AS Serang Iran Lagi usai Trump Tuding Pelanggaran Gencatan Senjata di Selat Hormuz
Salsabilla•June 29, 2026

Key Takeaways
- AS melancarkan serangan ke fasilitas rudal, drone, dan radar pantai Iran setelah menuduh Teheran melanggar gencatan senjata 60 hari.
- Ketegangan dipicu serangan drone Iran terhadap kapal kargo berbendera Singapura di Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi minyak terpenting dunia.
- Iran mengklaim telah membalas serangan AS dan memperingatkan bahwa respons berikutnya akan lebih besar apabila aksi militer kembali dilakukan.
AS Kembali Serang Iran usai Dugaan Pelanggaran Gencatan Senjata
Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer terhadap Iran setelah Presiden Donald Trump menuduh Teheran melanggar kesepakatan gencatan senjata selama 60 hari. Tuduhan tersebut muncul setelah Iran disebut meluncurkan serangan drone terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling strategis bagi perdagangan minyak global.
Militer Amerika Serikat menyatakan bahwa operasi tersebut menyasar gudang penyimpanan rudal, drone, serta radar pantai Iran. Eskalasi terbaru ini terjadi hanya sekitar sepekan setelah kedua negara menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan membuka jalan menuju perdamaian permanen, sehingga kembali memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.
Kronologi Eskalasi Terbaru AS dan Iran
| Peristiwa | Keterangan |
|---|---|
| Dugaan pelanggaran gencatan senjata | AS menuduh Iran meluncurkan drone ke kapal-kapal di Selat Hormuz. |
| Insiden kapal | Drone Iran dilaporkan menghantam kapal kargo berbendera Singapura Ever Lovely yang tetap melanjutkan pelayarannya. |
| Respons AS | Central Command menyerang gudang rudal, penyimpanan drone, dan radar pantai Iran. |
| Drone lain dicegat | Donald Trump menyebut militer AS berhasil menjatuhkan tiga drone lain yang mengarah ke kapal-kapal di Selat Hormuz. |
| Respons Iran | Iran mengklaim menyerang posisi militer AS di kawasan sebagai aksi balasan. |
Menurut U.S. Central Command, serangan terhadap kapal komersial dinilai melanggar kesepakatan gencatan senjata sekaligus mengganggu kebebasan navigasi internasional di Selat Hormuz. Jalur tersebut merupakan salah satu koridor perdagangan energi terpenting di dunia sehingga setiap gangguan berpotensi meningkatkan kekhawatiran terhadap distribusi minyak global.
Selain kapal Ever Lovely, UK Maritime Trade Operations (UKMTO) juga melaporkan sebuah kapal tanker di Selat Hormuz terkena proyektil tak dikenal yang menyebabkan kerusakan pada bagian anjungan. Meski demikian, seluruh awak kapal dilaporkan dalam kondisi selamat.
Iran Balas Serangan dan Tuding AS Melanggar Kesepakatan
Iran menyatakan telah membalas serangan udara Amerika Serikat dengan menyerang sejumlah posisi militer AS di kawasan melalui Angkatan Laut Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Pemerintah Iran juga menegaskan bahwa setiap serangan lanjutan dari Amerika Serikat akan dibalas dengan respons yang lebih besar.
Dalam pernyataannya, Iran menuduh Amerika Serikat justru melanggar nota kesepahaman yang sebelumnya telah disepakati. Teheran mengklaim pengaturan lalu lintas di Selat Hormuz merupakan bagian dari kesepakatan yang harus dihormati seluruh pihak, sehingga aksi militer AS dinilai sebagai pelanggaran terhadap komitmen tersebut.
Beberapa poin penting dari respons kedua negara meliputi:
- AS menilai Iran melanggar gencatan senjata melalui serangan drone terhadap kapal-kapal komersial.
- Iran membantah tuduhan tersebut dan menyebut serangan AS sebagai pelanggaran terhadap nota kesepahaman.
- IRGC mengklaim telah menyerang posisi militer AS sebagai bentuk balasan atas operasi udara Amerika Serikat.
- Iran memperingatkan eskalasi lebih besar apabila serangan kembali dilakukan di masa mendatang.
- Bahrain mengecam serangan drone Iran, menyebut aksi tersebut melanggar kedaulatan negara dan norma internasional.
Ketegangan terbaru ini terjadi setelah proses diplomasi sempat menunjukkan perkembangan positif. Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya menandatangani nota kesepahaman untuk mengarah pada penyelesaian konflik secara permanen. Bahkan Wakil Presiden JD Vance baru saja melakukan pembicaraan dengan perwakilan Iran di Swiss guna membahas implementasi kesepakatan tersebut.
Dampak Ketegangan Selat Hormuz terhadap Pasar Global
Kembalinya konflik di sekitar Selat Hormuz kembali menjadi perhatian pelaku pasar global karena kawasan tersebut merupakan salah satu jalur utama distribusi minyak dunia. Setiap peningkatan risiko keamanan di wilayah ini berpotensi memengaruhi sentimen pasar energi maupun pasar keuangan internasional apabila mengganggu kelancaran arus perdagangan.
Di sisi lain, perkembangan terbaru juga menunjukkan bahwa proses diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran masih menghadapi tantangan besar. Dengan kedua pihak saling menuduh telah melanggar kesepakatan serta mengancam aksi balasan lanjutan, perhatian pasar akan tertuju pada perkembangan situasi geopolitik berikutnya yang dapat memengaruhi volatilitas aset global.
Investasi Saham AS Lebih Mudah di Ajaib
Perkembangan geopolitik global seperti konflik di Timur Tengah dapat memengaruhi sentimen pasar saham Amerika Serikat, terutama pada sektor energi, pertahanan, hingga transportasi. Karena itu, mengikuti perkembangan berita internasional menjadi salah satu cara untuk memahami dinamika pasar sebelum mengambil keputusan investasi. Melalui aplikasi Ajaib, kamu dapat mengakses berbagai saham perusahaan Amerika Serikat secara praktis sekaligus memperoleh informasi pasar yang membantu memahami pergerakan ekonomi global. Download aplikasi Ajaib di Play Store & App Store sekarang!
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko. Pastikan Anda melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.
Sumber: https://www.cnbc.com/2026/06/26/us-strikes-iran-strait-of-hormuz-ceasefire.html
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!