Strategi Investasi Aset Safe Haven, Penting Kamu Pelajari!
Sarifa•January 15, 2026

Strategi investasi aset safe haven menjadi semakin relevan ketika pasar keuangan global bergerak tidak menentu. Data Research in International Business and Finance (2022) menunjukkan bahwa aset safe haven memiliki korelasi negatif dengan saham saat pasar turun, sehingga efektif menekan volatilitas dan drawdown portofolio.
Dalam pengujian data harian S&P 500 periode 2000–2020, strategi yang memadukan pengendalian volatilitas dan safe haven mampu mengungguli indeks hingga 21,3%–83% berdasarkan rasio Sharpe dan Calmar.
Temuan tersebut menegaskan bahwa strategi investasi aset safe haven sangat penting untuk pengelolaan risiko jangka panjang. Saat pasar mudah berbalik arah, pertanyaannya bukan lagi seberapa besar untung yang dicari, melainkan seberapa siap portofolio kamu bertahan. Temukan jawabannya pada pembahasan berikut ini!
Apa Itu Aset Safe Haven?
Aset safe haven adalah instrumen investasi yang secara historis mampu menjaga nilai atau bahkan menguat ketika pasar keuangan mengalami tekanan sistemik. Investopedia mendefinisikannya sebagai aset yang menjadi tempat berlindung investor saat volatilitas meningkat dan aset berisiko mengalami koreksi tajam.
Ciri utama aset safe haven terletak pada korelasinya yang rendah atau negatif terhadap pasar saham, terutama saat terjadi krisis. Hubungan negatif inilah yang membuat aset safe haven efektif menurunkan standar deviasi dan drawdown portofolio.
Fungsi aset safe haven bukan untuk mengejar imbal hasil agresif, melainkan menjaga stabilitas nilai portofolio. Saat alokasi saham dikurangi karena lonjakan volatilitas, ruang portofolio yang tersisa secara alami diisi oleh aset safe haven agar efisiensi investasi tetap terjaga.
Mengapa aset safe haven penting dalam strategi investasi? Perlu diingat, volatilitas pasar tidak pernah benar-benar hilang. Data empiris menunjukkan bahwa periode krisis, seperti pandemi COVID-19, memicu arus dana besar ke aset berisiko rendah yang tidak bergerak searah dengan saham.
Riset tahun 2022 membuktikan bahwa penambahan aset safe haven dapat menurunkan standar deviasi portofolio secara signifikan. Hal ini membuat strategi investasi aset safe haven relevan bagi investor yang ingin menjaga efisiensi portofolio saat volatilitas meningkat.
Selain itu, inflasi global juga menjadi tantangan nyata. Meski inflasi dapat menggerus daya beli, aset safe haven historis seperti emas dan mata uang kuat terbukti lebih tangguh dibandingkan aset berisiko tinggi.
Strategi Investasi Aset Safe Haven
Strategi investasi aset safe haven membutuhkan pendekatan yang disiplin dan berbasis tujuan. Aset ini tidak dirancang untuk mengejar keuntungan cepat, melainkan menjaga stabilitas portofolio saat tekanan pasar meningkat. Tanpa perencanaan yang matang, safe haven justru berisiko menjadi beban kinerja.
Lebih dari sekadar tempat berlindung sementara, pendekatan yang tepat membuat aset safe haven bekerja sebagai pengendali risiko. Berikut beberapa strategi yang bisa diterapkan:
Menentukan Tujuan dan Profil Risiko Investasi
Menentukan tujuan investasi menjadi langkah awal dalam strategi investasi aset safe haven. Investor yang berorientasi pada perlindungan nilai akan menempatkan safe haven sebagai penyangga utama portofolio. Tujuan ini membentuk cara investor menyikapi volatilitas dan fluktuasi pasar.
Profil risiko kemudian menentukan seberapa besar porsi aset safe haven dialokasikan. Investor konservatif cenderung membutuhkan eksposur lebih besar untuk menjaga stabilitas nilai. Sementara itu, investor agresif tetap memanfaatkan safe haven untuk meredam risiko ekstrem yang tidak terhindarkan.
Mengatur Alokasi Aset dalam Portofolio
Ketika porsi saham dikurangi, portofolio menyisakan ruang yang perlu diisi secara strategis. Aset safe haven berfungsi menjaga keseimbangan tanpa menghentikan aktivitas investasi sepenuhnya. Pendekatan ini membuat portofolio tetap adaptif terhadap perubahan siklus pasar.
Memanfaatkan Aset Safe Haven sebagai Diversifikasi
Diversifikasi yang efektif bergantung pada hubungan antar aset, bukan sekadar jumlah instrumen. Aset safe haven bekerja optimal karena korelasinya yang rendah atau negatif terhadap saham saat pasar tertekan. Inilah yang membuat fluktuasi portofolio lebih terkendali di tengah volatilitas investasi.
Analisis data S&P 500 periode 2000–2020 menunjukkan bahwa aset dengan korelasi negatif mampu menekan drawdown secara signifikan. Dampak ini terlihat jelas pada periode krisis, termasuk saat pandemi COVID-19. Diversifikasi berbasis korelasi membantu menjaga daya tahan portofolio.
