Bukan Cuma Merger SpaceX, Barclays Targetkan Saham Tesla $450
Maulida•October 27, 2026

Key Takeaways:
- Barclays menaikkan rekomendasi saham Tesla (TSLA) dari Equal Weight menjadi Overweight, sekaligus meningkatkan target harga dari US$370 menjadi US$450 per saham.
- Selain potensi merger dengan SpaceX, Barclays melihat peluang pertumbuhan dari pemulihan bisnis otomotif, permintaan penyimpanan energi, dan perkembangan layanan robotaxi Tesla.
- Target harga US$450 mencerminkan potensi kenaikan sekitar 21% dibandingkan harga penutupan TSLA pada 23 Oktober 2026. Namun, realisasinya tetap bergantung pada kinerja bisnis dan kondisi pasar.
Saham Tesla Inc. (NASDAQ: TSLA) kembali menjadi perhatian Wall Street setelah Barclays menaikkan target harga saham perusahaan kendaraan listrik tersebut menjadi US$450 per saham, dari sebelumnya US$370.
Dalam laporan yang dirilis pada Senin, 26 Oktober 2026, analis Barclays Dan Levy juga meningkatkan rekomendasi saham Tesla dari Equal Weight menjadi Overweight. Keputusan ini mencerminkan pandangan yang semakin optimistis terhadap prospek pertumbuhan perusahaan.
Menariknya, optimisme Barclays tidak hanya didorong oleh potensi merger Tesla dengan SpaceX. Perbaikan bisnis otomotif, meningkatnya permintaan sistem penyimpanan energi, serta perkembangan teknologi robotaxi turut menjadi katalis yang dinilai mampu mendukung penguatan saham TSLA.
Barclays Naikkan Target Harga Saham Tesla ke US$450
Barclays menaikkan target harga saham Tesla sebesar 21,6%, dari US$370 menjadi US$450 per saham. Target baru tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 21% dibandingkan harga penutupan TSLA pada Jumat, 23 Oktober 2026, sebesar US$372,22.
Kenaikan target harga ini didorong oleh kombinasi beberapa faktor positif yang dinilai dapat meningkatkan valuasi Tesla.
Menurut analis Dan Levy, prospek saham TSLA tidak seharusnya hanya bergantung pada potensi penggabungan bisnis dengan SpaceX. Perkembangan operasional Tesla dalam beberapa kuartal terakhir juga menunjukkan sejumlah sinyal perbaikan.
Sentimen positif tersebut turut mendorong pergerakan saham Tesla di pasar. Pada perdagangan 26 Oktober 2026, TSLA sempat menguat sekitar 6% dan menembus level US$395 sebelum akhirnya ditutup di US$391,62, naik sekitar 5,2% dalam satu sesi.
Penguatan tersebut membawa saham Tesla ke level tertinggi sejak Juli 2026 sekaligus menunjukkan meningkatnya minat investor terhadap prospek pertumbuhan perusahaan.
Bukan Hanya SpaceX, Ini Tiga Katalis Pertumbuhan Tesla
Barclays menilai terdapat sejumlah faktor fundamental yang dapat menopang penguatan saham Tesla dalam jangka menengah hingga panjang.
1. Pemulihan bisnis otomotif Tesla
Bisnis kendaraan listrik Tesla dinilai mulai memperlihatkan momentum perbaikan setelah mengalami pertumbuhan yang relatif lemah sepanjang 2024–2025.
Barclays memperkirakan bisnis otomotif Tesla kembali mencatat pertumbuhan pada 2026, dengan peluang penguatan lebih lanjut pada 2027.
Prospek tersebut didukung oleh meningkatnya permintaan teknologi Full Self-Driving (FSD) serta potensi pertumbuhan ekspor kendaraan dari fasilitas produksi Giga Shanghai di China.
Dari sisi operasional, Tesla melaporkan pengiriman sebanyak 486.532 kendaraan pada kuartal III 2026, dengan total produksi mencapai 464.391 unit.
Perkembangan ini menjadi salah satu indikator penting bagi investor untuk menilai kemampuan Tesla mempertahankan permintaan kendaraan listrik di tengah persaingan industri global.
2. Permintaan bisnis energi semakin kuat
Selain kendaraan listrik, Barclays juga menyoroti pertumbuhan bisnis penyimpanan energi Tesla.
Perusahaan menyampaikan bahwa kapasitas bisnis energinya untuk 2027 hampir seluruhnya terserap oleh permintaan, terutama dari sektor pusat data atau data center.
Permintaan tersebut berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan infrastruktur listrik untuk mendukung perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Barclays memperkirakan pengiriman produk penyimpanan energi Tesla berpotensi tumbuh lebih dari 50% seiring kuatnya permintaan tersebut.
