Investasi

Investasi Aman Kala Resesi Melanda, Apakah Ada?

Ajaib.co.id – Sebagai investor perlu mencari investasi Aman Kala Resesi melanda, agar uang yang mengendap tidak tergerus oleh inflasi.

Perekonomian global cenderung melambat dan berpotensi menuju resesi. Sebagai investor, tidak disarankan untuk tidak diam dan menunggu momen kesempatan kembali masuk ke pasar.

Apa sih sebenarnya resesi tersebut? National Bureau of Economic Research (NBER) mendefinisikan resesi sebagai “penurunan signifikan dalam kegiatan ekonomi, tersebar di seluruh lapisan dan berlangsung lebih dari beberapa bulan”.

Secara umum resesi didefinisikan sebagai pertumbuhan negatif suatu negara selama dua kuartal berturut-turut. Penurunan ekonomi pada suatu negara biasanya menyerang lima indikator ekonomi, yaitu: PDB riil, pengangguran yang meningkat, pendapatan yang menurun, penurunan produksi pada industri, dan turunnya penjualan ritel maupun grosir.

Sejauh ini perekonomian Indonesia masih cukup baik, bahkan pada 2019 lalu pertumbuhannya masih di atas 5%.

Lalu, adakah instrumen investasi aman kala resesi melanda yang dapat dijadikan acuan investor kala resesi melanda? Berikut 5 instrumen investasi yang tepat di kala terjadi perlambatan ekonomi maupun resesi.

Investasi yang tepat di kala perekomian cenderung melambat yakni:

Reksa Dana Non Saham

Reksa dana adalah salah produk investasi kumpulan (pooling fund), uang yang terkumpul kemudian dikelola oleh manajer investasi. Dengan instrumen investasi reksa dana, kamu bisa dengan mudah mengakses berbagai informasi yang dibutuhkan.

Beberapa jenis investasi reksa dana yang dapat dimanfaatkan di kala krisis yaitu reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap. Kedua reksa dana tersebut di rasa tepat untuk invesasi karena memberikan kupon maupun bunga yang terjadwal.

Emas

Di kala kondisi perekonomian berjalan normal, emas mampu tumbuh hingga mengimbangi nilai inflasi. Di kala krisis, emas semakin banyak diburu karena secara tradisional emas dianggap sebagai safe haven.

Harga emas relatif dinamis, mudah dikelola, dicairkan, serta mudah diperjualbelikan. Dalam setahun terakhir hingga artikel ini diterbitkan, harga emas di tingkat global telah naik lebih dari 24%.

Surat Berharga Negara (SBN)

Obligasi merupakan instrumen investasi yang bisa dipertimbangkan. Obligasi memiliki risiko kerugian relatif kecil jika dibandingkan dengan berinvestasi pada saham.

Berinvestasi saham bagi investor pemula cukup rumit. Sedangkan instrumen investasi bersifat utang bisa menjadi alternatif terbaik. Keuntungan lain berinvestasi pada surat utang di antaranya memperoleh capital gain dari penjualan efek bersifat utang yang diterbitkan.

Akan tetapi berinvestasi pada obligasi memerlukan dana yang besar sehingga sehingga tidak semua orang membelinya. Apabila ingin berinvestasi pada instrumen tersebut dapat menggunakan kendaraan reksa dana bertipe pendapatan tetap yang alokasinya dananya mengarah kepada instrumen surat utang.

Deposito

Berinvestasi di deposito khususnya pada bank besar juga cukup dapat diandalkan. Namun perlu dicatat, dana yang dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hanya Rp 2 miliar untuk setiap penempatan di bank tertentu.

Membeli deposito dibandingkan reksa dana pasar uang lebih sulit, hal ini dikarenakan terdapat periode pencairan yang disepakati dan juga pengenaan pajak sebesar 20% dari keuntungan bersih.

Artikel Terkait