Portofolio Lo Kheng Hong: Akumulasi GJTL dan Dominasi BNGA
Sarifa•November 11, 2025

Lo Kheng Hong, seorang legenda hidup di pasar modal Indonesia, telah menginspirasi banyak orang untuk membangun kekayaan melalui investasi saham. Dengan pengalaman lebih dari 35 tahun, pria yang kerap dijuluki “Warren Buffett-nya Indonesia” ini dikenal dengan strategi value investing yang konsisten dan disiplin.
Artikel ini akan mengupas dua saham yang kini menjadi perhatiannya: Saham GJTL (Gajah Tunggal) dan Saham BNGA (Bank CIMB Niaga). Kami akan menganalisis apa yang membuat saham-saham ini menarik di mata sang maestro dan pelajaran apa yang bisa Kamu tiru untuk portofolomu sendiri.
Siapa Lo Kheng Hong dan Mengapa Strateginya Layak Kamu Tiru?
Sebelum menyelam ke analisis saham, penting untuk memahami sosok di balik strategi ini. Lo Kheng Hong bukanlah berasal dari keluarga kaya. Ia memulai karirnya sebagai pegawai bank dan mulai berinvestasi secara rutin dengan menyisihkan sebagian gajinya setiap bulan.
Kekayaannya yang kini diperkirakan mencapai triliunan rupiah dibangun bukan dengan spekulasi, tetapi melalui investasi nilai (value investing) yang berprinsip pada fundamental perusahaan yang kuat. Filosofi intinya sederhana: mencari “saham Mercedes-Benz dengan harga mobil Bajaj”. Artinya, menemukan perusahaan-perusahaan berkualitas tinggi yang diperdagangkan dengan harga murah.
Mengupas Saham GJTL: Lo Kheng Hong Kantongi Dividen Rp 9,57 Miliar
PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) adalah produsen ban terintegrasi secara vertikal yang paling luas di Indonesia. Baru-baru ini, perusahaan ini menjadi pembicaraan karena membagikan dividen yang cukup besar.
Fakta Dividen GJTL untuk Lo Kheng Hong
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2024, Gajah Tunggal memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 50 per saham, dengan total Rp 174,22 miliar.
Berdasarkan data KSEI per 26 Juni 2025, Lo Kheng Hong memegang 191,48 juta saham GJTL yang tercatat di delapan sekuritas. Dengan kepemilikan sebanyak itu, ia berhak menerima dividen senilai Rp 9,57 miliar. Ini adalah buah dari kesabaran dan keyakinannya mengakumulasi saham ini dalam waktu lama.
Mengapa Lo Kheng Hong Tertarik pada GJTL? Mari Lihat Fundamentalnya
Lo Kheng Hong tidak asal membeli. Keputusannya untuk terus mengakumulasi saham GJTL didasarkan pada fundamental perusahaan yang memenuhi kriterianya. Berikut datanya:
Beberapa poin fundamental yang menjadi pertimbangan Lo Kheng Hong antara lain:
- Nilai Valuasi yang Murah: Seperti terlihat di tabel, P/E Ratio dan P/BV Ratio GJTL sangat rendah. Ini adalah sinyal utama yang dicari oleh value investor seperti Lo Kheng Hong.
- Kinerja Perusahaan yang Solid: Meski ada tantangan, GJTL tetap mencetak laba bersih yang signifikan, yakni Rp 1,18 triliun pada 2023. Kinerja yang profitable adalah prasyarat mutlak.
- Aktivitas Akumulasi yang Konsisten: Lo Kheng Hong tidak hanya pasif. Catatan menunjukkan ia aktif menambah saham GJTL sepanjang 2025, termasuk membeli 595.700 saham pada 18 Juni 2025. Ini menunjukkan keyakinannya pada prospek jangka panjang perusahaan.
Menganalisis Saham BNGA: Dividen Tinggi dan Fundamental Kuat
Saham lain yang mendominasi portofolio Lo Kheng Hong adalah PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA). Sebagai salah satu bank besar di Indonesia, BNGA menawarkan paket lengkap untuk investor value.
Fundamental Kuat Bank CIMB Niaga
BNGA bukanlah bank biasa. Sebagai bagian dari CIMB Group, bank ini memiliki bisnis yang diversifikasi dan stabil. Mari kita lihat daya tarik fundamentalnya:
Beberapa poin yang membuat BNGA istimewa:
- Dividen Yield yang Menarik: Dengan Dividend Yield sebesar 8.98%, BNGA adalah pilihan tepat untuk Kamu yang mencari arus pendapatan pasif. Lo Kheng Hong diyakini mendapatkan pendapatan dividen yang sangat besar dari kepemilikan saham BNGA-nya.
