Saham ENRG Resmi Right Issue: Simak Mekanisme & Hal Penting yang Perlu Diketahui Trader
Mikirduit•September 30, 2026

Key Takeaway
- ENRG resmi memperoleh surat efektif dari OJK untuk melaksanakan PMHMETD IV atau rights issue dengan target dana hingga Rp4,12 triliun.
- ENRG akan menerbitkan 13,28 miliar saham baru dengan rasio 2:1 pada harga pelaksanaan Rp310 per saham.
- Sekitar 96,59% dana hasil rights issue akan digunakan untuk penyertaan modal ke anak usaha, terutama untuk memperkuat kegiatan eksplorasi dan produksi migas.
- PT Bakrie Kalila Investment (BKI) dan pihak afiliasinya bertindak sebagai standby buyer untuk menyerap sisa saham baru yang tidak dieksekusi pemegang saham.
Emiten minyak dan gas (migas) milik grup Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) akhirnya mendapatkan lampu hijau dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) alias surat efektif untuk segera melaksanakan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) IV alias rights issue.
Dari aksi korporasi ini, ENRG digadang bakal dapat tambahan modal jumbo sampai Rp4,11 triliun. Kira-kira gimana prospeknya? apakah layak ditebus HMETD-nya? mari kita ulas satu per satu
Mekanisme Rights Issue ENRG
Berdasarkan prospektus, ENRG akan menerbitkan sebanyak 13,28 miliar saham baru Seri B dengan nilai nominal Rp100 per saham. Jumlah tersebut setara dengan 33,33 persen dari total saham Perseroan setelah rights issue.
Mekanisme, pemegang saham lama yang memegang 2 lembar akan mendapatkan hak untuk menebus 1 lembar saham baru di harga Rp310. Dari situ, ENRG akan menggalang dana segar sampai Rp4,12 triliun.
Adapun untuk rincian penggunaan dana mayoritas untuk ekspansi bisnis:
- Sekitar 96,59 persen akan digunakan untuk penyertaan modal (langsung maupun tidak langsung) ke anak usaha, terutama untuk memperkuat kegiatan eksplorasi dan produksi migas.
- Sisanya 3,41 persen untuk modal kerja dan biaya operasional perseroan.
Untuk jadwalnya, bisa dilihat dari calendar di Terminal Ajaib pencatatan HMETD di BEI akan dilakukan pada 6 Oktober 2026.

