Ajaib
Menu

Kripto

Apa Itu VELVET? Mengenal DeFAI dan AI Trading

MaulidaJuly 16, 2026

Apa Itu Velvet (VELVET)?

Penggunaan artificial intelligence atau AI di industri kripto tidak lagi terbatas pada pembuatan chatbot maupun analisis sentimen pasar. Teknologi ini mulai dihubungkan langsung dengan decentralized finance atau DeFi untuk membantu pengguna mencari informasi, menyusun strategi, hingga menyiapkan transaksi on-chain.

Perpaduan tersebut kemudian melahirkan istilah DeFAI, singkatan dari decentralized finance dan artificial intelligence.

Velvet Capital menjadi salah satu proyek yang berkembang dalam narasi ini. Platform tersebut menggabungkan terminal trading on-chain, AI copilot, portfolio vault, dan infrastruktur DeFi yang dapat digunakan oleh trader, pengelola aset, maupun pengembang aplikasi.

Sementara itu, VELVET menjadi token utama di dalam ekosistemnya. Lantas, bagaimana cara kerja Velvet dan apa yang membedakannya dari platform trading kripto biasa?

Apa Itu Velvet Capital?

Velvet Capital adalah platform trading dan manajemen portofolio on-chain yang menggabungkan DeFi dengan teknologi AI. Proyek ini menggambarkan produknya sebagai DeFAI operating system atau sistem operasi untuk aktivitas keuangan terdesentralisasi berbasis AI.

Melalui satu ekosistem, pengguna dapat mengakses terminal trading, analitik on-chain, peluang yield, portfolio vault, serta AI copilot yang membantu proses riset dan persiapan transaksi.

Velvet juga bersifat non-custodial. Artinya, pengguna berinteraksi dengan platform melalui wallet miliknya sendiri tanpa harus menyerahkan kepemilikan aset kepada Velvet. Transaksi tetap memerlukan persetujuan pengguna sebelum dijalankan melalui wallet dan smart contract.

Secara umum, ekosistem Velvet memiliki beberapa komponen utama:

  • AI framework untuk riset dan interaksi menggunakan bahasa sehari-hari;
  • trading terminal untuk perdagangan spot, perpetual futures, dan strategi yield;
  • portfolio vault untuk mengelola portofolio secara on-chain;
  • API dan infrastruktur white-label bagi pengembang, proyek kripto, dan pengelola aset.

Kombinasi tersebut membuat Velvet tidak hanya berperan sebagai alat swap token, tetapi berupaya menyediakan lingkungan trading dan manajemen portofolio yang lebih lengkap.

Apa Itu DeFAI?

DeFAI merupakan gabungan antara DeFi dan AI.

DeFi menyediakan layanan keuangan melalui blockchain dan smart contract, seperti pertukaran token, lending, staking, yield farming, serta penyediaan likuiditas. Pengguna dapat mengakses layanan tersebut tanpa harus bergantung sepenuhnya pada lembaga keuangan terpusat.

Namun, pengalaman menggunakan DeFi sering kali cukup rumit. Pengguna perlu memilih blockchain, menghubungkan wallet, membandingkan berbagai protokol, memahami gas fee, mencari liquidity pool, dan memeriksa risiko smart contract.

AI kemudian digunakan untuk membantu menyederhanakan sebagian proses tersebut.

Pada platform DeFAI, pengguna dapat memberikan instruksi menggunakan bahasa natural. Sistem AI selanjutnya dapat membantu mencari data, membandingkan pilihan, menyiapkan strategi, atau menyusun transaksi untuk diperiksa dan disetujui pengguna.

Riset K33 membagi perkembangan DeFAI ke dalam beberapa arah utama, yaitu abstraction layer yang menyederhanakan interaksi dengan DeFi, autonomous trading agent yang membantu menjalankan strategi, serta research agent yang mengolah informasi pasar.

Dengan demikian, fungsi AI di dalam DeFAI bukan sekadar memberikan jawaban. AI juga dapat menjadi penghubung antara keinginan pengguna dan tindakan yang perlu dilakukan melalui smart contract.

Mengapa DeFAI Mulai Menarik Perhatian?

