Standard Chartered Proyeksikan LINK Tembus $200 di 2030, RWA Tertokenisasi Diramal Capai $4 Triliun
Panji Yudha•August 11, 2026

Analisis dibuat pada Selasa, 11 Agustus 2026 oleh Panji Yudha, Financial Expert Ajaib Sekuritas.
Key Takeaways
- Standard Chartered menargetkan LINK mencapai $200 pada 2030, didukung potensi pertumbuhan aset dunia nyata (RWA) yang ditokenisasi dan meningkatnya kebutuhan data on-chain.
- Chainlink masih mendominasi pasar oracle dengan 62,10% pangsa Total Value Secured (TVS), jauh di atas kompetitor seperti Chronicle, Internal, RedStone, dan Pyth.
- Proyeksi LINK tetap memiliki risiko, terutama dari lambatnya adopsi tokenisasi institusional, persaingan oracle, serta potensi hambatan teknis di masa depan.
Standard Chartered resmi merilis laporan riset terbarunya untuk Chainlink pada Senin (10/8), menetapkan target harga $200 untuk token LINK pada akhir 2030, mencerminkan potensi kenaikan lebih dari 25 kali lipat dari harga saat ini yang berada di kisaran $8.
Kepala Riset Aset Digital Global Standard Chartered, Geoff Kendrick, menyebut Chainlink sebagai satu-satunya platform yang saat ini memiliki kesiapan penuh untuk menopang seluruh kebutuhan data tepercaya, interoperabilitas antarjaringan, kepatuhan yang menjaga privasi, hingga integrasi dengan sistem keuangan tradisional.
Proyeksi optimis ini didasarkan pada perkiraan nilai aset dunia nyata (RWA) yang ditokenisasi bakal menembus $4 triliun pada akhir 2028. Kendrick juga memproyeksikan lonjakan 37 kali lipat pada aset tertokenisasi dan kripto-native yang di-deploy di DeFi, mendorong nilainya mencapai $2,7 triliun pada akhir 2030.
Semakin besar skala aset yang berpindah on-chain, semakin besar pula kebutuhan akan data eksternal yang aman, sesuatu yang berpotensi mendongkrak pendapatan fee Chainlink secara signifikan.

Data dari DeFiLlama memperkuat argumen ini. Dari sisi Total Value Secured (TVS) di industri oracle, Chainlink menguasai 62,10% pangsa pasar — jauh di atas Chronicle (13,25%), Internal (8,19%), RedStone (6,27%), dan Pyth (4,30%).
Yang lebih menarik, tren historis dominasi oracle melalui grafik “Oracle Dominance” menunjukkan Chainlink secara konsisten menjadi pemain terbesar sejak 2021. Chainlink bahkan sempat menguasai hingga 60–70% pangsa pasar oracle secara berkelanjutan, meski jumlah kompetitor terus bertambah dari tahun ke tahun.
Total nilai yang diamankan Chainlink kini mencapai $34,4 miliar, jauh melampaui Chronicle di posisi kedua dengan $7,36 miliar. Hal ini mengonfirmasi posisi Chainlink sebagai pemimpin oracle terdesentralisasi untuk komunikasi antarblockchain di industri kripto.
Laporan ini muncul di tengah permintaan yang terus meningkat terhadap aset tertokenisasi. Volume trading RWA tertokenisasi di bursa terdesentralisasi (DEX) mencetak rekor tertinggi sepanjang masa sebesar $141 miliar pada Juli — melonjak 19,5% secara bulanan, didorong terutama oleh ekuitas publik, menurut data dari CryptoRank.
Meski proyeksinya optimistis, Kendrick turut menggarisbawahi sejumlah risiko yang bisa menahan laju kenaikan LINK. Risiko tersebut mencakup potensi lambatnya inisiatif tokenisasi institusional dari yang diperkirakan, persaingan dari penyedia oracle spesialis seperti Pyth dan RedStone, serta risiko hambatan teknis yang mungkin muncul di jaringan ke depannya.
Apa yang Perlu Diperhatikan Trader?
Proyeksi Standard Chartered memberikan gambaran positif terhadap prospek jangka panjang LINK, terutama jika pertumbuhan RWA tertokenisasi dan adopsi DeFi terus meningkat. Namun, target harga 2030 tetap merupakan proyeksi jangka panjang yang bergantung pada sejumlah asumsi terkait pertumbuhan ekosistem.
Beberapa hal yang dapat diperhatikan trader antara lain:
- Pantau perkembangan tokenisasi aset dunia nyata (RWA) dan pertumbuhan aktivitas DeFi.
- Perhatikan dominasi Chainlink di sektor oracle serta perubahan pangsa pasar kompetitor.
- Ikuti perkembangan integrasi Chainlink dengan institusi dan sistem keuangan tradisional.
- Cermati pertumbuhan volume trading RWA tertokenisasi di DEX.
- Perhatikan persaingan dari oracle spesialis seperti Pyth dan RedStone.
- Tetap pertimbangkan risiko teknis dan potensi perlambatan adopsi institusional.
Pantau Pergerakan LINK di Ajaib
Kamu dapat memantau harga dan pergerakan LINK dan ratusan aset kripto lainnya dengan mudah di Ajaib. Dapatkan informasi terupate dari aplikasi Ajaib, buat multiple watchlist, serta gunakan price alert untuk membantu kamu memantau pergerakan aset dan menjalankan strategi trading dengan lebih presisi. Download Ajaib dan mulai pantau peluang trading LINK serta aset kripto lainnya sekarang.
Profil Penulis

Financial Expert Ajaib
Panji Yudha adalah seorang Financial Expert Ajaib yang sudah berpengalaman lebih dari 4+ tahun. Panji merupakan lulusan Victoria University, Melbourne, pada 2020 dengan gelar di bidang Financial Risk Management dan International Trade. Dengan latar belakang akademis dan pengalaman di industri aset kripto, Panji aktif membagikan analisis dan wawasan seputar investasi, trading, serta perkembangan pasar Kripto.
Disclaimer: Transaksi Aset Kripto mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Informasi yang terkandung dalam tulisan ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset dan analisis internal perusahaan secara seksama dengan sumber terpercaya dan tidak dipengaruhi dari pihak manapun. Tulisan ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Pengambilan keputusan dalam melakukan transaksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi Pengguna. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!