Ajaib

Daftar Negara Maju di Asia yang Patut Dicontoh

Negara maju di Asia
Negara maju di Asia

 Ajaib.co.id – Dunia kerap mengkategorikan negara-negara dengan sebutan negara maju dan negara berkembang. Indonesia sendiri hingga saat ini masih masuk ke dalam kategori negara berkembang. Meskipun sempat ada wacana bahwa ekonomi Indonesia akan berkembang pesat dan mengantarkan Indonesia menjadi negara maju. Sebenarnya seperti apa negara maju?

Mendengar negara maju pasti langsung tergambarkan negara-negara yang mempunyai standar hidup relatif tinggi, ekonomi yang merata, serta teknologi yang maju. Anggapan ini betul sekali. Tetapi selain itu, negara-negara ini juga memiliki tingkat kualitas hidup masyarakatnya yang tinggi dilihat dari tingkat kesejahteraan hidup yang tinggi. Baik dari segi perekonomian maupun teknologi yang maju.

Berikut Beberapa Negara Maju di Asia

Negara-negara dengan pendapatan nasional atau Gross Domestic Product (GDP) yang tinggi tidak begitu saja disebut dengan negara maju. Karena meskipun memiliki GDP yang tinggi tapi tidak mengembangkan dan mempunyai industri yang beragam maka tidak bisa dikategorikan sebagai negara maju.

Lalu indikatornya apa saja? Pertama pendapatan per kapita memang indikator pending dalam mengukur kesejahteraan rakyat pada sebuah negara. Lalu negara maju juga bisa dilihat dari angka jumlah penduduk miskinnya. Karena tingkat kesejahteraan sebuah negara dilihat dari data tingkat angka kemiskinan dari penduduknya juga. Artinya semakin rendah angka kemiskinan sebuah negara maka negara tersebut bisa disebut semakin maju.

1.     Jepang

Sudah menjadi rahasia umum kalau Jepang adalah salah satu negara maju dan terpandang di Asia. Bahkan sudah diakui oleh dunia. Hal yang paling melekat dengan negara Matahari ini adalah kemajuan teknologi dan pendidikannya. Mendengar pendidikan pun mengingatkan bagaimana Jepang dengan Restorasi Meijinya bisa mengantarkan negara ini maju.

Untuk diketahui, tiga perempat dari total penghasilan ekonomi Jepang itu berasal dari sektor jasa. Dengan industri utamanya berupa bank, asuransi, real estate, bisnis eceran, transportasi, dan telekomunikasi.

Kamu pasti sudah mendengar nama-nama perusahaan besar Jepang yang mendunia ini. TEPCO, Nomura, Mitsubishi Estate, Tokio Marine, Japan Railway, Seven & I, dan Japan Airlines. Daftar ini adalah nama-nama perusahaan Jepang yang termasuk perusahaan terbesar dunia.

Ini bisa terwujud lantaran kebijakan Pemerintah Jepang pada masa Perdana Menteri Junichiro Koizumi melakukan swastanisasi Japan Post. Enam keiretsu utama terdiri dari grup Mitsubishi, Sumitomo, Fuyo, Mitsui, Dai-Ichi Kangyo, dan Sanwa. Sejumlah 326 perusahaan Jepang berada dalam daftar Forbes Global 2000 atau 16,3% dari total perusahaan dalam daftar Forbes Global 2000 pada tahun 2006.

Seperti yang selama ini, kita ketahui kalau orang-orang Jepang sangat pekerja keras, menghargai waktu, dan mandiri. Sehingga membuat produktivitas penduduknya sangat tinggi di sana. Selain itu, pemerintahan di Jepang juga sangat menjunjung kerja keras dan kejujuran yang tinggi. Sehingga tidak aneh kalau ada pejabat yang mengundurkan diri kalau merasa kinerjanya kurang baik atau melakukan korupsi.

2.     Tiongkok

Pada tahun 2016, negara ini mencapai pertumbuhan tertinggi di dunia mencapai 6,7%. Dari titik inilah yang membawa negeri tirai bamboo ini salah satu kekuatan ekonomi baru di dunia.

Ada tiga hal yang menjadi rahasia penggerak ekonomi Tiongkok. Tiga hal ini yang menjadi pendorong Tiongkok berlari dengan kencang di antaranya, properti, infrastruktur, dan otomotif. Tiga sektor ini bisa dikatakan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi Tiongkok dalam 20 tahun terakhir ini.