Ekosistem DeFi berkembang dengan banyak blockchain, protokol, token, dan liquidity pool. Pilihan yang semakin beragam menciptakan peluang, tetapi juga membuat pengambilan keputusan menjadi lebih rumit.

Seorang pengguna yang ingin memperoleh yield, misalnya, mungkin harus:

  • mencari protokol yang tersedia;
  • membandingkan annual percentage yield atau APY;
  • memeriksa total value locked;
  • menilai risiko smart contract;
  • memindahkan aset ke jaringan tertentu;
  • melakukan swap;
  • menyetor token ke liquidity pool;
  • memantau posisi secara berkala.

DeFAI berusaha memangkas sebagian langkah tersebut melalui otomatisasi dan antarmuka berbasis percakapan.

Sebagai contoh, pengguna dapat meminta sistem untuk mencari token yang sedang mengalami peningkatan volume, membandingkan peluang yield, atau menyiapkan transaksi berdasarkan parameter tertentu.

AI tidak menghilangkan kebutuhan untuk memahami risiko. Namun, teknologi tersebut berpotensi membuat informasi dan fitur DeFi lebih mudah diakses, terutama bagi pengguna yang tidak terbiasa berpindah-pindah aplikasi.

Bagaimana Cara Kerja Velvet?

Velvet menghubungkan beberapa fungsi DeFi melalui satu platform. Berikut komponen penting dalam cara kerjanya.

1. AI Copilot untuk Riset dan Persiapan Transaksi

Velvet memiliki AI copilot bernama Velvet Unicorn. Sistem ini dirancang sebagai multi-agent system yang dapat membantu pengguna melakukan riset token, membaca data on-chain, melihat sinyal berbasis AI, dan mempersiapkan transaksi menggunakan perintah bahasa natural.

Pengguna, misalnya, dapat menanyakan token apa yang sedang ramai di jaringan tertentu. Pengguna juga dapat memberikan instruksi untuk menyiapkan pertukaran satu token ke token lain.

AI kemudian mengolah permintaan tersebut dan menampilkan usulan transaksi. Meski proses pencarian dan persiapannya dibantu AI, pengguna tetap perlu memeriksa serta menyetujui transaksi melalui wallet.

Model seperti ini berbeda dari trading bot tradisional.

Trading bot biasanya dirancang untuk menjalankan satu strategi tertentu, seperti grid trading atau dollar-cost averaging. Sementara itu, AI copilot berusaha memahami instruksi yang lebih fleksibel dan membantu beberapa tahapan, mulai dari riset hingga persiapan eksekusi.

Namun, hasil analisis AI tetap dapat keliru. Pengguna tidak sebaiknya memperlakukan prediksi maupun sinyal yang ditampilkan sebagai jaminan keuntungan.

2. Trading Terminal On-Chain

Trading Terminal menjadi salah satu produk utama Velvet.

Melalui terminal tersebut, pengguna dapat melihat token yang sedang trending, pasangan baru, aset dengan kenaikan harga tinggi, volume perdagangan, data transaksi, hingga peluang yield dari berbagai protokol.

Transaksi dilakukan langsung dari wallet pengguna. Velvet menghubungkan terminalnya dengan sejumlah decentralized exchange aggregator dan sumber likuiditas untuk mencari rute transaksi di blockchain yang didukung.

Situs resmi Velvet saat ini menyebut terminalnya mendukung aktivitas spot, perpetual contract, dan yield dari satu dashboard. Platform tersebut juga menggabungkan chart, analitik on-chain, pencarian token, serta portfolio tracking.

Penggabungan beberapa fungsi dalam satu terminal dapat mengurangi kebutuhan pengguna membuka banyak aplikasi. Namun, setiap transaksi tetap bergantung pada likuiditas, kondisi jaringan, serta protokol pihak ketiga yang digunakan sebagai rute eksekusi.

3. Intent-Based Execution

Salah satu konsep penting dalam Velvet adalah intent atau tujuan transaksi.

Dalam model transaksi DeFi biasa, pengguna harus menentukan setiap langkah yang ingin dilakukan. Pada sistem berbasis intent, pengguna cukup menjelaskan hasil akhir yang diinginkan.

Sebagai contoh, pengguna ingin menukar ETH menjadi token lain dengan rute yang efisien. Sistem kemudian mencari jalur transaksi melalui sumber likuiditas yang tersedia.

