Apa Itu ACT dan Mengapa Masuk Narasi AI Agent?
Maulida•July 17, 2026

AI agent menjadi salah satu narasi yang banyak dibicarakan dalam ekosistem kripto. Berbeda dari chatbot yang umumnya menunggu instruksi, AI agent dirancang untuk memahami tujuan, merencanakan langkah, mengambil keputusan, dan menjalankan tugas dengan tingkat kemandirian tertentu.
Perkembangan ini kemudian melahirkan berbagai proyek kripto yang mencoba menghubungkan teknologi AI agent dengan blockchain. Salah satunya adalah Act I: The AI Prophecy, proyek berbasis komunitas di jaringan Solana dengan token bernama ACT.
Namun, ACT memiliki pendekatan yang berbeda dari proyek AI agent yang berfokus membangun model AI atau infrastruktur komputasi. Proyek ini lebih menekankan kolaborasi komunitas, literasi AI, dukungan terhadap eksperimen AI, serta pengembangan ekosistem tempat manusia dan AI dapat berinteraksi.
Lantas, apa itu ACT dan mengapa token ini sering dikaitkan dengan narasi AI agent?
Apa Itu Act I: The AI Prophecy?
Act I: The AI Prophecy adalah proyek berbasis komunitas di blockchain Solana yang mengeksplorasi hubungan antara kecerdasan buatan, budaya internet, dan komunitas kripto.
Proyek tersebut berawal sebagai eksperimen naratif yang menempatkan AI bukan hanya sebagai alat bantu, tetapi sebagai bagian dari interaksi dan cerita yang dikembangkan bersama komunitas. ACT kemudian berkembang melalui model community takeover setelah pendiri awalnya tidak lagi aktif mengelola proyek.
Menurut situs resminya, ACT merupakan singkatan dari AI Community Token. Proyek ini memiliki misi membangun komunitas terdesentralisasi yang mendukung riset, edukasi, kolaborasi, dan pemahaman mengenai teknologi AI.
Situs resmi ACT juga menyampaikan ambisinya untuk menjadi indeks berbagai AI agent. Artinya, proyek ini ingin menjadi titik temu bagi komunitas, developer, peneliti, dan proyek yang bergerak di bidang AI agent. Namun, ambisi tersebut perlu dipahami sebagai arah pengembangan proyek, bukan jaminan bahwa seluruh fungsi tersebut sudah tersedia sepenuhnya.
Apa Itu AI Agent?
AI agent adalah sistem perangkat lunak yang menggunakan kecerdasan buatan untuk mengejar tujuan dan menyelesaikan tugas bagi penggunanya.
Google Cloud menjelaskan bahwa AI agent dapat memiliki kemampuan seperti reasoning, planning, dan memory. Sistem tersebut juga memiliki tingkat otonomi untuk mengambil keputusan, mempelajari informasi, dan menyesuaikan tindakannya berdasarkan situasi yang dihadapi.
Secara sederhana, AI agent dapat bekerja melalui beberapa tahapan:
- menerima tujuan atau memahami kondisi lingkungan;
- mengumpulkan dan menganalisis informasi;
- merencanakan langkah yang perlu dilakukan;
- menggunakan aplikasi atau tools yang tersedia;
- menjalankan tindakan; dan
- mengevaluasi hasil sebelum menentukan langkah berikutnya.
Sebagai contoh, chatbot biasa dapat menjawab pertanyaan mengenai jadwal perjalanan. Sementara itu, AI agent berpotensi mencari pilihan transportasi, membandingkan jadwal, membuat rencana perjalanan, dan menjalankan tindakan melalui layanan yang terhubung.
Dalam ekosistem blockchain, AI agent juga dapat dirancang untuk berinteraksi dengan wallet, smart contract, protokol DeFi, data on-chain, atau agent lainnya. Karena itu, narasi AI agent tidak hanya mencakup proyek yang membuat model AI, tetapi juga komunitas dan infrastruktur yang mendukung pengembangan agen tersebut.
Mengapa ACT Masuk Narasi AI Agent?
ACT masuk dalam narasi AI agent karena identitas dan arah proyeknya berpusat pada interaksi antara manusia, komunitas kripto, dan sistem AI yang dapat beroperasi dengan lebih mandiri.
Meski demikian, ACT bukan AI agent yang secara langsung menjalankan tugas untuk pengguna. ACT juga tidak diposisikan sebagai blockchain khusus AI atau marketplace agent yang sudah memiliki seluruh fitur siap pakai.
Hubungannya dengan narasi AI agent lebih banyak berasal dari beberapa faktor berikut.
1. Membawa Gagasan Interaksi AI yang Lebih Kolaboratif
Act I mencoba melihat AI di luar pola hubungan satu pengguna dan satu asisten.
