Ajaib
Menu

Berita

IHSG Dibuka Naik 0,41%, Rupiah Kembali Melemah ke Rp18.000

SalsabillaAugust 4, 2026

Key Takeaways

  • IHSG dibuka menguat 0,41% ke level 6.260,32 dengan mayoritas saham bergerak di zona hijau di tengah kombinasi sentimen positif domestik dan global.
  • Rupiah kembali melemah ke Rp18.029 per dolar AS, dipengaruhi penguatan indeks dolar AS setelah sempat menguat pada perdagangan sebelumnya.
  • Pasar menantikan sejumlah katalis penting, mulai dari data ekonomi Indonesia hingga laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi arah pasar dalam jangka pendek.

IHSG Dibuka Menguat, Pasar Mencerna Beragam Sentimen Awal Agustus

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Selasa (4/8/2026) di zona hijau. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 09.00 WIB, IHSG berada di level 6.260,32, naik 25,82 poin atau 0,41% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level 6.234,50.

Pergerakan pasar masih diperkirakan berlangsung dinamis. Pelaku pasar tidak hanya mencermati data ekonomi dari dalam negeri, tetapi juga perkembangan global yang masih dipenuhi berbagai ketidakpastian. Kombinasi sentimen positif dan negatif tersebut membuat arah pergerakan IHSG dalam beberapa hari ke depan masih bergantung pada respons pasar terhadap berbagai data ekonomi yang akan dirilis sepanjang pekan.

IHSG Dibuka Naik 0,41%, Aktivitas Perdagangan Masih Didominasi Saham Menguat

Pada awal perdagangan, IHSG sempat dibuka di level 6.254,78, kemudian bergerak hingga menyentuh level tertinggi 6.264,26 sebelum bergerak di kisaran tersebut pada sesi pembukaan. Aktivitas transaksi juga menunjukkan minat beli yang masih cukup baik, tercermin dari dominasi saham yang berhasil ditutup di zona hijau pada awal perdagangan.

IndikatorNilai
IHSG6.260,32 (+0,41%)
Nilai TransaksiRp256,2 miliar
Volume Perdagangan445,8 juta saham
Frekuensi Transaksi52.240 kali
Saham Menguat322
Saham Melemah95
Saham Stagnan546

Mayoritas saham yang bergerak menguat mengindikasikan tekanan jual masih relatif terkendali pada awal sesi perdagangan. Di sisi lain, nilai transaksi yang mulai meningkat menunjukkan pelaku pasar tetap aktif melakukan akumulasi sambil menunggu arah baru dari berbagai katalis ekonomi domestik maupun global yang akan muncul dalam beberapa hari ke depan.

Sentimen Domestik dan Global Sama-Sama Memberikan Pengaruh ke IHSG

Pergerakan IHSG pada awal perdagangan ditopang oleh sejumlah kabar positif dari dalam negeri. PMI manufaktur Indonesia kembali memasuki fase ekspansi setelah naik menjadi 50,2 pada Juli dari 46,9 pada Juni. Selain itu, inflasi juga menunjukkan tren yang lebih terkendali dengan deflasi bulanan sebesar 0,14%, sehingga inflasi tahunan turun menjadi 2,88%. Sektor perbankan juga masih mencatatkan kinerja yang solid dengan pertumbuhan kredit mencapai 12,67% secara tahunan hingga Juni 2026.

Meski demikian, masih terdapat sejumlah faktor yang membatasi optimisme pasar. Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat defisit sebesar US$450 juta pada Juni 2026, memperpanjang defisit selama dua bulan berturut-turut setelah pada Mei mencatatkan defisit sebesar US$1,61 miliar. Kondisi tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena menunjukkan laju impor masih tumbuh lebih cepat dibandingkan ekspor.

Dari eksternal, sentimen global cenderung membaik setelah harga minyak dunia turun lebih dari 4%, didorong harapan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Selain itu, pelemahan indeks dolar AS dan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turut membuka peluang aliran dana kembali mengarah ke aset negara berkembang, termasuk pasar saham Indonesia.

Namun, pasar masih akan mencermati perkembangan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menunjukkan kepastian menuju penyelesaian diplomatik. Selain itu, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada rilis data JOLTS Job Openings Amerika Serikat, yang berpotensi memberikan petunjuk baru mengenai kondisi pasar tenaga kerja AS sekaligus ekspektasi arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Rupiah Kembali Melemah ke Rp18.000, Dolar AS Bangkit dari Titik Terendah

Selain pergerakan IHSG, pelaku pasar juga mencermati perkembangan nilai tukar rupiah pada awal perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg di pasar spot exchange pada pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka melemah 32 poin atau 0,18% ke level Rp18.029 per dolar AS. Pelemahan tersebut membuat rupiah kembali bergerak di atas level psikologis Rp18.000 per dolar AS, setelah sehari sebelumnya berhasil ditutup menguat 25 poin atau 0,14% di level Rp17.997 per dolar AS.

