
International Business Machines
$IBM Investasi Quantum $10 Miliar dan Project Lightwell Siap Ubah Peta Teknologi International Business Machines ($IBM) mencatatkan lonjakan harga saham sebesar 12.71% dan ditutup pada level $297.80 pada Jumat, 29 Mei 2026. Performa kuat ini dipicu oleh pengumuman dua komitmen strategis besar, yakni investasi $10 miliar untuk mempercepat kepemimpinan quantum computing demi menghadirkan komputer kuantum fault-tolerant pertama pada 2029, serta peluncuran Project Lightwell. Inisiatif Project Lightwell senilai $5 milliar ini berkolaborasi dengan Red Hat untuk mengerahkan lebih dari 20.000 insinyur dalam mengamankan software open-source menggunakan deteksi kerentanan berbasis AI, di mana institusi finansial raksasa seperti Goldman Sachs, JPMorganChase, dan Visa telah bergabung sebagai pengadopsi awal. Sentimen positif pasar semakin diperkuat oleh langkah Wedbush yang mempertahankan rating Outperform dengan target harga $320, serta menyebut posisi IBM di sektor kuantum dan AI saat ini masih "underappreciated" oleh pasar. Rangkaian pengumuman ini sekaligus mempertegas momentum ekspansi IBM setelah pekan lalu menyepakati Letter of Intent CHIPS Act senilai $1 miliar untuk foundry chip kuantum Anderon, serta keberhasilan mencetak performa kuartalan yang solid dengan EPS Q1 mencapai $1,91 (vs. estimasi $1,81) dan pertumbuhan pendapatan sebesar 10% YoY. Insight: Komitmen masif IBM di bidang kuantum dan keamanan AI membuktikan transformasi perusahaan dari pemain teknologi warisan menjadi pemimpin infrastruktur masa depan yang sangat profitabel. Dukungan awal dari raksasa perbankan global serta insentif CHIPS Act memberikan validasi komersial dan regulasi yang kuat bagi komputasi kuantum IBM menjelang target 2029.
Mengisi Kegabutan done TP $GHST sambil Nunggu bursa AS buka $SPCE $IBM Otw Bagger tag $NVDA $MU $PORTAL $ALLO kalau mau gabung Grup bisa DM aja
IBM Anjlok 25%, Penurunan Harian Terbesar dalam Sejarah Perusahaan $IBM mengalami penurunan harga saham terbesar dalam sejarahnya pada Selasa (14 Juli 2026), anjlok sekitar 25% dari US$290,23 ke sekitar US$217, melampaui rekor penurunan sebelumnya pada Oktober 1987 (-23,7%). Penurunan dipicu oleh peringatan mengejutkan dari CEO Arvind Krishna yang merilis hasil awal kuartal II 2026 lebih cepat dari jadwal, sebelum laporan resmi pada 22 Juli. Pendapatan kuartalan tercatat US$17,2 miliar (naik 1% YoY), meleset dari konsensus analis sebesar US$17,86 miliar, dengan EPS operasional US$2,93 vs ekspektasi US$3,01. Krishna menjelaskan bahwa klien menggeser belanja modal ke arah server, storage, dan memory untuk mengamankan pasokan sebelum kenaikan harga terkait tarif, sehingga menggerus penjualan software dan mainframe (termasuk rollout mainframe z17) yang marginnya lebih tinggi. "This quarter we faltered," tulis Krishna dalam surat kepada investor, mengakui bahwa banyak transaksi besar gagal ditutup sesuai jadwal. Insight: Pergeseran capex klien dari software/mainframe ke hardware mencerminkan risiko struktural dimana pelanggan lebih memilih membeli hardware sekarang untuk menghindari kenaikan harga akibat tarif, mengorbankan pembelian solusi bermargin tinggi milik IBM. Pasar bereaksi tajam karena hal ini menimbulkan pertanyaan soal daya tahan model bisnis software/mainframe IBM di tengah ketidakpastian tarif dan kelangkaan memory global.
