IHSG -47% Imbas Wacana Standalone MSCI: BEI Lanjutkan Reformasi, hingga Emiten Ramai Buyback
Stephanie Irena•October 21, 2026

Key Takeaways:
- IHSG terkoreksi hingga -47% dari level tertinggi tahun ini akibat sentimen wacana reklasifikasi status bursa oleh MSCI.
- BEI merespons dengan menyiapkan sejumlah langkah reformasi indeks, sementara emiten besar kompak melancarkan aksi buyback saham.
- Di tengah tekanan pasar, aktivitas divestasi saham WIFI bernilai triliunan rupiah dan capaian realisasi investasi 9M26 tetap mencatatkan kinerja positif.
IHSG Tertekan Sentimen MSCI dan Langkah Reformasi BEI
IHSG mengawali pekan dengan terkoreksi -3,64% ke level 4.996,61 (19/10). Membawa koreksi -47% dari level tertingginya (ATH) di tahun ini.
Tekanan ekstrim tercermin dari outflow asing dengan total net sell di pasar reguler hingga Rp116 triliun ytd (19/10). Pengumuman MSCI (15 Oktober 2026) terkait wacana reklasifikasi status bursa Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market menjadi pemicunya.
Sejumlah kebijakan dilakukan BEI, diantaranya membatasi penurunan ARB menjadi 7% dari sebelumnya 15%, menambahkan keterangan status afiliasi bagi pemegang saham minimal 1%, serta mengecualikan saham terkonsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) dari penghitungan IHSG untuk menjaga transparansi dan kredibilitas indeks. Sejumlah emiten juga berencana buyback untuk mengurangi volatilitas pasar.
Adapun kinerja IHSG dan indeks utama lainnya pada pekan lalu periode 12-16 Okt 2026 data nya sebagai berikut:
| IHSG 5.185 (-14,91%) | LQ45 508 (-15,48%) | JII 301 (-17,36%) | IDX30 283 (-15,17%) |
Pembagian Dividen Interim SCMA di Tengah Tekanan Pasar
Selain merespons volatilitas indeks lewat langkah reformasi, beberapa emiten tetap menunjukkan komitmen memberikan nilai tambah bagi pemegang saham melalui aksi pembagian dividen. Salah satunya datang dari sektor media yang mencatatkan potensi yield cukup menarik.
PT Surya Citra Media Tbk menetapkan dividen interim sebesar Rp8,40 per lembar saham. Mengacu pada harga pasar Rp138 per saham (19/10), saham SCMA mencatatkan potensi dividend yield interim sebesar 6,09%.
Imbal hasil ini tergolong cukup atraktif untuk kategori pembagian dividen interim di sektor media. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 27 Oktober 2026, sementara pembayarannya dijadwalkan 18 November 2026.
Langkah Korporasi Emiten Besar Melancarkan Aksi Buyback
Tak hanya pembagian dividen, langkah strategis lain yang diambil emiten untuk menjaga stabilitas harga saham di tengah koreksi pasar adalah dengan mengalokasikan dana buyback. Sejumlah emiten kakap kompak mengumumkan rencana ini menjelang akhir tahun.
Beberapa emiten yang melakukan buyback saham pada periode akhir tahun 2026 antara lain PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dengan dana maksimum Rp500 miliar, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dengan alokasi dana masing-masing maksimal Rp1 triliun untuk periode 19 Oktober 2026 hingga 31 Desember 2026.
Sementara, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) juga menyiapkan hingga Rp1 triliun dengan periode 19 Oktober 2026 sampai 18 Januari 2027.
Divestasi Saham WIFI Senilai Rp4 Triliun
Di luar aksi penguatan internal lewat buyback, pergerakan saham emiten juga diwarnai oleh transaksi kepemilikan skala besar di pasar sekunder. Hal ini terlihat dari aksi divestasi bernilai triliunan rupiah pada saham sektor digital.
Pada 19 Oktober 2026, Hashim Djojohadikusumo melalui entitas terafiliasinya, PT Investasi Sukses Bersama (ISB) melakukan divestasi dengan menjual 1.415.652.000 saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) di harga Rp2.870 per saham total Rp 4,06 triliun. Aksi ini mengurangi porsi kepemilikan ISB dari 54,42% menjadi 27,76%, meski tetap mempertahankan posisinya sebagai pemegang saham pengendali.
Sementara itu, seluruh saham milik ISB dibeli oleh PT Sinergi Graha Kapital (SGK) untuk tujuan investasi jangka panjang, sehingga kepemilikannya langsung naik dari 0% menjadi 26,667%.
Realisasi Investasi Nasional 9M26 yang Tetap Solid
Meskipun aktivitas transaksi dan aksi emiten di bursa saham cukup fluktuatif, kondisi makroekonomi dan iklim investasi riil di Indonesia secara keseluruhan masih menunjukkan daya tahan yang kuat. Hal ini tecermin dari pencapaian realisasi investasi nasional hingga kuartal ketiga.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan realisasi investasi nasional periode 9M26 Rp1.539,2 triliun (75,4% dari target). Capaian tersebut ditopang oleh Penanaman Modal Asing (PMA/FDI) Rp777,8 triliun (50,5%), serta Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp761,4 triliun (49,5%).
Selain itu, investasi hilirisasi mencapai Rp480 triliun ditopang sektor mineral dan metal mining.
Pantau Pergerakan Saham & Diversifikasi Portofolio di Ajaib
Memahami dinamika pasar modal dan aksi korporasi emiten merupakan hal krusial bagi investor dalam menghadapi pergerakan IHSG. Agar tidak tertinggal momentum pasar, kamu bisa memanfaatkan berbagai fitur analisis dan pemantauan di aplikasi Ajaib.
Pantau pergerakan market saham dan mulai trading di Ajaib sekarang! Selain saham, kamu juga bisa melakukan diversifikasi portofolio ke berbagai instrumen investasi lainnya seperti reksa dana, obligasi, hingga aset kripto secara praktis dalam satu aplikasi.
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini berdasarkan riset internal dan tidak dipengaruhi pihak mana pun. Informasi ini bukan merupakan ajakan atau paksaan untuk membeli atau menjual Efek tertentu. Harga saham dapat berubah secara real-time; berinvestasilah sesuai analisis dan keputusan pribadi.
Profil Penulis
Writer
Stephanie Irena adalah SEO Writer di Ajaib yang berfokus menyajikan konten pasar modal dan investasi secara sederhana. Menggabungkan riset kata kunci dan pendekatan yang mudah dipahami, ia hadir membantu masyarakat umum mengenali dunia finansial dengan lebih percaya diri.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!