Gelombang Buyback Saham Mei 2026, Cek Daftarnya!
Maulida•May 4, 2026

Di tengah kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bergerak fluktuatif, sejumlah perusahaan besar atau emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah strategis dengan melakukan pembelian kembali saham mereka sendiri, atau yang dikenal dengan istilah buyback.
Langkah ini sering kali dianggap sebagai sinyal positif dari manajemen perusahaan. Selain untuk menjaga stabilitas harga di pasar, buyback juga mencerminkan kepercayaan diri perusahaan bahwa harga saham mereka saat ini sudah tergolong murah (undervalued) dibandingkan nilai fundamentalnya.
Bagi kamu yang sedang memantau pasar modal, berikut adalah daftar emiten yang menjadwalkan atau sedang menjalankan proses buyback pada bulan Mei 2026.
Daftar Emiten yang Melakukan Buyback di Mei 2026
Banyak perusahaan dari berbagai sektor, mulai dari energi, perbankan, hingga konsumsi, telah menyiapkan dana jumbo untuk menyerap saham mereka dari publik. Berikut adalah rinciannya:
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI): Menjadi salah satu yang paling menyita perhatian dengan menyiapkan dana fantastis hingga Rp5 triliun. Rencana ini akan diputuskan dalam RUPST pada 22 Mei 2026. Jika disetujui, aksi borong saham ini akan dimulai segera setelah rapat tersebut.
- PT Astra International Tbk (ASII): Perusahaan konglomerasi ini masih dalam periode buyback dengan alokasi dana mencapai Rp2 triliun. Periode pelaksanaannya berlangsung hingga 15 Juni 2026.
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM): Raksasa telekomunikasi ini mengumumkan rencana buyback senilai maksimal Rp1 triliun. Meski eksekusi utamanya menunggu persetujuan RUPS pada awal Juni, sentimennya sudah mulai terasa sejak pengumuman di awal Mei 2026.
- PT United Tractors Tbk (UNTR): Anak usaha Astra ini menyiapkan dana sebesar Rp2 triliun untuk aksi buyback yang berlangsung sepanjang April hingga 30 Juni 2026.
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI): Dari sektor perbankan, BBNI masih menjalankan program pembelian kembali saham dengan estimasi dana Rp905,48 miliar yang dijadwalkan berlangsung hingga Maret 2027.
- PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA): Emiten pengelola rumah sakit ini menyiapkan Rp1 triliun dengan periode pelaksanaan hingga 7 Juni 2026.
- PT Kalbe Farma Tbk (KLBF): Emiten farmasi ini juga aktif melakukan buyback dengan nilai Rp500 miliar yang berlangsung hingga Juli 2026.
- PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA): Mengalokasikan dana sekitar Rp448,69 miliar yang dimulai sejak April lalu dan akan terus berlangsung hingga tahun depan.
Tabel Rencana Buyback Emiten Mei 2026
| Kode Emiten | Estimasi Nilai Buyback | Periode Pelaksanaan |
| AADI | Hingga Rp5 Triliun | Dimulai pasca RUPST 22 Mei 2026 |
| ASII | Hingga Rp2 Triliun | 16 Maret – 15 Juni 2026 |
| UNTR | Sekitar Rp2 Triliun | 1 April – 30 Juni 2026 |
| MIKA | Hingga Rp1 Triliun | 7 Maret – 7 Juni 2026 |
| TLKM | Maksimal Rp1 Triliun | Dimulai pasca RUPS 8 Juni 2026 |
| BBNI | Sekitar Rp905,48 Miliar | 9 Maret 2026 – 8 Maret 2027 |
| KLBF | Sekitar Rp500 Miliar | 2 April – 2 Juli 2026 |
| TOBA | Hingga Rp448,69 Miliar | 17 April 2026 – 17 April 2027 |
Alasan Dibalik Maraknya Aksi Buyback
Mengapa perusahaan rela mengeluarkan dana triliunan rupiah hanya untuk membeli sahamnya sendiri? Menurut analis, aksi korporasi ini biasanya membawa pesan tertentu kepada para pemegang saham.
Pertama, sebagai “downside protection“. Di tengah pasar yang sedang lesu, buyback berfungsi sebagai penahan agar harga saham tidak merosot lebih dalam. Dengan adanya permintaan beli dari perusahaan itu sendiri, likuiditas saham di pasar tetap terjaga.
Kedua, meningkatkan nilai pemegang saham. Ketika perusahaan membeli kembali sahamnya, jumlah saham yang beredar di publik akan berkurang. Secara teoritis, hal ini dapat meningkatkan laba per saham atau Earnings Per Share (EPS). Sebagai contoh, manajemen TLKM memproyeksikan kenaikan EPS dari Rp159,33 menjadi Rp159,82 pasca-aksi ini.
Namun, kamu juga perlu berhati-hati. Analis mengingatkan bahwa buyback bukanlah obat mujarab untuk segala kondisi. Jika fundamental perusahaan tidak kuat, dampak buyback mungkin hanya akan terasa dalam jangka pendek. Selain itu, penggunaan kas internal untuk buyback berarti mengurangi dana yang bisa digunakan untuk ekspansi bisnis di masa depan.
Tips bagi Investor Menghadapi Fenomena Buyback
Jika kamu memiliki saham-saham di atas atau berencana untuk membelinya, berikut beberapa hal yang bisa kamu pertimbangkan:
- Cek Kesehatan Kas Perusahaan: Pastikan dana buyback berasal dari kas internal yang sehat, bukan dari pinjaman yang bisa membebani keuangan perusahaan di masa depan.
- Perhatikan Tujuan Manajemen: Apakah buyback dilakukan karena valuasi yang benar-benar murah atau sekadar menjaga harga agar tidak jatuh?
- Jangan Terpaku pada Satu Sentimen: Buyback adalah katalis positif, namun tetap perhatikan kondisi makroekonomi dan kinerja laba bersih perusahaan secara keseluruhan.
Mulai Investasi Saham di Ajaib!
Ingin mengoleksi saham-saham blue chip yang sedang melakukan buyback seperti ASII atau BBNI? Sekarang saatnya kamu mengambil langkah nyata untuk masa depan finansialmu.
Dengan aplikasi Ajaib, kamu bisa melakukan analisis fundamental dan teknikal dengan mudah melalui fitur-fitur yang tersedia. Proses pendaftarannya pun 100% online, cepat, dan aman karena sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Yuk, langsung registrasi dan download aplikasi Ajaib sekarang juga!
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Sumber:
- https://www.cnbcindonesia.com/research/20260316050020-128-719215/gelombang-buyback-7-perusahaan-ini-siap-gelontorkan-dana-triliunan
- https://www.msn.com/id-id/berita/other/gelombang-buyback-saham-guyur-pasar-modal/ar-AA21akIk
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!