bisa menetapkan tujuan dengan lebih strategis sehingga bisa meningkatkan perkembangan bisnis dengan tetap kompetitif.

4. Terus melakukan perbaikan

Melakukan perbaikan dan peningkatan secara terus-menerus dapat menjadi peluang untuk meraih keberhasilan jangka panjang. Dengan menerapkan strategi benchmarking, kamu bisa memberdayakan karyawan mengadopsi pola pikir untuk terus tumbuh dan melakukan inovasi.

Jenis-Jenis Benchmarking

Benchmarking bisa diklasifikasikan berdasarkan dua kategori, yaitu berdasarkan subjeknya dan objek yang diamati. Bagaimana penjelasannya?

1. Benchmarking Berdasarkan Subjeknya

a. Benchmarking Internal

Benchmarking jenis ini dilakukan dengan membandingkan antara operasi atau proses yang sejenis dalam korporasi. Umumnya jenis ini diterapkan pada perusahaan yang memiliki cabang atau anak perusahaan agar memiliki standar yang sama dengan perusahaan utama.

b. Benchmarking Eksternal

Jenis ini dilakukan dengan membandingkan suatu organisasi dengan organisasi lain di industri yang sama. Di bawah ini adalah 2 (dua) cara membandingkannya, yaitu;

  • Competitive benchmarking, perusahaan membandingkan dirinya dengan perusahaan lain yang merupakan pesaing utama.
  • Non-competitive benchmarking, perusahaan membandingkan dirinya dengan perusahaan lain yang bukan pesaing dan dari industri yang berbeda. Benchmarking jenis dibagi dua, yaitu functional dengan membandingkanfungsi yang sama dari organisasi yang berbeda pada berbagai industri, dan generic yang membandingkan proses bisnis dasar yang cenderung sama pada setiap industri.

2. Benchmarking Berdasarkan Objeknya

Jenis benchmarking ini dibagi menjadi 6, yaitu:

  • Strategic Benchmarking, proses mengamati bagaimana strategi perusahaan lain bisa unggul dari para pesaingnya di indutri tertentu.
  • Process Benchmarking; proses mengamati dan membandingkan proses kerja atau sistem operasi tertentu (misal pembayaran, rekrutmen, komplain pelanggan, dan lainnya).
  • Functional Benchmarking; mengamati dan membandingkan fungsi kerja sejenis pada industri yang sama untuk meningkatkan operasional.
  • Performance Benchmarking; mengamati dan membandingkan kinerja produk atau jasa, seperti; fitur produk, harga, kualitas teknis, dan lainnya.
  • Product Benchmarking; mengamati dan membandingkan produk sendiri dengan produk pesaing untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan produknya.
  • Financial Benchmarking; proses mengamati dan membandingkan kekuatan finansial untuk mengetahui daya saing suatu organisasi terhadap pesaing.

Proses Benchmarking

Sebenarnya tidak ada proses benchmarking tunggal yang diadopsi secara universal. Di mana, daya tarik dan penerimaan yang luas terhadap startegic benchmarking telah membuat munculnya berbagai metodologi benchmarking.

Metode 12 merupakan salah satu metode yang terkenal dan banyak diadopsi oleh perusahaan ketika ingin menerapkan startegic benchmarking. Di mana, metode ini diperkenalkan oleh Robert Camp dalam bukunya yang berjudul “The search for industry best practices that lead to superior performance. Productivity Press (1989)”.

