Saham BUMI Terkoreksi Tajam, Investor Raksasa Justru Akumulasi
Gloria•January 26, 2026

Selama dua pekan beruntun, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) tercatat berada dalam tekanan dengan koreksi hampir 20%. Pada pekan yang berakhir Jumat (23/1/2026), harga saham BUMI turun sekitar 12,20% ke level Rp360 per saham, melanjutkan pelemahan pekan sebelumnya sebesar 11,20%. Koreksi ini terjadi di tengah arus keluar dana asing yang signifikan, mencapai sekitar Rp2,3 triliun sepanjang periode 12–23 Januari 2026.
Aksi Investor Besar di Tengah Koreksi Saham BUMI
Di balik tekanan jual tersebut, terdapat indikasi akumulasi oleh investor institusi global. Dimensional Fund Advisors LP tercatat membeli sekitar 62,81 juta lembar saham BUMI pada Kamis (22/1/2026), sehingga total kepemilikannya meningkat menjadi 1,06 miliar saham atau setara 0,29% dari total saham beredar. Selain itu, BlackRock juga menambah kepemilikan dengan membeli 1,40 juta saham pada Rabu (21/1/2026), sehingga total kepemilikannya mencapai 1,95 miliar lembar atau sekitar 0,54%.
Sebelumnya, pasar juga mencermati transaksi crossing jumbo di saham BUMI yang terjadi pada 19 Januari 2026 di pasar negosiasi dengan nilai sekitar Rp6,9 triliun. Transaksi ini melibatkan 182 juta lot saham di harga Rp380 per saham dan difasilitasi oleh Ina Sekuritas (RB), broker yang dikenal menangani saham-saham Grup Salim. Pasca transaksi tersebut, kepemilikan Treasure Global Investments Limited (TGIL) turun signifikan dari 8,08% menjadi 3,18% hak suara, yang mengindikasikan adanya perpindahan kepemilikan internal.
Langkah restrukturisasi kepemilikan ini dinilai berkaitan dengan upaya BUMI untuk memenuhi persyaratan masuk indeks MSCI, khususnya menjelang peninjauan Mei 2026. MSCI tengah mengkaji metodologi baru terkait perhitungan free float, di mana kepemilikan badan usaha tidak otomatis dihitung sebagai free float. Perpindahan saham ke akun perseorangan dinilai dapat memperbesar porsi free float dan meningkatkan peluang BUMI masuk indeks. Sejumlah pihak menilai potensi rebalancing MSCI dapat menjadi katalis positif bagi saham BUMI, dengan proyeksi harga berkisar Rp600–Rp800 secara konservatif, hingga target agresif di area Rp1.000 pada 2026.
Mulai investasi saham dengan Ajaib
Manfaatkan momentum pasar dan peluang dari saham-saham potensial seperti BUMI dengan kemudahan investasi saham melalui Ajaib. Dengan akses data pasar, analisis, dan transaksi yang praktis, Ajaib membantu investor mengambil keputusan investasi secara lebih terukur.
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini berdasarkan riset internal dan tidak dipengaruhi pihak mana pun. Informasi ini bukan merupakan ajakan atau paksaan untuk membeli atau menjual Efek tertentu. Harga saham dapat berubah secara real-time; berinvestasilah sesuai analisis dan keputusan pribadi.
Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/research/20260126065421-128-705167/diam-diam-blackrock-borong-jutaan-saham-bumi-saat-jatuh
Profil Penulis
Writer
-
Artikel Terkait




Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!