Breaking News: IHSG Tembus 9.000 Secara Intraday Hari Ini!
Tika•January 8, 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level psikologis 9.000 pada perdagangan intraday Kamis (8/1/2026). Kenaikan ini terjadi di tengah optimisme pasar, meski pelaku pasar masih mencermati sejumlah sentimen penting dari dalam dan luar negeri.
IHSG Menguat ke Level 9.002

Hingga pukul 10.05 WIB, IHSG tercatat menguat ke posisi 9.002. Pergerakan indeks didorong oleh mayoritas saham yang menguat, dengan 363 saham naik, 301 saham melemah, dan 294 saham stagnan.
Nilai transaksi pada sesi pagi mencapai Rp9,71 triliun dengan volume perdagangan 17,94 miliar saham yang ditransaksikan dalam 1,39 juta kali transaksi. Seiring penguatan tersebut, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia meningkat menjadi Rp16.434 triliun.
BUMI dan ADRO Dominasi Transaksi
Sejumlah saham berkapitalisasi besar mendominasi nilai transaksi pagi ini. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan transaksi terbesar senilai Rp1,7 triliun, disusul PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dengan nilai transaksi mencapai Rp1,55 triliun.
Fokus Pasar ke Realisasi APBN 2025
Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada rilis realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan menggelar konferensi pers APBN KiTa Edisi Januari 2026 pada Kamis, 8 Januari 2026, pukul 13.30 WIB.
Dalam konferensi tersebut, pemerintah akan memaparkan kinerja APBN secara penuh untuk tahun anggaran 2025, mulai dari sisi pendapatan, belanja negara, hingga defisit anggaran.
Isu defisit APBN menjadi sorotan utama pasar, mengingat adanya kekhawatiran defisit melebar dari target yang telah ditetapkan. Selain itu, realisasi pendapatan negara—khususnya penerimaan pajak—juga dinanti untuk melihat kemampuan fiskal di tengah perlambatan ekonomi nasional dan global.
Belanja Negara dan Pembiayaan Utang Jadi Perhatian
Realisasi belanja negara juga menjadi fokus, terutama untuk program prioritas pemerintah seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG), serta alokasi subsidi dan bantuan sosial. Di sisi lain, investor turut mencermati realisasi pembiayaan utang sepanjang 2025 dan dampaknya terhadap defisit anggaran.
Sebagai catatan, hingga November 2025, defisit APBN tercatat sebesar Rp560,3 triliun atau sekitar 2% terhadap produk domestik bruto (PDB), mendekati target defisit 2,48% dari PDB.
Bursa Asia Bervariasi, Wall Street Ditutup Melemah
Dari luar negeri, bursa Asia-Pasifik dibuka bervariasi pada Kamis pagi, menyusul penutupan negatif Wall Street semalam. Tekanan di pasar global dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik serta pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Saham-saham sektor pertahanan AS melemah setelah Trump menyatakan tidak akan mengizinkan perusahaan pertahanan membagikan dividen atau melakukan buyback saham sebelum menyelesaikan berbagai persoalan internal, termasuk paket kompensasi eksekutif dan masalah produksi.
Harga Minyak Bergerak Beragam
Harga minyak dunia turut menjadi perhatian pasar. Harga minyak sempat tertekan setelah Trump menyebut otoritas sementara Venezuela akan menyerahkan 50 juta barel minyak mentah ke AS, memicu kekhawatiran meningkatnya pasokan global.
Kontrak minyak mentah Brent turun 0,51% ke level US$60,39 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS justru naik 0,61% ke US$56,33 per barel pada perdagangan pagi ini.
Pergerakan Bursa Asia
Di kawasan Asia, indeks Nikkei 225 Jepang dibuka turun 0,46%, sementara Topix melemah 0,27%. Indeks Kospi Korea Selatan naik tipis 0,12% dan indeks Kosdaq menguat 0,1%.
Indeks ASX/S&P 200 Australia tercatat naik 0,21%. Namun, saham BlueScope Steel terkoreksi 2,54% setelah perusahaan menolak tawaran akuisisi senilai US$9 miliar dari konsorsium SGH dan Steel Dynamics.
Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong diperkirakan dibuka melemah, dengan kontrak berjangka berada di level 26.348, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 26.458,95.
Wall Street: Dow Melemah, Nasdaq Menguat
Pada perdagangan semalam, indeks S&P 500 turun sekitar 0,3%, sedangkan Dow Jones Industrial Average merosot 466 poin atau sekitar 0,9%.
Berbeda arah, indeks Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi justru menguat hampir 0,2%. Penguatan ini ditopang lonjakan saham Alphabet sebesar 2,4%, yang mendorong kapitalisasi pasar induk Google tersebut melampaui Apple untuk pertama kalinya sejak 2019.
Mulai Perjalanan Investasimu dengan Pengetahuan
Ingin belajar lebih lanjut tentang analisis saham dan menemukan peluang investasi yang sesuai dengan profil risikomu? Yuk, perdalam ilmunya di Panduan Investasi Saham. Untuk memantau pergerakan saham DADA dan emiten lainnya secara real-time, download aplikasi Ajaib sekarang dan buka akunmu untuk memulai investasi dengan lebih percaya diri.
Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260108100307-17-700583/breaking-news-ihsg-tembus-9000-kapitalisasi-pasar-rp-16434-triliun
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!