Investor Pemula, Saham

Kapan Waktu yang Tepat untuk Tinjau Ulang Portofolio Investasi?

Strategi trading saham.

Ajaib.co.id – Portofolio yang baik adalah yang disusun untuk memenuhi tujuan keuanganmu. Tujuan keuangan seseorang yang baru lulus kuliah dengan yang sudah hendak pensiun pasti berbeda. Oleh karenanya kamu harus menyesuaikan portofolio investasi yang kamu miliki dengan tujuan kamu.

Jika tujuanmu adalah dana pensiun dalam waktu 5-10 tahun maka kamu bisa santai dengan memiliki portofolio investasi yang konservatif alias santai. Portofolio konservatif biasanya diisi oleh efek/pilihan investasi seperti 70% gabungan antara reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap dan 30% saham.

Jika kamu masih muda dan sedang mempersiapkan dana pensiun maka rasionya bisa dibalik menjadi 70% saham dan 30% reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap. Sebagai seorang investor kamu perlu melakukan peninjauan ulang atas portofolio investasimu minimal setahun sekali. Dilansir dari berbagai sumber bahwa tidak ada waktu tetap dalam setahun kapan seorang investor harus menganalisis portofolionya.

Freddy Tedja – Kepala Spesialis Investasi dari PT Manulife Asset Management Indonesia, mengatakan bahwa peninjauan ulang portofolio dilakukan menyesuaikan dengan tujuan keuangan yang ingin dicapai [1].

Kita bisa meninjau ulang portofolio untuk menyesuaikan dengan tujuan keuangan, profil risiko, waktu pengembalian yang diharapkan dan kondisi pasar finansial. Pokoknya ketika ada yang berpotensi mengganggu atau mempercepat tercapainya tujuan keuangan kita maka itulah saat yang tepat untuk meninjau ulang investasi kita. Waktu-waktu tersebut di antaranya;

Saat ada perubahan signifikan dalam kondisi ekonomi

Saat ada sesuatu yang besar yang mempengaruhi kondisi ekonomi secara makro [2]. Misalnya saja saat kondisi market sedang naik pesat atau jatuh secara signifikan misalnya naik atau turun 25% sejak awal tahun. Kamu bisa tinjau ulang untuk menentukan mana efek yang akan kamu ambil.

Kamu bisa melihat bagaimana cara melakukan peninjauan ulang saat kondisi ekonomi berubah dengan melihat informasi inflasi dan pertumbuhan ekonomi ala Ray Dalio yang sudah Ajaib rangkumkan dalam sebuah artikel terpisah.

Kamu bisa menyesuaikan bobot efek pada investasimu sesuai dengan “cuaca” ekonomi yang sedang terjadi. Ketika ekonomi sedang kurang baik secara umum maka portofolio investasimu bisa disusun misalnya seperti ini;

40% reksa dana pasar uang atau obligasi terbitan negara, 30% emas, 15% properti, dan 15% saham-saham perbankan berfundamental baik.

Kamu bisa tentukan sendiri bobot investasi setiap aset yang mau kamu simpan.

Saat ada perubahan radikal dalam kehidupan pribadi

Seseorang harus mempertimbangkan evaluasi ulang atas investasinya jika terjadi perubahan drastis dalam situasi individu pribadi [2]. Perubahan dalam kehidupan seseorang mungkin akan mengubah profil risikomu. Misalnya;