Pendekatan ini dapat menyederhanakan pengalaman pengguna karena mereka tidak selalu harus memilih decentralized exchange atau liquidity pool secara manual.

Akan tetapi, intent-based execution tidak menjamin pengguna selalu memperoleh harga terbaik. Hasil transaksi masih dapat dipengaruhi oleh likuiditas, slippage, gas fee, pergerakan pasar, dan cara sistem menentukan rute.

4. Portfolio Vault

Velvet juga menyediakan infrastruktur portfolio vault.

Vault merupakan smart contract yang dapat digunakan untuk menyimpan dan mengelola sekumpulan aset berdasarkan strategi tertentu. Pengelola vault dapat membuat portofolio pribadi maupun portofolio bersama.

Akses vault dapat dibatasi hanya untuk wallet tertentu atau dibuka agar pengguna lain dapat bergabung. Velvet menyebut pengguna yang bergabung ke dalam vault dapat mengikuti eksekusi pada harga yang sama dengan pengelolanya sehingga perbedaan harga akibat front-running dapat dikurangi.

Fitur tersebut dapat digunakan oleh:

  • trader publik yang ingin membangun rekam jejak on-chain;
  • komunitas trading;
  • investment DAO;
  • pengelola aset;
  • kelompok investor dengan strategi bersama.

Karena aktivitas tercatat di blockchain, komposisi dan kinerja portofolio dapat diperiksa secara lebih transparan. Meski demikian, transparansi tidak menjamin strateginya akan menghasilkan keuntungan.

5. Infrastruktur untuk Pengembang dan Pengelola Aset

Velvet tidak hanya menargetkan pengguna individual.

Proyek kripto, fintech, hedge fund, dan asset manager dapat menggunakan infrastrukturnya untuk membangun aplikasi trading atau manajemen portofolio dengan merek sendiri.

Melalui pendekatan white-label, pengguna bisnis dapat memanfaatkan execution engine, portfolio infrastructure, dan integrasi DeFi milik Velvet tanpa membangun seluruh sistem dari awal.

Bagian ini memperluas posisi Velvet dari sekadar aplikasi trading menjadi penyedia infrastruktur DeFi.

Bagaimana AI Portfolio Management Bekerja?

AI portfolio management merupakan penggunaan AI untuk membantu menyusun, memantau, atau menyesuaikan suatu portofolio berdasarkan data serta parameter yang diberikan pengguna.

Secara umum, sistem seperti ini dapat membantu:

  • menganalisis komposisi aset;
  • memantau perubahan harga dan volatilitas;
  • mencari aset atau protokol yang sesuai dengan kriteria;
  • mengidentifikasi perubahan tingkat risiko;
  • menyiapkan proses rebalancing;
  • membandingkan peluang yield;
  • menyusun transaksi berdasarkan instruksi pengguna.

Dalam konteks Velvet, portfolio vault dan infrastruktur manajemen portofolionya sudah menjadi bagian dari produk. Namun, fitur individual portfolio management powered by AI dengan konsep “prompt-to-strategy” masih tercantum dalam roadmap resmi Velvet.

Perbedaan ini penting diperhatikan.

Pengguna saat ini dapat memanfaatkan trading terminal, AI copilot, dan portfolio vault. Akan tetapi, sistem yang memungkinkan pengguna membentuk strategi pengelolaan portofolio individu sepenuhnya melalui prompt masih merupakan arah pengembangan.

Artinya, calon pengguna maupun pemilik token sebaiknya membedakan fitur yang telah beroperasi dengan fitur yang masih direncanakan.

Apa Itu Token VELVET?

VELVET adalah token utama dalam ekosistem Velvet Capital. Token ini memiliki total suplai maksimum sebanyak satu miliar VELVET.

VELVET terutama digunakan dalam sistem staking dan tata kelola ekosistem.

Pengguna dapat mengunci VELVET untuk memperoleh veVELVET atau vote-escrowed VELVET. Jumlah veVELVET yang diperoleh dipengaruhi oleh jumlah token dan durasi penguncian.

