Saham AS

Wall Street Hari Ini: Nasdaq Anjlok 2,14%, S&P 500 dan DJI Ikut Melemah

Miftahul Khaer•October 19, 2026

Key Takeaways

  • Wall Street ditutup melemah pada Jumat (16/10/2026), dengan Nasdaq Composite turun 2,14%, S&P 500 terkoreksi 1,09%, dan Dow Jones melemah 0,34%.
  • Harga minyak WTI naik 3,5% ke US$101,41 per barel, sedangkan Brent menguat 3,7% ke US$109,86 per barel di tengah kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah dan Rusia.
  • Saham teknologi tertekan akibat aksi jual dan kekhawatiran valuasi AI. MicroStrategy (MSTR) menjadi salah satu saham dengan penurunan terbesar, yakni 9,56%.
  • Investor akan mencermati Housing Market Index AS dan laporan keuangan Fifth Third Bancorp, Steel Dynamics, W. R. Berkley, serta Crown Holdings pada Senin (19/10/2026).
  • Rekomendasi trading saham AS mencakup ConocoPhillips (COP) dengan potensi upside 5,96%, Starbucks (SBUX) sebesar 6,08%, dan Coca-Cola (KO) sebesar 4,14% berdasarkan l

Nasdaq Anjlok 2,14% Akibat Tekanan Saham Teknologi

Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup melemah pada Jumat (16/10/2026). Nasdaq Composite mencatatkan koreksi terdalam sebesar 2,14%, disusul S&P 500 yang turun 1,09% dan Dow Jones Industrial Average (DJIA) yang melemah 0,34%.

Tekanan pasar terutama berasal dari aksi jual saham teknologi dan meningkatnya kekhawatiran terhadap valuasi perusahaan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). 

Sejumlah saham teknologi, termasuk Super Micro Computer (SMCI), Palo Alto Networks (PANW), Datadog (DDOG), dan Seagate Technology (STX), menjadi perhatian setelah mengalami tekanan sepanjang pekan, terutama pada sektor chip memori.

Pada Senin (19/10/2026), investor akan mencermati Housing Market Index AS untuk mengukur kepercayaan pengembang perumahan. Data September sebelumnya menunjukkan sentimen berada di level terendah sejak September 2025.

Selain itu, musim laporan keuangan berlanjut dengan hasil kinerja Fifth Third Bancorp (FITB), Steel Dynamics (STLD), W. R. Berkley (WRB), dan Crown Holdings (CCK) yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar.

Top Gainers dan Top Losers Saham AS

Pergerakan saham individual menunjukkan perbedaan kinerja yang cukup tajam pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Saham perusahaan pertahanan dan energi masuk dalam daftar top gainer, sedangkan saham terkait kripto dan teknologi mengalami tekanan jual.

Top Gainer

StockReturn
$NOC+4.05%
$RTX+3.73%
$LMT+3.65%
$EOG+3.53%

Top Loser

StockReturn
$MSTR-9.56%
$RKLB-7.98%
$PANW-7.63%
$PLTR-7.22%

Harga Minyak Tembus US$100, Saham Energi Menguat

Harga minyak dunia melonjak pada Jumat (16/10/2026) di tengah meningkatnya risiko gangguan pasokan dari Timur Tengah dan Rusia. Minyak Brent sempat menembus US$110 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup di atas US$100 per barel.

WTI naik 3,5% menjadi US$101,41 per barel, sedangkan Brent menguat 3,7% ke US$109,86 per barel.

Kenaikan harga dipicu ketidakpastian jalur pelayaran di Selat Hormuz setelah dua kapal kargo tenggelam akibat serangan. Selain itu, serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia menambah kekhawatiran mengenai potensi gangguan pasokan.

Meski demikian, sejumlah analis menilai harga minyak di atas US$100 per barel mulai terlalu tinggi dibandingkan fundamental pasar. Penilaian tersebut mempertimbangkan pemulihan sebagian besar ekspor Timur Tengah dan persediaan minyak global yang masih relatif memadai.

Lonjakan harga minyak turut mendukung saham sektor energi. ETF Energy Select Sector SPDR (XLE) naik 4,8% sepanjang pekan, sementara Targa Resources menguat 4,4% dan EOG Resources naik 4,2% pada Jumat.