Kemudian, periode perdagangan sekaligus pelaksanaan HMETD berlangsung pada 8–21 Oktober 2026. Sementara itu, distribusi saham hasil pelaksanaan HMETD akan berlangsung pada 12–23 Oktober 2026.
Jadi, buat pemegang saham ENRG, yang perlu diperhatikan adalah cum date pada 2 Oktober 2026, karena dari situ akan ditentukan siapa saja yang berhak mendapatkan HMETD.
| Tahapan Rights Issue ENRG | Tanggal |
|---|---|
| Cum Date | 2 Oktober 2026 |
| Pencatatan HMETD di BEI | 6 Oktober 2026 |
| Perdagangan & Pelaksanaan HMETD | 8–21 Oktober 2026 |
| Distribusi Saham Hasil Pelaksanaan HMETD | 12–23 Oktober 2026 |
Rights Issue Dijamin Standby Buyer
Hal lain yang juga perlu diperhatikan dari rights issue ENRG adalah siapa yang akan menyerap saham baru jika tidak seluruh HMETD dieksekusi oleh pemegang saham.
Menariknya, PT Shima Global Kapital selaku pemegang saham pengendali tidak akan menggunakan HMETD-nya. Shima yang memiliki hak atas sekitar 2,33 miliar HMETD justru akan mengalihkan seluruh hak tersebut kepada PT Bakrie Kalila Investment (BKI).
Di sisi lain, BKI bersama pihak afiliasinya telah menyatakan kesediaannya untuk menjadi pembeli siaga (standby buyer) dan menyerap sisa saham baru hingga maksimal sekitar 10,48 miliar saham.
Posisi BKI sendiri sebelum rights issue masih relatif kecil, yakni sekitar 3,56 persen. Namun, jika BKI mengeksekusi HMETD miliknya sekaligus mengambil alih seluruh HMETD yang dialihkan Shima, kepemilikannya diperkirakan meningkat menjadi sekitar 9,41 persen.
Sementara itu, kepemilikan Shima berpotensi terdilusi dari sekitar 17,7 persen menjadi 11,7 persen.
Dengan demikian, setelah rights issue, Shima masih menjadi pemegang saham terbesar ENRG. Di sisi lain, Grup Bakrie melalui BKI akan memiliki posisi yang jauh lebih signifikan, dengan kepemilikan hampir 9,5 persen.
Jangan Lupa Hitung Harga Teoritis
Dari sisi harga, ENRG per Selasa hari ini (29/9/2026) berada di Rp1.345 per saham. Dengan rasio rights issue 2:1 dan harga pelaksanaan Rp310, kita bisa menghitung harga teoritis setelah ex-rights atau TER.
Rumus sederhananya:
TER = (2 × Rp1.345 + Rp310) ÷ 3 = Rp1.000
Jadi, secara teoritis, harga ENRG setelah ex-rights berada di sekitar Rp1.000 per saham. Artinya, dari harga Rp1.345 saat ini terdapat potensi penyesuaian secara matematis sekitar 25,7 persen.
Namun, angka ini perlu dilihat sebagai harga teoritis, bukan berarti harga ENRG pasti turun ke Rp1.000.
Pergerakan aktual setelah ex-rights tetap akan dipengaruhi oleh sentimen pasar, permintaan saham, harga minyak dunia, serta ekspektasi investor terhadap kinerja ENRG.
Yang juga perlu dibedakan, 33,33 persen adalah potensi dilusi kepemilikan, sedangkan 25,7 persen merupakan selisih harga saham saat ini dengan TER. Keduanya merupakan hal yang berbeda.
Lalu, Apa yang Perlu Dilakukan Investor & Trader?
Dengan spesifikasi right issue rasio 2:1 (skala menengah) dan harga pelaksanaan Rp310 per saham, serta tujuan. Beberapa pilihan aksi yang bisa dilakukan investor antara lain:
- Pertama, Jika punya saham ENRG di bawah Rp1.000 per saham bisa menjual sebelum cum-right.
Sehingga, investor bisa merealisasikan keuntungan sebelum harga ENRG berubah secara teoritis. Setelahnya, jika kamu masih yakin dengan fundamental ENRG bisa kembali beli setelah proses right issue selesai dan harga sahamnya mengalami koreksi.
Kelebihannya cara ini adalah kamu bisa merealisasikan keuntungan, tapi kekurangannya jika setelah dijual dan pasca right issue harganya naik lebih dari Rp1.300 per saham, kamu sudah tidak punya barang lagi.
- Kedua, Jika punya saham ENRG di bawah Rp1.000 per saham, namun di atas harga pelaksanaan Rp310 per saham,
Kamu merasa masih yakin dengan prospeknya, kamu bisa juga tetap eksekusi right issuenya untuk membuat harga rata-rata menyesuaikan teoritis berdasarkan harga rata-rata yang dimiliki.
Kelebihannya, alokasi modal makin besar dengan harga rata-rata yang tetap lebih rendah dari harga pasar. Risikonya, supply lembar saham ENRG menjadi makin besar, jika harga pasar terkoreksi ke bawah Rp1.000 per saham bisa mengurangi keuntungan yang diperoleh sebelum right issue.
Opsi lainnya dari posisi ini, investor bisa tidak perlu menebus saham baru. Risikonya dari segi floating profit akan tergerus, tapi kamu bisa mendapatkan peluang untung jika harga ENRG-R naik signifikan yang keuntungan lebih besar daripada taking profit sebelum ex-right.
Adapun, jika harga ENRG-R tidak naik signifikan, kamu bisa tebus saham barunya untuk menjaga posisi keuntungan sesuai dengan penambahan jumlah saham di harga rendah pasca right issue.
- Ketiga, Jika punya saham ENRG di atas Rp1.000 per saham bisa pertimbangkan eksekusi right issue untuk bisa membeli di harga yang lebih murah di Rp310 per saham.
Lalu, bisa terhindar dari risiko floating loss akibat penyesuaian harga teoritis. Dalam perhitungan kami, dengan harga saham per 29 September 2026 berada di Rp1.345 per saham, berarti nantinya harga teoritis menjadi Rp1.000 per saham.
- Keempat, Jika belum punya saham ENRG, investor bisa memperhatikan pergerakan harga setelah periode perdagangan dan pelaksanaan right issue dimulai dan setelah right issue.
Sehingga bisa menentukan titik masuk dalam tiga periode, yakni saat periode perdagangan, setelah selesai right issue, dan satu peluru jika ada konsolidasi beberapa bulan setelah right issue.
Sehingga hal terpentingnya adalah masuk ke saham ENRG setelah melewati ex-right daripada mengejar sebelum ex-right.
Pelajari Cara Trading Saham Right Issue (HMETD) di Ajaib
Apakah Right Issue ENRG Ini Menarik?
Beberapa hal yang harus dipahami secara valuasi, ENRG cenderung lebih mahal dibandingkan dengan saham migas dengan skala lebih besar seperti PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC).
Price to Book Value (PBV) ENRG setelah right issue dari harga per 30 September 2026 sebesar 2 kali. Tingkat PBV itu lebih besar dibandingkan dengan MEDC yang sebesar 0,86 kali. JIka ada risiko penurunan harga migas secara global karena perang mereda, ENRG berpotensi turun ke level yang jauh lebih murah.
Namun, dari aksi right issue ini, ENRG bisa menambah modal untuk anak usahanya agar bisa mencatatkan kenaikan produksi sehingga nantinya ada pertumbuhan produksi yang berdampak terhadap kinerja ENRG ke depannya.
Jadi, right issue ENRG ini menarik ditebus jika mengambil sudut pandang ekspektasi produksi migas ENRG mencatatkan kenaikan pasca right issue.
Namun, ekspektasi ini bisa memakan waktu hingga realisasi kenaikan produksi benar-benar terjadi. Sampai momentum itu tiba, harga saham ENRG berpotensi sideways hingga koreksi jika ada tekanan dari harga minyak global.
Untuk itu, jika investor ekspektasi merealisasikan keuntungan dalam jangka pendek, lebih baik menjual saham ENRG sebelum ex-right-nya. Pasalnya, pergerakan harga saham setelah itu berpotensi sideways dan koreksi hingga momentum selanjutnya.
Trading Saham & Eksekusi Right Issue Lebih Mudah di Ajaib
Bagi pemegang saham ENRG yang memperoleh HMETD dan memilih untuk menggunakan hak tersebut, proses exercise dapat dilakukan sesuai periode pelaksanaan yang telah ditetapkan. Berikut langkah-langkah exercise HMETD di Ajaib:

Mau trading saham hingga eksekusi right issue dengan mudah? yuk gunakan Ajaib untuk aktivitas trading dan investasi sahammu! Download Ajaib dan Ajaib Terminal sekarang untuk trading yang lebih powerful!
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Profil Penulis
Writer
-
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!