Ajaib
Menu

Investasi

Cara Menggunakan Beta Saham untuk Menyusun Portofolio Investasi

SarifaJuly 3, 2026

Mengenal Risiko Pasar dalam Investasi dan Cara Menghadapinya Ajaib.co.id - Market risk atau risiko pasar adalah salah satu hal yang tidak dapat dihindari. Selalu ada risiko yang mungkin akan terjadi dalam setiap tindakan yang dilakukan. Dalam melakukan investasi, kita perlu mengetahui tentang risiko ini agar bisa bersiap untuk menghadapinya. Menurut Wikipedia, pengertian risiko pasar adalah suatu risiko yang muncul akibat menurunnya nilai suatu investasi yang disebabkan adanya pergerakan pada faktor-faktor pasar. Jadi, risiko ini merupakan kemungkinan kerugian finansial yang disebabkan oleh pergerakan pasar. Pergerakan pasar ini tidak dapat diprediksi secara pasti. Para ahli hanya dapat melakukan analisa-analisa terhadap faktor-faktor pemicu yang terjadi. Maka, sebelum potensi kerugian akibat risiko pasar ini benar-benar terjadi, kamu bisa melakukan beberapa langkah pencegahan untuk memperkecil risiko. Apa itu Risiko Pasar? Risko pasar adalah risiko fluktuasi atau naik turunnya Nilai Aktiva Bersih (NAB) yang disebabkan karena adanya perubahan harga akibat sentimen pasar keuangan (seperti saham dan obligasi) yang menjadi aset dalam pengelolaan portofolio. Risiko ini juga sering disebut dengan risiko sistematik (systematic risk) yang berarti risiko yang tidak bisa dihindari dan pasti akan dialami investor. Perubahan pergerakan aset di pasar keuangan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Apalagi pada aset berupa saham atau reksa dana jenis saham yang sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kondisi politik di dalam maupun luar negeri (global) yang melakukan kerja sama terhadap negara yang bersangkutan. Fluktuasi harga atau NAB ini cenderung terjadi dalam jangka pendek. Misalnya saja pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menggambarkan pergerakan harian harga saham secara keseluruhan. Jenis-Jenis Risiko Pasar Risiko pasar dapat dikelompokkan ke dalam beberapa jenis. Jenis-jenis risiko ini dapat berpengaruh terhadap pergerakan aset yang kita miliki. Dampak yang ditimbulkan dari pergerakan jenis-jenis risiko ini berbeda-beda untuk beberapa bidang bisnis maupun investasi. Jadi, kamu dapat mengenali risiko pasar mana yang lebih relevan untuk jenis bisnis dan investasi yang kamu lakukan. Berikut ini jenis-jenis risiko pasar yang perlu kamu ketahui. 1. Risiko Harga Pasar Saham Harga saham yang fluktuatif adalah hal yang wajar. Namun, adanya risiko harga pasar saham tetap perlu diwaspadai. Ketika terjadi kondisi tertentu, pergerakan harga saham ini dapat sangat berpengaruh terhadap aset yang diinvestasikan. Sehingga potensi kerugian finansial akan muncul. 2. Risiko Suku Bunga Risiko suku bunga ini dapat terjadi karena adanya pergerakan naik dan turunnya suku bunga. Hal ini dapat terjadi karena faktor fundamental seperti perubahan kebijakan moneter yang di tetapkan otoritas. 3. Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing Naik dan turunnya nilai tukar mata uang terhadap mata uang asing dapat menyebabkan timbulnya risiko. Terutama bila aktivitas investasi dan transaksi bisnis banyak dilakukan dengan negara lain. Kamu perlu mempertimbangkan risiko nilai tukar mata uang asing ini. 4. Risiko Komoditas Harga komoditas juga cenderung fluktuatif. Pergerakan harga komoditas yang terlalu ekstrem dapat menimbulkan potensi kerugian finansial dan penurunan nilai aset yang dimiliki. Risiko komoditas ini menjadi momok tersendiri untuk perusahaan yang berkaitan dengannya. Penyebab Timbulnya Risiko Pasar Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan timbulnya risiko pasar. Mulai dari faktor penyebab yang ringan dan terjadi hampir setiap hari sampai dengan kejadian luar biasa yang yang tiba-tibamuncul dan menimbulkan kerugian finansial di berbagai bidang bisnis. Penyebab risiko yang paling umum adalah adanya sentimen-sentimen, baik sentimen negatif maupun sentimen positif. Pemicu dari sentimen ini bermacam-macam, seperti adanya akuisisi perusahaan, kasus yang viral di media sosial, isu-isu ekonomi, dan lain sebagainya. Penyebab timbulnya risiko lainnya yang cukup berpengaruh adalah situasi politik di suatu negara. Pergerakan harga pasar dapat dipengaruhi dengan kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Apalagi jika kebijakan tersebut kontroversial dan menimbulkan banyak perdebatan. Terjadinya resesi ekonomi juga sangat berpengaruh terhadap adanya risiko pasar yang sangat besar. Selain itu, kerusuhan dan adanya bencana alam besar juga dapat menjadi penyebab munculnya risiko. Cara Mengatasi Risiko Pasar Risiko pasar merupakan risiko sistematik yang itu tidak dapat diminimalisir hanya dengan diversifikasi portofolio. Namun, risiko ini bisa dikurangi dengan strategi lindung nilai, terutama dengan menggunakan kontrak berjangka atau opsi, meskipun risiko pasar tidak pernah benar-benar dapat dihilangkan. Risiko sistematik berbeda dengan risiko sistemik. Risiko sistemik umumnya digunakan pada suatu peristiwa yang dapat memicu keruntuhan industri atau ekonomi tertentu, sedangkan risiko sistematik mengacu pada risiko pasar secara keseluruhan. Investasi Aman Tanpa Risiko Pasar? Keuntungan dan risiko adalah dua hal yang berbanding lurus. Semakin tinggi potensi keuntungan yang ingin diperoleh, maka akan semakin banyak risiko kerugian yang mungkin terjadi. Risiko pasar termasuk risiko sistematis yang tidak dapat diminimalisir hanya dengan melakukan diversifikasi portofolio. Hal ini dikarenakan risiko sistematis mengacu pada market risk secara keseluruhan dan tidak dapat dihindari. Untuk menghadapi risiko ini dalam investasi, salah satu cara yang sering digunakan adalah dengan melakukan lindung nilai. Disarankan untuk menggunakan kontrak berjangka atau opsi. Menempatkan investasi dalam jangka panjang dapat meminimalisir risiko yang mungkin terjadi dalam jangka pendek. Meski kamu tidak bisa menghilangkan risiko yang akan terjadi dalam melakukan investasi. Namun, kamu bisa menghilangkan keribetan dalam investasi saham dan reksa dana. Kok bisa? Bisa banget. Investasi melalui aplikasi Ajaib praktis dan enggak ribet. Dengan menggunakan aplikasi Ajaib, kamu bisa membuat akun dan membuka rekening saham secara online. Cukup menggunakan smartphone, kamu tidak perlu mondar-mandir ke kantor sekuritas untuk melakukan investasi saham dan reksadana. Tidak perlu ragu untuk investasi saham dan reksa dana melalui Ajaib. Ajaib Group telah berpengalaman puluhan tahun sebagai perusahaan sekuritas ternama. Perusahaan ini telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan atau OJK dan IDX.

