JELI Bidik Dana Hingga Rp392 Miliar dari IPO, Ini Rencana Penggunaannya
Tika•June 22, 2026

Key Takeaways
- JELI berpotensi menghimpun dana hingga Rp392 miliar melalui IPO dengan menawarkan 350 juta saham baru.
- Lebih dari 69% dana IPO akan dialokasikan untuk ekspansi dan peningkatan kapasitas produksi.
- Perseroan menargetkan peningkatan kapasitas produksi gummy candy dan jelly untuk memenuhi permintaan domestik serta ekspor.
JELI Tawarkan 350 Juta Saham dalam IPO
PT Niramas Utama Tbk (JELI), produsen makanan dan minuman penutup dengan merek Inaco, resmi membuka masa penawaran awal (bookbuilding) pada 15–22 Juni 2026. Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 350 juta saham baru atau setara 25,93% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum perdana saham (IPO).
Harga penawaran saham berada pada kisaran Rp900 hingga Rp1.120 per saham. Dengan rentang harga tersebut, JELI berpotensi menghimpun dana segar maksimal sekitar Rp392 miliar dari pasar modal. Perseroan menargetkan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Juli 2026 dengan menunjuk PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Mayoritas Dana IPO untuk Ekspansi Bisnis
Berdasarkan prospektus awal, sebagian besar dana hasil IPO akan digunakan untuk mendukung ekspansi operasional dan peningkatan kapasitas produksi.
Berikut rincian penggunaan dana IPO JELI:
| Penggunaan Dana | Persentase |
|---|---|
| Penyertaan modal ke PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS) | 51,04% |
| Belanja modal (capex) Perseroan | 18,36% |
| Pelunasan sebagian pinjaman Bank Mandiri | 10,63% |
| Modal kerja | 19,97% |
Secara keseluruhan, sekitar 69,4% dana IPO akan digunakan untuk kebutuhan ekspansi dan belanja modal yang mendukung pertumbuhan bisnis perseroan.
Fokus Tingkatkan Produksi Gummy Candy dan Jelly
Porsi terbesar dana IPO akan dialokasikan kepada anak usaha perseroan, PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS), melalui penyertaan modal dalam bentuk ekuitas.
Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian, pelunasan, dan instalasi mesin produksi, peralatan, serta perlengkapan yang bertujuan meningkatkan kapasitas produksi. Manajemen menyebut investasi ini akan difokuskan untuk memperbesar kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly, dua kategori yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang menarik di pasar domestik maupun ekspor.
Langkah ekspansi ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan permintaan produk makanan ringan berbasis jelly dan serat alami yang terus berkembang.
Tambah Mesin dan Tingkatkan Kapasitas Gudang
Selain melalui anak usaha, JELI juga mengalokasikan sekitar 18,36% dana IPO untuk belanja modal langsung di tingkat perseroan.
Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian dan instalasi mesin produksi, peralatan, serta perlengkapan pendukung operasional. Perseroan juga berencana meningkatkan kapasitas gudang penyimpanan guna mempercepat proses distribusi dan logistik.
Peningkatan kapasitas penyimpanan dinilai penting seiring bertambahnya volume produksi dan distribusi produk Inaco ke berbagai wilayah Indonesia maupun pasar ekspor.
Kurangi Utang Bank Mandiri
Selain untuk ekspansi, sebagian dana IPO juga akan digunakan untuk memperkuat struktur keuangan perseroan.
Sekitar 10,63% dana hasil IPO akan digunakan untuk membayar sebagian pokok pinjaman jangka pendek kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Per 31 Maret 2026, total pinjaman pokok JELI kepada Bank Mandiri tercatat sekitar Rp94 miliar.
Setelah pembayaran tersebut dilakukan, saldo pinjaman perseroan diperkirakan turun menjadi sekitar Rp54 miliar. Langkah ini berpotensi menurunkan beban bunga dan meningkatkan fleksibilitas keuangan perusahaan ke depan.
Sisanya untuk Modal Kerja dan Pemasaran
Sementara itu, sekitar 19,97% dana IPO akan digunakan sebagai modal kerja.
Penggunaan modal kerja tersebut mencakup pembelian bahan baku, pembayaran biaya operasional, hingga kegiatan pemasaran untuk mendukung pertumbuhan bisnis perseroan.
Dengan kombinasi ekspansi kapasitas produksi, penguatan distribusi, serta peningkatan aktivitas pemasaran, JELI berharap dapat memperkuat posisinya di pasar makanan dan minuman berbasis kelapa dan serat alami.
Mengenal Bisnis Inaco yang Sudah Beroperasi Sejak 1990
JELI dikenal sebagai pemilik merek Inaco yang telah beroperasi selama lebih dari tiga dekade. Perseroan memproduksi berbagai produk makanan dan minuman penutup berbasis kelapa dan serat alami, seperti nata de coco, mini jelly, pudding, hingga minuman siap saji seperti I’m Coco dan Jelly Drink.
Produk-produknya tidak hanya dipasarkan di Indonesia, tetapi juga telah menjangkau berbagai negara tujuan ekspor. Perseroan bahkan tengah memperluas pasar internasional ke kawasan Afrika dan Eropa sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.
Apakah Penggunaan Dana IPO JELI Menarik?
Dari total dana IPO yang ditargetkan mencapai Rp392 miliar, mayoritas akan digunakan untuk ekspansi kapasitas produksi dan peningkatan efisiensi operasional. Hal ini menunjukkan bahwa fokus utama perseroan setelah melantai di Bursa adalah memperbesar skala bisnis untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.
Bagi investor, alokasi dana yang dominan ke sektor produktif seperti mesin produksi, fasilitas pendukung, dan modal kerja dapat menjadi salah satu faktor yang patut dicermati dalam menilai prospek pertumbuhan JELI setelah IPO.
Pesan IPO JELI di Ajaib
Tertarik mengikuti IPO JELI? Pesan IPO JELI dengan mudah di Ajaib. Bebas biaya dan dana tidak ditahan, sehingga kamu tetap bisa trading dengan dana yang kamu miliki.
Sumber: https://swa.co.id/read/473776/niramas-utama-jeli-incar-dana-ipo-rp392-miliar-ini-rencana-penggunaannya
Artikel Terkait




Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!
