Wall Street Ditutup Mix, Dow Jones Menguat 0,51% Jelang Rilis Kinerja Amazon dan Microsoft
Miftahul Khaer•July 28, 2026

Key Takeaways
- Wall Street ditutup mix pada Senin (27/7), Dow Jones naik 0,51%, S&P 500 menguat tipis 0,02%, sementara Nasdaq melemah 0,18% tertekan saham chip.
- SpaceX telah kehilangan lebih dari US$1,2 triliun nilai pasar sejak puncaknya di Juni, setara kapitalisasi pasar Tesla, jelang laporan keuangan perdana dan berakhirnya masa lock-up saham awal Agustus.
Wall Street Ditutup Mix Jelang Pekan Sibuk Laporan Kuartalan
Bursa saham Amerika Serikat ditutup mix pada perdagangan Senin (27/7/2026), seiring investor menantikan panduan dari sejumlah perusahaan teknologi besar dalam pekan yang padat rilis kinerja triwulanan. Di sisi lain, pasar juga mencermati apakah harga minyak yang sempat tinggi bisa memberi tekanan tambahan pada arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) ditutup menguat 0,51% ke level 52.210,08, sementara S&P 500 naik tipis 0,02% ke 7.413,18. Adapun Nasdaq Composite menjadi satu-satunya indeks acuan yang melemah, turun 0,18% ke level 24.932,08, tertekan oleh koreksi tajam pada saham-saham semikonduktor.
| Indeks | Penutupan | Perubahan |
|---|---|---|
| Dow Jones Industrial Average | 52.210,08 | +0,51% |
| S&P 500 | 7.413,18 | +0,02% |
| Nasdaq Composite | 24.932,08 | -0,18% |
Sentimen Capex AI, Harga Minyak, dan Persaingan Chip Global
Penguatan Dow Jones ditopang oleh tujuh dari 11 sektor acuan S&P 500 yang ditutup di zona hijau, dipimpin sektor barang konsumsi pokok yang melonjak 1,58% dan sektor teknologi informasi yang naik 1,25%. Sejumlah nama besar seperti Walmart, Microsoft, dan Johnson & Johnson turut menopang penguatan indeks. Meski begitu, di balik penguatan tersebut terdapat sejumlah sentimen yang tetap membayangi arah pasar dalam beberapa hari ke depan:
- Musim laporan kuartalan big tech memasuki fase krusial. Microsoft, Amazon, Meta, dan Apple dijadwalkan merilis kinerja kuartal II pekan ini, menyusul laporan Tesla dan Alphabet pekan lalu yang menunjukkan lonjakan belanja modal (capex) untuk kecerdasan buatan. Investor kini mempertanyakan apakah reli multi-tahun berbasis optimisme AI mulai kehilangan momentum.
- Harga minyak mereda meski masih fluktuatif. Harga minyak sempat turun ke level terendah dalam sepekan usai Presiden AS menyebut adanya “pembicaraan yang baik” dengan Iran dan potensi kesepakatan damai, meski peringatan bahwa serangan bisa dilanjutkan jika negosiasi gagal tetap membayangi. Sebagai gambaran, harga Brent sempat menembus US$100 per barel pekan lalu akibat serangan terhadap jalur pengiriman di Timur Tengah, sebelum akhirnya melandai ke sekitar US$89 per barel setelah AS menangguhkan kampanye serangan udara terhadap Iran selama dua minggu.
- Persaingan chip global semakin ketat. Indeks PHLX Semiconductor turun 2,2% dan kini sudah terkoreksi 21% dari rekor tertinggi 22 Juni, meski masih mencatat kenaikan 63% sepanjang 2026. Tekanan tambahan datang dari debut mengesankan produsen chip asal China, CXMT Corp, serta laporan bahwa negara tersebut mulai memproduksi mesin pembuat chip DUV buatan dalam negeri sendiri.
