Ajaib
Menu

Investasi

Investasi Low Risk: Reksa Dana vs Obligasi

SarifaJanuary 13, 2026

“Reksa dana vs obligasi: mana investasi low risk yang tepat? Simak kelebihan, kekurangan, dan tujuan investasi masing-masing instrumen”

Bagi pemula yang tertarik investasi di pasar modal, biasanya disarankan untuk memilih instrumen investasi low risk, beberapa pilihannya adalah reksa dana dan obligasi. Walaupun return yang dihasilkan reksa dana dan obligasi relatif rendah, namun risiko yang dihadapi juga lebih rendah dibandingkan dengan saham.

Pertanyaannya, antara reksa dana dan obligasi mana yang paling cocok untuk menjadi pilihan bagi pemula dalam memulai investasi dengan risiko rendah? Oleh karena itu, kamu harus memahami apa yang menjadi perbedaan, kelebihan, dan sesuai dengan tipe kamu sebagai investor. Daripada penasaran, yuk simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Investasi Low Risk?

Sesuai dengan namanya, investasi low risk merupakan jenis investasi yang memiliki risiko rendah. Tidak ada investasi yang tidak memiliki risiko, namun investasi low risk memungkinkan investor untuk meminimalisir peluang rugi dalam berinvestasi. Hanya saja, risiko yang rendah ini juga mempengaruhi imbal hasil investasi yang rendah pula dan terasa di jangka panjang.

Hal ini bisa kamu lihat dari beberapa jenis investasi low risk seperti reksa dan dan obligasi. Suatu investasi dikatakan low risk karena memiliki keamanan lebih seperti likuiditas tinggi yang membuat nilainya cukup jarang terpengaruh ketika terjadi perubahan harga jangka pendek. 

Sementara bagi investor pemula, jenis investasi ini menjadi langkah awal kamu dalam memulai investasi sebelum lanjut ke instrumen dengan risiko lebih tinggi.

Reksa Dana sebagai Instrumen Investasi Low Risk

Salah satu instrumen investasi low risk yang menjadi pilihan adalah reksa dana. Instrumen ini paling cocok digunakan bagi pemula dengan minimnya pengetahuan akan investasi. Sederhananya, reksa dana memungkinkan investor menanamkan sejumlah dana yang dihimpun dan dikelola oleh manajer investasi profesional ke sejumlah aset investasi meliputi obligasi, pasar uang, hingga saham.

Pengelolaan yang dilakukan oleh profesional membuat risiko investasi di instrumen ini bisa ditekan dibanding investasi mandiri. Hal ini juga tidak terlepas dari nilai fluktuasi yang lebih stabil untuk dimanfaatkan target keuangan jangka pendek hingga menengah.

Pengertian dan Cara Kerja Reksa Dana

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa reksa dana merupakan sebuah instrumen investasi penghimpunan dana dari para investor untuk membeli portofolio terdiversifikasi meliputi saham, obligasi, hingga aset keuangan lainnya. Selain itu, reksa dana memungkinkan investor memegang unit dari reksa dana yang dibeli sehingga memiliki sebagian aset dalam sebuah portofolio.

Kinerja dari reksa dana bergantung pada aset yang dimiliki sehingga saat mayoritas nilai aset naik, maka nilai reksa dana juga ikut naik dan begitu sebaliknya saat nilai aset turun. Setiap investor akan mempercayakan pengelolaan serta pengambilan keputusan investasi oleh manajer investasi profesional. 

Para profesional ini yang akan melakukan riset, memilih instrumen, hingga memantau kinerja portofolio sesuai tujuan dari investasi reksa dana. Nantinya, pembagian dana akan disebar ke sejumlah sektor, industri, hingga perusahaan yang ditentukan berdasarkan strategi masing-masing.

Jenis Reksa Dana Low Risk

Selain menjadi salah satu pilihan investasi low risk, ada juga pilihan berdasarkan jenis reksa dana yang lebih rendah risiko lagi yaitu reksa dana pendapatan tetap dan pasar uang. Keduanya menawarkan risiko investasi yang rendah dengan pendapatan tetap maupun stabil sebagai imbalan dari dana yang diinvestasikan.

Apalagi reksa dana pendapatan tetap dijamin berdasarkan jangka waktu tertentu, bahkan seumur hidup dengan catatan imbal hasil dibayarkan di masa depan yang tidak mudah dicairkan layaknya tabungan maupun deposito. Sementara jenis reksa dana pasar uang mengacu pada surat berharga serta sertifikat deposito.

