Ajaib
Menu

Saham AS

Wall Street Ditutup Menguat! Dow Jones Naik 385 Poin, Optimisme AI Dorong Reli Pasar

Miftahul KhaerJuly 22, 2026

Wall Street Bangkit! Dow Jones Naik 385 Poin, Reli Saham Chip Angkat Pasar Saham AS

Key Takeaways

  • Wall Street ditutup menguat pada Selasa (21/7/2026), mengakhiri tren pelemahan tiga hari beruntun. Dow Jones naik 0,74% ke 52.224,64, S&P 500 menguat 0,89%, dan Nasdaq melesat 1,29%.
  • Saham semikonduktor memimpin reli, dengan Micron Technology melonjak sekitar 12% berkat optimisme prospek permintaan high-bandwidth memory (HBM) untuk AI.
  • Musim laporan keuangan kuartal II-2026 menunjukkan hasil solid, hampir 88% dari 66 emiten S&P 500 yang sudah merilis kinerja berhasil melampaui ekspektasi analis.

Wall Street Ditutup Menguat, Akhiri Tren Pelemahan Tiga Hari

Pasar saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Selasa (21/7/2026), mengakhiri tren pelemahan yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Penguatan ini didorong oleh kombinasi reli saham semikonduktor dan laporan keuangan emiten yang mayoritas melampaui ekspektasi pasar.

Berikut kinerja tiga indeks utama Wall Street pada penutupan perdagangan:

IndeksPerubahanLevel Penutupan
Dow Jones Industrial Average+0,74% (385,38 poin)52.224,64
S&P 500+0,89%7.509,20
Nasdaq Composite+1,29%25.837,21

Reli Saham Semikonduktor Jadi Motor Penggerak Utama

Penguatan Wall Street kali ini dipimpin oleh saham-saham sektor semikonduktor yang kembali diburu investor setelah sempat tertekan pada pekan sebelumnya. VanEck Semiconductor ETF (SMH) melonjak lebih dari 4%, dengan Micron Technology (NASDAQ: MU) memimpin reli dengan kenaikan sekitar 12%, disusul Intel yang melesat 8%, Marvell Technology naik lebih dari 6%, dan Astera Labs menguat 3%.

Lonjakan Micron dipicu oleh pandangan Bank of America (BofA) yang memperkuat prospek bullish industri memori berbasis AI. Beberapa faktor pendukung sentimen ini antara lain:

  • Permintaan HBM diproyeksikan meningkat, BofA menilai kemunculan model AI open-source dari China justru akan mendorong kebutuhan high-bandwidth memory (HBM), bukan menekannya.
  • Berakhirnya pembatasan, buyback dalam CHIPS Act pada akhir 2026, yang berpotensi membuka jalan bagi pengembalian modal besar di tengah proyeksi arus kas bebas tahunan US$120–130 miliar.
  • Kinerja kuartal III fiskal 2026 Micron memecahkan rekor, dengan pendapatan US$41,5 miliar, margin kotor non-GAAP 84,9%, dan EPS non-GAAP US$25,11. Perusahaan juga memproyeksikan pendapatan kuartal IV sekitar US$50 miliar, meski mengingatkan laju kenaikan harga memori diperkirakan mulai melambat.

Sentimen analis dan komunitas investor terhadap sektor ini tetap dominan positif karena permintaan AI dinilai masih menjadi katalis pertumbuhan jangka panjang, meski sebagian pihak mengingatkan potensi normalisasi margin dan peningkatan pasokan industri dalam beberapa tahun ke depan.

Musim Laporan Keuangan Kuartal II-2026 Tunjukkan Hasil Solid

Sentimen positif turut didukung oleh musim laporan keuangan kuartal II-2026 yang sejauh ini menunjukkan hasil solid. Hingga kini, sekitar 66 emiten anggota S&P 500 telah merilis kinerja, dan hampir 88% di antaranya berhasil membukukan laba di atas ekspektasi analis, berdasarkan data FactSet.

