Ajaib
Menu

Saham AS

Apple Kembali Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Dunia, Geser NVIDIA dari Posisi Teratas

SalsabillaJuly 28, 2026

Apple Kembali Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Dunia, Geser NVIDIA dari Posisi Teratas

Key Takeaways

  • Apple kembali menjadi perusahaan publik paling bernilai di dunia setelah menggeser NVIDIA.
  • Rotasi investor dari saham AI menuju saham defensif menjadi salah satu pendorong utama penguatan Apple.
  • Laporan keuangan Apple dan Big Tech pekan ini berpotensi menjadi penentu arah saham teknologi selanjutnya.

Apple Rebut Kembali Takhta Perusahaan Paling Bernilai di Dunia

Apple (NASDAQ: AAPL) kembali merebut posisi sebagai perusahaan publik paling bernilai di dunia pada perdagangan Senin, menggeser Nvidia (NASDAQ: NVDA) untuk pertama kalinya sejak April 2025. Pergeseran ini terjadi setelah reli kuat saham Apple berpapasan dengan koreksi tajam pada saham Nvidia, di tengah rotasi investor keluar dari saham AI dan semikonduktor.

Nvidia sendiri sempat memegang predikat perusahaan paling bernilai sejak Juni 2025, saat mengambil alih posisi tersebut dari Microsoft, bahkan sempat menyentuh kapitalisasi $5 triliun pada Oktober lalu. Kini, posisi itu berpindah tangan seiring investor mulai mempertanyakan besarnya belanja modal (capex) untuk pembangunan infrastruktur AI serta meningkatnya persaingan dari produsen chip China seperti ChangXin Memory Technologies (CXMT).

Perbandingan Kapitalisasi Pasar Apple vs Nvidia

Pada penutupan perdagangan Senin, saham Apple naik 1% sehingga kapitalisasi pasarnya mencapai $4,95 triliun, sementara saham Nvidia melemah 5% membuat valuasinya turun ke $4,77 triliun. Berikut perbandingan lengkapnya:

PerusahaanKapitalisasi PasarPerubahan HarianPerforma YTD 2026
Apple (AAPL)$4,95 triliun+1%+24%
Nvidia (NVDA)$4,77 triliun-5%+4%

Selisih performa year-to-date ini cukup mencolok di mana saham Nvidia baru naik 4% sepanjang 2026, jauh tertinggal dari Apple yang melonjak 24%. Kapitalisasi Apple yang mendekati $5 triliun ini juga terjadi tepat menjelang laporan keuangan kuartal ketiga fiskal yang akan dirilis Kamis mendatang, menambah perhatian pasar terhadap saham tersebut.

Apa yang Mendorong Pergeseran Ini?

Di balik reli Apple dan koreksi Nvidia, ada sejumlah faktor yang saling terkait namun berjalan ke arah berbeda. Berikut rangkumannya:

  • Penjualan iPhone yang kuat dan pangsa pasar meningkat. Apple mendapat dukungan dari kinerja penjualan iPhone yang solid, disertai persepsi pasar bahwa perusahaan memiliki profil risiko lebih defensif dibanding saham-saham AI yang sarat ekspektasi tinggi.
  • Kedisiplinan belanja modal Apple. Investor turut mengapresiasi keengganan Apple berbelanja modal besar-besaran untuk membangun infrastruktur AI sendiri, dan lebih memilih menyewa kapasitas komputasi, pendekatan yang dinilai lebih hemat modal dibanding raksasa teknologi lain.
  • Kekhawatiran atas besarnya capex AI dan pembiayaan data center. Sebaliknya, saham Nvidia tertekan oleh kekhawatiran pasar terhadap skala belanja modal AI serta potensi pembiayaan proyek pusat data berskala besar, ditambah meningkatnya persaingan dari produsen chip China seperti CXMT.
  • Rotasi dari chip AI ke chip memori. Menariknya, tidak semua saham terkait AI bergerak searah dengan Nvidia. Sebagian investor justru mengalihkan fokus dari chip AI (GPU) ke saham produsen chip memori dan infrastruktur data center seperti Micron Technology, SK Hynix, dan Sandisk, yang justru diuntungkan oleh lonjakan permintaan memori akibat boom AI.

Yang Perlu Diperhatikan Trader Saham AS

Menurut Alvin Timothy Murthi, Equity Research Analyst Ajaib Sekuritas, berita ini menjadi sentimen positif bagi Apple karena mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap fundamental bisnis dan stabilitas arus kas perusahaan. Namun, di sisi lain, pelemahan Nvidia memicu tekanan pada saham-saham seperti Advanced Micro Devices (AMD), Broadcom (AVGO), Micron Technology (MU), Taiwan Semiconductor Manufacturing (TSM), dan Arm Holdings (ARM).

Laporan kuartal ketiga fiskal Apple pada Kamis mendatang layak jadi perhatian utama. Laporan ini diperkirakan menjadi kesempatan pertama bagi Apple mengungkap dampak finansial dari kelangkaan chip memori global akibat boom AI, yang bahkan sempat memaksa perusahaan menaikkan harga Mac dan iPad pada Juni lalu. Reaksi pasar terhadap laporan ini bisa jadi konfirmasi apakah reli Apple sejauh ini benar-benar didukung fundamental, atau baru sebatas ekspektasi jelang rilis kinerja.

Mulai Trading Saham AS di Ajaib!

Pergeseran posisi Apple dan Nvidia ini menunjukkan bagaimana sentimen pasar terhadap tema AI bisa berubah cepat, bahkan di antara perusahaan-perusahaan dalam rantai pasok yang sama. Supaya kamu tidak ketinggalan momentum penting seperti laporan kuartalan Apple pekan ini, penting untuk memantau pergerakan bursa AS secara konsisten. Mulai trading saham AS di Ajaib. Download aplikasinya di Play Store & App Store sekarang!

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi  untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi.  Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.

Sumber: CNBC, Reuters, Ajaib Research

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!