Ringkasan

  • Beta saham adalah metrik yang digunakan untuk mengukur volatilitas atau risiko sistematis suatu saham dibandingkan dengan pasar secara keseluruhan.
  • Beta saham bisa digunakan investor untuk memilih komposisi aset sesuai dengan profil risiko investor (agresif, moderat, konservatif).
  • Beta saham sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya acuan untuk keputusan investasi dan lebih baik mengkombinasikannya dengan metrik lain seperti standar deviasi (total risk), alpha (excess return), korelasi antar aset, drawndown historis, hingga analisis sektor.

Menggunakan Beta Saham untuk Membangun Portofolio Investasi yang Sesuai Profil Risiko

Membangun portofolio investasi yang kuat terhadap gejolak pasar bukanlah hal yang mudah. Karena banyak investor di luar sana yang masih kesulitan menentukan kombinasi aset yang sesuai dengan toleransi risiko mereka tanpa mengesampingkan  seberapa sensitif saham yang dipilih terhadap pasar.

Memilih saham berkualitas saja dinilai belum cukup karena karakter volatilitas setiap saham juga perlu diperhitungkan. Investor bisa mengukur risiko volatilitas suatu saham terhadap pasar dengan menggunakan Beta Saham.

Beta Saham adalah salah satu metrik penting dalam proses asset allocation dan manajemen risiko. Kalau kamu masih asing dengan istilah Beta Saham dan juga bagaimana cara memanfaatkan beta secara praktis untuk menyusun portofolio yang lebih optimal? Kamu bisa baca artikel ini hingga selesai untuk mengetahui fungsi dan juga interpretasinya terhadap pasar.

Mari kita simak pembahasannya!

Dalam mengukur tingkat risiko volatilitas saham terhadap pasar, ada 3 jenis Beta Saham yang wajib dipahami investor:

      Jenis BetaPenjelasan
Beta <1 Saham dengan beta kurang dari 1, harga saham punya tingkat fluktuasi yang lebih kecil dari fluktuasi pasar atau IHSG. 
Beta = 1 Saham dengan beta = 1, harga saham punya tingkat fluktuasi yang sama dengan fluktuasi pasar atau IHSG. 
Beta >1 Saham dengan beta >1, harga saham punya tingkat fluktuasi yang lebih besar dibanding fluktuasi pasar atau IHSG. 

Cara Membaca Nilai Beta Saham dengan Tepat

Kondisi harga saham berdasarkan beta tidak bisa dijadikan satu-satunya acuan investasi. Karena investor juga perlu menganalisis kondisi pasar dan bisnis perusahaan.

Harga saham berdasarkan beta bisa berubah karena dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti:

  • Volatilitas pasar.
  • Perubahan sektor (regulasi dan kebijakan pasar).
  • Kondisi ekonomi (suku bunga, inflasi, dan nilai tukar).
  • Perubahan struktur bisnis perusahaan (perubahan komposisi biaya operasional dan pendanaan).

Nilai Beta Saham dari penyedia data bisa sedikit berbeda karena menggunakan perhitungan yang berbeda.

1. Menyesuaikan Beta dengan Profil Risiko Investasi

Investor bisa memanfaatkan Beta sebagai acuan dalam memilih komposisi aset di portofolio. Panduan penyesuaian beta dengan profil risiko bisa kamu lihat seperti berikut:

  • Konservatif (beta <1), investor sangat menghindari risiko dan pilihan saham yang bisa dipilih adalah saham-saham defensif seperti sektor infrastruktur atau consumer goods.
  • Moderat (beta = 1), investor yang berani mengambil risiko sedang dan pilihan saham yang bisa dipilih adalah saham-saham lapis kedua dengan fundamental perusahaan yang solid.
  • Agresif (beta >1), investor yang sangat berani ambil risiko dan pilihan saham yang bisa dipilih meliputi saham-saham berkategori growth stock atau saham-saham sektor tambang dan teknologi.

Sesuaikan pilihan saham berdasarkan nilai beta dan berfokuslah pada tujuan investasi dan jangka waktu investasinya.

2. Mengombinasikan Saham Beta Tinggi dan Beta Rendah

Dalam membangun sebuah portofolio saham yang bagus untuk jangka panjang, portofolio investor tidak boleh terlalu konservatif atau terlalu agresif. Inilah alasan kenapa investor perlu mengkombinasikan beta saham rendah dan beta saham tinggi dalam menentukan komposisi aset sehingga mengurangi konsentrasi risiko portofolio.

Dengan cara  tidak menempatkan seluruh dana investasi di saham-saham agresif dengan volatilitas tinggi dan lebih memilih menyebarkan dana investasi ke berbagai saham untuk melindungi nilai investasi dari penurunan harga ekstrim di pasar saham.

Coba perhatikan ilustrasi diversifikasi saham di bawah ini:

Investor tidak berinvestasi pada satu saham, melainkan berinvestasi pada 3 saham berbeda:

  • Rp10 juta di saham A (sektor teknologi).
  • Rp20 juta di saham B (sektor consumer).
  • Rp30 juta di saham C (sektor perbankan).

