Saham BBCA Sentuh Level Terendah, Saatnya Beli atau Wait and See?
Salsabilla•April 27, 2026

Saham BBCA kembali jadi sorotan setelah ditutup di Rp6.050, level terendah sejak 2021. Penurunan ini terjadi di tengah tekanan pasar saham domestik akibat arus modal keluar asing, sentimen risiko negara, serta ketidakpastian global. Meski begitu, pergerakan harga yang melemah justru membuat banyak pelaku pasar kembali menyoroti valuasi dan kualitas fundamental emiten perbankan terbesar swasta di Indonesia ini.
Kinerja Q1 2026 Tunjukkan Fundamental BBCA Masih Solid
Pada kuartal I/2026, BCA membukukan laba bersih konsolidasian Rp14,68 triliun atau tumbuh 3,83% secara tahunan dibanding periode sama tahun lalu Rp14,14 triliun. Pertumbuhan laba ini menunjukkan bahwa di tengah kondisi global yang dinamis, mesin bisnis perseroan masih berjalan stabil. Selain laba bersih, penopang utama lainnya datang dari pendapatan komisi, provisi, fee, dan administrasi yang tumbuh 8,65% YoY menjadi Rp5,06 triliun. Ini menandakan diversifikasi pendapatan BBCA tetap kuat dan tidak hanya bergantung pada pendapatan bunga.
| Indikator Kinerja Q1 2026 | Nilai |
|---|---|
| Laba Bersih | Rp14,68 triliun |
| Pertumbuhan Laba YoY | 3,83% |
| Pendapatan Fee Based Income | Rp5,06 triliun |
| Kredit Disalurkan | Rp994 triliun |
| Pertumbuhan Kredit YoY | 5,6% |
Kualitas Aset dan Likuiditas Jadi Penopang Utama
Di sektor perbankan, pertumbuhan laba saja belum cukup tanpa kualitas aset yang sehat. Hingga Maret 2026, BBCA mencatat rasio NPL sebesar 1,8% dan loan at risk (LAR) 5,1%. Angka ini masih mencerminkan profil risiko yang terjaga dibanding banyak bank lain di industri. Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga mencapai Rp1.292,4 triliun atau tumbuh 8,3% YoY. Menariknya, komposisi CASA mencapai 85,2% dari total dana pihak ketiga (DPK). Porsi dana murah yang dominan ini penting karena membantu menjaga efisiensi biaya dana dan menopang profitabilitas jangka panjang.
- NPL terjaga di 1,8%
- LAR berada di 5,1%
- DPK tumbuh 8,3% YoY
- CASA dominan 85,2%
- Struktur pendanaan relatif kuat
Mengapa Harga Saham BBCA Tetap Tertekan?
Meski fundamental masih solid, harga saham tidak selalu bergerak sejalan dengan kinerja emiten dalam jangka pendek. Tekanan pada Saham BBCA kali ini lebih banyak dikaitkan dengan sentimen makro, foreign outflow, dan rotasi portofolio investor global terhadap pasar berkembang.
Selain itu, sektor big banks kerap dianggap sebagai cerminan ekonomi nasional. Saat risiko global meningkat, saham perbankan besar sering menjadi objek jual terlebih dahulu. Karena itu, pelemahan BBCA tidak berdiri sendiri, tetapi juga terlihat pada saham bank jumbo lain.
Prospek Saham BBCA dan Dividen Interim 3 Kali
Salah satu faktor yang menjaga daya tarik Saham BBCA adalah rencana pembagian dividen interim dalam tiga tahap pada Juni, September, dan Desember 2026. Kebijakan ini memberi sinyal manajemen tetap percaya diri terhadap arus kas dan kinerja bisnis sepanjang tahun. Di sisi operasional, perseroan juga mempertahankan panduan pertumbuhan kredit 8%–10% hingga akhir tahun. Jika realisasi berjalan sesuai target dan kondisi makro membaik, maka sentimen terhadap saham ini berpotensi lebih positif ke depan.
Saatnya Serok atau Tunggu Dulu?
Bagi investor, keputusan bukan sekadar melihat harga turun, tetapi memahami alasan di balik penurunan. Jika tekanan berasal dari faktor eksternal sementara fundamental tetap sehat, sebagian pelaku pasar biasanya mulai mencermati peluang akumulasi bertahap. Namun, pendekatan bertahap tetap relevan mengingat volatilitas global masih tinggi. Memantau arus dana asing, pergerakan rupiah, serta sentimen suku bunga tetap penting sebelum mengambil keputusan. Fokus utama tetap pada kualitas bisnis BBCA yang selama ini dikenal konsisten.
Mulai Investasi Saham di Ajaib
Pantau pergerakan harga saham hingga jadwal pembagian dividen dengan mudah melalui aplikasi Ajaib. Pantau momentuk dan mulai investasi saham sesuai profil risiko dan tujuan keuanganmu di Ajaib sekarang!
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Sumber: https://premium.bisnis.com/read/20260427/656/1969450/prospek-dan-fundamental-bank-bca-serta-ramalan-nasib-saham-bbca
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!