IHSG Sesi I Melemah, Rupiah Justru Menguat terhadap Dolar AS
Salsabilla•June 29, 2026

Key Takeaways
- IHSG sempat dibuka menguat hingga 0,70%, namun berbalik melemah hampir 1% pada penutupan sesi I akibat tekanan saham-saham berkapitalisasi besar.
- Rupiah menguat terhadap dolar AS ke kisaran Rp17.800 per dolar AS pada perdagangan pagi.
- Pemerintah dan DPR menegaskan fokus menjaga inflasi serta daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
IHSG Dibuka Menguat, Namun Berbalik Melemah pada Sesi I
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Senin (29/6/2026) di zona hijau dengan kenaikan 0,70% ke level 5.937,39, setelah pada pekan sebelumnya terkoreksi 1,72%. Penguatan awal tersebut didukung mayoritas sektor yang bergerak positif, terutama sektor keuangan yang menjadi motor utama penggerak indeks.
Namun, optimisme tersebut tidak bertahan lama. Kurang dari 30 menit setelah pembukaan, tekanan jual kembali mendominasi pasar sehingga IHSG berbalik ke zona merah. Hingga penutupan sesi I, IHSG turun 57,18 poin atau 0,97% ke level 5.838,95 dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp4,02 triliun.
Pergerakan IHSG dan Rupiah Hari Ini
| Indikator | Pergerakan |
|---|---|
| IHSG saat pembukaan | +0,70% ke 5.937,39 |
| Level tertinggi | 5.942,77 |
| Penutupan sesi I | -0,97% ke 5.838,95 |
| Nilai transaksi sesi I | Rp4,02 triliun |
| Rupiah terhadap dolar AS | Menguat ke kisaran Rp17.879-Rp17.922 per dolar AS |
Selain pergerakan IHSG, rupiah juga menunjukkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan pagi. Berdasarkan data Bloomberg, mata uang Garuda sempat menguat hingga kisaran Rp17.879 per dolar AS, mencerminkan pelemahan dolar AS sekitar 0,12%.
Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan IHSG
Pada awal perdagangan, penguatan IHSG ditopang oleh mayoritas sektor yang berada di zona hijau, dengan rincian sebagai berikut:
- Sektor keuangan naik 2,68%, menjadi kontributor terbesar penguatan indeks.
- Sektor basic industry menguat 1,14%.
- Sektor energi naik 0,84%.
- Sektor kesehatan, infrastruktur, teknologi, dan properti juga mencatat kenaikan tipis.
- Sebaliknya, sektor transportasi turun 1,12%, sedangkan sektor industri melemah tipis 0,02%.
Meski demikian, tekanan jual pada saham-saham berkapitalisasi besar akhirnya membalikkan arah indeks. Saham BBCA menjadi pemberat utama IHSG setelah turun sekitar 2,43%, diikuti oleh BMRI, BBRI, TLKM, BREN, BRPT, dan beberapa emiten besar lainnya.
Di sisi lain, investor asing juga masih mencatatkan net foreign sell sekitar Rp537,25 miliar di seluruh pasar, yang turut menambah tekanan terhadap pergerakan IHSG.
Prospek IHSG dan Fokus Pemerintah Menjaga Stabilitas Ekonomi
Secara teknikal, IHSG dinilai masih berada dalam fase koreksi meski sempat menguat pada awal perdagangan. Sejumlah analis memperkirakan indeks masih berpotensi menguji area 5.723–5.784, sementara area 5.912–5.937 menjadi resistance jangka pendek apabila tekanan jual mulai mereda.
Di tengah kondisi pasar tersebut, pemerintah bersama DPR menegaskan fokus kebijakan jangka pendek untuk menjaga inflasi dan daya beli masyarakat. Pemerintah juga memastikan dana sebesar Rp281 triliun akan kembali ditempatkan di perbankan Himbara hingga akhir 2026, serta menyiapkan tambahan dana Rp100 triliun apabila dibutuhkan guna menjaga stabilitas sektor perbankan.
Mulai Investasi Saham di Ajaib
Pergerakan IHSG dan rupiah dapat menjadi indikator penting bagi investor dalam membaca kondisi pasar. Dengan mengikuti perkembangan ekonomi dan kebijakan terbaru, kamu dapat menyusun strategi investasi yang lebih matang sesuai profil risiko. Mulai investasi saham dengan lebih mudah melalui aplikasi Ajaib dan nikmati berbagai fitur untuk membantu pengambilan keputusan investasimu. Download aplikasi Ajaib di Play Store & App Store sekarang!
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko. Pastikan Anda melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.
Sumber: Detik Finance, Kabar Bursa, CNBC Indonesia
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!