Ajaib
Menu

Kripto

Apa Itu MYX? Platform Perpetual Trading Permissionless

MaulidaJuly 17, 2026

myx

Perdagangan derivatif kripto selama ini banyak berlangsung melalui centralized exchange atau CEX. Pengguna membuat akun, menyimpan dana di platform, lalu membuka posisi long maupun short melalui sistem yang dikelola perusahaan tersebut.

Perpetual decentralized exchange atau perpetual DEX menawarkan pendekatan berbeda. Transaksi dilakukan melalui wallet dan smart contract, sementara pengguna tidak perlu menyerahkan seluruh kendali asetnya kepada pihak terpusat.

MYX Finance menjadi salah satu protokol yang mengembangkan konsep tersebut. Setelah meluncurkan MYX V2 pada 12 Juni 2026, proyek ini memperluas posisinya dari platform trading menjadi protokol perpetual DEX yang bersifat permissionless dan mendukung pembuatan pasar untuk berbagai aset on-chain.

Lantas, apa itu MYX, bagaimana cara kerja perpetual DEX, dan apa perbedaannya dengan centralized exchange? Yuk kita bahas!

Apa Itu MYX Finance?

MYX Finance adalah decentralized derivatives exchange atau bursa derivatif terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna memperdagangkan kontrak perpetual secara on-chain.

Platform ini bersifat non-custodial. Artinya, pengguna berinteraksi dengan protokol menggunakan wallet kripto dan tetap memiliki kendali atas aset yang disimpan di dalamnya. Dana hanya berpindah ketika pengguna menyetujui transaksi atau menempatkan collateral ke dalam smart contract.

MYX menggunakan sistem bernama Matching Pool Mechanism atau MPM untuk mempertemukan posisi long dan short. Dokumentasi resminya menyebut protokol ini mendukung kontrak perpetual dengan margin USDC dan leverage hingga 50x.

Pada versi terbarunya, MYX diarahkan menjadi infrastruktur untuk membuat dan memperdagangkan perpetual market secara permissionless. Hal ini berarti cakupan aset yang dapat memiliki pasar perpetual tidak selalu ditentukan oleh satu operator terpusat.

Namun, permissionless bukan berarti seluruh token otomatis bisa diperdagangkan tanpa syarat. Sebuah pasar tetap memerlukan sumber harga, likuiditas, smart contract, collateral, serta mekanisme pengelolaan risiko yang memadai.

Apa Itu Perpetual DEX?

Perpetual DEX adalah protokol terdesentralisasi untuk memperdagangkan kontrak perpetual melalui blockchain dan smart contract.

Pada centralized exchange, pencatatan saldo, pencocokan order, pengelolaan collateral, serta proses likuidasi berlangsung di dalam sistem perusahaan. Pengguna tidak dapat memeriksa seluruh proses tersebut secara langsung melalui blockchain.

Pada perpetual DEX, sebagian atau seluruh fungsi tersebut dijalankan melalui smart contract.

Smart contract adalah program yang disimpan di blockchain dan mengeksekusi aturan sesuai kode yang telah ditentukan. Pengguna berinteraksi dengannya dengan mengirimkan transaksi dari wallet.

Secara umum, perpetual DEX memiliki beberapa komponen berikut:

  • Wallet, sebagai sarana pengguna mengakses protokol.
  • Collateral, yaitu aset yang dijadikan jaminan untuk membuka posisi.
  • Trading engine, untuk mencatat dan mencocokkan posisi.
  • Oracle, sebagai sumber harga aset dari pasar eksternal.
  • Liquidity pool atau order book, untuk mendukung penyelesaian transaksi.
  • Funding rate, untuk menjaga harga perpetual tetap mendekati harga spot.
  • Liquidation mechanism, untuk menutup posisi ketika margin tidak lagi mencukupi.

Model setiap perpetual DEX dapat berbeda. Ada platform yang menggunakan order book on-chain, liquidity pool, virtual automated market maker, maupun gabungan beberapa mekanisme.