Dalam pendekatan tersebut, AI dapat menjadi bagian dari jaringan interaksi yang melibatkan banyak pengguna, developer, peneliti, dan sistem AI. Komunitas tidak hanya meminta AI memberikan jawaban, tetapi ikut membentuk cara AI berinteraksi dan berkembang dalam lingkungan digital.
Gagasan ini sejalan dengan konsep multi-agent system, yaitu lingkungan yang terdiri dari beberapa agen otonom yang dapat berkolaborasi, berkoordinasi, atau berkompetisi untuk mencapai tujuan.
ACT belum tentu menyediakan sistem multi-agent siap pakai. Namun, narasi dan komunitasnya mengeksplorasi bentuk interaksi AI yang lebih luas daripada hubungan chatbot dan pengguna.
2. Mendukung Pengembangan dan Eksperimen AI
Situs resmi ACT menyebut dukungan terhadap proyek pengembangan AI sebagai salah satu bagian dari ekosistemnya.
Komunitas ACT diarahkan untuk mendukung eksperimen, pembelajaran, dan inisiatif yang berkaitan dengan AI. Proyek tersebut ingin menyediakan ruang agar developer dan anggota komunitas dapat berbagi pengetahuan sekaligus mencoba gagasan baru.
Karena AI agent masih berkembang, komunitas dapat memainkan peran penting dalam mempertemukan developer, pengguna, dan proyek eksperimental. Inilah salah satu alasan ACT dikaitkan dengan sektor AI agent meskipun utilitas tokennya tidak sama dengan proyek infrastruktur AI.
3. Memiliki Ambisi Menjadi Indeks AI Agent
Salah satu misi yang dicantumkan dalam situs resmi ACT adalah menjadi indeks bagi AI agent.
Secara konsep, indeks atau direktori AI agent dapat membantu pengguna menemukan agen berdasarkan fungsi atau karakteristiknya. Developer juga bisa memperoleh tempat untuk memperkenalkan agen yang mereka buat kepada komunitas.
Namun, tujuan tersebut masih perlu dilihat berdasarkan perkembangan produk dan implementasinya. Investor sebaiknya membedakan antara visi yang disampaikan proyek dan fungsi yang sudah benar-benar dapat digunakan.
4. Menggabungkan AI dengan Budaya Komunitas Kripto
ACT berada pada pertemuan antara narasi AI dan meme culture.
CoinGecko mengategorikan proyek ini sebagai bagian dari AI meme dan ekosistem Solana. ACT menggunakan narasi serta budaya komunitas untuk menarik perhatian terhadap pembelajaran dan eksperimen AI.
Karakter tersebut membuat ACT berbeda dari proyek AI agent yang mengandalkan utilitas teknis sebagai daya tarik utamanya. Nilai dan perkembangannya juga sangat dipengaruhi partisipasi komunitas serta kekuatan narasi yang dibangun.
Apa Saja Use Case Proyek ACT?
Use case ACT lebih banyak berkaitan dengan koordinasi komunitas dan dukungan terhadap ekosistem AI. Berikut beberapa kegunaannya berdasarkan arah proyek saat ini.
1. Mendorong Literasi AI
Salah satu misi utama ACT adalah membuat pengetahuan mengenai AI lebih mudah diakses.
Komunitasnya dapat membuat konten, membuka diskusi, dan membagikan sumber pembelajaran mengenai cara kerja, peluang, serta risiko AI. Proyek ini juga mendorong pembahasan mengenai penggunaan AI secara etis.
Use case ini tidak membutuhkan pengguna untuk memiliki kemampuan teknis tingkat lanjut. Anggota komunitas dapat berpartisipasi dengan belajar, berbagi pengetahuan, atau mengikuti diskusi mengenai perkembangan AI.
2. Menjadi Wadah Kolaborasi Komunitas AI
ACT berfungsi sebagai identitas dan titik koordinasi bagi komunitas yang tertarik pada pertemuan antara AI dan kripto.
Developer dapat bertemu dengan pengguna atau anggota komunitas yang tertarik menguji produk. Peneliti dan pembuat konten juga dapat berbagi temuan kepada audiens yang memiliki ketertarikan serupa.
Modelnya bersifat community-driven. Artinya, arah proyek lebih banyak dibentuk oleh kontribusi anggotanya daripada keputusan dari satu perusahaan pusat.
3. Mendukung Proyek dan Eksperimen AI
ACT menyatakan komitmennya untuk mendukung inisiatif pengembangan AI serta menciptakan kesempatan belajar dan berinovasi.
Dukungan tersebut dapat mencakup promosi proyek komunitas, pengembangan sumber pembelajaran, dan eksperimen seputar AI agent.
