5 ETF Saham AS untuk Diversifikasi Portofolio Dana Pensiun, Ada ACWI, VTI, VOO, AGG, hingga BIL
Mikirduit•October 24, 2026
Key Takeaways:
- ACWI untuk diversifikasi global: Memberikan eksposur ke saham negara maju dan berkembang, meski portofolionya masih didominasi saham AS.
- VTI dan VOO untuk fokus ke AS: Keduanya cocok untuk pertumbuhan jangka panjang, tetapi memiliki banyak saham yang sama sehingga tidak harus dibeli bersamaan.
- AGG dan BIL untuk komponen defensif: AGG memberikan eksposur ke obligasi AS, sedangkan BIL berfokus pada Treasury jangka pendek untuk menjaga fleksibilitas dana dalam USD.
Mengapa ETF Cocok untuk Membangun Dana Pensiun?
Kondisi pasar yang bergejolak bisa menjadi pengingat bahwa investasi jangka panjang bukan hanya soal mencari saham dengan potensi keuntungan terbesar.
Kita juga perlu membangun portofolio yang terdiversifikasi agar tidak terlalu bergantung pada satu perusahaan, sektor, atau negara.
Salah satu instrumen yang bisa kita pertimbangkan adalah Exchange-Traded Fund (ETF), yaitu reksa dana yang diperdagangkan di bursa seperti saham.
Melalui ETF, kita bisa mendapatkan eksposur ke banyak aset sekaligus dalam satu instrumen. Untuk mengakumulasi dana pensiun, ETF dengan cakupan pasar luas bisa menjadi pilihan untuk membangun portofolio jangka panjang.
Namun, tidak semua ETF memiliki fungsi yang sama. Ada yang cocok menjadi inti investasi saham, ada yang lebih berfokus pada pasar AS, dan ada pula yang bisa membantu menyeimbangkan risiko saham melalui obligasi atau Treasury jangka pendek.
Daftar ETF Saham AS yang Bisa Dipantau
Berikut 5 ETF saham AS yang bisa kita pelajari untuk menentukan instrumen yang sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko kita.
1. ACWI: Satu ETF untuk Mengakses Pasar Saham Global
iShares MSCI ACWI ETF (ACWI) cocok kita pertimbangkan jika ingin mendapatkan eksposur ke pasar saham berbagai negara tanpa harus membeli ETF untuk setiap negara secara terpisah.
ACWI mengikuti indeks MSCI All Country World Index yang mencakup saham berkapitalisasi besar dan menengah dari negara maju maupun negara berkembang. Dengan demikian, kita bisa memiliki eksposur ke perusahaan dari Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Kanada, Taiwan, dan berbagai negara lainnya melalui satu instrumen.
Meski cakupannya global, ACWI tetap didominasi saham AS. Berdasarkan data alokasi 28 September 2026, sekitar 64 persen portofolionya berasal dari Amerika Serikat. Sektor teknologi informasi juga menjadi sektor terbesar, dengan porsi sekitar 32,84 persen. Artinya, meskipun sudah terdiversifikasi lintas negara dan sektor, kinerja ACWI tetap cukup dipengaruhi pasar AS dan perusahaan teknologi besar.
Risiko lainnya adalah ACWI tetap merupakan ETF saham. Ketika terjadi krisis global, korelasi antarnegara dapat meningkat sehingga diversifikasi geografis tidak selalu mampu menahan penurunan portofolio.
Untuk kita yang ingin menyiapkan dana pensiun dengan horizon panjang, ACWI bisa dipertimbangkan sebagai inti portofolio saham global.
2. VTI: Diversifikasi ke Seluruh Pasar Saham Amerika Serikat
Jika ingin berfokus pada ekonomi AS, Vanguard Total Stock Market ETF (VTI) bisa menjadi alternatif. ETF ini dirancang untuk mengikuti kinerja pasar saham AS secara luas, termasuk perusahaan berkapitalisasi besar, menengah, dan kecil.