Pada tabel berikut dijelaskan mengenai metodologi benchmarking yang dikemukakan oleh Robert Camp:

NoFase BenchmarkingProses Benchmarking
1Fase Perencanaan
(Planning Phase)
1. Mengidentifikasi objek benchmarking.
2. Mengidentifikasi organisasi/perusahaan pembanding.
3. Menentukan metode dan kerangka pengumpulan data.
2Fase Analisis
(Analysis Phase)
4. Menentukan situasi saat ini dalam organisasi.
5. Untuk mengidentifikasi perbedaan operasional antar organisasi
6. Mengidentifikasi kesenjangan kinerja operasional antar organisasi.
7. Memproyeksikan tingkat kinerja masa depan.
3Fase Integrasi
(Integration Phase)
8. Komunikasikan temuan benchmark dan dapatkan penerimaan.
9. Menetapkan tujuan fungsional.
4Fase Tindakan
(Action Phase)
10. Mengembangkan rencana aksi.
11. Untuk menerapkan tindakan khusus dan memantau kemajuan.
12. Mengkalibrasi ulang benchmarking.
5Fase Pematangan
(Maturity Phase)
> Memasukkan praktek terbaik.
> Proses yang dilembagakan.

Itulah beberapa hal mengenai benchmarking, lalu bagaimana benchmarking dalam investasi?

Contoh Benchmarking dalam Investasi Reksa Dana

Untuk bisa mengetahui apakah sebuah reksa dana memiliki kinerja yang baik atau tidak maka kita harus mengenal sebuah tolak ukur atau benchmark yang dijadikan acuan kinerja.

Benchmark untuk setiap jenis reksa dana berbeda-beda. Misalnya saja reksa dana saham, maka benchmark yang dipakai adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Jika kamu memilih reksa dana saham maka kamu harus bandingkan kinerjanya dengan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Begitu pula dengan reksa dana pasar uang misalnya saja Majoris Pasar Uang Syariah Indonesia (MJPASY).

Tabel di atas adalah tabel kinerja dari MJPASY. Sebuah reksa dana yang dikelola dengan baik maka akan menghasilkan kinerja yang lebih tinggi dari benchmark-nya. Dalam hal ini benchmark yang digunakan adalah Time Deposit Sharia karena MJPASY adalah Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) syariah. Portofolio RDPU syariah sendiri terdiri dari instrument pasar uang syariah seperti deposito syariah dan sukuk.

Kerja seorang fund manager adalah memilih instrumen keuangan yang sesuai lalu meraciknya menjadi sebuah portofolio. Racikannya bisa dianggap mujarab jika bisa jauh mengalahkan benchmark yang dijadikan acuannya. Kinerja reksa dana bisa dilihat dalam jangka waktu 1 bulan (1M), 3 bulan (3M), 6 bulan (6M), sejak awal tahun (Ytd), 1 tahun (1Yrs), 3 tahun (3Yrs), hingga sejak pembentukannya.

 Kamu bisa lihat di atas bahwa MJPASY sedikit lebih baik dari benchmark-nya. Dalam satu bulan terakhir (1M) kinerja benchmark menghasilkan keuntungan sebesar 0,37% sedangkan MJPASY menghasilkan 0,52%. Ternyata sepanjang produk ini diluncurkan MJPASY telah mengalahkan benchmark-nya, walau tipis saja, artinya sejauh ini kinerja MJPASY sudah baik. Semakin jauh persentase keuntungan yang diberikan sebuah reksa dana dibandingkan dengan benchmark-nya maka semakin baik.

Untuk memilih yang reksa dana terbaik kamu bisa cek terlebih dahulu apakah kinerjanya senantiasa  mengungguli benchmark, minimal menyamainya, atau tidak. Nah, kamu bisa tahu itu dari Fund Factsheet yang disediakan masing-masing reksa dana. Seperti ini misalnya;

Nah, kamu bisa perhatikan kotak merah yang sudah penulis tandai di atas. Kamu bisa nilai dan memperhatikan apakah kinerjanya sudah melebihi benchmarknya, minimal menyamainya, lalu kamu tentukan sendiri apakah reksa dana ini sudah sesuai ekspektasimu. Jika kamu mau, kamu bisa cek masing-masing kinerja melalui fund factsheet yang disediakan yang bisa kamu download di Tab keterangan di aplikasi penjual reksa dana Ajaib.

Artikel Terkait