7 Strategi Investasi Untuk 2026!
Sarifa•December 26, 2025

Memasuki tahun 2026, dinamika pasar keuangan terus berubah. Pergantian tahun adalah momen tepat untuk mengevaluasi portofolio dan menyusun rencana baru. Faktor global seperti kebijakan suku bunga bank sentral, ketegangan geopolitik, dan percepatan teknologi akan membentuk lanskap investasi ke depan. Dengan menyiapkan strategi investasi yang matang sejak dini, kamu bisa lebih percaya diri menghadapi peluang dan tantangan di tahun yang akan datang.
Mengapa Perlu Menyiapkan Strategi Investasi Sejak Sekarang?
Investasi yang sukses dibangun dari perencanaan jangka menengah-panjang. Tanpa strategi yang jelas, portofolio kamu bisa terbawa arus pasar dan tidak sesuai dengan tujuan finansialmu. Merencanakan dari sekarang memberimu waktu untuk menyesuaikan alokasi aset, mempelajari tren, dan berinvestasi dengan kepala dingin, bukan karena kepanikan atau euforia sesaat.
1. Diversifikasi Aset Secara Seimbang
Inti dari diversifikasi aset adalah jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang. Dengan menyebar investasi ke berbagai kelas aset—seperti saham, reksa dana, obligasi, emas, atau aset digital—kamu melindungi portofolio dari guncangan di satu sektor tertentu. Misalnya, ketika pasar saham sedang lesu, kinerja obligasi atau emas mungkin bisa memberikan keseimbangan.
Instrumen investasi apa saja yang bisa dipertimbangkan untuk 2026?
Pemula bisa memulai dari instrumen yang lebih mudah diakses. Berikut pilihannya:
- Reksa Dana: Cocok untuk pemula karena dikelola profesional dan modalnya bisa dimulai dari Rp10.000 – Rp100.000. Pilih jenis sesuai tujuan, mulai dari Reksa Dana Pasar Uang untuk tujuan jangka pendek hingga Reksa Dana Saham untuk jangka panjang.
- Saham: Pilih saham perusahaan dengan fundamental kuat (blue chip) atau gunakan fitur saham fraksi untuk mulai dengan modal kecil.
- Emas: Aset safe haven yang bisa menjaga nilai kekayaan. Sekarang bisa dimulai secara digital mulai dari nominal sangat kecil.
- Surat Berharga Negara (SBN): Investasi aman karena dijamin negara, cocok untuk bagian portofolio yang konservatif.
2. Fokus pada Aset dengan Fundamental Kuat
Di tengah ketidakpastian, pilihlah instrumen dengan pondasi bisnis yang kokoh. Untuk saham, lakukan analisis fundamental dengan melihat laporan keuangan perusahaan, prospek bisnis jangka panjang, dan utang yang sehat. Prinsip serupa berlaku untuk reksa dana—pilih yang dikelola oleh Manajer Investasi dengan rekam jejak baik dan Aset di Kelola (AUM) yang signifikan.
3. Manfaatkan Tren dan Sektor Bertumbuh
Perkembangan teknologi, transisi energi, dan digitalisasi diperkirakan tetap menjadi penggerak pasar di 2026. Kamu bisa mempertimbangkan sektor-sektor dengan prospek pertumbuhan berkelanjutan seperti teknologi finansial (fintech), energi terbarukan, atau kesehatan. Lakukan riset atau manfaatkan produk investasi yang sudah terdiversifikasi ke sektor-sektor ini, seperti reksa dana indeks atau sektoral.
Apakah faktor global berpengaruh terhadap strategi investasi 2026?
Sangat berpengaruh. Investor perlu memantau kebijakan moneter bank sentral (terutama The Fed AS), ketegangan geopolitik, dan pertumbuhan ekonomi global. Berita ini dapat memengaruhi suku bunga, nilai tukar mata uang, dan harga komoditas seperti emas dan minyak, yang pada akhirnya berdampak pada seluruh portofolio investasi.
4. Terapkan Strategi Investasi Bertahap
Daripada mencoba waktu pasar (market timing) yang sulit, terapkan Dollar Cost Averaging (DCA) atau investasi rutin dengan nominal tetap setiap periode. Dengan DCA, kamu membeli lebih banyak unit ketika harga turun dan lebih sedikit saat harga naik, sehingga rata-rata harga beli menjadi lebih optimal. Strategi ini melatih disiplin dan mengurangi stres karena fluktuasi pasar.
5. Perhatikan Manajemen Risiko
Investasi selalu beriringan dengan risiko. Kelola risiko dengan menentukan target keuntungan dan batas kerugian (cut loss) yang bisa kamu terima sejak awal. Pastikan dana yang diinvestasikan adalah “uang dingin”, yaitu dana yang tidak akan kamu butuhkan untuk kebutuhan darurat atau pokok dalam waktu dekat.
6. Sesuaikan Strategi dengan Profil Risiko
Strategi terbaik adalah yang sesuai dengan karakter kamu. Secara umum, profil risiko dibagi menjadi tiga:
- Konservatif: Fokus pada keamanan modal. Cocokkan dengan instrumen seperti reksa dana pasar uang, deposito, atau obligasi.
- Moderat: Mau menerima fluktuasi sedang untuk potensi imbal hasil lebih baik. Alokasi bisa di reksa dana campuran atau pendapatan tetap.
- Agresif: Siap menghadapi volatilitas tinggi untuk mengejar pertumbuhan maksimal. Biasanya berproporsi besar pada saham atau reksa dana saham.
7. Evaluasi dan Rebalancing Portofolio
Portofolio yang sehat perlu diperiksa secara berkala. Karena kinerja setiap aset berbeda, proporsi alokasi awalmu bisa berubah seiring waktu.
Seberapa sering portofolio perlu dievaluasi?
Evaluasi berkala sebaiknya dilakukan setiap 6 atau 12 bulan sekali. Tujuannya bukan untuk mengubah strategi tiap hari, tetapi untuk memastikan alokasi aset masih sesuai dengan tujuan dan profil risikomu. Jika ada yang sudah melenceng jauh, lakukan rebalancing dengan menjual sebagian aset yang sudah naik berlebihan dan menambah yang nilainya terkoreksi, sehingga kembali ke proporsi awal yang direncanakan.
Kesimpulan: Menyusun Strategi Investasi Menghadapi 2026
Menyongsong 2026, kunci investasi yang berkelanjutan terletak pada persiapan, disiplin, dan konsistensi. Ketujuh strategi di atas—mulai dari diversifikasi aset, fokus pada fundamental, hingga evaluasi rutin—akan membantumu membangun portofolio yang lebih tangguh. Ingatlah bahwa pasar akan selalu berfluktuasi, tetapi investor yang memiliki rencana matang biasanya lebih mampu menghadapi gejolak tersebut dengan tenang.
Siapkan Portofolio 2026!
Tidak ada waktu yang lebih baik untuk mulai menyusun strategi daripada sekarang. Kamu bisa mulai menerapkan langkah-langkah praktis ini, seperti menentukan profil risiko, memilih instrumen yang sesuai, dan menjadwalkan investasi rutin.
Untuk eksekusi yang lebih mudah dan terkelola, kamu dapat menyusun dan mengelola strategi investasi 2026-mu di platform terpercaya seperti Ajaib. Dengan berbagai pilihan instrumen dan fitur yang mendukung, langkah awal menuju tujuan finansialmu bisa jadi lebih terstruktur. Yuk, siapkan portofolio terbaikmu untuk menyambut tahun yang penuh peluang!
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!