  • Ketika kamu kehilangan pekerjaan. Dalam skenario suram seperti itu, kamu mungkin berpikir untuk menjual beberapa aset dalam portofolio. Hal itu bisa kamu lakukan untuk mendapat dana darurat ketika kemalangan menimpamu. Atau kamu bisa memutuskan untuk menyisihkan waktu untuk mencari kerja dan mengalihkan investasimu menjadi lebih pasif dengan membeli reksa dana saja. Di Ajaib kamu bisa temukan banyak Manajer Investasi berlisensi yang akan mengelola reksa dana dengan biaya yang terjangkau. Nominal investasinya pun terjangkau, kamu bisa mulai dari Rp10.000 saha loh!
  • Ketika kamu memutuskan untuk pindah dan menetap di luar negeri. Biaya hidup dan perhitungan pajak di negara tempatmu tinggal mungkin berbeda dengan di Indonesia. Di waktu-waktu tertentu di beberapa negara ada pajak yang besar atas capital gain/keuntungan selisih jual-beli sahammu. Kamu mungkin ingin berhenti mengejar capital gain dan beralih mengejar dividen jika demikian.
  • Ketika kamu mendapat kenaikan gaji atau mendapat warisan dari orang tua. Seringkali kenaikan pendapatan menciptakan perubahan gaya hidup juga, padahal tidak perlu begitu juga lho. Kamu tidak perlu terburu-buru bepergian keluar negeri dan belanja barang mewah saat punya rejeki nomplok. Sebenarnya dengan adanya kenaikan pendapatan kamu bisa lebih cepat mencapa tujuan finansialmu. Jika kamu misalnya menabung saham BRIS untuk ibadah haji, maka dengan kenaikan gaji kamu bisa menabung lebih banyak dan haji lebih cepat. Mungkin juga mengalihkannya ke saham lain yang memiliki potensi yang lebih besar.

Kamu bisa berubah menjadi lebih agresif dengan modal tambahan yang kamu miliki. Kamu bisa coba membuka rekening saham di Ajaib Sekuritas Asia untuk itu.

Perubahan kondisi pribadi seseorang sebagaimana dijelaskan di atas menjadi indikasi bagi seseorang untuk menganalisis dan merevisi portofolio investasinya. 

Setahun Sekali atau Bahkan Setiap Kuartal

Dalam keadaan dan situasi normal, kamu bisa pertimbangkan untuk meninjaU ulang kinerja portofoliomu setahun sekali [2]. Peter Lynch melakukannya enam bulan sekali, beberapa fund manager rutin melakukannya setiap tiga bulan sekali saat laporan kuartal keluar. Sedangkan manajer indeks MSCI Indonesia melakukan kocok ulang portofolionya dua kali setahun yaitu setiap bulan Mei dan November. 

Jika kamu sudah melakukan analisis di awal maka kamu tidak perlu sering-sering mengecek portofoliomu. Yang penting kamu memahami mana di antara investasimu yang produktif dan tidak produktif. Mana yang sudah sesuai dengan jalur sebagaimana yang sudah dianalisis, mana yang justru keluar dari rencana.

Dalam melakukan peninjauan bisnis, berinvestasi di aset-aset keuangan seperti saham dan reksa dana sebenarnya tidak terlalu jauh dengan berinvestasi biasa. Misalnya kamu berinvestasi di bisnis temanmu sebesar 40% dari total modal yang dibutuhkan. Lalu kamu membangun kontrakan dan dipercayakan kepada temanmu yang lain untuk mengelolanya. Sebagai penanam modal maka sudah sewajarnya kamu mengecek bisnis-bisnismu itu. Justru malah aneh jika kamu diamkan saja, tidak dicek, tidak dipantau, ketika merugi baru marah-marah.

Kesimpulan:

Semoga sekarang kita mengerti kapan kita harus mempertimbangkan tinjauan portofolio keuangan kita. Kita bisa menyimpulkan bahwa kita bisa melakukan peninjauan ulang atas portofolio kita saat: ada perubahan ekstrim dalam ekonomi makro, atau ada perubahan serius dalam kondisi keuangan pribadi, atau bisa dijadwalkan rutin setiap tiga bulan sekali untuk memaami lebih dalam tentang kinerja portofolio. Untuk mencapai kesuksesan jangka panjang, memiliki rencana keuangan yang disusun dengan baik akan sangat membantu.

Jika kamu mengalami suatu kondisi yang membuat profil risikomu berubah, maka kamu harus menyesuaikan ulang portofolio investasimu. Kamu bisa mulai dengan aplikasi Ajaib, satu platform untuk transaksi saham dan reksa dana. Ajaib; fee-nya rendah, administrasinya mudah, terpercaya karena aman diawasi OJK dan para Manajer Investasi yang mengelola reksa dana seluruhnya berlisensi.

Sumber:

[1]https://personalfinance.kontan.co.id/news/bursa-turun-ini-tips-melakukan-review-portofolio-investasi

[2] https://www.holisticinvestment.in/When-to-review-your-investment-portfolio/

Artikel Terkait