Terkerek Sentimen Robinhood Chain, Token Arbitrum (ARB) Terbang 14%!
Salsabilla•July 10, 2026

Key Takeaways
- ARB melonjak 14% setelah peluncuran Robinhood Chain yang dibangun di atas teknologi Arbitrum dan mencatat aktivitas on-chain yang tinggi.
- Robinhood Chain membagikan 10% pendapatan biaya transaksi ke ekosistem Arbitrum, memperkuat potensi nilai jangka panjang bagi jaringan.
- Volume transaksi dan aset stablecoin tumbuh pesat di minggu pertama, didorong program zero gas fee dan antusiasme pengguna.
Robinhood Chain Dorong Reli ARB, Ini Faktor Utamanya
Token asli Arbitrum ($ARB) sukses mencuri perhatian pasar kripto setelah mencatatkan kenaikan tajam hingga ditutup naik 14% pada perdagangan Kamis kemarin (9/7). Lonjakan luar biasa ini dipicu oleh suksesnya peluncuran mainnet Robinhood Chain jaringan Ethereum Layer-2 baru yang dibangun menggunakan tumpukan teknologi dari ekosistem Arbitrum.
Pasar keuangan terdesentralisasi (DeFi) dibuat geger oleh masifnya aktivitas on-chain di jaringan besutan pialang digital Robinhood tersebut. Berdasarkan data dari Entropy Advisors, Robinhood Chain berhasil membukukan volume perdagangan harian fantastis mencapai $568 juta pada hari Rabu (8/7) dan berlanjut sebesar $350 juta pada hari Kamis (9/7). Menariknya, selain didorong oleh tingginya transaksi perdagangan memecoin, saldo aset stablecoin di dalam jaringan ini juga meroket kilat melewati angka $260 juta hanya dalam minggu pertamanya.
Lantas, mengapa kesuksesan Robinhood Chain berdampak langsung pada meroketnya harga ARB? Rahasianya terletak pada skema komitmen pembagian keuntungan (revenue sharing) yang sangat berpihak pada keberlanjutan ekosistem Arbitrum. Steven Goldfeder, salah satu pendiri Offchain Labs, menjelaskan bahwa 10% dari total biaya transaksi bersih yang dikumpulkan oleh Robinhood Chain akan disetor balik ke ekosistem Arbitrum. Dari potongan tersebut, sebanyak 8% dialokasikan langsung masuk ke kas perbendaharaan (treasury) DAO Arbitrum, sedangkan 2% sisanya disalurkan untuk pendanaan kelompok pengembang (Developer Guild).
Tingginya antusiasme pengguna di awal peluncuran ini juga tidak lepas dari program promosi agresif yang dilakukan oleh Robinhood. Selama 90 hari pertama sejak peluncuran, pihak Robinhood menanggung penuh seluruh biaya gas (Zero Gas Fee) untuk aktivitas swap, transaksi kripto, hingga aktivitas transfer aset (bridge) lintas jaringan lewat Robinhood Wallet. Hal ini sukses memicu gelombang transaksi super padat hingga memproses lebih dari 4 juta transaksi hanya dalam minggu pertamanya.
Hebatnya lagi, performa jaringan baru ini melesat jauh melampaui prediksi awal para lembaga riset terkemuka. Lembaga riset FalconX sebelumnya memproyeksikan bahwa Robinhood Chain hanya akan menghasilkan sekitar $1,1 juta dalam bentuk biaya transaksi selama enam bulan pertamanya. Namun, realitas di lapangan berbicara lain. Brendan Ma, Kepala Strategi Investasi di Arbitrum Foundation, mengungkapkan bahwa hanya dengan melihat aktivitas harian kemarin saja, Robinhood sudah berpotensi menghasilkan pendapatan tahunan lebih dari $12,5 juta. Angka pendapatan ini dinilai masih bisa melonjak berkali-kali lipat mengingat menu utama mereka, yaitu perluasan akses tokenisasi saham AS (RWA) untuk pasar global, belum sepenuhnya digulirkan secara massal.
Analisis dibuat pada Jumat, 10 Juli 2026 oleh Panji Yudha, Financial Expert Ajaib Sekuritas.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Harga aset digital dapat berubah secara signifikan dalam waktu singkat; berinvestasilah sesuai analisis dan keputusan pribadi.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!