Ajaib
Menu

Berita

IHSG Sesi I Turun 1,06%, Saham CPO Jadi Penopang Saat Asing Outflow Rp987 Miliar

Ratih MustikoningsihSeptember 24, 2026

Key Takeaway:

  • IHSG sesi I Kamis (24/9) turun 1,06% ke level 6.307, dengan investor asing mencatatkan outflow Rp987 miliar di seluruh pasar ekuitas.
  • Sektor material dasar turun 1,61% dan energi terkoreksi 1,12%, menjadi dua sektor yang membebani pergerakan IHSG. 
  • Saham CPO justru bergerak positif, dengan SSMS naik 4,72% dan DSNG menguat 4,62%.
  • Harga CPO rebound 0,11% ke MYR4.690 per ton setelah terkoreksi selama lima hari berturut-turut.

IHSG Sesi I Turun 1,06% ke Level 6.307

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi I perdagangan Kamis (24/9/2026) di level 6.307, turun 67,81 poin atau 1,06%. Sepanjang sesi I, IHSG bergerak pada level tertinggi 6.368 dan terendah 6.304.

Dari aktivitas perdagangan, nilai transaksi saham mencapai sekitar Rp6,11 triliun, dengan volume transaksi sebanyak 195 juta lot dan frekuensi perdagangan sekitar 962 ribu kali.

IndikatorSesi I 24 September 2026 
IHSG6.307
Perubahan IHSG-1,06%
IHSG tertinggi6.368
IHSG terendah 6.304
Nilai transaksiRp6,11 triliun
Volume transaksi195 juta lot
Frekuensi transaksi962 ribu
Foreign flowOutflow Rp987 miliar

Asing Catat Outflow Rp987 Miliar, Big Banks Jadi Sasaran Profit Taking 

Tekanan terhadap IHSG sejalan dengan aksi jual investor asing. Pada perdagangan 24 September 2026, investor asing mencatatkan outflow Rp987 miliar di seluruh pasar ekuitas.

Profit taking investor asing masih didominasi saham big banks. BMRI mencatat net sell asing sekitar Rp237 miliar, sedangkan BBRI mencatat net sell sekitar Rp90,6 miliar.

Dari sisi informasi korporasi, BBRI mempublikasikan bahwa laporan keuangan perseroan untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026 akan menjalani limited review oleh Akuntan Publik. Berdasarkan informasi tersebut, batas waktu yang ditetapkan OJK adalah maksimal 30 November 2026.

Sektor Material Dasar dan Energi Jadi Penekan IHSG

Pelemahan IHSG pada sesi I turut dipengaruhi koreksi sejumlah sektor. Indeks sektor material dasar turun 1,61%, sementara sektor energi terkoreksi 1,12%.

SektorPerubahan
Material dasar -1,61% 
Energi -1,12% 

Di tengah tekanan tersebut, saham berbasis komoditas CPO justru mencatatkan penguatan. SSMS naik 4,72%, sedangkan DSNG menguat 4,62% pada sesi I.

Penguatan saham CPO terjadi seiring harga CPO yang mulai rebound setelah sebelumnya mengalami koreksi selama lima hari berturut-turut.

Harga CPO Rebound ke MYR4.690 per Ton 

Disisi lain, harga CPO rebound 0,11% ke MYR4.690 per ton setelah terkoreksi selama lima hari berturut-turut. Pergerakan tersebut turut mengikuti apresiasi harga minyak mentah global yang menjadi salah satu sentimen bagi komoditas minyak nabati.

Selain faktor harga minyak, pasar juga memperhatikan kondisi pasokan CPO. Kekhawatiran terhadap penurunan laju produksi musiman di kawasan produsen utama akibat El Niño dapat memengaruhi pasokan CPO.

Dari sisi permintaan, perluasan kebijakan biodiesel domestik Indonesia juga menjadi perhatian. Implementasi B40 dan persiapan menuju B50 berpotensi meningkatkan penyerapan CPO di dalam negeri.

Peningkatan penyerapan domestik tersebut dapat mengurangi volume CPO untuk pasar ekspor. Penyerapan CPO tersebut mulai dilakukan secara penuh pada Oktober 2026.

Saham SSMS Naik 4,72% dan Capai Target

Saham SSMS menjadi salah satu saham CPO yang mencatatkan penguatan signifikan pada sesi I. Saham tersebut naik 4,72%, dengan level kenaikan tertinggi mencapai 5,66%, sebelum ditutup pada harga Rp1.110.

Berdasarkan data perdagangan, Rp1.120 menjadi resistance terdekat, sementara area Rp1.030-Rp1.000 menjadi support yang perlu diperhatikan.

Penguatan SSMS menunjukkan bahwa saham sektor perkebunan mendapat perhatian ketika harga CPO mulai mengalami rebound. Namun, pergerakan selanjutnya tetap dipengaruhi harga CPO, kondisi produksi, kebijakan biodiesel, serta arus dana investor asing.

Pantau Pergerakan Saham dan Trading Saham di Ajaib

Pergerakan IHSG, saham CPO, dan arus dana investor asing dapat berubah mengikuti sentimen pasar dan harga komoditas global.

Investor dapat memantau harga saham secara real time, menyusun watchlist, serta menggunakan fitur trading saham di Ajaib Terminal sesuai dengan strategi dan profil risikonya.

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi  ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Profil Penulis

Ratih Mustikoningsih
Ratih Mustikoningsih

Financial Expert Ajaib

Ratih Mustikoningsih merupakan Financial Expert di Ajaib yang memiliki pengalaman lebih 10 tahun di pasar modal Indonesia, khususnya dalam analisis saham dan strategi investasi. Melalui artikel dan edukasi yang ia sajikan, Ratih membantu investor memahami fundamental perusahaan, dinamika pasar, serta mengambil keputusan investasi saham yang lebih tepat.

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!