Aster ($ASTER) Terapkan Listing Futures Secara Terbuka, Proyek Wajib Lock 1 Juta Token 4 Tahun
Salsabilla•August 12, 2026

Key Takeaways
- Aster ($ASTER) mengaktifkan Aster Open Standards Phase 2 (AOS-2) pada 11 Agustus 2026, mengubah proses listing kontrak futures dari negosiasi tertutup menjadi mekanisme terbuka berbasis staking dan voting validator secara on-chain.
- Setiap proyek yang ingin membuka perdagangan futures di Aster wajib staking 1 juta ASTER dan menguncinya selama empat tahun tanpa opsi penarikan lebih awal. Jika proposal ditolak validator, deposit tersebut dikembalikan sepenuhnya.
- Mekanisme ini memberikan utility baru bagi ASTER sekaligus mengunci sebagian supply token selama empat tahun. Bagi trader, hal yang perlu diperhatikan bukan hanya potensi bertambahnya pilihan kontrak, tetapi juga proses voting, parameter risiko, likuiditas, dan leverage setelah sebuah pasar disetujui.
Aster Ubah Mekanisme Listing Futures lewat AOS-2
Platform exchange terdesentralisasi (DEX) Aster resmi mengaktifkan Aster Open Standards Phase 2 (AOS-2) pada Selasa (11/8). Upgrade ini membawa perubahan pada mekanisme listing kontrak futures yang sebelumnya dilakukan melalui proses negosiasi tertutup menjadi sistem terbuka dengan staking token, voting validator secara on-chain, dan catatan yang dapat dipantau secara publik.
Perubahan tersebut membuat proses listing tidak lagi hanya bergantung pada keputusan internal platform. Proyek yang ingin membuka pasar futures harus memenuhi persyaratan staking terlebih dahulu, kemudian proposalnya diputuskan melalui validator. Pendekatan ini sejalan dengan arah Aster untuk memperluas standar listing terbuka setelah sebelumnya AOS-1 digunakan untuk mengatur listing pasar spot.
Bagaimana Mekanisme Listing Futures Aster Bekerja?
Secara sederhana, AOS-2 membagi proses listing menjadi beberapa tahapan. Staking menjadi syarat awal, sedangkan keputusan apakah suatu proyek dapat membuka pasar futures tetap berada pada validator.
| Tahap | Mekanisme |
|---|---|
| 1. Pengajuan | Proyek mengajukan proposal untuk membuka perdagangan futures di Aster |
| 2. Staking | Proyek wajib mengunci 1 juta ASTER |
| 3. Masa lock | Token dikunci selama 4 tahun dan tidak dapat ditarik lebih awal |
| 4. Voting | Validator memberikan suara terhadap proposal secara on-chain |
| 5. Jika ditolak | Deposit 1 juta ASTER dikembalikan |
| 6. Jika disetujui | Tim manajemen risiko Aster mengonfigurasi parameter pasar |
| 7. Peluncuran | Kontrak futures diluncurkan dengan skema T+1 |
Dengan mekanisme tersebut, terdapat pemisahan tanggung jawab yang cukup jelas. Validator menentukan apakah listing disetujui, sementara tim manajemen risiko Aster tetap menentukan parameter teknis seperti leverage dan margin sebelum pasar dibuka.
Wajib Lock 1 Juta ASTER Selama 4 Tahun, Apa Dampaknya?
Persyaratan staking menjadi bagian paling penting dari AOS-2 karena proyek tidak sekadar membayar biaya listing, tetapi harus mengunci 1 juta ASTER selama empat tahun penuh. Artinya, token tersebut tidak dapat ditarik kembali lebih awal selama periode lock, sementara proyek masih memiliki risiko proposalnya ditolak validator.
Namun, terdapat perbedaan penting dibandingkan biaya listing yang langsung menjadi pengeluaran. Jika proposal tidak mendapatkan persetujuan validator, seluruh deposit 1 juta ASTER dikembalikan.
Dari Listing hingga Futures Aktif, Risiko Tetap Menjadi Fokus
Salah satu hal penting dari AOS-2 adalah persetujuan validator tidak berarti kontrak futures langsung dapat diperdagangkan. Setelah proposal disetujui, tim manajemen risiko Aster masih harus mengatur parameter pasar, termasuk leverage dan margin. Kontrak kemudian diluncurkan dengan skema T+1.