Selain itu, diketahui bangsa Tiongkok sempat mendatangkan investor dan insinyur asing untuk masuk ke negaranya. Namun, dengan syarat penduduk lokal harus bisa menguasai teknologi baru. Misalnya Pemerintah Tiongkok mewajibkan seluruh gambar teknik dari proyek yang dibangun di Tiongkok diserahkan dan disimpan di sebuah badan arsip milik pemerintah. Tujuannya sekaligus sebagai referensi bagi para insinyur dalam negeri.

Rahasia lainnya adalah bangsa Tiongkok juga memiliki kemampuan reverse engineering atau terbiasa untuk membeli, membongkar, mengamati, meniru dan modifikasi terhadap semua produk teknologi terbaru. Ini akhirnya membuat mereka menjadi raksasa teknologi bidang apa saja.

3.     Korea Selatan

Negeri Ginseng Korea dielu-elukan sudah masuk jajaran negara maju dari Asia. Negara ini sudah memiliki langkah yang lebih maju ketimbang Indonesia. padahal pada tahun 1950 an Indonesia dan Korea Selatan memiliki status yang sama pada masa itu sebagai negara miskin di Asia.

Kesuksesan dari Korea Selatan bermula dari negara ini memfokuskan diri pada pengembangan industri manufaktur dan teknologi. Terutama pengembangan di sumber daya manusia di bidang teknologi.

Tak hanya itu, pola pikir generasi muda Korea yang mau menjadi pengusaha turut mendorong negara ini menjadi negara maju. Tak heran pada tahun 1990 Korea Selatan sebetulnya sudah masuk ke kategori negara maju.

Negara yang melakukan produksi ponsel ini pun semakin terkenal di global. Lewat merk Samsungnya. Hal yang penting dilakukan oleh Korea adalah mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, dan menciptakan pengusaha.

Tiga negara ini adalah beberapa negara maju yang ada di Asia. Masih ada negara-negara lain lagi seperti SIngapura, Hongkong, Taiwan, Israel, Hongkong, yang bisa kita contoh perkembangan negaranya.

Faktor-faktor Negara Maju

Dari contoh 3 negara tersebut. Dapat ditarik beberapa faktor sebuah negara dikatakan negara maju.

1.     Faktor Ekonomi

Yang pertama adalah ekonomi yang merupakan faktor sangat penting terutama bagi pendapatan per kapita sebuah negara. Ukurannya bisa dilihat dari semakin pendapatan per kapita suatu negara itu tinggi maka negara tersebut bisa masuk ke dalam kelompok negara maju.

2.     Faktor Sumber Daya Manusia

Tak dapat dipungkiri Sumber Daya Manusia (SDM) Merupakan faktor yang berhubungan dengan kondisi penduduk pada sebuah negara. Misalnya faktor tingkat pendidikan, laju pertumbuhan penduduk, keberagaman suku, tingkat produktivitas, penguasaan terhadap Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), ketergantungan pada produksi pertanian serta industri, dan lain-lain. Contoh kasusnya seperti ini, jika rata-rata pendidikan penduduk di sebuah negara tinggi, serta tingkat penguasaan IPTEK yang tinggi juga akan mempengaruhi majunya negara tersebut.

3.     Faktor Sumber Daya Alam

Sebelumnya kita berbicara mengenai pentingnya sumber daya manusia. Kini Sumber Daya Alam (SDA) menjadi modal yang sangat vital. Karena merupakan faktor yang berhubungan dengan kekayaan alam yang dimiliki sebuah negara, baik itu dengan secara geologis, geografis, dan lain-lain. Apabila SDA sebuah negara melimpah ruah serta dapat diolah dan dimanfaatkan dengan baik maka akan mendapatkan keuntungan bagi negara tersebut. Selain itu, akan mempengaruhi perekonomian untuk kesejahteraan masyarakat.

4.     Faktor Stabilitas Politik

Faktor yang keempat adalah stabilitas politik. Dimana keadaan politik pada suatu negara sangat mempengaruhi kondisi sebuah negara. Karena keadaan politik yang baik itu akan mempengaruhi keadaan ekonomi itu supaya tetap stabil. Oleh sebab itu kalau kamu perhatikan, di negara-negara yang maju itu memiliki keadaan politik yang stabil dan keamanannya juga akan tetap terjaga.

5.     Faktor Keamanan Negara

Faktor yang terakhir adalah keamanan. Faktor ini merupakan salah satu faktor yang dapat menentukan sebuah negara sudah maju atau masih berkembang. Tentunya semakin tinggi tingkat aman negara maka akan meningkatkan stabilitas perekonomian, sehingga masyarakat dapat makmur serta sejahtera.

Artikel Terkait