Tesla dan SpaceX Jajaki Merger Senilai US$3,5 Triliun, Ini Dampaknya bagi Investor
Panji Yudha•October 21, 2026

Key Takeaways
- Tesla dan SpaceX menjajaki merger senilai US$3,5 triliun, tetapi kesepakatan belum pasti.
- SpaceX membukukan laba US$4,4 miliar dan pendapatan US$14,58 miliar, naik 161% secara tahunan.
- Merger berpotensi mengintegrasikan teknologi dan pendanaan untuk ekspansi AI, Starship, dan pusat data.
- RBC Capital Markets menilai US$480 per saham Tesla sebagai titik ideal, dengan estimasi kepemilikan investor Tesla sebesar 48% di perusahaan gabungan.
- Laporan keuangan Tesla menjadi katalis berikutnya yang dapat memengaruhi volatilitas TSLAX dan SPCXX.
Merger Tesla-SpaceX Jadi Sorotan, Bagaimana Dampaknya ke Pasar Kripto?
Elon Musk mengonfirmasi bahwa Tesla dan SpaceX telah membentuk komite khusus untuk menjajaki merger dengan nilai gabungan sekitar US$3,5 triliun. Rencana ini menyatukan SpaceX yang bernilai lebih dari US$2 triliun dan Tesla dengan valuasi sekitar US$1,5 triliun.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam earnings call kuartal III SpaceX pada Selasa (20/10) waktu AS. Meski menilai merger sebagai ide yang menarik, Musk menegaskan bahwa kesepakatan belum pasti terealisasi.
SpaceX Cetak Laba US$4,4 Miliar, Saham Naik 8%
Kabar merger muncul bersamaan dengan kinerja keuangan SpaceX yang melampaui ekspektasi Wall Street. Perusahaan membukukan laba bersih kuartalan US$4,4 miliar, berbalik dari kerugian US$1,1 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan SpaceX melonjak 161% secara tahunan menjadi US$14,58 miliar. Segmen AI juga untuk pertama kalinya melampaui bisnis konektivitas Starlink.
Pasar merespons positif, saham SpaceX naik sekitar 8% dalam perdagangan after-hours. Di pasar kripto, saham tertokenisasi SpaceX (SPCXX) menguat 9,40% dalam 24 jam, sedangkan Tesla (TSLAX) naik 3,65%.
Alasan Strategis di Balik Rencana Merger Tesla dan SpaceX
Tesla dan SpaceX memiliki bidang teknologi yang semakin beririsan, mulai dari kecerdasan buatan (AI), desain chip, robotika, hingga konektivitas Starlink. Merger berpotensi mempererat integrasi teknologi dan pengembangan bisnis kedua perusahaan.
Kebutuhan modal SpaceX juga menjadi pertimbangan utama. Perusahaan berencana menggelontorkan belanja modal US$35-40 miliar pada kuartal IV 2026 untuk meningkatkan kapasitas komputasi AI dari 2,5 gigawatt menjadi 13 gigawatt pada akhir 2027.
Di sisi lain, Tesla memiliki bisnis yang menghasilkan arus kas relatif stabil. Penggabungan keduanya berpotensi menyediakan sumber pendanaan bagi ekspansi Starship dan pembangunan pusat data AI berskala besar.
SpaceX menargetkan pendapatan berulang tahunan (annual recurring revenue/ARR) lebih dari US$100 miliar pada Desember 2026, kemudian US$500 miliar hingga US$1 triliun pada akhir 2027. Target ini ditopang oleh layanan komputasi AI dan Starlink.
Analis Nilai US$480 per Saham Tesla untuk Merger
RBC Capital Markets menilai tawaran US$480 per saham Tesla dapat menjadi titik ideal untuk meyakinkan pemegang saham. Pada skema tersebut, investor Tesla diperkirakan menguasai sekitar 48% perusahaan gabungan.
Namun, persetujuan pemegang saham menjadi tantangan. Tesla membutuhkan persetujuan pemegang 50% dari seluruh saham beredar, bukan hanya saham yang ikut memberikan suara.
Barclays memperkirakan pengumuman resmi merger berpotensi keluar sebelum rapat umum tahunan Tesla pada Desember mendatang. Meski demikian, perkiraan waktu tersebut belum menjamin kesepakatan akan diumumkan atau disetujui.
Sementara itu, Tesla dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal III pada Kamis (22/10) dini hari WIB. Investor akan mencermati kinerja penjualan, margin, serta komentar manajemen mengenai rencana merger dengan SpaceX.
Pantau Pergerakan Kripto dan Aset Lainnya di Ajaib
Rencana merger Tesla dan SpaceX serta laporan keuangan Tesla menjadi katalis yang perlu dicermati trader. Pantau perkembangan berita, analisis pasar, dan pergerakan saham AS untuk membantu menentukan strategi trading. Download a
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Informasi di atas bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau paksaan untuk melakukan transaksi. Harga aset kripto dapat berubah secara real-time. Pastikan melakukan riset dan mempertimbangkan keputusan investasi sesuai kondisi masing-masing.
Profil Penulis

Financial Expert Ajaib
Panji Yudha adalah seorang Financial Expert Ajaib yang sudah berpengalaman lebih dari 4+ tahun. Panji merupakan lulusan Victoria University, Melbourne, pada 2020 dengan gelar di bidang Financial Risk Management dan International Trade. Dengan latar belakang akademis dan pengalaman di industri aset kripto, Panji aktif membagikan analisis dan wawasan seputar investasi, trading, serta perkembangan pasar Kripto.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!