Pembagian ini penting karena futures memiliki karakter risiko yang berbeda dari pasar spot. Kontrak derivatif melibatkan leverage, margin, likuidasi, dan kebutuhan terhadap mekanisme harga yang dapat diandalkan. Karena itu, semakin banyak pasar yang tersedia tidak selalu berarti semakin banyak peluang yang layak diperdagangkan.
Apa yang Perlu Diperhatikan Trader Kripto?
1. Likuiditas setelah listing
Pasar yang baru dibuka belum tentu langsung memiliki kedalaman order book yang memadai. Trader perlu melihat volume transaksi, spread, dan kedalaman pasar sebelum menggunakan ukuran posisi besar.
2. Leverage dan margin
Leverage dapat memperbesar keuntungan sekaligus mempercepat kerugian. Aster sendiri menunjukkan bahwa parameter leverage dan maintenance margin dapat berbeda antar-kontrak dan dapat disesuaikan berdasarkan kondisi pasar.
3. Funding dan biaya transaksi
Pergerakan harga yang terlihat menarik belum tentu menghasilkan trade yang efisien apabila biaya transaksi dan funding terlalu besar. Untuk posisi yang ditahan lebih lama, biaya tersebut perlu dimasukkan ke dalam perhitungan potensi risk-reward.
4. Validasi terhadap aset yang baru listing
Persetujuan validator bukan berarti harga token akan naik atau pasar futures akan langsung ramai. Trader tetap perlu melihat fundamental proyek, katalis, volume, volatilitas, serta kualitas likuiditas setelah kontrak aktif.
5. Risiko likuidasi
Pada futures, kesalahan menentukan ukuran posisi dapat lebih cepat berdampak dibandingkan transaksi spot. Karena itu, penggunaan leverage yang lebih rendah dan penentuan level invalidasi sebelum membuka posisi dapat membantu menjaga risiko tetap terukur.
Strategi yang Lebih Terukur untuk Menghadapi Listing Baru
Untuk trader yang tertarik mencoba kontrak baru setelah listing, beberapa pendekatan berikut dapat dipertimbangkan:
- Tunggu pembentukan likuiditas awal. Tidak semua kontrak baru langsung memiliki spread dan volume yang ideal. Menunggu pasar lebih stabil dapat membantu mengurangi risiko eksekusi.
- Gunakan ukuran posisi bertahap. Posisi awal yang lebih kecil memungkinkan trader menguji likuiditas dan volatilitas sebelum meningkatkan eksposur.
- Prioritaskan risk-reward dibanding leverage. Leverage tinggi bukan syarat untuk memperoleh return yang menarik jika setup perdagangan sudah memiliki rasio risiko dan potensi keuntungan yang memadai.
- Pantau open interest dan volume. Keduanya dapat membantu memberikan gambaran apakah aktivitas perdagangan benar-benar berkembang atau hanya mengalami lonjakan sementara.
Trading Kripto Lebih Mudah di Ajaib
Perkembangan seperti AOS-2 menunjukkan bahwa pasar kripto semakin berkembang dari sisi infrastruktur, termasuk mekanisme listing, tata kelola on-chain, dan perdagangan derivatif. Memahami mekanisme di balik sebuah katalis dapat membantu kamu mengambil keputusan trading yang lebih presisi.
Mulai trading kripto sesuai strategi dan profil risiko di Ajaib. Gunakan fitur stop loss untuk membatasi kerugian dan gunakan fitur lainnya yang tersedia di aplikasi untuk maksimalkan keuntungan. Download Ajaib di Play Store & App Store sekarang!
Profil Penulis

SEO Writer
Salsabilla Putri merupakan SEO Writer di Ajaib yang berfokus pada penyusunan konten edukasi investasi saham, reksa dana, kripto, serta saham AS dan keuangan secara general. Ia menghadirkan artikel informatif yang membantu pembaca memahami berbagai produk investasi dan tren pasar.
Disclaimer: Transaksi Aset Kripto mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Informasi yang terkandung dalam tulisan ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset dan analisis internal perusahaan secara seksama dengan sumber terpercaya dan tidak dipengaruhi dari pihak manapun. Tulisan ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Pengambilan keputusan dalam melakukan transaksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi Pengguna. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!