Memilih Waktu yang Tepat untuk Masuk ke Safe Haven
Timing menjadi faktor krusial dalam strategi investasi aset safe haven. Lonjakan volatilitas, tekanan likuiditas, dan ketidakpastian kebijakan moneter sering menjadi sinyal awal perubahan alokasi aset. Investor yang responsif terhadap sinyal ini cenderung lebih siap menghadapi gejolak.
Evaluasi dan Rebalancing Portofolio Secara Berkala
Pergerakan harga aset membuat komposisi portofolio berubah dari waktu ke waktu. Tanpa evaluasi rutin, porsi aset safe haven dapat menyimpang dari rencana awal. Kondisi ini berisiko meningkatkan eksposur risiko tanpa disadari.
Rebalancing berfungsi mengembalikan struktur portofolio sesuai profil risiko dan tujuan investasi. Langkah ini menjaga disiplin strategi dalam jangka panjang. Rebalancing juga membantu mengunci keuntungan dan mengendalikan risiko secara berkelanjutan.
Ketahui Waktu yang Tepat Berinvestasi di Aset Safe Haven
Aset safe haven biasanya optimal saat pasar menghadapi tekanan struktural. Resesi ekonomi, inflasi tinggi, dan krisis keuangan global menjadi pemicu utama pergeseran dana investor. Pada fase ini, arus modal cenderung bergerak ke instrumen berisiko rendah.
Aset berisiko tinggi umumnya mengalami koreksi lebih dalam pada kondisi tersebut. Safe haven berperan sebagai penyangga agar nilai portofolio tidak tergerus tajam. Fungsinya menjaga stabilitas saat fase terburuk siklus ekonomi berlangsung.
Pahami Risiko dan Keterbatasan Aset Safe Haven
Aset safe haven tetap memiliki keterbatasan yang perlu dipahami investor. Salah satunya adalah risiko likuiditas. Aset safe haven cenderung lebih cocok untuk investasi jangka panjang.
Imbal hasilnya aset ini juga relatif rendah ketika pasar memasuki fase ekspansi dan optimisme meningkat. Kondisi ini membuat kinerjanya tertinggal dibandingkan aset pertumbuhan.
Inflasi juga menjadi risiko yang tidak bisa diabaikan. Inflasi menggerus daya beli semua aset, termasuk safe haven. Karena itu, strategi investasi aset safe haven perlu dikombinasikan dengan aset produktif agar portofolio tetap berkembang.
Contoh Aset Safe Haven yang Populer
Aset safe haven hadir dalam berbagai bentuk dan karakteristik. Pemilihannya bergantung pada kondisi ekonomi, siklus pasar, serta tujuan investasi masing-masing investor.
Berikut contoh aset safe haven yang paling sering digunakan secara global.
Emas
Emas dikenal sebagai store of value karena pasokannya terbatas dan tidak dapat dicetak seperti uang. Secara historis, harga emas cenderung menguat saat inflasi naik dan krisis ekonomi berkepanjangan.
Obligasi Pemerintah
Surat utang atau obligasi pemerintah negara maju, seperti Treasury Bills AS, dianggap hampir bebas risiko gagal bayar. Tingkat default yang mendekati nol membuat instrumen ini menjadi rujukan safe haven global.
Mata Uang Kuat
Dolar AS, franc Swiss, dan yen Jepang sering menjadi pelarian investor saat krisis. Pada 2022, Morgan Stanley mencatat korelasi USD dengan saham global berada di titik terendah sejak 2012. Ini memperkuat fungsinya sebagai diversifikator.
Saham Defensif
Saham sektor utilitas, kesehatan, dan kebutuhan pokok cenderung lebih stabil. Permintaan produk sektor ini relatif konstan, bahkan saat ekonomi melambat. Oleh karenanya beberapa investor menjadikannya salah satu aset safe haven.
Kas dan Instrumen Pasar Uang
Kas dan instrumen pasar uang memberikan likuiditas maksimal saat pasar bergejolak. Meski imbal hasilnya rendah dan tergerus inflasi, kas tetap menjadi jangkar stabilitas portofolio.
Kesimpulan: Pentingnya Strategi Safe Haven dalam Investasi
Strategi investasi aset safe haven terbukti berperan penting dalam menjaga stabilitas portofolio di tengah volatilitas pasar. Data empiris menunjukkan bahwa aset dengan korelasi negatif terhadap saham mampu menekan risiko dan drawdown secara signifikan.
Pendekatan yang tepat meliputi pemahaman profil risiko, alokasi aset yang disiplin, diversifikasi efektif, serta evaluasi berkala. Dengan pengelolaan yang seimbang, aset safe haven dapat menjadi fondasi portofolio yang lebih tangguh.
Rangkai Perjalanan Investasimu Sekarang!
Investasi yang cerdas dimulai dari strategi yang matang dan terukur. Melalui Ajaib, kamu bisa mengelola saham, obligasi, dan instrumen investasi lainnya dalam satu platform yang praktis dan aman. Unduh aplikasi Ajaib sekarang dan mulai perjalanan investasi dengan lebih percaya diri.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!