- The Fed jadi katalis besar berikutnya. Keputusan suku bunga akan diumumkan Rabu, dengan pelaku pasar memperkirakan peluang 62% suku bunga ditahan dan 38% peluang kenaikan 25 basis poin. Data Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) Juni yang rilis sehari setelahnya juga akan menjadi kunci ekspektasi arah suku bunga hingga akhir tahun.
Di tengah dinamika tersebut, saham-saham energi seperti Occidental Petroleum dan Exxon Mobil ditutup melemah masing-masing 4,1% dan 1,4%, sejalan dengan koreksi harga minyak.
SpaceX Kehilangan Nilai Pasar Setara Kapitalisasi Tesla
Di luar pergerakan indeks utama, sorotan pasar turut tertuju pada saham SpaceX yang telah kehilangan lebih dari US$1,2 triliun nilai pasar sejak mencapai puncaknya di US$225,64 pada Juni, jumlah yang hampir setara dengan kapitalisasi pasar Tesla saat ini, yang sahamnya juga sempat menyentuh level terendah dalam hampir setahun terakhir. Pada perdagangan Senin, saham SpaceX ditutup turun lebih dari 1% ke US$113,50, menandai pelemahan pada 13 dari 16 sesi perdagangan terakhir.
Di pasar opsi, arus transaksi masih didominasi spekulan yang memburu kontrak call berisiko tinggi dengan harapan terjadi rebound tajam, meski mayoritas premi justru mengalir ke kontrak put yang mencerminkan sikap kehati-hatian investor. Laporan tersebut sekaligus membuka peluang pelepasan hingga 911,5 juta saham yang masa lock-up-nya berakhir pada 6 Agustus, meski ada pandangan bahwa aksi jual pasca lock-up tidak akan seburuk yang dikhawatirkan pasar.
Yang Perlu Dicermati Trader Saham AS
Kombinasi sentimen musim laporan kuartalan, arah kebijakan The Fed, dan dinamika harga minyak membuat pasar berpotensi bergerak lebih volatil dalam beberapa hari ke depan. Sebagai gambaran, indeks Kospi Korea Selatan bahkan sempat anjlok lebih dari 8% pada pembukaan perdagangan Selasa hingga memicu penghentian sementara, mencerminkan tingginya kewaspadaan investor menjelang rilis laporan Amazon, Microsoft, Meta, dan Apple.
Berikut beberapa hal yang bisa kamu perhatikan menjelang pekan ini:
- Cermati arah laporan kuartalan big tech. Hasil kinerja Amazon, Microsoft, Meta, dan Apple berpotensi menjadi penentu apakah reli saham AI masih punya ruang untuk berlanjut, atau justru mulai memasuki fase konsolidasi.
- Pantau reaksi pasar terhadap keputusan The Fed. Meski konsensus mengarah pada suku bunga ditahan, sinyal soal arah kebijakan ke depan tetap berpotensi menggerakkan pasar secara signifikan, termasuk sektor-sektor yang sensitif terhadap suku bunga.
- Perhatikan pergerakan saham semikonduktor. Tekanan pada indeks PHLX dan persaingan chip global menjadi indikator penting untuk menilai apakah koreksi saat ini bersifat sementara atau berlanjut lebih dalam.
- Jadikan momentum ini sebagai bahan riset, bukan sekadar ikut arus. Volatilitas seperti ini kerap membuka celah untuk mempelajari lebih dalam fundamental emiten yang tertekan, sebelum menentukan langkah selanjutnya sesuai dengan strategi masing-masing.
Pantau Wall Street dan Mulai Trading Saham AS di Ajaib
Volatilitas Wall Street belakangan ini menunjukkan betapa cepatnya sentimen pasar global bisa berubah arah akibat kombinasi faktor geopolitik, kebijakan moneter, dan musim laporan keuangan. Supaya kamu tidak ketinggalan momentum di tengah dinamika pasar seperti ini, penting untuk memantau pergerakan harga secara konsisten sebelum mengambil keputusan. Mulai trading saham AS langsung dari genggaman dengan informasi yang lebih presisi untuk membaca arah pasar. Download Ajaib di Play Store & App Store sekarang!
Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.
Sumber: CNBC, Kontan, Ajaib Research
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!