Apa Itu Permissionless Trading?

Permissionless trading berarti pengguna dapat mengakses protokol tanpa meminta persetujuan langsung dari operator platform.

Selama memiliki wallet, aset untuk membayar biaya jaringan, dan collateral yang didukung, pengguna dapat berinteraksi dengan smart contract sesuai aturan yang berlaku.

Dalam konteks pasar perpetual, konsep permissionless juga dapat mencakup pembuatan pasar baru. Pihak eksternal tidak harus menunggu keputusan tim exchange untuk mengajukan setiap aset satu per satu.

MYX V2 diperkenalkan sebagai all-asset permissionless perpetual DEX protocol. Situs dan kanal resmi MYX menyebut pengguna dapat membuat serta memperdagangkan perpetual market untuk aset on-chain tanpa proses listing terpusat seperti pada exchange konvensional.

Konsep ini dapat membuka peluang bagi aset long-tail, yaitu token di luar aset berkapitalisasi besar, untuk memperoleh pasar derivatif lebih cepat.

Meski demikian, semakin terbuka proses pembuatan pasar, semakin besar pula kebutuhan untuk memeriksa:

  • kualitas dan reliabilitas oracle;
  • kedalaman likuiditas;
  • volatilitas aset;
  • distribusi kepemilikan token;
  • potensi manipulasi harga;
  • keamanan smart contract;
  • mekanisme penyelesaian ketika terjadi pergerakan ekstrem.

Permissionless menggambarkan akses yang terbuka, bukan jaminan bahwa setiap pasar memiliki kualitas atau tingkat keamanan yang sama.

Bagaimana Cara Kerja MYX Finance?

Mekanisme MYX menggabungkan collateral, posisi long dan short, liquidity pool, oracle, keeper, serta smart contract.

Berikut gambaran sederhananya.

1. Pengguna Menghubungkan Wallet

Pengguna terlebih dahulu menghubungkan wallet yang kompatibel dengan jaringan tempat MYX beroperasi.

Berbeda dari CEX, pengguna tidak harus menyetorkan seluruh aset ke akun yang dikendalikan perusahaan. Pengguna menandatangani transaksi melalui wallet ketika ingin menyetor collateral, membuka posisi, atau menarik dana.

Model non-custodial memberikan kendali lebih besar kepada pengguna. Namun, pengguna juga bertanggung jawab menjaga private key, seed phrase, dan keamanan wallet-nya sendiri. Penyedia wallet pada dasarnya hanya menyediakan alat untuk berinteraksi dengan akun blockchain dan tidak menguasai dana pengguna.

2. Pengguna Menempatkan Collateral

Untuk membuka posisi perpetual, trader perlu menempatkan collateral sebagai jaminan.

MYX menggunakan kontrak perpetual dengan margin USDC dalam dokumentasi protokolnya. Jumlah collateral yang dibutuhkan dipengaruhi oleh nilai posisi dan leverage yang dipilih.

Misalnya, trader ingin membuka posisi senilai 1.000 USDC dengan leverage 10x. Secara sederhana, initial margin yang diperlukan sekitar:

1.000 USDC ÷ 10 = 100 USDC

Perhitungan sebenarnya juga dapat dipengaruhi oleh biaya trading, maintenance margin, funding fee, dan ketentuan risiko lainnya.

3. Trader Membuka Posisi Long atau Short

Setelah menyediakan collateral, trader memilih aset, arah posisi, ukuran transaksi, dan leverage.

Trader dapat membuka posisi long ketika memperkirakan harga akan naik atau posisi short ketika memperkirakan harga akan turun.

Leverage memperbesar nilai posisi dibandingkan modal yang ditempatkan. Namun, leverage juga memperbesar dampak perubahan harga terhadap margin.

Jika harga aset bergerak 5% berlawanan dari posisi dengan leverage tinggi, sebagian besar margin dapat hilang dalam waktu singkat.

