Saham AS

Merger Tesla – SpaceX Ditargetkan Rampung Sebelum Era Trump Berakhir

Maulida•October 23, 2026

saham tesla dan spacex

Key Takeaways

  • Pengumuman merger Tesla-SpaceX ditargetkan pada paruh pertama 2027, dengan harapan transaksi selesai sebelum masa jabatan Trump berakhir pada Januari 2029.
  • Nilai pasar gabungan kedua perusahaan sekitar US$3,7 triliun menurut Bloomberg (Euronews menyebut sekitar US$3,5 triliun).
  • Elon Musk menyatakan dukungan terkuatnya sejauh ini, namun menegaskan merger belum pasti. Kedua perusahaan sudah membentuk komite khusus berisi direktur independen.
  • Kesepakatan harus mendapat persetujuan lebih dari separuh seluruh saham Tesla, yang disebut Musk sebagai rintangan yang cukup tinggi.
  • Belum ada struktur atau rasio pertukaran saham yang diumumkan. Laporan ini bersumber dari orang dalam dan belum dikonfirmasi resmi oleh perusahaan.

Rencana merger Tesla (TSLA) dan SpaceX (SPCX) kini punya target waktu yang lebih jelas. Menurut laporan Bloomberg yang mengutip sumber yang mengetahui rencana tersebut, pengumuman kesepakatan ditargetkan pada paruh pertama 2027, dengan tujuan transaksi rampung selama Donald Trump masih menjabat sebagai Presiden AS. Nilai gabungan kedua perusahaan sekitar US$3,7 triliun, sehingga jika terealisasi, kesepakatan ini bisa menjadi transaksi korporasi terbesar sepanjang sejarah.

Target Waktu: Umumkan 2027, Rampung Sebelum Trump Lengser

Bloomberg melaporkan ada dorongan untuk mengumumkan merger pada paruh pertama 2027 agar kesepakatan bisa ditutup selama pemerintahan Trump. Masa jabatan Trump berakhir pada Januari 2029. Menurut sumber yang dikutip Reuters, waktu pengumuman juga bergantung pada kapan dewan direksi Tesla nyaman dengan detail kesepakatan.

Bill Birmingham dari REX Financial menilai Musk dan para penasihatnya ingin memanfaatkan jendela waktu ini, dan menyebut momentumnya menguntungkan sekaligus krusial. Menurut laporan tersebut, Musk juga sudah memulihkan hubungan dengan Trump sehingga kembali punya akses ke Gedung Putih.

Musk Dukung, Komite Independen Sudah Dibentuk

Dalam panggilan pendapatan SpaceX pada Selasa (20/10/2026) waktu AS, Musk menyampaikan dukungan publik terkuatnya untuk merger ini. Ia mengatakan kedua perusahaan telah membentuk komite berisi direktur independen untuk mengkaji gagasan tersebut. Musk menyebutnya ide yang bagus, tetapi mengaku seperti sedang berjalan di ladang ranjau. Ia juga mengingatkan agar publik tidak menganggap merger ini sudah pasti.

Komite tersebut belum menyepakati syarat transaksi. Agar kesepakatan berjalan, dibutuhkan persetujuan lebih dari separuh seluruh saham Tesla, yang menurut Musk merupakan rintangan yang cukup tinggi. Pemegang saham Tesla dijadwalkan bertemu pada 3 Desember.

Mengapa Harus Buru-Buru? Faktor Politik dan Harga Saham

Penyelesaian transaksi saat Trump masih menjabat dinilai bisa membuat sambutan politik lebih ramah, meski kesepakatan tetap menghadapi pengawasan regulator dan pemegang saham. Pemilu sela AS bulan depan menambah faktor ketidakpastian. SpaceX sendiri memperingatkan dalam dokumen pencatatannya bahwa pergeseran kekuatan di Kongres dapat berdampak material dan merugikan pertumbuhan serta posisi kompetitifnya.

Dari sisi pasar, analis menilai pemulihan harga saham SpaceX membuat saat ini momen yang tepat untuk memakai saham tersebut sebagai alat pembayaran. Sebaliknya, jika harga saham SpaceX turun, penyusunan kesepakatan bisa menjadi lebih rumit. Reuters melaporkan SpaceX telah mendekati Tesla dalam beberapa pekan terakhir dan skema transaksi saham penuh menjadi salah satu opsi.

Alasan Bisnis: AI Jadi Benang Merah

Musk berargumen bahwa AI akan menentukan arah kedua perusahaan. Tesla dan SpaceX sudah bersama-sama mengembangkan Terafab, pabrik chip AI di Texas. Mobil tanpa pengemudi dan robot Optimus milik Tesla juga dapat memanfaatkan daya komputasi yang sedang dibangun SpaceX.

Kinerja keuangan keduanya saat ini berbeda tajam. SpaceX membukukan laba kuartalan pertamanya sejak melantai di bursa sebesar US$4,4 miliar dengan pendapatan naik 161%, tetapi belanja modalnya mencapai US$19,6 miliar, sebagian besar untuk AI. Sementara itu, laba bersih Tesla turun 43% menjadi US$787 juta dengan pendapatan datar di US$28 miliar dan pengiriman kendaraan turun 2%. Dalam perusahaan gabungan, pertumbuhan pendapatan SpaceX berpotensi menutup kelemahan angka Tesla.

Soal Kendali dan Paket Kompensasi Musk

Musk memiliki sekitar 48% saham SpaceX dengan lebih dari 80% hak suara lewat saham khusus, tetapi hanya sekitar 20% saham Tesla. Karena itu, persetujuan di SpaceX dinilai lebih mudah, sedangkan di Tesla lebih sulit. Penggabungan juga memungkinkan Musk mengelola seluruh operasi dalam satu perusahaan.

Paket kompensasi Musk di Tesla juga berpotensi terdampak. Menurut perhitungan Bloomberg Billionaires Index, jika merger dianggap sebagai perubahan pengendalian, kekayaan Musk dapat bertambah lebih dari US$110 miliar karena sekitar 286 juta saham Tesla miliknya bisa langsung vesting.

Risiko dan Hal yang Perlu Dicermati

  • Persetujuan pemegang saham Tesla: ambang lebih dari 50% seluruh saham menjadi tantangan utama.
  • Pengawasan regulator: kesepakatan sebesar ini hampir pasti diteliti ketat dari sisi persaingan usaha.
  • Harga saham SpaceX: pelemahan saham teknologi atau AI bisa menyulitkan penyusunan syarat transaksi.
  • Pengumuman resmi komite khusus: tanda paling jelas kemajuan negosiasi.
  • Pemilu sela AS dan pertemuan pemegang saham Tesla 3 Desember: dua momen yang bisa memengaruhi arah rencana ini.

Pantau Saham AS Potensial di Ajaib

Buat kamu pemula yang baru mau mulai investasi di saham AS, ETF adalah pilihan yang aman untuk memulai. Satu ETF berisi banyak saham sekaligus, sehingga risikonya lebih tersebar dibanding membeli satu saham saja. Meski begitu, ETF tetap tidak bebas dari risiko, jadi pelajari dulu isi dan kinerjanya sebelum membeli.

Pantau pergerakan saham AS potensial dan mulai trading saham AS di Ajaib, mulai dari TSLA dan SPCX hingga ratusan saham dan ETF lainnya.

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.

Sumber: Seeking Alpha

Profil Penulis

Maulida
Maulida

Writer

-

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!