Beberapa emiten yang menjadi sorotan usai merilis laporan keuangan antara lain:

  • 3M — saham melesat lebih dari 7% setelah membukukan laba kuartal II yang melampaui perkiraan pasar.
  • General Motors — naik hampir 5% berkat pendapatan dan laba yang lebih baik dari proyeksi analis.
  • Capital One Financial (NYSE: COF) — naik 2,1% setelah mencatatkan EPS non-GAAP US$5,81 dan pendapatan US$15,85 miliar, melampaui ekspektasi analis.
  • Super Micro Computer (NASDAQ: SMCI) — melonjak sekitar 20% pada perdagangan after-hours berkat panduan awal kuartal IV yang kuat dan kenaikan proyeksi margin kotor.
  • Chubb (NYSE: CB) — mencetak EPS non-GAAP US$7,26, jauh melampaui konsensus sebesar US$0,52.
  • Pegasystems (NASDAQ: PEGA) — sebaliknya anjlok 6% karena laba kuartal II berada di bawah perkiraan Wall Street, memicu aksi jual investor.

Pelaku pasar kini menantikan laporan keuangan sejumlah raksasa teknologi, termasuk Alphabet, IBM, dan Tesla, yang dijadwalkan rilis dalam beberapa hari ke depan.

Sentimen Geopolitik Timur Tengah Masih Dicermati Pasar

Di tengah reli Wall Street, pelaku pasar tetap mencermati perkembangan ketegangan geopolitik antara AS dan Iran. Militer AS dilaporkan melanjutkan serangan terhadap Iran untuk malam kesepuluh berturut-turut setelah Presiden Donald Trump menyatakan gencatan senjata telah berakhir. Sebagai balasan, Iran menyerang sejumlah aset militer AS di Timur Tengah, sementara kelompok Houthi mengumumkan embargo maritim terhadap Arab Saudi.

Meski demikian, muncul harapan baru setelah beredar laporan bahwa mediator internasional mengusulkan gencatan senjata selama 10 hari antara AS dan Iran untuk meredakan konflik. Harga minyak tetap bergerak naik di tengah perkembangan ini, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat sekitar 2% menjadi US$84,91 per barel, sedangkan Brent naik 2% ke US$91,01 per barel.

Apa yang Perlu Diperhatikan Trader Saham AS?

Reli yang terjadi Selasa lalu punya fondasi yang cukup jelas di mana kinerja emiten kuartal II mayoritas melampaui ekspektasi, dan katalis nyata di sektor semikonduktor berupa proyeksi permintaan HBM serta pelonggaran buyback dalam CHIPS Act. Ini membuat momentum penguatan kali ini berbeda dari sekadar euforia sesaat, ada data fundamental yang mendasarinya, meski tetap penting untuk memantau apakah tren positif ini berlanjut saat laporan keuangan raksasa teknologi seperti Alphabet, IBM, dan Tesla dirilis dalam waktu dekat.

Beberapa hal yang bisa jadi acuan dalam mencermati pergerakan pasar ke depan:

  • Musim laporan keuangan masih berlangsung, dengan tingkat beat rate mendekati 88%, ada ruang bagi sektor lain untuk turut terangkat jika tren ini berlanjut.
  • Sektor semikonduktor, masih jadi salah satu penggerak utama indeks, sehingga pergerakannya layak terus dipantau sebagai indikator sentimen pasar teknologi secara luas.
  • Faktor geopolitik dan harga minyak, tetap jadi variabel yang bisa memengaruhi arah pasar sewaktu-waktu, terlepas dari kuatnya data fundamental emiten.

Mulai Trading Saham AS di Ajaib!

Pantau laporan keuangan, sentimen sektor, hingga pergerakan harga secara realtime untuk mengambil keputusan yang lebih terukur di Ajaib. Mulai trading saham AS dan manfaatkan berbagai fitur yang tersedia untuk maksimalkan strategi tradingmu. Download Ajaib di Play Store & App Store sekarang!

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi  untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi.  Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.

Sumber: Seeking Alpha, Investor.id, Ajaib Research

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!