4. Posisi Diproses melalui Matching Pool Mechanism

MYX menggunakan Matching Pool Mechanism untuk menangani likuiditas dan mempertemukan eksposur long dengan short.

Secara sederhana, sistem berusaha menyeimbangkan posisi long dan short terlebih dahulu. Liquidity pool kemudian berfungsi sebagai lapisan yang membantu ketika jumlah kedua sisi tidak sepenuhnya seimbang.

Pendekatan tersebut dirancang agar modal liquidity provider dapat digunakan lebih efisien daripada model yang mengharuskan pool menanggung seluruh posisi trader. Dokumentasi MYX menyebut MLP sebagai token yang mewakili partisipasi liquidity provider dalam pool protokol.

5. Oracle Menjadi Referensi Harga

MYX menggunakan oracle sebagai referensi harga ketika mengeksekusi transaksi dan menghitung posisi.

Dokumentasi MYX menyebut transaksi menggunakan harga oracle Pyth sehingga ukuran transaksi tidak menimbulkan price impact seperti pada model automated market maker tradisional.

MYX memasarkan mekanisme tersebut sebagai zero-slippage trading. Namun, istilah ini perlu dipahami secara tepat.

Meskipun ukuran order tidak menggeser harga di liquidity pool, harga eksekusi masih dapat berbeda dari harga ketika pengguna menandatangani transaksi. Perbedaan tersebut dapat terjadi karena harga oracle berubah selama proses konfirmasi, jaringan mengalami kepadatan, atau keeper belum mengeksekusi order.

Dokumentasi MYX bahkan menjelaskan bahwa market order menjamin eksekusi, tetapi tidak menjamin harga yang sama persis. Pengguna dapat menentukan batas deviasi agar order dibatalkan apabila pergerakan harga melampaui toleransi.

6. Keeper Membantu Menjalankan Order

MYX menggunakan keeper untuk menjalankan tugas tertentu, termasuk mengeksekusi order yang telah dikirim ke protokol.

Prosesnya dapat melibatkan dua tahap. Pertama, order masuk ke dalam transaction pool. Setelah itu, keeper mengeksekusi order melalui transaksi berikutnya.

Karena memerlukan konfirmasi blockchain, proses ini dapat mengalami keterlambatan ketika jaringan sedang padat. MYX juga mengidentifikasi keeper yang tidak aktif atau berperilaku buruk sebagai salah satu risiko operasional protokol.

MYX telah mengembangkan keeper network yang dirancang lebih terbuka. Calon operator dapat menempatkan stake dan bersaing masuk ke dalam kelompok keeper aktif berdasarkan mekanisme yang ditentukan protokol.

7. Funding Rate Menyeimbangkan Posisi

Ketika permintaan posisi long dan short tidak seimbang, funding rate membantu memberikan insentif kepada trader untuk mengambil sisi yang berlawanan.

Misalnya, jika terlalu banyak trader membuka posisi long, biaya funding dapat dibebankan kepada sisi long. Hal ini memberikan insentif bagi trader lain untuk membuka short atau mengurangi posisi long.

Funding fee dapat menambah atau mengurangi hasil trading meskipun harga aset tidak banyak berubah. Karena itu, trader perlu memeriksa funding rate sebelum mempertahankan posisi dalam waktu lama.

8. Posisi Dapat Dilikuidasi

Likuidasi terjadi ketika nilai margin tidak lagi cukup untuk memenuhi maintenance margin.

Dokumentasi MYX menyebut maintenance margin sebagai jumlah minimum collateral yang diperlukan agar posisi tetap terbuka. Sistem dapat memulai likuidasi ketika margin rate mencapai 100% atau lebih.

MYX mencantumkan maintenance margin rate sebesar 1% dalam dokumentasinya. Namun, parameter protokol dapat berubah sehingga pengguna tetap perlu memeriksa informasi terbaru pada interface sebelum membuka posisi.

