Grayscale Sebut Hyperliquid (HYPE) Masih Undervalued, Valuasinya Lebih Murah dari Saham Fintech
Salsabilla•July 29, 2026

Key Takeaways
- Grayscale menilai HYPE masih diperdagangkan di bawah nilai wajarnya dibanding perusahaan fintech publik.
- Pendapatan Hyperliquid diproyeksikan mencapai US$1 miliar pada 2027, didorong pemulihan volume perdagangan kripto dan AQAv2.
- Valuasi HYPE dinilai masih menarik, tetapi realisasi pertumbuhan ekosistem tetap menjadi faktor utama yang perlu dipantau.
Grayscale Nilai Hyperliquid Masih Memiliki Potensi Valuasi
Hyperliquid (HYPE) kembali menjadi sorotan setelah Grayscale menyebut token tersebut masih diperdagangkan di bawah nilai wajarnya (undervalued) jika dibandingkan dengan perusahaan fintech tradisional. Penilaian tersebut disampaikan dalam laporan riset yang dirilis pada 28 Juli 2026 oleh Head of Research Grayscale, Zach Pandl.
Menurut Grayscale, meskipun protokol kripto tidak memiliki saham seperti perusahaan publik, valuasinya tetap dapat dianalisis menggunakan pendekatan earnings per token (EPT), yaitu metrik yang dianalogikan dengan earnings per share (EPS) pada saham. Pendekatan ini memberikan gambaran mengenai potensi nilai ekonomi yang dihasilkan setiap token berdasarkan proyeksi pendapatan protokol.
Grayscale Proyeksikan Pendapatan Hyperliquid Terus Bertumbuh
Grayscale memperkirakan Hyperliquid mampu membukukan pendapatan sekitar US$1 miliar pada 2027, atau meningkat sekitar 20% dibandingkan kinerja tahun 2025. Proyeksi tersebut didukung oleh dua faktor utama, yakni ekspektasi pemulihan volume perdagangan kripto global serta tambahan pendapatan dari infrastruktur Aligned Quote Asset v2 (AQAv2).
Dalam skema AQAv2, Coinbase akan bertindak sebagai pengelola cadangan USDC dan menyalurkan sebagian imbal hasil cadangan tersebut ke dalam ekosistem Hyperliquid. Apabila implementasi berjalan sesuai rencana, sumber pendapatan baru ini berpotensi memperkuat fundamental protokol di luar aktivitas perdagangan perpetual futures.
Proyeksi Valuasi Hyperliquid Menurut Grayscale
| Indikator | Proyeksi |
|---|---|
| Pendapatan 2027 | US$1 miliar |
| Pertumbuhan vs 2025 | +20% |
| Estimasi pasokan HYPE akhir 2027 | 270–310 juta token |
| Proyeksi Earnings per Token (EPT) | US$3,25–US$3,75 |
| Asumsi harga HYPE | US$54 |
| Forward Earnings Multiple | 15x–18x |
Berdasarkan estimasi tersebut, Grayscale menilai rasio forward earnings multiple Hyperliquid masih berada pada kisaran 15x–18x, level yang dinilai lebih rendah dibanding rata-rata valuasi banyak perusahaan fintech publik.
Mengapa Hyperliquid Dinilai Lebih Murah Dibanding Saham Fintech?
Menurut Grayscale, valuasi Hyperliquid masih relatif menarik karena pasar belum sepenuhnya merefleksikan potensi pertumbuhan pendapatan protokol. Jika proyeksi pendapatan dapat direalisasikan, maka valuasi HYPE dinilai masih memiliki ruang apresiasi dibanding perusahaan fintech tradisional dengan karakteristik pertumbuhan yang serupa.
Beberapa faktor yang menjadi dasar penilaian tersebut meliputi:
- Pendekatan valuasi berbasis EPT, sehingga investor dapat membandingkan nilai ekonomi token dengan perusahaan publik menggunakan metode yang lebih familiar.
- Potensi pertumbuhan pendapatan, seiring meningkatnya aktivitas perdagangan aset kripto secara global.
- Sumber pendapatan baru dari AQAv2, yang diperkirakan dapat memperluas arus pendapatan ekosistem Hyperliquid.
- Forward earnings multiple 15x–18x, yang dinilai masih berada di bawah rata-rata valuasi banyak perusahaan fintech publik.
Meski demikian, Grayscale juga menekankan bahwa potensi apresiasi tersebut sangat bergantung pada kemampuan Hyperliquid mempertahankan pertumbuhan pengguna, volume transaksi, serta keberhasilan implementasi pengembangan ekosistem yang telah direncanakan.
Apa yang Perlu Dicermati Trader Kripto?
Laporan seperti ini memberikan sudut pandang mengenai valuasi fundamental, tetapi pergerakan harga HYPE dalam jangka pendek tetap dipengaruhi oleh sentimen pasar dan likuiditas. Oleh karena itu, trader sebaiknya tidak hanya berfokus pada label undervalued, melainkan juga memantau apakah indikator fundamental mulai tercermin dalam aktivitas jaringan dan volume perdagangan.
Beberapa aspek yang layak dipantau antara lain:
- Pertumbuhan volume perdagangan Hyperliquid, karena menjadi sumber utama pendapatan protokol.
- Perkembangan implementasi AQAv2, termasuk kontribusinya terhadap pendapatan ekosistem melalui pengelolaan cadangan USDC oleh Coinbase.
- Pertumbuhan earnings per token (EPT) pada laporan atau pembaruan berikutnya sebagai indikator apakah proyeksi Grayscale mulai terealisasi.
- Pergerakan valuasi relatif, terutama jika harga HYPE naik lebih cepat dibanding pertumbuhan pendapatannya, karena kondisi tersebut dapat mengubah tingkat valuasi yang saat ini masih dinilai menarik.
Menggabungkan analisis fundamental seperti EPT dengan pemantauan volume transaksi dan sentimen pasar dapat membantu trader memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh dibanding hanya mengandalkan pergerakan harga harian.
Mulai Trading Kripto Lebih Mudah di Ajaib
Perkembangan proyek kripto seperti Hyperliquid menunjukkan bahwa analisis aset digital kini semakin mengedepankan fundamental, bukan hanya pergerakan harga. Memahami valuasi, pertumbuhan pendapatan, dan perkembangan ekosistem dapat membantu kamu mengambil keputusan trading kripto dengan lebih presisi. Mulai trading kripto dengan aman dan mudah melalui Ajaib dan pantau berbagai aset digital berpotensi langsung dalam satu aplikasi. Download Ajaib di Play Store & App Store sekarang!
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Informasi ini disusun berdasarkan riset internal dan tidak dipengaruhi oleh pihak mana pun. Artikel ini bukan merupakan ajakan atau paksaan untuk membeli atau menjual aset kripto tertentu. Harga aset digital dapat berubah secara signifikan dalam waktu singkat; berinvestasilah sesuai analisis dan keputusan pribadi.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!