Investasi, Spekulasi, dan Berjudi: Apa Perbedaannya?

Sesaat setelah teman saya memperkenalkan diri sebagai profesional keuangan atau investasi, pertanyaan pertama yang sering ia dapatkan adalah “Bagaimanakah keadaan pasar modal? Apakah ini saat yang tepat untuk berinvestasi?” Kemudian diikuti oleh: “Jadi, saham atau sektor mana yang menurut kamu akan berhasil tahun ini?”

Menurut pendapat kami, jika kamu mengajukan pertanyaan ini, kamu tidak berinvestasi, melainkan sedang berspekulasi, bahkan berjudi. Lho, kok bisa? Kalau kamu masih bingung, berikut kami coba ilustrasikan mengenai dua hal tersebut. Simak untuk mengetahui lebih lanjut mengenai investasi.

Berspekulasi dalam Investasi

Spekulasi lebih mudah dipahami. Asumsikan dua teman duduk bersama untuk permainan kartu. Keduanya bertaruh masing-masing 100 ribu. Pada akhir permainan, dengan asumsi bahwa salah satu dari mereka kehilangan 100 ribu, orang lain akan mendapatkan 100 ribu. Secara matematis, ini adalah permainan zero sum. Total keuntungan akan sama dengan total kerugian.

Banyak ‘jalan investasi’ yang dilihat orang di sekitar kita sebenarnya bersifat spekulatif, yaitu tidak semua peserta dapat menghasilkan uang. Seseorang menghasilkan uang dengan mengorbankan orang lain. Begitu pula yang terjadi dengan perdagangan harian atau perdagangan mata uang. kamu berharap mendapat manfaat dari orang lain yang membuat kesalahan penilaian.

Bagaimana dengan ‘Perjudian’ dalam Investasi?

Di sisi lain, perjudian adalah spekulasi dengan hasil negatif untuk semua pihak. Bayangkan dua orang berjalan ke kasino dengan asumsi hanya ada dua pengunjung di kasino hari itu, Jika satu orang kehilangan 100 ribu, orang lain tidak perlu menghasilkan 100 ribu. Keuntungannya akan jauh lebih sedikit daripada 100 ribu, katakan di 70 ribu. Saldo 30 ribu sisanya akan masuk ke kasino.

Pekerjaan pertama dari setiap investor adalah sepenuhnya menghindar dari semua kegiatan yang menyerupai perjudian. Kemungkinan terburuknya adalah kamu akan kehilangan uang. Kira-kira begitulah gambaran investasi yang sering kamu pertanyakan.

Investasi yang Benar Bukanlah Berjudi atau Berspekulasi

Premis berinvestasi adalah hasil positif bagi semua yang terlibat. Jika dua orang menginvestasikan masing-masing 100 ribu, keduanya dapat membawa pulang jumlah yang lebih besar dari 200 ribu secara gabungan. Semua opsi investasi perlu dievaluasi berdasarkan prinsip dasar ini. Berinvestasi bukanlah permainan kesempatan, atau bertaruh bahwa orang lain bodoh.

Investasi adalah ketika kita membeli saham perusahaan yang sedang tumbuh, menghasilkan laba, dan seiring waktu laba tersebut dibayarkan kepada pemegang saham. Perusahaan yang gagal dalam pengujian kemampuan mereka untuk menghasilkan laba dan membayarnya kepada pemegang saham bukanlah bentuk investasi. Tindakan berinvestasi pada perusahaan yang gagal lebih mirip spekulatif atau berjudi.

Lalu, Bagaimana Kamu Tahu Apakah Sudah Berinvestasi dengan Tepat?

Banyak yang bertanya, bagaimana orang awam tahu perusahaan mana yang memiliki peringkat investasi dan mana yang tidak?

Jawabannya, pilihlah produk investasi berupa reksa dana. Reksa dana menghimpun dana dari banyak investor dan menyalurkannya melalui Manajer Investasi (MI) pada berbagai instrumen investasi yang terdiversifikasi. MI pada umumnya sudah memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam membuat keputusan untuk membeli maupun menjual investasi. Keuntungan lebih lanjut dengan reksa dana adalah, kamu dapat membeli saham dari banyak perusahaan tanpa membutuhkan dana yang besar.

Pertanyaan berikutnya adalah: meskipun seringkali peluangnya tidak baik, mengapa orang tetap mempertaruhkan dana mereka? Kami curiga bahwa sebagian orang tertarik untuk mendapatkan keuntungan cepat dan besar. Sedangkan sebagian sisanya, mendapatkan return merupakan hal yang memacu adrenalin.

Kami juga dapat mengajukan pertanyaan yang sama tentang investasi. Mengapa orang tidak selalu memilih jalan investasi yang baik? Mungkin karena berinvestasi adalah jalan yang membutuhkan banyak kesabaran serta disiplin, dan tidak semua orang dapat melakukan hal tersebut dengan baik.

Kamu Investor, Penjudi, atau Spekulan?

Jika kamu membeli saham dengan harapan ada yang bisa memberi kamu return 200% dalam 3 bulan, maka kamu berjudi. Jika kamu menggunakan uang hasil jerih payah kamu untuk mengambil keuntungan dari pergerakan pasar jangka pendek, kamu berspekulasi. Investor yang baik hanya akan berinvestasi ketika memilih opsi dengan harapan pengembalian yang realistis selama periode waktu yang masuk akal.

Semoga gambaran singkat mengenai investasi ini dapat membantu kamu untuk memahami masalah berinvestasi dengan baik dan benar.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.   

Share to :
Kembangkan uangmu sekarang juga Lakukan deposit segera untuk berinvestasi
Artikel Terkait