$IBM Investasi Quantum $10 Miliar dan Project Lightwell Siap Ubah Peta Teknologi International Business Machines ($IBM) mencatatkan lonjakan harga saham sebesar 12.71% dan ditutup pada level $297.80 pada Jumat, 29 Mei 2026. Performa kuat ini dipicu oleh pengumuman dua komitmen strategis besar, yakni investasi $10 miliar untuk mempercepat kepemimpinan quantum computing demi menghadirkan komputer kuantum fault-tolerant pertama pada 2029, serta peluncuran Project Lightwell. Inisiatif Project Lightwell senilai $5 milliar ini berkolaborasi dengan Red Hat untuk mengerahkan lebih dari 20.000 insinyur dalam mengamankan software open-source menggunakan deteksi kerentanan berbasis AI, di mana institusi finansial raksasa seperti Goldman Sachs, JPMorganChase, dan Visa telah bergabung sebagai pengadopsi awal. Sentimen positif pasar semakin diperkuat oleh langkah Wedbush yang mempertahankan rating Outperform dengan target harga $320, serta menyebut posisi IBM di sektor kuantum dan AI saat ini masih "underappreciated" oleh pasar. Rangkaian pengumuman ini sekaligus mempertegas momentum ekspansi IBM setelah pekan lalu menyepakati Letter of Intent CHIPS Act senilai $1 miliar untuk foundry chip kuantum Anderon, serta keberhasilan mencetak performa kuartalan yang solid dengan EPS Q1 mencapai $1,91 (vs. estimasi $1,81) dan pertumbuhan pendapatan sebesar 10% YoY. Insight: Komitmen masif IBM di bidang kuantum dan keamanan AI membuktikan transformasi perusahaan dari pemain teknologi warisan menjadi pemimpin infrastruktur masa depan yang sangat profitabel. Dukungan awal dari raksasa perbankan global serta insentif CHIPS Act memberikan validasi komersial dan regulasi yang kuat bagi komputasi kuantum IBM menjelang target 2029.
Mengisi Kegabutan done TP $GHST sambil Nunggu bursa AS buka $SPCE $IBM Otw Bagger tag $NVDA $MU $PORTAL $ALLO kalau mau gabung Grup bisa DM aja
IBM Anjlok 25%, Penurunan Harian Terbesar dalam Sejarah Perusahaan $IBM mengalami penurunan harga saham terbesar dalam sejarahnya pada Selasa (14 Juli 2026), anjlok sekitar 25% dari US$290,23 ke sekitar US$217, melampaui rekor penurunan sebelumnya pada Oktober 1987 (-23,7%). Penurunan dipicu oleh peringatan mengejutkan dari CEO Arvind Krishna yang merilis hasil awal kuartal II 2026 lebih cepat dari jadwal, sebelum laporan resmi pada 22 Juli. Pendapatan kuartalan tercatat US$17,2 miliar (naik 1% YoY), meleset dari konsensus analis sebesar US$17,86 miliar, dengan EPS operasional US$2,93 vs ekspektasi US$3,01. Krishna menjelaskan bahwa klien menggeser belanja modal ke arah server, storage, dan memory untuk mengamankan pasokan sebelum kenaikan harga terkait tarif, sehingga menggerus penjualan software dan mainframe (termasuk rollout mainframe z17) yang marginnya lebih tinggi. "This quarter we faltered," tulis Krishna dalam surat kepada investor, mengakui bahwa banyak transaksi besar gagal ditutup sesuai jadwal. Insight: Pergeseran capex klien dari software/mainframe ke hardware mencerminkan risiko struktural dimana pelanggan lebih memilih membeli hardware sekarang untuk menghindari kenaikan harga akibat tarif, mengorbankan pembelian solusi bermargin tinggi milik IBM. Pasar bereaksi tajam karena hal ini menimbulkan pertanyaan soal daya tahan model bisnis software/mainframe IBM di tengah ketidakpastian tarif dan kelangkaan memory global.