Robinhood Beli Bitcoin $25 Juta, HOODX Naik 57% dalam 6 Bulan
Panji Yudha•October 8, 2026

Key Takeaways
- Robinhood membeli sekitar US$25 juta Bitcoin untuk neraca perusahaan, menandai pembelian Bitcoin korporasi pertama yang diungkap perusahaan.
- Estimasi pihak luar menempatkan pembelian tersebut di kisaran 294-300 BTC, sementara Robinhood tidak mengungkap jumlah koin secara resmi.
- Pendapatan kripto Robinhood turun 38% menjadi US$100 juta pada kuartal II, meski total pendapatan perusahaan naik 32% ke rekor US$1,31 miliar.
- Robinhood Chain memiliki TVL sekitar US$1,05 miliar dan menjadi bagian dari ekspansi Web3 perusahaan bersama Stock Tokens.
- Trader akan memantau potensi pembelian Bitcoin berikutnya, peluncuran perps di AS, dan perkembangan TVL Robinhood Chain.
Robinhood Beli Bitcoin US$25 Juta di Tengah Ekspansi Kripto
Robinhood menambah sekitar US$25 juta Bitcoin ke neraca perusahaan, menandai pembelian Bitcoin korporasi pertama yang diungkap perusahaan.
Langkah ini dilakukan ketika bisnis kripto Robinhood menghadapi perlambatan, sementara perusahaan terus memperluas ekosistem Web3 melalui Robinhood Chain, Stock Tokens, dan perpetual futures (perps).
Pada saat yang sama, tokenized stock Robinhood atau HOODX tercatat naik 57% dalam enam bulan terakhir. Perkembangan tersebut membuat aksi pembelian Bitcoin dan ekspansi produk kripto Robinhood menjadi perhatian pelaku pasar.
Robinhood Beli Bitcoin untuk Neraca Perusahaan
Senior Vice President dan General Manager Crypto & International Robinhood, Johann Kerbrat, mengungkap pembelian tersebut dalam wawancara di program The Starting Block pada Rabu (7/10) yang disiarkan dari konferensi kripto di Singapura.
Bitcoin tersebut dibeli untuk neraca perusahaan, bukan untuk kustodi nasabah. Robinhood tidak mengungkap jumlah Bitcoin yang dibeli, tetapi estimasi pihak luar menempatkannya di kisaran 294-300 BTC.
Kerbrat menyebut pembelian ini sebagai sinyal komitmen Robinhood terhadap Bitcoin dan ekosistem kripto, bukan perubahan strategi perusahaan. Nilainya juga relatif kecil dibandingkan kapitalisasi Robinhood sekitar US$100 miliar.
Meski begitu, pembelian ini menjadi langkah awal yang membuka kemungkinan akumulasi Bitcoin berikutnya. Robinhood kini bergabung dengan perusahaan publik seperti Strategy, Tesla, dan Block yang menyimpan Bitcoin dalam neracanya.
Bisnis Kripto Melambat, Robinhood Perluas Ekosistem Web3
Pembelian Bitcoin terjadi ketika pendapatan kripto Robinhood pada kuartal II turun 38% secara tahunan menjadi US$100 juta. Sebaliknya, total pendapatan perusahaan naik 32% menjadi rekor US$1,31 miliar.
Di tengah kondisi tersebut, Robinhood tetap memperluas bisnis Web3 melalui Robinhood Chain, jaringan Layer 2 berbasis Arbitrum Orbit yang meluncur di mainnet publik pada 1 Juli 2026.
Robinhood Chain Punya 3 Perkembangan Utama
Ekspansi Robinhood Chain menjadi salah satu bagian penting dari strategi Web3 perusahaan. Tiga perkembangan yang perlu diperhatikan meliputi:
- TVL mencapai US$1,05 miliar
Robinhood Chain tidak memiliki token native. TVL jaringan tersebut mencapai sekitar US$1,05 miliar setelah menembus US$1 miliar sekitar 80 hari setelah peluncuran. Sejak akhir September, TVL bergerak di kisaran US$1 miliar–US$1,05 miliar. - Stock Tokens dapat diperdagangkan 24 jam
Pengguna yang memenuhi syarat dapat memperdagangkan Stock Tokens selama 24 jam di Robinhood Chain. Volume perdagangan produk tersebut disebut sudah mendekati batas yang ditetapkan dalam pengecualian inovasi SEC untuk saham AS yang ditokenisasi. - 10% pendapatan bersih dibagikan ke Arbitrum
Robinhood Chain membagikan 10% pendapatan bersihnya kepada ekosistem Arbitrum, yang menjadi bagian dari infrastruktur jaringan tersebut.
Robinhood Siapkan Perps untuk Pengguna AS
Selain Stock Tokens, Robinhood berencana meluncurkan perpetual futures untuk pengguna AS yang memenuhi syarat dalam beberapa bulan mendatang.
Perps tersebut akan mencakup BTC, ETH, SOL, XRP, DOGE, ADA, LINK, dan HYPE. Produk ini tidak memiliki tanggal kedaluwarsa dan menggunakan penyelesaian untung-rugi setiap 15 menit.
Dengan ekspansi tersebut, pelaku pasar akan mencermati tiga katalis utama Robinhood, yakni potensi pembelian Bitcoin berikutnya, peluncuran perps di AS, dan perkembangan TVL Robinhood Chain.
Pantau Pergerakan Bitcoin di Ajaib Kripto
Aksi Robinhood menambah Bitcoin menunjukkan bahwa perkembangan adopsi kripto korporasi tetap menjadi salah satu katalis yang perlu diperhatikan. Namun, keputusan trading tetap perlu mempertimbangkan pergerakan harga dan kondisi pasar secara keseluruhan.
Melalui Ajaib Kripto, trader dapat memantau pergerakan harga aset kripto dan mencari aset yang sesuai dengan strategi trading.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Informasi di atas bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau paksaan untuk melakukan transaksi. Harga aset kripto dapat berubah secara real-time. Pastikan melakukan riset dan mempertimbangkan keputusan investasi sesuai kondisi masing-masing.
Sumber: Arkham
Profil Penulis

Financial Expert Ajaib
Panji Yudha adalah seorang Financial Expert Ajaib yang sudah berpengalaman lebih dari 4+ tahun. Panji merupakan lulusan Victoria University, Melbourne, pada 2020 dengan gelar di bidang Financial Risk Management dan International Trade. Dengan latar belakang akademis dan pengalaman di industri aset kripto, Panji aktif membagikan analisis dan wawasan seputar investasi, trading, serta perkembangan pasar Kripto.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!