Menurut dokumentasi tokenomics Velvet, pemilik veVELVET dapat memperoleh beberapa kegunaan, seperti:

  • hak suara dalam keputusan Velvet DAO;
  • potongan biaya berdasarkan tingkatan tertentu;
  • peningkatan pembagian biaya referral;
  • reward yang berasal dari aktivitas ekosistem;
  • bagian pendapatan protokol sesuai struktur yang berlaku.

Saldo veVELVET berkurang secara bertahap ketika mendekati akhir masa penguncian. Pengguna perlu memperpanjang masa penguncian apabila ingin mempertahankan jumlah veVELVET.

Model tersebut dirancang untuk mendorong partisipasi jangka panjang. Namun, mengunci token juga berarti aset tidak dapat langsung digunakan atau dijual sampai ketentuan pengunciannya terpenuhi.

Apakah VELVET Sama dengan VU?

VELVET dan VU merupakan dua token yang berbeda.

VELVET adalah token utama untuk staking, insentif, dan governance dalam ekosistem Velvet.

Sementara itu, VU atau Velvet Unicorn Token dirancang sebagai token pembayaran untuk penggunaan AI copilot dan agentic strategies. Dokumentasi Velvet menyebut biaya penggunaan AI dibagi untuk mekanisme pembakaran token, pengembangan proyek, dan reward bagi pemilik veVELVET.

Pemisahan ini berarti pertumbuhan penggunaan fitur AI tidak selalu menciptakan permintaan langsung terhadap VELVET dengan cara yang sama seperti token gas pada sebuah blockchain.

Hubungannya lebih tidak langsung, yaitu melalui staking, pembagian pendapatan, dan struktur insentif ekosistem.

Posisi Velvet dalam Tren DeFAI

Velvet menempati posisi yang cukup luas dalam narasi DeFAI karena menggabungkan beberapa lapisan sekaligus.

Abstraction Layer

AI copilot dan intent-based execution membantu menyederhanakan proses interaksi dengan protokol DeFi.

Pengguna tidak harus memahami setiap langkah teknis selama sistem dapat menerjemahkan tujuan mereka menjadi rencana transaksi.

Research dan Trading Assistant

AI digunakan untuk membantu mencari token, membaca aktivitas on-chain, menampilkan tren, dan mempersiapkan transaksi.

Fungsi ini menempatkan Velvet dalam kategori AI research dan trading assistant.

Portfolio Infrastructure

Portfolio vault memungkinkan strategi dan aktivitas pengelolaan aset dicatat serta dijalankan melalui smart contract.

Infrastruktur ini dapat digunakan pengguna individual, komunitas, maupun pengelola aset profesional.

Infrastruktur untuk AI Agent

Velvet juga mengembangkan API dan operating system yang dapat digunakan oleh aplikasi atau AI agent lain untuk mengakses fungsi trading dan portofolio.

Jika perkembangan DeFAI terus berlanjut, kebutuhan terhadap lapisan eksekusi semacam ini dapat meningkat. Namun, Velvet tetap harus bersaing dengan berbagai trading terminal, DEX aggregator, portfolio protocol, dan proyek AI agent lainnya.

Apa yang Dapat Mendorong Perkembangan VELVET?

Perkembangan token VELVET tidak hanya dipengaruhi oleh tren AI secara umum. Ada beberapa faktor yang lebih spesifik untuk dipantau.

1. Pertumbuhan Pengguna Velvet

Semakin banyak pengguna aktif di terminal, vault, dan produk AI, semakin besar potensi pendapatan yang dapat dihasilkan ekosistem.

Namun, jumlah pengguna perlu dilihat bersama volume transaksi dan kemampuan platform mempertahankan aktivitas dalam jangka panjang.

2. Penggunaan Produk AI

Velvet perlu membuktikan bahwa AI copilot memberikan manfaat nyata, bukan hanya menjadi fitur tambahan untuk mengikuti tren.

Kualitas data, ketepatan analisis, kemudahan penggunaan, dan keamanan proses eksekusi dapat memengaruhi adopsinya.

3. Pendapatan Protokol

Sebagian utilitas VELVET bergantung pada pembagian pendapatan kepada pemilik veVELVET.

Karena itu, pengguna dapat memantau sumber pendapatan, besarnya biaya yang terkumpul, serta transparansi distribusinya.

4. Peluncuran Fitur Roadmap

Fitur seperti prompt-to-strategy, copy trading, chain abstraction, dan peningkatan API dapat memperluas penggunaan Velvet apabila berhasil diluncurkan.