Keunggulan VTI adalah cakupannya yang luas. Berdasarkan data Vanguard per Agustus 2026, ETF ini memiliki sekitar 3.507 saham. Kita bisa mendapatkan eksposur ke berbagai perusahaan dalam satu instrumen, tanpa harus memilih saham satu per satu.
Namun, memiliki ribuan saham tidak otomatis berarti risikonya tersebar secara merata. Perusahaan besar tetap memiliki pengaruh lebih besar terhadap kinerja ETF. Sektor teknologi juga menjadi sektor terbesar dalam portofolio VTI, dengan bobot sekitar 40,88 persen berdasarkan data Agustus 2026.
Risiko utamanya adalah konsentrasi pada pasar AS. Jika ekonomi AS melambat, valuasi saham teknologi terkoreksi, atau laba perusahaan besar melemah, VTI tetap dapat mengalami penurunan yang signifikan. ETF ini juga tidak memberikan diversifikasi langsung ke pasar saham negara lain.
VTI cocok kita pertimbangkan jika ingin menjadikan pasar saham AS sebagai mesin pertumbuhan portofolio pensiun.
3. VOO: Pilihan untuk Berinvestasi pada Perusahaan Besar AS
Vanguard S&P 500 ETF (VOO) memberikan eksposur ke indeks S&P 500 yang terdiri dari perusahaan-perusahaan besar AS. Indeks ini mencakup berbagai sektor, mulai dari teknologi, keuangan, kesehatan, hingga barang konsumsi.
VOO bisa kita pertimbangkan jika ingin membangun portofolio jangka panjang dengan pendekatan sederhana, yaitu berinvestasi pada kumpulan perusahaan besar AS. ETF ini memberikan eksposur ke sekitar 500 perusahaan, meskipun jumlah saham yang dimiliki bisa sedikit berbeda karena struktur kelas saham dan perubahan konstituen indeks.
Salah satu keunggulannya adalah biaya pengelolaan yang rendah. Namun, VOO tetap menggunakan pendekatan berbobot kapitalisasi pasar. Artinya, perusahaan dengan nilai pasar lebih besar memiliki pengaruh lebih besar terhadap kinerja ETF. Ketika saham perusahaan besar, terutama di sektor teknologi, mengalami tekanan, dampaknya dapat terasa pada keseluruhan portofolio.
VOO juga memiliki irisan kepemilikan yang besar dengan VTI. Bedanya, VOO berfokus pada perusahaan besar, sedangkan VTI juga mencakup saham berkapitalisasi menengah dan kecil. Karena itu, kita tidak perlu membeli keduanya sekaligus hanya demi menambah diversifikasi.
4. AGG: Obligasi untuk Menyeimbangkan Portofolio Saham
Jika ACWI, VTI, dan VOO berfokus pada saham, iShares Core U.S. Aggregate Bond ETF (AGG) menawarkan eksposur ke pasar obligasi AS.
AGG mencakup beragam obligasi berperingkat investment-grade, termasuk obligasi pemerintah AS, obligasi berbasis hipotek, dan obligasi korporasi. Dengan demikian, kita bisa menambahkan instrumen pendapatan tetap ke dalam portofolio agar tidak sepenuhnya bergantung pada pasar saham.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah durasi obligasi. Berdasarkan data iShares per September 2026, durasi efektif AGG berada di sekitar 5,75 tahun. Secara sederhana, ini menunjukkan bahwa harga obligasi dalam portofolionya masih cukup sensitif terhadap perubahan suku bunga.
Jika suku bunga naik, harga obligasi yang sudah beredar berpotensi turun. Selain itu, AGG tetap memiliki risiko kredit meskipun berinvestasi pada obligasi berperingkat investment-grade.