Kelebihan dan Kekurangan Reksa Dana

Penting bagi kamu untuk memahami apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan dari investasi di reksa dana. Dengan begitu, investasi bisa dilakukan tanpa rasa khawatir karena berpegang keputusan kamu sebagai investor. Adapun sejumlah kelebihan dari investasi reksa dana, di antaranya sebagai berikut:

  • Diversifikasi portofolio karena risiko yang rendah.
  • Kemudahan dalam mendapatkan unit reksa dana dengan harga yang adil karena diperdagangkan satu kali dalam sehari mengacu pada Nilai Aktiva Bersih.
  • Dividen atau pendapatan yang diperoleh bisa kembali digunakan membeli unit reksa dana tambahan sehingga memperkaya portofolio.
  • Investasi yang dikelola oleh manajer investasi profesional sehingga dijamin keamanan dan prospeknya.

Di samping kelebihan yang ditawarkan oleh investasi reksa dana, ada beberapa risiko yang harus kamu ketahui sehingga bisa mengambil keputusan tepat, di antaranya sebagai berikut:

  • Rasio biaya serta biaya penjualan tinggi yang membuat hasil keuntungan justru berkurang.
  • Terdapat pajak di setiap terjadinya transaksi aset walaupun tidak sama sekali menjual unit reksa dana yang dimiliki sehingga menjadi kurang efisien untuk hasil keuntungan.
  • Proses transaksi yang terbilang lama karena transaksi reksa dana diproses mengacu pada NAB penutupan harian.
  • Adanya kecurangan yang dilakukan oleh manajemen seperti churning, turnover secara berlebihan, hingga window dressing yang dilakukan oleh manajer investasi.

Obligasi sebagai Instrumen Investasi Low Risk

Selain reksa dana, obligasi juga menjadi salah satu pilihan investasi low risk yang dikenal menawarkan imbal pendapatan tetap. Sederhananya, investor akan meminjamkan dana bagi penerbit yaitu perusahaan atau pemerintah, lalu menerima bunga atau kupon secara bertahap sampai jatuh tempo terjadi. Pergerakan harga obligasi biasanya terkendali khususnya saat disimpan sampai jatuh tempo. 

Pengertian dan Cara Kerja Obligasi

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa obligasi merupakan salah satu produk investasi bersifat pendapatan tetap yang memungkinkan setiap investor bisa meminjamkan uang ke perusahaan maupun pemerintah dengan imbal hasil berupa tingkat bunga tertentu yang jangka waktunya ditetapkan sebelumnya.

Hal ini berarti penerbit obligasi nantinya harus mengembalikan dana pokok pada akhir periode dengan ditambah pembayaran bunga ketika masa obligasi berlangsung. Cara kerja obligasi layaknya instrumen utang dengan mewakili pinjaman bagi penerbit. Di awal penerbitan obligasi, peminjam menetapkan berapa jumlah bunga, jangka waktu pinjaman, dan jatuh tempo pengembalian. 

Jenis Obligasi yang Relatif Aman

Pada dasarnya, obligasi korporasi dan obligasi pemerintah menjadi jenis obligasi dengan risiko lebih rendah. Hal ini karena obligasi korporasi sebagai surat utang yang diterbitkan perusahaan dengan tujuan mendapatkan pendanaan tanpa mengajukan pinjaman ke bank dan besaran lebih kompetitif dan tenor fleksibel dibandingkan kredit perbankan. 

Obligasi ini menawarkan pendapatan tetap dalam bentuk kupon dengan tingkat risiko lebih rendah dibanding instrumen lain khususnya bagi perusahaan dengan kondisi keuangan sehat. Sedangkan untuk obligasi pemerintah diterbitkan langsung oleh negara dengan tujuan membiayai kebutuhan fiskal dan pembangunan.

Obligasi Apa yang Paling Aman untuk Investor Pemula?

Bagi para investor pemula, obligasi pemerintah menjadi salah satu pilihan yang paling aman seperti seperti ORI atau Obligasi Ritel Indonesia dan SBN ritel lain karena pembayaran pokok serta kuponnya dijamin langsung oleh negara berdasarkan UU Surat Utang Negara. Hal ini berarti pemerintah bertanggung jawab penuh terhadap kewajiban pembayaran kepada investor sampai jatuh tempo. 

Kelebihan dan Kekurangan Obligasi

Obligasi juga memiliki kelebihan dan kekurangan yang harus diperhatikan sebelum memulai investasi. Adapun kelebihan dari obligasi di antaranya sebagai berikut:

  • Diversifikasi portofolio yang lebih seimbang untuk menghindari risiko investasi.
  • Pembayaran investasi yang bisa diprediksi beserta imbal hasil yang berasal dari bunga atau kupon.
  • Memiliki tingkat volatilitas rendah dan stabil dibandingkan instrumen berisiko lainnya seperti saham. 
  • Potensi keuntungan dari pajak khususnya bagi obligasi pemerintah yang biasanya bebas pajak.
  • Imbal hasil bisa mengimbangi inflasi. 