Jika terjadi gejolak pasar:

  • Saham A (teknologi) turun -50% (minus Rp5 juta).
  • Saham B (consumer) naik +10% (plus Rp Rp2 juta.
  • Saham C (perbankan) naik +5% (plus Rp1,5 juta).

Nilai total portofolio investor menjadi Rp58,5 juta atau minus 2,5%. Penurunan nilai portofolio ini jauh lebih rendah jika kamu hanya investasi pada satu saham saja (saham A) yang bisa mencapai minus 50%.

3. Memahami Peran Beta di Berbagai Kondisi Pasar

Saham beta tinggi lebih sensitif terhadap pasar saat kondisi pasar saham bearish maupun bullish. Ini karena saham beta tinggi lebih fluktuatif terhadap pasar, sehingga ketika IHSG naik atau turun, saham beta bisa naik maupun turun lebih tinggi dibanding IHSG. Sementara untuk saham beta rendah relatif lebih defensif.

Walaupun demikian, beta bukan alat prediksi arah harga, melainkan alat untuk memahami potensi risiko pasar dari volatilitas harga saham yang terjadi.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menggunakan Beta Saham

Pada penggunaan Beta Saham sering terjadi beberapa kesalahan  sebagai berikut:

1. Menganggap Beta Sebagai Indikator Saham Bagus atau Buruk

Fungsi utama beta adalah untuk melihat potensi risiko volatilitas harga saham terhadap pasar. Sehingga, salah jika investor menjadikan beta sebagai acuan investasi untuk menentukan saham bagus atau buruk. Karena beta tidak mengukur kualitas fundamental perusahaan maupun prospek bisnisnya.

2. Menggunakan Beta Tanpa Analisis Fundamental

Investor yang menggunakan Beta Saham sebaiknya juga mempertimbangkan analisis fundamental perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.

Kamu bisa mempertimbangkan fundamental perusahaam seperti valuasi, pertumbuhan laba, kesehatan keuangan, dan faktor fundamental lainnya. Sebab, beta hanya terdiri dari satu variabel dalam proses analisisnya dan tidak mempertimbangkan bagaimana kondisi perusahaan saat ini dari segi keuangan hingga pertumbuhan laba.

3. Mengabaikan Perubahan Beta dari Waktu ke Waktu

Kesalahan berikutnya yang sering dilakukan investor saat menggunakan beta adalah mengabaikan perubahan beta dari waktu ke waktu. Perubahan beta pada suatu saham bisa terjadi karena faktor perubahan sektor, kondisi ekonomi, volatilitas pasar, dan perubahan struktur bisnis perusahaan.

Contohnya perubahan fundamental bisnis perusahaan yang dulunya masih dalam tahap atau fase startup dengan risiko bisnis tinggi berubah menjadi perusahaan matang (mature). Kondisi ini tentu akan mengubah nilai beta dari saham tersebut.

Jika hal ini diabaikan, investor bisa salah mengukur profil risiko dan tingkat pengembalian aset. Oleh karenanya, beta adalah metrik yang bersifat dinamis dan bisa berubah-ubah mengikuti kondisi pasar dan fundamental perusahaan.

Sehingga, investor sebaiknya melakukan evaluasi berkala karena perubahan kondisi pasar maupun bisnis dapat mengubah sensitivitas suatu saham terhadap indeks.

Indikator Lain yang Sebaiknya Digunakan Bersama Beta Saham

Selain Beta Saham, investor juga sebaiknya menggunakan indikator lain untuk membantu keputusan investasi lebih baik dan tidak hanya menjadi beta sebagai satu-satunya acuan investasi.