Karena itu, AGG bukan instrumen yang selalu naik ketika saham turun. Namun, obligasi dapat membantu menyeimbangkan portofolio dalam kondisi tertentu dan memberikan eksposur pada pendapatan tetap dalam denominasi dolar AS.
Untuk kita yang ingin menyiapkan dana pensiun dengan volatilitas lebih terkendali, AGG bisa menjadi komponen defensif.
5. BIL: Treasury Jangka Pendek untuk Menjaga Fleksibilitas
SPDR Bloomberg 1–3 Month T-Bill ETF (BIL) berinvestasi pada Treasury AS dengan jatuh tempo sangat pendek, sekitar satu hingga tiga bulan. Karakteristik ini membuat sensitivitas harganya terhadap perubahan suku bunga relatif rendah dibandingkan obligasi berdurasi panjang.
BIL lebih cocok digunakan untuk bagian portofolio yang ingin kita tempatkan pada instrumen berfluktuasi relatif rendah dalam denominasi dolar AS. Instrumen ini juga bisa menjadi tempat menunggu peluang investasi tanpa harus menempatkan seluruh dana pada saham.
Namun, BIL memiliki fungsi yang berbeda dari ETF saham. Potensi pertumbuhan modalnya cenderung lebih terbatas, sedangkan imbal hasilnya dipengaruhi tingkat suku bunga jangka pendek AS. Ketika suku bunga turun, imbal hasil yang diperoleh dari Treasury baru juga berpotensi menurun.
Bagi kita yang berinvestasi dari Indonesia, risiko kurs juga tetap perlu diperhitungkan. Nilai investasi dalam rupiah bisa turun ketika dolar AS melemah terhadap rupiah, meskipun harga ETF dalam dolar relatif stabil.
Untuk dana pensiun, BIL lebih cocok sebagai pelengkap defensif atau tempat menampung sementara dana dalam USD.
Ingin mulai menyusun portofolio ETF untuk dana pensiun? Kamu bisa cek harga, kinerja, dan detail ACWI, VTI, VOO, AGG, serta BIL langsung di aplikasi Ajaib, lalu pilih kombinasi yang paling sesuai dengan profil risikomu.
Berapa Biaya Investasi Kelima ETF AS Ini?

Selain memahami aset yang dimiliki, kita perlu memperhatikan expense ratio, yaitu biaya operasional tahunan ETF yang tercermin dalam kinerja dan nilai asetnya. Semakin rendah biaya, semakin kecil bagian aset yang digunakan untuk menanggung operasional dana, dengan asumsi faktor lainnya sama.
Sebagai ilustrasi, jika kita menempatkan US$ 10.000 pada ACWI, biaya operasional tahunan-nya setara sekitar US$ 32. Sementara nlai yang sama pada VTI dan VOO sekitar US$ 3 per tahun. Adapun berikut untuk penghitungan expense ratio yang lainnya:
Perhitungan tersebut mengasumsikan nilai investasi tetap dan hanya memperhitungkan expense ratio. Biaya broker, spread transaksi, konversi mata uang, serta pajak belum termasuk.
Bagaimana Menyusun Alokasi untuk Dana Pensiun?
Kita tidak harus membeli kelima ETF sekaligus. ACWI, VTI, dan VOO lebih tepat dipandang sebagai pilihan alternatif untuk membangun inti portofolio saham, sedangkan AGG dan BIL dapat digunakan untuk menambahkan komponen defensif.
Sebagai contoh, jika kita ingin membangun portofolio pensiun dengan pendekatan global dan profil risiko menengah, komposisi awalnya bisa seperti berikut:

Jika kita lebih ingin berfokus pada saham AS, ACWI dapat diganti dengan VTI atau VOO. Kita tidak perlu menambahkan VTI dan VOO di atas ACWI tanpa alasan yang jelas, karena kepemilikan sahamnya saling tumpang tindih.