Rekomendasi Saham AS Hari Ini: COP, SBUX, dan KO

Di tengah pelemahan Wall Street dan kenaikan harga minyak, tiga saham yang masuk dalam daftar pilihan trading adalah ConocoPhillips (COP), Starbucks (SBUX), dan Coca-Cola (KO). Berikut level entry, target harga, dan stop loss berdasarkan skenario teknikal pada grafik harian (1D).

SahamBuyTarget PriceStop LossUpside
COPUS$141,58US$150,02US$138,40+5,96%
SBUXUS$96,03US$101,87US$94,59+6,08%
KOUS$92,22US$96,04US$90,96+4,14%

1. ConocoPhillips (COP)

ConocoPhillips (COP) menggunakan skenario buy on breakout atau mengikuti kelanjutan tren setelah harga mengonfirmasi penembusan struktur teknikal.

Pada grafik harian, strategi ini mengandalkan penembusan struktur Weak High setelah harga memantul dari area demand zone. Jika momentum kenaikan berlanjut, harga berpotensi menguji level psikologis US$150.

Level entry ditetapkan pada US$141,58, dengan target harga US$150,02 dan stop loss US$138,40. Skenario ini menawarkan potensi keuntungan 5,96%, dengan risiko penurunan sekitar 2,25%.

Risk/reward ratio sebesar 2,65 menunjukkan bahwa potensi keuntungan yang ditargetkan sekitar 2,65 kali risiko yang ditetapkan.

2. Starbucks (SBUX)

Starbucks Corporation (SBUX) menggunakan strategi buy on dip atau mencari peluang entry setelah koreksi harga, dengan mengandalkan konfirmasi pantulan pada grafik harian.

Skenario ini mengacu pada konfirmasi struktur Change of Character (CHoCH) setelah harga memantul dari area Strong Low. Jika struktur kenaikan bertahan, harga berpotensi menguji kembali resistance psikologis di sekitar US$102.

Level entry ditetapkan pada US$96,03, dengan target harga US$101,87 dan stop loss US$94,59. Berdasarkan level tersebut, potensi upside mencapai 6,08%, sedangkan risiko penurunan sekitar 1,50%.

Risk/reward ratio sebesar 4,06 menunjukkan bahwa potensi keuntungan yang ditargetkan sekitar 4,06 kali risiko berdasarkan level entry, target, dan stop loss.

3. Coca-Cola (KO)

The Coca-Cola Company (KO) menjadi pilihan berikutnya dengan strategi buy on breakout atau mengikuti kelanjutan tren setelah harga menembus area resistance terdekat.

Pada grafik harian, skenario ini mengandalkan momentum penembusan Weak High setelah harga membentuk struktur Higher Low. Jika momentum kenaikan terkonfirmasi, harga berpotensi menguji resistance di sekitar US$96.

Level entry ditetapkan pada US$92,22, dengan target harga US$96,04 dan stop loss US$90,96. Skenario ini menawarkan potensi upside 4,14%, dengan risiko penurunan sekitar 1,37%.

Risk/reward ratio sebesar 3,03 menunjukkan bahwa potensi keuntungan yang ditargetkan sekitar 3,03 kali risiko yang ditetapkan.

Pantau Saham AS dan Mulai Trading di Ajaib

Di tengah volatilitas Wall Street dan perubahan harga minyak, kamu bisa memantau pergerakan saham AS untuk mengantisipasi perubahan pasar dan mengevaluasi peluang trading. Kamu juga bisa mempertimbangkan ETF Amerika untuk mendapatkan eksposur ke sejumlah saham dalam satu instrumen.

Download Ajaib sekarang agar kamu bisa mengikuti dinamika pasar dan mengambil keputusan investasi sesuai strategi, profil risiko, serta tujuan finansialmu.

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.

Profil Penulis

Miftahul Khaer
Miftahul Khaer

Financial Expert Ajaib

Miftahul Khaer merupakan Financial Expert di Ajaib yang memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam mengikuti perkembangan pasar saham Amerika Serikat. Ia menyajikan analisis dan edukasi mengenai saham AS, kondisi ekonomi global, serta strategi investasi yang membantu investor memahami peluang di pasar internasional.

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!