Tokenized Stock MSFTON Melesat 7,5%, Microsoft Cetak Laba Q4
Panji Yudha•July 30, 2026

Analisis dibuat pada Kamis, 30 Juli 2026 oleh Panji Yudha, Financial Expert Ajaib Sekuritas.
Key Takeaways
- MSFTON melonjak 7,5% setelah Microsoft membukukan pendapatan kuartalan di atas ekspektasi berkat pertumbuhan Azure yang semakin kuat.
- Bitcoin belum mengikuti reli Big Tech, meski korelasinya dengan Nasdaq semakin tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
- Belanja AI yang terus meningkat menjadi faktor yang layak dicermati karena dapat memengaruhi sentimen aset digital ke depan.
Tokenized Stock MSFTON Melesat Berkat Kinerja Solid Microsoft
Tokenized stock MSFTON ditutup menguat 7,5% pada perdagangan Rabu (29/7), setelah Microsoft melaporkan pendapatan kuartal IV fiskal sebesar US$90 miliar, melampaui estimasi analis sebesar US$87,72 miliar. Pendorong utama kinerja tersebut berasal dari bisnis Azure yang tumbuh 43%, jauh di atas proyeksi analis sekitar 40%, sekaligus mencatat percepatan dibandingkan kuartal sebelumnya. Secara keseluruhan, Microsoft Cloud membukukan pendapatan US$59,3 miliar atau tumbuh 27% secara tahunan (YoY), sementara segmen Intelligent Cloud yang menaungi Azure meningkat 32% menjadi US$39,3 miliar.
Momentum positif Microsoft juga diperkuat oleh lonjakan commercial remaining performance obligation (RPO) atau kewajiban kinerja komersial sebesar 84% menjadi US$678 miliar, yang mencerminkan kuatnya permintaan jangka panjang. CEO Microsoft Satya Nadella mengungkapkan bahwa pendapatan Azure untuk pertama kalinya menembus US$100 miliar dalam setahun, sementara Microsoft 365 Copilot kini telah memiliki lebih dari 30 juta pengguna berbayar. Di sisi lain, belanja modal Microsoft melonjak menjadi US$115,9 miliar sepanjang tahun fiskal 2026 atau lebih dari dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Laba perusahaan juga mendapat tambahan keuntungan satu kali sebesar US$3,2 miliar dari investasinya di Anthropic. Meski saham Microsoft ditutup turun tipis 0,71% ke US$390,54, harga sahamnya langsung melonjak ke atas US$403 pada perdagangan setelah jam bursa.
Mengapa Bitcoin Belum Mengikuti Reli Microsoft?
Di tengah optimisme terhadap kinerja Microsoft, Bitcoin (BTC) justru belum menunjukkan respons yang serupa. Pada hari yang sama, BTC diperdagangkan di kisaran US$63.553, turun sekitar 0,4% dalam 24 jam terakhir dan melemah 3,5% dalam sepekan. Posisi tersebut juga masih berada sekitar 50% di bawah rekor tertinggi US$126.080 yang sempat dicapai pada Oktober 2025.
Fenomena ini menunjukkan bahwa hubungan Bitcoin dengan saham teknologi semakin erat, namun dengan pola yang kurang menguntungkan bagi aset kripto. Saat saham-saham teknologi terkoreksi, Bitcoin cenderung ikut melemah cukup dalam. Sebaliknya, ketika saham Big Tech mencatat reli berkat laporan keuangan yang solid, kenaikan Bitcoin relatif terbatas. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar kini mulai mempertanyakan apakah besarnya belanja modal untuk pengembangan AI masih akan terus diterima positif oleh pasar, atau justru memunculkan kekhawatiran mengenai potensi “gelembung AI” apabila pertumbuhan investasi tidak diikuti peningkatan permintaan yang sebanding. Kekhawatiran tersebut berpotensi memengaruhi sentimen terhadap aset digital dalam beberapa waktu ke depan.
Yang Perlu Dicermati Trader Kripto
Meski kinerja Microsoft kembali menunjukkan bahwa investasi artificial intelligence (AI) masih mampu mendorong pertumbuhan pendapatan perusahaan teknologi besar, respons Bitcoin justru belum sejalan. Pada hari yang sama, BTC diperdagangkan di kisaran US$63.553, turun 0,4% dalam 24 jam dan 3,5% dalam sepekan, atau masih sekitar 50% di bawah rekor tertinggi US$126.080 yang dicapai pada Oktober 2025.
Beberapa faktor yang layak menjadi perhatian trader kripto ke depan antara lain:
- Perhatikan perubahan korelasi Bitcoin dengan Nasdaq. Saat ini BTC cenderung ikut terkoreksi ketika saham teknologi melemah, namun belum mampu mengimbangi kenaikan ketika sektor teknologi reli. Pola ini menunjukkan sentimen terhadap aset digital masih relatif rapuh.
- Amati efektivitas belanja AI Big Tech. Microsoft memang berhasil membukukan pertumbuhan Azure yang kuat, tetapi pasar juga mulai mempertanyakan apakah belanja modal AI yang terus meningkat benar-benar diikuti pertumbuhan permintaan yang berkelanjutan.
- Fokus pada katalis makro dan arus modal. Di luar laporan keuangan perusahaan teknologi, pergerakan Bitcoin juga sangat dipengaruhi ekspektasi suku bunga, kondisi likuiditas global, serta aliran dana ke aset digital. Kombinasi faktor-faktor tersebut akan menjadi penentu apakah BTC mampu kembali mengikuti penguatan aset berisiko atau tetap bergerak terbatas.
Mulai Trading Kripto Lebih Cepat di Ajaib
Kinerja Microsoft dan reli MSFTON menunjukkan bahwa laporan keuangan emiten teknologi besar kini dapat memengaruhi sentimen tidak hanya di pasar saham, tetapi juga di ekosistem aset digital. Di saat yang sama, perubahan korelasi antara Bitcoin dan saham teknologi membuat trader perlu memantau perkembangan pasar secara lebih menyeluruh agar tidak melewatkan katalis penting yang berpotensi menggerakkan harga. Download Ajaib di Play Store & App Store dan mulai trading kripto sekarang!
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Harga aset digital dapat berubah secara signifikan dalam waktu singkat; berinvestasilah sesuai analisis dan keputusan pribadi.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!