Pergerakan ini menunjukkan bahwa volatilitas di pasar valuta asing masih cukup tinggi. Meski sentimen domestik cenderung membaik, arah rupiah tetap dipengaruhi dinamika global, terutama pergerakan dolar AS dan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat. Bagi pasar saham, stabilitas nilai tukar masih menjadi salah satu faktor penting karena dapat memengaruhi arus dana asing maupun persepsi risiko terhadap aset di negara berkembang.

Sentimen Global Masih Membayangi Pergerakan Rupiah dan Pasar Saham

Dari eksternal, perhatian pelaku pasar masih tertuju pada pergerakan mata uang utama dunia. Yen Jepang mempertahankan sebagian besar penguatannya setelah mendapat dukungan dari ekspektasi intervensi lanjutan Bank of Japan (BOJ). Meski yen sempat terkoreksi tipis pada perdagangan Asia, mata uang tersebut masih berada di level yang relatif kuat dibandingkan beberapa pekan terakhir, sementara dolar AS mulai melakukan rebound.

Di sisi lain, pasar juga masih menunggu rilis data JOLTS Job Openings Amerika Serikat, yang dipandang sebagai salah satu indikator penting kondisi pasar tenaga kerja. Data tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Apabila data tenaga kerja menunjukkan kondisi ekonomi AS yang masih solid, dolar AS berpeluang mempertahankan penguatannya sehingga dapat memberikan tekanan lanjutan terhadap mata uang emerging markets, termasuk rupiah.

Strategi Trader Saham di Tengah IHSG Dibuka Menguat dan Rupiah Melemah

Awal perdagangan hari ini memperlihatkan kombinasi kondisi yang menarik. IHSG berhasil dibuka menguat didukung perbaikan sejumlah indikator ekonomi domestik, sementara rupiah justru kembali melemah ke atas level Rp18.000 per dolar AS. Situasi tersebut menunjukkan bahwa pelaku pasar masih harus menyeimbangkan optimisme terhadap fundamental dalam negeri dengan berbagai perkembangan global yang masih dinamis.

Beberapa agenda ekonomi penting juga masih akan menjadi perhatian sepanjang pekan, mulai dari data tenaga kerja Amerika Serikat hingga perkembangan kebijakan moneter global. Oleh karena itu, arah pergerakan pasar masih berpotensi berubah seiring munculnya informasi baru yang memengaruhi sentimen investor.

Hal yang Perlu Dicermati Trader Saham

  • Perhatikan konsistensi penguatan IHSG. Pembukaan di zona hijau menjadi awal yang positif, tetapi keberlanjutan momentum akan lebih terlihat dari kemampuan indeks mempertahankan penguatan hingga penutupan perdagangan.
  • Pantau pergerakan rupiah dan indeks dolar AS. Nilai tukar masih menjadi salah satu indikator yang memengaruhi persepsi risiko terhadap pasar saham Indonesia, terutama pada saham-saham yang sensitif terhadap arus dana asing.
  • Cermati respons pasar terhadap data ekonomi global. Rilis data tenaga kerja Amerika Serikat dapat memengaruhi ekspektasi arah suku bunga The Fed, yang pada akhirnya turut memengaruhi sentimen di pasar keuangan global.
  • Fokus pada saham yang memiliki katalis kuat. Emiten yang didukung fundamental maupun sentimen sektoral umumnya memiliki peluang menunjukkan pergerakan yang lebih baik dibandingkan saham yang hanya terdorong sentimen jangka pendek.
  • Tetap disiplin menerapkan manajemen risiko. Di tengah potensi volatilitas yang meningkat, menentukan target keuntungan dan batas kerugian sejak awal dapat membantu menjaga konsistensi strategi trading.

Manfaatkan Momentum Pasar dan Mulai Trading Saham di Ajaib

Pergerakan IHSG dan rupiah pada awal perdagangan menunjukkan bahwa pasar masih dipengaruhi kombinasi sentimen domestik dan global yang terus berkembang. Dengan mengikuti informasi pasar secara rutin dan didukung platform yang tepat, kamu dapat lebih mudah memantau peluang sekaligus menyesuaikan strategi sesuai kondisi pasar. Mulai trading saham di Ajaib untuk memantau pergerakan pasar, mengakses berbagai fitur pendukung analisis, dan mengambil keputusan investasi dengan lebih presisi. Download Ajaib di Play Store & App Store sekarang!

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Sumber:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/market/20260804082155-17-756276/ihsg-pagi-ini-dibuka-naik-041-322-saham-menguat
[2] https://investor.id/market/449007/nilai-tukar-rupiah-hari-ini-selasa-4-agustus-2026-jatuh-lagi-ke-rp-18000

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!