Pada kuartal III 2026, Tesla mencatat pemasangan sistem penyimpanan energi sebesar 13,7 gigawatt-hour (GWh). Margin laba kotor segmen energi juga meningkat dari 20,4% pada kuartal sebelumnya menjadi 33,1%.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa bisnis energi berpotensi menjadi sumber pertumbuhan penting bagi Tesla di luar penjualan kendaraan listrik.
3. Bisnis robotaxi mulai menunjukkan perkembangan
Katalis berikutnya berasal dari pengembangan layanan robotaxi berbasis teknologi kendaraan otonom.
Barclays melihat adanya peningkatan aktivitas operasional robotaxi Tesla, termasuk pertumbuhan jarak tempuh layanan dalam beberapa pekan terakhir.
Perkembangan ini menjadi sinyal awal bahwa bisnis robotaxi mulai memperoleh momentum, meskipun kontribusinya terhadap pendapatan dan profitabilitas masih perlu dibuktikan.
Dalam jangka panjang, robotaxi berpotensi memperluas model bisnis Tesla dari produsen kendaraan listrik menjadi penyedia layanan mobilitas berbasis teknologi AI.
Namun, keberhasilan komersialisasinya tetap bergantung pada perkembangan teknologi, persetujuan regulasi, dan kemampuan perusahaan memperluas operasional secara aman.
Bagaimana Peluang Merger Tesla dan SpaceX?
Selain perkembangan bisnis inti, potensi merger dengan SpaceX masih menjadi salah satu faktor penting dalam pandangan positif Barclays terhadap Tesla.
Wacana tersebut semakin mendapat perhatian setelah Elon Musk menyampaikan bahwa Tesla dan SpaceX telah membentuk komite independen untuk mengevaluasi kemungkinan penggabungan kedua perusahaan.
Barclays menilai transaksi tersebut berpotensi memberikan premi kepada pemegang saham TSLA apabila kesepakatan akhirnya tercapai.
Dalam skenario merger, sinergi antara teknologi AI, kendaraan otonom, robotika, dan infrastruktur komputasi dapat membuka peluang pengembangan bisnis baru.
Meski demikian, pembicaraan mengenai merger belum berarti transaksi akan terjadi. Kedua perusahaan masih perlu menyepakati struktur dan ketentuan transaksi, serta memperoleh persetujuan yang diperlukan.
Potensi merger juga membawa sejumlah risiko, termasuk kompleksitas integrasi bisnis, perbedaan valuasi, dan kemungkinan perubahan struktur kepemilikan saham.
Oleh karena itu, investor perlu membedakan antara ekspektasi pasar terhadap merger dan perkembangan bisnis Tesla yang sudah tercermin dalam kinerja operasional perusahaan.
Apa Dampaknya terhadap Prospek Saham TSLA?
Peningkatan rekomendasi Barclays menjadi katalis positif bagi saham Tesla karena menunjukkan meningkatnya kepercayaan analis terhadap prospek perusahaan.
Target harga US$450 juga memberikan gambaran mengenai potensi valuasi yang diperkirakan dapat dicapai TSLA apabila momentum bisnis dan sentimen pasar tetap mendukung.
Namun, target tersebut bukan jaminan bahwa harga saham Tesla akan mencapai level tersebut.
Dalam jangka pendek, pergerakan TSLA masih berpotensi dipengaruhi oleh perkembangan pembicaraan merger, laporan keuangan, serta perubahan ekspektasi investor terhadap bisnis robotaxi dan AI.
Sementara itu, dalam jangka panjang, kemampuan Tesla meningkatkan pertumbuhan pendapatan, menjaga profitabilitas, dan menghasilkan arus kas dari investasi teknologi akan menjadi faktor yang lebih menentukan.
Investor juga perlu memperhatikan beberapa risiko, seperti persaingan industri kendaraan listrik, kebutuhan belanja modal yang besar, serta potensi keterlambatan komersialisasi teknologi kendaraan otonom.
Dengan berbagai faktor tersebut, saham TSLA berpotensi tetap mengalami volatilitas meskipun prospek pertumbuhan jangka panjangnya dinilai menarik.
Pantau Momentum Saham Tesla dan Mulai Trading di Ajaib
Bagi investor yang tertarik dengan saham teknologi Amerika Serikat, perkembangan ini bisa menjadi momentum untuk memantau harga saham Tesla (TSLA) dan mengevaluasi peluang investasi sesuai profil risiko.
Pantau pergerakan market saham Amerika dan mulai trading di Ajaib untuk mengikuti perkembangan saham global dan mengambil keputusan investasi dengan lebih baik.
Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.
Sumber: Seeking Alpha
Profil Penulis
Writer
-
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!