Namun, bentuk dukungan dan hasil setiap inisiatif dapat berbeda. Karena proyeknya dikelola komunitas, perkembangan use case juga akan bergantung pada partisipasi developer dan kemampuan komunitas menyelesaikan produk.
4. Menjadi Bagian dari Identitas Ekosistem
Token ACT juga berfungsi sebagai aset yang menghubungkan anggota komunitas dengan narasi proyek.
Kepemilikan token dapat menunjukkan partisipasi atau ketertarikan terhadap ekosistem ACT. Token tersebut diperdagangkan di pasar kripto dan menjadi salah satu cara pengguna memperoleh eksposur terhadap perkembangan narasi AI agent yang dibawa proyek.
Meski demikian, token ACT bukan saham dan tidak otomatis memberikan kepemilikan atas perusahaan, pendapatan, maupun produk AI tertentu.
Apa Fungsi Token ACT?
ACT merupakan token berbasis Solana yang menjadi pusat identitas komunitas Act I: The AI Prophecy.
Berbeda dari token proyek infrastruktur blockchain yang digunakan untuk membayar biaya jaringan atau menjalankan validator, fungsi ACT saat ini lebih dekat dengan community token dan narrative token.
Beberapa perannya meliputi:
- menyatukan komunitas yang tertarik pada AI dan kripto;
- mendukung penyebaran literasi serta pengetahuan AI;
- menjadi bagian dari koordinasi dan pengembangan ekosistem;
- memberikan eksposur terhadap narasi Act I; serta
- diperdagangkan sebagai aset kripto.
Situs resmi ACT menyatakan bahwa proyek tersebut dimiliki, digerakkan, dan dikembangkan oleh komunitas. Namun, calon pengguna tetap perlu memeriksa perkembangan terbaru untuk mengetahui apakah terdapat utilitas, produk, atau mekanisme partisipasi baru.
Apakah ACT Benar-Benar Proyek AI Agent?
ACT dapat dikategorikan dalam narasi AI agent, tetapi perlu memahami konteks kategorinya.
Proyek ini tidak sama dengan AI agent yang dapat menjalankan transaksi, melakukan analisis, atau menyelesaikan workflow secara otomatis. ACT lebih tepat dipandang sebagai proyek komunitas yang mengangkat pengembangan, edukasi, dan budaya AI agent sebagai bagian utama narasinya.
Dengan kata lain, hubungan ACT dengan AI agent berasal dari:
- misi membangun komunitas AI;
- dukungan terhadap eksperimen dan proyek AI;
- gagasan interaksi kolaboratif antara manusia dan AI;
- ambisi menjadi indeks AI agent; serta
- penggunaan budaya kripto untuk memperluas literasi AI.
Perbedaan ini penting agar pengguna tidak menganggap setiap token yang berada dalam kategori AI agent sudah memiliki produk agen otonom yang siap digunakan.
Apa yang Perlu Diperhatikan dari ACT?
ACT merupakan proyek community-driven yang kuat pada sisi narasi, tetapi utilitas teknis tokennya masih perlu terus dipantau.
Sebelum membeli ACT, beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:
- perkembangan produk yang benar-benar dirilis;
- realisasi rencana indeks AI agent;
- proyek AI yang didukung komunitas;
- aktivitas developer dan anggota komunitas;
- fungsi token ACT dalam produk yang dikembangkan;
- persaingan dengan proyek AI agent lainnya; dan
- likuiditas serta volatilitas token.
ACT juga memiliki karakteristik meme culture. CoinGecko menyebut nilainya sangat dipengaruhi sentimen komunitas dan narasi, sehingga aset ini bersifat spekulatif serta dapat mengalami volatilitas tinggi.
Karena itu, perkembangan teknologi AI secara umum tidak otomatis meningkatkan nilai ACT. Harga token tetap dapat bergerak berdasarkan kondisi pasar, kekuatan komunitas, likuiditas, dan keberhasilan proyek merealisasikan visinya.
Pantau Token ACT di Ajaib Kripto
Narasi AI agent membuka peluang baru dalam hubungan antara AI dan blockchain. Namun, proyek di dalam kategori tersebut dapat memiliki produk, utilitas, dan tingkat perkembangan yang berbeda-beda.
Kamu dapat melihat informasi serta memantau pergerakan Token ACT melalui Ajaib. Ajaib Kripto juga menyediakan akses ke lebih dari 500 aset serta fitur seperti multiple watchlist dan customized price alert untuk membantu kamu memantau pasar.
Yuk, mulai trade kripto melalui aplikasi Ajaib sesuai strategi dan profil risiko kamu!
Disclaimer: Perdagangan aset kripto mengandung risiko tinggi akibat volatilitas harga. Artikel ini ditujukan sebagai informasi dan edukasi, bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual aset tertentu. Lakukan riset mandiri dan sesuaikan keputusan dengan profil risiko kamu.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!