Setelah posisi dilikuidasi, sisa margin dapat dialokasikan ke risk reserve fund. Dana tersebut berfungsi membantu menutup defisit yang mungkin terjadi dalam kondisi pasar ekstrem.

Apa Itu Token MYX?

MYX adalah token utama dalam ekosistem MYX Finance.

Token ini memiliki suplai maksimum sebanyak satu miliar MYX. Dokumentasi tokenomics membagi suplai tersebut ke beberapa kategori, antara lain insentif ekosistem, airdrop, investor privat, tim, treasury, penjualan publik, dan penyediaan likuiditas.

Salah satu fungsi MYX yang tercantum dalam dokumentasi platform adalah menentukan tingkatan VIP berdasarkan jumlah token yang dimiliki.

Pengguna dengan saldo MYX tertentu dapat memperoleh tingkat VIP dan struktur biaya trading yang berbeda. Status tersebut diperbarui berdasarkan snapshot saldo yang dilakukan oleh sistem.

Secara lebih luas, insentif token MYX diarahkan untuk mendukung pengguna, trader, liquidity provider, dan perkembangan ekosistem. Sebelum membeli token, pengguna perlu memperhatikan distribusi suplai dan jadwal unlock karena pelepasan token baru dapat menambah suplai yang tersedia di pasar.

Perbedaan Perpetual DEX dan Centralized Exchange

Perpetual DEX seperti MYX memiliki karakteristik yang berbeda dari centralized exchange.

AspekPerpetual DEXCentralized Exchange
Pengelolaan asetPengguna berinteraksi melalui wallet dan smart contractAset biasanya disimpan dalam akun yang dikelola exchange
KustodianUmumnya non-custodialUmumnya custodial
Pembukaan akunMenghubungkan walletMembuat dan memverifikasi akun
Pencatatan transaksiSebagian atau seluruhnya tercatat on-chainDicatat dalam database internal exchange
Listing pasarDapat bersifat permissionlessDitentukan oleh operator exchange
Eksekusi orderSmart contract, keeper, pool, atau order book on-chainMatching engine milik perusahaan
TransparansiAktivitas on-chain dapat diperiksa publikSistem internal tidak seluruhnya terlihat oleh pengguna
Pemulihan akunPrivate key menjadi tanggung jawab penggunaUmumnya tersedia bantuan pemulihan akun
Biaya tambahanDapat melibatkan gas feeBiasanya tidak ada gas fee untuk transaksi internal
Risiko utamaSmart contract, oracle, wallet, dan jaringanKustodian, operasional perusahaan, dan keamanan akun

Centralized exchange umumnya menawarkan pengalaman yang lebih sederhana. Pengguna dapat masuk menggunakan email, memulihkan kata sandi, dan melakukan transaksi tanpa harus memahami gas fee maupun wallet approval.

Sebaliknya, perpetual DEX memberi pengguna kendali lebih besar terhadap aset dan akses yang lebih terbuka. Namun, kesalahan ketika mengirim transaksi atau kehilangan private key biasanya tidak dapat dibatalkan oleh customer service.

Centralized exchange bertindak sebagai kustodian atas aset yang disimpan penggunanya sampai aset tersebut ditarik ke wallet pribadi.

Risiko MYX dan Perpetual DEX

MYX menawarkan model trading yang terbuka, tetapi risikonya juga perlu dipahami.

1. Risiko Likuidasi

Leverage dapat membuat margin habis meskipun harga aset hanya bergerak beberapa persen.

Semakin tinggi leverage, semakin dekat posisi dengan perkiraan harga likuidasi.

2. Risiko Smart Contract

Bug atau celah keamanan pada smart contract dapat menyebabkan kehilangan dana.

MYX menyatakan kontraknya telah melalui pengujian dan audit, tetapi dokumentasinya tetap menegaskan bahwa audit tidak menghilangkan seluruh risiko eksploitasi.

3. Risiko Oracle

Perpetual DEX bergantung pada oracle untuk memperoleh harga aset.