Namun, roadmap bukan jaminan. Jadwal, bentuk produk, dan tingkat adopsi dapat berubah selama proses pengembangan.

5. Persaingan DeFAI

Velvet bukan satu-satunya proyek yang menggabungkan AI dan DeFi.

Banyak proyek lain mengembangkan AI agent, automated vault, trading assistant, dan natural language execution. Kemampuan Velvet mempertahankan keunggulan teknologi dan likuiditas akan menjadi faktor penting.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Di balik potensi DeFAI, VELVET tetap memiliki sejumlah risiko.

1. Risiko Smart Contract

Portfolio vault dan transaksi DeFi bergantung pada smart contract. Audit keamanan dapat membantu menemukan kelemahan, tetapi tidak menjamin sistem sepenuhnya bebas dari bug atau serangan.

2. Risiko AI

AI dapat memberikan informasi yang tidak tepat, terlambat, atau tidak sesuai konteks pasar.

Instruksi bahasa natural juga dapat ditafsirkan secara berbeda dari maksud pengguna. Karena itu, transaksi perlu diperiksa sebelum disetujui.

3. Risiko Protokol Pihak Ketiga

Velvet menghubungkan pengguna dengan berbagai aggregator, blockchain, dan protokol DeFi. Masalah pada salah satu pihak dapat memengaruhi proses transaksi atau posisi pengguna.

4. Risiko Volatilitas Token

Harga VELVET dapat bergerak tajam akibat sentimen pasar, perubahan tren AI, likuiditas, jadwal distribusi token, atau perkembangan proyek.

5. Risiko Penguncian Token

Pengguna yang mengunci VELVET untuk memperoleh veVELVET tidak dapat langsung menjual seluruh token selama periode penguncian.

Kondisi pasar dapat berubah sebelum token kembali tersedia.

6. Risiko Roadmap

Sebagian potensi Velvet bergantung pada produk yang masih dikembangkan.

Investor sebaiknya tidak menilai fitur dalam roadmap seolah-olah sudah aktif dan menghasilkan pendapatan.

Apakah VELVET Menarik untuk Dipantau?

VELVET dapat masuk ke dalam daftar pantauan bagi pengguna yang mengikuti tren AI, DeFi, dan perdagangan on-chain.

Proyek ini menawarkan pendekatan yang lebih luas daripada token AI yang hanya mengandalkan chatbot atau narasi. Velvet memiliki terminal trading, portfolio vault, AI copilot, serta infrastruktur bagi pengembang dan pengelola aset.

Meski demikian, narasi yang menarik tidak otomatis membuat suatu token memiliki harga yang terus meningkat.

Perhatikan penggunaan produk, volume transaksi, pendapatan protokol, perkembangan roadmap, distribusi token, keamanan smart contract, dan aktivitas pesaing sebelum mengambil keputusan.

AI sebaiknya dipandang sebagai alat bantu. Pengguna tetap perlu memahami transaksi, memeriksa wallet approval, dan menentukan batas risiko sendiri.

Pantau VELVET dan Beli Kripto di Ajaib

DeFAI menunjukkan bagaimana AI dapat digunakan untuk menyederhanakan riset, trading, dan pengelolaan portofolio di ekosistem DeFi. Velvet mencoba mengambil posisi dalam tren tersebut melalui AI copilot, terminal on-chain, portfolio vault, dan infrastruktur untuk pengembang.

Bagi kamu yang tertarik mengikuti perkembangannya, kamu dapat memantau harga dan informasi VELVET melalui aplikasi Ajaib.

Selain VELVET, tersedia berbagai pilihan aset bagi kamu yang ingin beli kripto secara praktis dalam satu aplikasi.

Yuk, download Ajaib sekarang dan mulai pantau aset kripto pilihanmu!

Disclaimer: Perdagangan aset kripto mengandung risiko tinggi. Artikel ini ditujukan sebagai informasi dan edukasi, bukan ajakan untuk membeli atau menjual aset tertentu. Keputusan transaksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna.

Google Play StoreApple App Store

Sumber: Velvet Capital Official Website dan Documentation, Binance Academy, K33 Research, Crypto.com Research

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!