Beta Saham akan lebih baik jika investor kombinasikan dengan indikator-indikator di bawah ini:

IndikatorFungsi
Standar Deviasi (Total Risk)Metrik yang mengukur volatilitas, mempresentasikan risiko total, dan mengetahui potensi imbal hasil.
Alpha (Excess Return)Metrik risiko yang mengukur kinerja investasi di atas return yang diharapkan dari pasar.
Sharpe Ratio (Risk-Adjusted Return)Metrik keuangan untuk mengukur kinerja investasi dengan melihat keuntungan yang dihasilkan dibanding risiko yang ditanggung.
Korelasi Antar AsetMetrik yang mengukur dua instrumen investasi, apakah punya korelasi positif atau negatif. Korelasi antar aset biasanya digunakan dalam diversifikasi portofolio untuk mengurangi risiko investasi.
Drawndown HistorisDrawndown historis adalah persentase penurunan tertinggi dari suatu nilai aset dalam kurun waktu tertentu.
Analisis SektorProses analisis yang dilakukan pada sektor bisnis tertentu untuk mengetahui potensi keuntungan, tren pertumbuhan, dan risiko siklus bisnis.

Indikator-indikator di atas bisa kamu gunakan bersama Beta Saham untuk mendapatkan insight terkait kondisi pasar dan fundamental perusahaan. Sehingga, penyusunan portofolio investor dapat menggunakan pendekatan multidimensi, bukan hanya mengandalkan satu indikator.

Kapan Investor Sebaiknya Meninjau Kembali Beta Portofolio?

Idealnya, evaluasi kembali beta portofolio bisa kamu lakukan ketika adanya perubahan tujuan investasi, perubahan profil risiko, kondisi pasar berubah drastis, atau ketika kamu melakukan rebalancing portofolio secara berkala.

Selain mengevaluasi beta dari masing-masing saham secara terpisah, penting bagi investor juga mengevaluasi beta portofolio. Untuk membandingkan tingkat risiko investasi kamu dengan pasar, apakah lebih rendah, sama, atau lebih tinggi dari pasar yang akan mempengaruhi potensi risiko atau imbal hasil investor.

Mulai Bangun Portofolio Investasi yang Lebih Terukur Bersama Ajaib

Setelah membaca artikel ini hingga selesai, kita menjadi semakin paham betapa pentingnya melakukan pengelolaan risiko berbasis data dalam investasi untuk mendukung keputusan investasi lebih baik.

Melalui aplikasi Ajaib, investor bisa dengan mudah memantau berbagai instrumen investasi dan membangun portofolio sesuai profil risiko, dan berinvestasi dalam satu aplikasi.

Kamu bisa membangun portofolio investasi di Ajaib dengan melakukan diversifikasi portofolio investasi ke berbagai aset seperti saham, reksa dana, atau obligasi secara mudah tanpa perlu pindah aplikasi, serta mengakses berbagai informasi investasi dan fitur yang dapat membantu investor mengambil keputusan investasi.

“Disclaimer: Konten ini bersifat edukasi dan informasi, bukan ajakan untuk membeli atau menjual aset tertentu. Investasi saham memiliki risiko tinggi. Pastikan lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan keuangan.”

Google Play StoreApple App Store

FAQ

1. Apakah beta berubah setiap waktu?

Harga saham berdasarkan beta bisa berubah karena dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti volatilitas pasar, perubahan sektor (regulasi dan kebijakan pasar), kondisi ekonomi (suku bunga, inflasi, dan nilai tukar), perubahan struktur bisnis perusahaan (perubahan komposisi biaya operasional dan pendanaan).

2. Apakah beta bisa digunakan pada saham growth stock maupun dividend stock?

Beta adalah alat pengukuran volatilitas suatu saham yang banyak digunakan pada growth stock dan dividend stock. Namun, umumnya dengan interpretasi yang berbeda.

3. Apa perbedaan beta dengan volatilitas?

Volatilitas mengukur seberapa besar suatu aset mengalami kenaikan maupun penurunan. Sementara beta mengukur volatilitas suatu aset terhadap pasar, apakah pergerakan aset lebih agresif atau defensif dibanding pasar.

4. Bagaimana melihat beta suatu saham?

Cara termudah untuk melihat beta suatu saham dengan menggunakan situs keuangan yang menyediakan data tersebut seperti TradingView dan Yahoo Finance.

5. Apakah beta berlaku untuk ETF dan reksa dana?

Beta bisa digunakan untuk ETF dan reksa dana untuk mengukur seberapa volatilitas produk investasi tersebut terhadap indeks acuannya.

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!