Data yang terlambat, tidak akurat, atau mengalami gangguan dapat memengaruhi eksekusi, perhitungan keuntungan dan kerugian, hingga likuidasi.

4. Risiko Keeper

Jika keeper tidak aktif, mengalami gangguan, atau bertindak tidak sesuai aturan, order dapat terlambat diproses.

Keterlambatan menjadi semakin berisiko ketika harga bergerak cepat.

5. Risiko Funding Rate

Funding rate dapat berubah arah atau meningkat secara signifikan.

Posisi yang benar secara arah harga belum tentu menguntungkan jika biaya funding yang dibayarkan terlalu besar.

6. Risiko Likuiditas

Pasar permissionless dapat mencakup token dengan likuiditas spot yang rendah.

Trader mungkin kesulitan membuka atau menutup posisi, terutama dalam kondisi pasar ekstrem.

7. Risiko Jaringan

Kepadatan maupun gangguan blockchain dapat menunda order, penambahan margin, penutupan posisi, dan likuidasi.

MYX memasukkan network stability sebagai salah satu risiko yang perlu diperhatikan trader dan liquidity provider.

8. Risiko Token MYX

MYX memiliki volatilitas harga yang tinggi seperti aset kripto lainnya.

Harga dapat dipengaruhi oleh adopsi protokol, volume trading, insentif pengguna, jadwal unlock, sentimen pasar, serta perkembangan pesaing.

Hal yang Perlu Dipantau dari MYX Finance

Sebelum mengambil keputusan terkait MYX, terdapat beberapa perkembangan yang dapat dipantau.

1. Adopsi MYX V2

Perhatikan apakah konsep permissionless perpetual market berhasil menarik pembuat pasar, pengembang, dan trader.

Jumlah pasar saja tidak cukup. Kualitas likuiditas dan volume perdagangan juga perlu dinilai.

2. Volume dan Pendapatan Protokol

Volume trading dapat menunjukkan tingkat penggunaan MYX.

Pendapatan biaya yang berkelanjutan juga dapat memberikan gambaran mengenai aktivitas ekonomi di dalam protokol.

3. Kualitas Pasar Permissionless

Pantau bagaimana MYX menangani oracle, manipulasi harga, dan likuidasi untuk token long-tail.

Pertumbuhan jumlah pasar tanpa pengelolaan risiko yang baik justru dapat meningkatkan potensi kerugian.

4. Perkembangan Keeper Network

Keeper berperan dalam proses eksekusi order.

Desentralisasi, stabilitas, dan kecepatan keeper network akan memengaruhi pengalaman trading pengguna.

5. Distribusi dan Unlock Token

Periksa jumlah MYX yang telah beredar serta jadwal token yang akan dilepas ke pasar.

Unlock dalam jumlah besar dapat memengaruhi keseimbangan suplai dan permintaan.

6. Keamanan Protokol

Pantau audit terbaru, program bug bounty, pembaruan smart contract, dan respons tim apabila ditemukan celah keamanan.

Pantau MYX dan Trading Kripto di Ajaib

MYX Finance mencoba membawa perdagangan perpetual ke dalam ekosistem yang lebih terbuka melalui model non-custodial, Matching Pool Mechanism, dan permissionless market.

Bagi kamu yang ingin mengikuti perkembangan tokennya, informasi harga serta data pasar MYX dapat dipantau melalui aplikasi Ajaib.

Selain MYX, Ajaib menyediakan beragam pilihan aset bagi kamu yang ingin mulai trading kripto secara praktis dalam satu aplikasi.

Yuk, download Ajaib sekarang dan pantau aset kripto pilihanmu!

Disclaimer: Perdagangan aset kripto mengandung risiko tinggi. Artikel ini hanya ditujukan sebagai informasi dan edukasi, bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual aset tertentu. Keputusan transaksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengguna.

Google Play StoreApple App Store

Sumber: MYX Finance Official Website dan Documentation, MYX Finance Official Medium, Ethereum.org

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!