Sementara untuk kekurangan yang menjadi risiko dari investasi obligasi meliputi hal-hal berikut:

  • Risiko gagal bayar ketika penerbit tidak tidak mampu menunaikan kewajibannya membayar bunga hingga mengembalikan pokok investasi.
  • Kenaikan suku bunga yang menyebabkan harga obligasi turun.
  • Call risk bagi penerbit yang bisa menebus obligasi sebelum jatuh tempo sehingga berpotensi kehilangan pembayaran bunga di masa mendatang.
  • Reinvestasi pada bunga atau pokok yang diperoleh, maka hasil yang didapat lebih rendah ketika suku bunga turun.
  • Risiko inflasi yang tinggi dapat melampaui suku bunga tetap sehingga mengurangi daya beli.
  • Likuiditas bagi obligasi yang jarang diperdagangkan sehingga sulit untuk mengakses dana yang diinvestasikan.

Perbandingan Reksa Dana vs Obligasi

Jika harus memilih antara reksa dana dan obligasi, maka kamu bisa membandingkan kedua instrumen investasi ini berdasarkan beberapa hal. Reksa dana sendiri dikumpulkan dari sejumlah investor yang nantinya bakal dikelola oleh manajer investasi untuk diinvestasikan ke sejumlah instrumen, namun imbal hasilnya dapat berfluktuasi sesuai kondisi pasar dan strategi yang digunakan.

Sedangkan obligasi sebagai instrumen utang dengan investor meminjamkan uang ke penerbit, lalu memperoleh bunga tetap secara berkala. Hanya saja, imbal hasil investasi lebih rendah dibandingkan potensi reksa dana khususnya saham untuk jangka panjang. Keduanya bisa disesuaikan dengan target investasi.

Perbandingan Risiko dan Imbal Hasil

Lalu untuk perbandingkan risiko serta imbal hasil dari kedua instrumen ini juga cukup berbeda. Pasalnya, reksa dana untuk satu jenis menawarkan peluang imbal hasil lebih tinggi dengan fluktuasi cukup besar. Sementara imbal hasil obligasi lebih stabil dengan bunga dibayarkan secara rutin. Kemudian untuk tingkat risiko reksa dana bergantung pada komposisi aset dan strategi investasi. 

Lain halnya dengan obligasi yang khususnya diterbitkan pemerintah memiliki risiko gagal bayar cukup rendah sehingga cocok digunakan investor yang ingin mengutamakan keamanan modal maupun pendapatan tetap. 

Perbandingan Likuiditas dan Modal Awal

Perbedaan antara reksa dana dan obligasi dalam hal likuiditas maupun modal awal juga cukup berbeda. Adapun reksa dana bisa dicairkan kapan saja melalui manajer investasi atau platform online, sementara obligasi memiliki jangka waktu tertentu karena pencairan sebelum jatuh tempo membutuhkan proses jual di pasar sekunder.

Sedangkan untuk modal awal berinvestasi di reksa dana, bisa dimulai dengan nominal relatif kecil. Berbeda dengan obligasi korporasi atau pemerintah membutuhkan nominal lebih besar pada pembelian langsung.

Bagaimana Likuiditas Reksa Dana Dibanding Obligasi?

Dalam hal ini, bisa dikatakan bahwa reksa dana unggul dibandingkan obligasi karena dapat dicairkan kapan saja melalui manajer investasi. Sementara sudah ditentukan kapan jatuh tempo maupun pembagian bunga di awal diterbitkan.

Reksa Dana vs Obligasi: Cocok untuk Investor Seperti Apa?

Pada dasarnya, kedua instrumen investasi ini sama-sama cocok digunakan oleh para investor pemula. Hal ini tidak terlepas dari risiko yang jauh lebih rendah dibandingkan aset berisiko lainnya sekaligus keuntungan yang tetap dihasilkan. Oleh karena itu, pemula yang terbatas dalam hal pengetahuan investasi, bisa memilih antara kedua instrumen investasi ini.

Memilih Investasi Low Risk Sesuai Tujuan Keuangan

Dengan memahami apa itu investasi low risk meliputi reksa dana dan obligasi, maka kamu bisa menyesuaikan investasi seperti apa yang sesuai dengan tujuan keuangan. Hal terpenting dalam berinvestasi adalah memulainya, sambil terus belajar sehingga kamu bisa mencapai tujuan dalam berinvestasi.

Investasi Reksa Dana

Kemudahan berinvestasi di instrumen low risk memang tidak terlepas dari platform yang menyediakan akses investasi ini, salah satunya adalah Ajaib. Ajaib membantu siapapun yang ingin memulai investasi termasuk pemula untuk menemukan instrumen yang cocok dengan target investasi kamu. Caranya dengan download aplikasi Ajaib di smartphone kamu dan mulai investasi sekarang.

“investasi low risk, reksa dana dan obligasi, reksa dana vs obligasi, instrumen investasi, reksa dana”

Google Play StoreApple App Store

Referensi:

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!

Investasi Low Risk: Reksa Dana vs Obligasi - Ajaib