- Valuasi yang Masih Murah: Mirip dengan GJTL, P/E Ratio di bawah 10 dan P/B Ratio di bawah 1 adalah sinyal “murah” bagi investor seperti Lo Kheng Hong.
- Bisnis yang Komprehensif: BNGA memiliki lini bisnis yang lengkap, mulai dari retail, corporate, treasury, hingga syariah, yang membuat pendapatannya stabil dan berkelanjutan.
5 Tips Investasi ala Lo Kheng Hong untuk Investor Pemula
Dari analisis atas saham GJTL dan BNGA, kita bisa merangkum prinsip utama Lo Kheng Hong. Ini bisa Kamu terapkan mulai hari ini:
- Cari Perusahaan dengan Valuasi Murah
Lo Kheng Hong sangat memperhatikan rasio P/E dan Price to Book Value (PBV). Kriteria idealnya adalah P/E di bawah 15 dan PBV di bawah 1.5. Bahkan, ia menggunakan rumus Benjamin Graham (The Intelligent Investor) di mana hasil kali P/E dan PBV tidak boleh lebih dari 22.5. Kedua saham, GJTL dan BNGA, memenuhi kriteria ini dengan sangat baik. - Utamakan Kekuatan Fundamental Perusahaan
Jangan tergiur oleh rumor atau hype. Fokuslah pada:- Rasio Hutang yang Sehat: Pastikan aset perusahaan lebih besar dari liabilitasnya. Lo Kheng Hong menyukai perusahaan dengan rasio kredit di atas 150%.
- Pertumbuhan Laba yang Konsisten: Cari perusahaan yang labanya tumbuh positif secara konsisten selama beberapa tahun terakhir.
- Likuiditas yang Baik: Perusahaan yang memiliki kas yang kuat lebih tahan dalam menghadapi krisis ekonomi.
- Berpikir Jangka Panjang dan Sabar
Lo Kheng Hong memegang saham GJTL dan BNGA bukan untuk hari ini atau besok, tapi untuk tahun-tahun mendatang. Investasi adalah soal membeli bisnis, bukan hanya kertas saham. Berikan waktu bagi perusahaan berkualitas untuk berkembang dan meningkatkan nilainya. - Jangan Takut pada Berita Buruk Sementara
Seringkali, saham bagus menjadi murah karena sentimen pasar atau berita buruk sementara yang tidak merusak fundamental jangka panjang perusahaan. Lo Kheng Hong melihat ini sebagai kesempatan untuk membeli di harga diskon. - Terus Belajar dan Melek Financial
Lo Kheng Hong sendiri selalu menekankan pentingnya memahami laporan keuangan. Sebagai investor, Kamu harus bisa membaca dan menganalisis laporan keuangan perusahaan, setidaknya yang dasar-dasar seperti laporan laba rugi dan neraca.
Kesimpulan: Meneladani Strategi, Bukan Hanya Menjiplak Saham
Lo Kheng Hong telah membuktikan bahwa dengan disiplin, kesabaran, dan pendekatan yang tepat, siapa pun bisa sukses di pasar saham. Dominasinya pada Saham BNGA dan akumulasinya pada Saham GJTL bukanlah kebetulan, tetapi hasil dari penyaringan fundamental yang ketat.
Sebagai investor pemula, yang perlu Kamu tiru bukanlah daftar saham yang ia miliki hari ini, tetapi kerangka berpikir (mindset) dan metodologinya. Mulailah dengan mendidik diri sendiri, lakukan penelitian fundamental, berinvestasilah untuk jangka panjang, dan tetaplah disiplin.
Seperti pesan Lo Kheng Hong, tugas Kamu adalah menemukan “saham Mercedes-Benz” milik Kamu sendiri yang dijual dengan “harga Bajaj”. Selamat berinvestasi!
Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Membeli dan Menjual Saham di Ajaib
Mulai Investasi Saham di Ajaib!
Ajaib adalah aplikasi investasi all-in-one, mulai dari Saham Indonesia, reksadana, obligasi, kripto, hingga saham Amerika. Ajaib hadir untuk memberikan pengalaman investasi yang lebih cepat, aman, dan handal. Yuk mulai berinvestasi di beragam instrumen di Ajaib. Proses pendaftarannya mudah dan 100% online. Sudah berizin dan diawasi OJK & BAPPEBTI.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!