Alokasi di atas hanyalah ilustrasi, bukan komposisi yang wajib diikuti. Jika masa pensiun masih puluhan tahun lagi dan kita mampu menghadapi penurunan pasar, porsi saham bisa lebih besar.
Sebaliknya, ketika masa pensiun semakin dekat atau kita membutuhkan dana dalam waktu dekat, porsi obligasi dan aset likuid mungkin perlu ditingkatkan.
Kita juga perlu membedakan dana pensiun dari dana darurat. Uang untuk kebutuhan jangka pendek sebaiknya tidak seluruhnya ditempatkan pada ETF saham karena nilainya bisa turun saat kita justru membutuhkan dana tersebut.
Pada akhirnya, ETF yang paling cocok bukan selalu yang memiliki biaya paling murah atau cakupan aset paling luas, melainkan yang sesuai dengan tujuan dan kemampuan kita menghadapi risiko.
Untuk membangun dana pensiun, diversifikasi, investasi rutin, pengendalian biaya, dan penyesuaian alokasi seiring waktu sama pentingnya dengan memilih instrumen.
Cara Membeli ETF AS Melalui Ajaib
Melalui Ajaib, kita bisa menemukan berbagai ETF yang diperdagangkan di pasar AS, termasuk ACWI, VTI, VOO, AGG, dan BIL. Berikut langkah-langkahnya:
- Tentukan tujuan dan alokasi dana
Sebelum mulai, tentukan tujuan penggunaan dana, jangka waktu investasi, serta porsi dana yang ingin ditempatkan pada ETF dan saldo USD. - Siapkan Rekening USD di Ajaib
Rekening USD memungkinkan kita menyimpan saldo dolar AS untuk membeli saham dan ETF AS, tanpa perlu mengonversi rupiah setiap kali bertransaksi. - Isi saldo USD
Isi saldo lewat metode deposit yang tersedia di aplikasi. Untuk transaksi dalam nominal besar, kita juga bisa memakai layanan Ajaib OTC (Over-the-Counter) dengan minimum transaksi US$5.000. Layanan ini bisa dipakai untuk mengonversi rupiah ke dolar AS atau transfer USD dengan kurs yang kompetitif. - Cari ETF yang ingin dibeli
Masuk ke menu saham AS, lalu cari ETF incaranmu, misalnya ACWI, VTI, VOO, AGG, atau BIL. Cek detail, harga, dan kinerjanya terlebih dahulu. - Masukkan jumlah pembelian dan konfirmasi
Tentukan nominal atau jumlah unit yang ingin dibeli sesuai alokasi yang sudah direncanakan, lalu konfirmasi transaksi.
Menariknya, saldo USD yang memenuhi ketentuan program juga berkesempatan memperoleh bonus investasi hingga 4,63 persen per tahun (p.a.). Besaran manfaat bergantung pada tingkat saldo dan ketentuan yang berlaku.
Dengan perencanaan yang matang, kita bisa membangun portofolio yang lebih terarah untuk menghadapi volatilitas pasar sekaligus mempersiapkan dana pensiun jangka panjang.
Racik ETF Sesuai Tujuan dan Profil Risiko, Mulai Investasi di Ajaib
ACWI, VTI, dan VOO bisa menjadi inti portofolio saham, sementara AGG dan BIL membantu menyeimbangkan risiko lewat obligasi dan Treasury jangka pendek. Tidak perlu membeli semuanya sekaligus. Pilih kombinasi yang sesuai dengan tujuan, jangka waktu investasi, dan kemampuan menghadapi risiko, lalu evaluasi alokasinya secara berkala.
Siap mulai membangun dana pensiun dengan portofolio yang lebih terdiversifikasi? Buka aplikasi Ajaib, isi Rekening USD, dan mulai investasi ETF AS favoritmu sekarang. Saldo USD-mu juga berkesempatan mendapatkan bonus investasi hingga 4,63% p.a., sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.
Profil Penulis
Writer
-
Artikel Terkait




Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!
