Meteora Luncurkan DLMM Pro di Solana, Token MET Naik 95% pada Kuartal III 2026
Panji Yudha•October 7, 2026

Key Takeaways:
- Meteora meluncurkan DLMM Pro, AMM baru di jaringan Solana yang memungkinkan tim proyek mengatur likuiditas dan mekanisme peluncuran token.
- DLMM Pro menggunakan Dynamic Liquidity Market Maker (DLMM) dengan pengaturan khusus untuk likuiditas awal, pembukaan perdagangan, dan biaya dinamis.
- Produk ini menggabungkan pool peluncuran dan likuiditas berkelanjutan melalui Dynamic Bonding Curve (DBC), serta mendukung posisi LP berbentuk NFT dan limit order on-chain.
- Meteora mencatat sekitar US$6,9 miliar volume DEX dan menghasilkan sekitar US$33,8 juta biaya dalam 30 hari terakhir.
- Token MET naik sekitar 95% sepanjang kuartal III 2026, dari sekitar US$0,17 menjadi US$0,33, meski masih sekitar 45% di bawah ATH US$0,6001.
Meteora Perkenalkan DLMM Pro untuk Peluncuran Token di Solana
Meteora, protokol likuiditas di jaringan Solana, meluncurkan DLMM Pro, automated market maker (AMM) yang dirancang untuk memberikan kontrol lebih besar kepada tim proyek dalam mengatur peluncuran pasar token.
Pengumuman DLMM Pro datang setelah token MET naik sekitar 95% pada kuartal III 2026, periode 1 Juli hingga 30 September. Saat ini, akses DLMM Pro masih melalui waitlist dan akan diluncurkan secara bertahap.
Melalui akun resminya di X, Meteora menyampaikan bahwa DLMM Pro segera hadir sekaligus membuka pendaftaran waitlist. Video pengantar produk tersebut telah ditonton sekitar 64.000 kali dalam waktu sekitar 21 jam.
DLMM Pro Beri Kontrol Lebih Besar atas Likuiditas Token
DLMM Pro dibangun menggunakan Dynamic Liquidity Market Maker (DLMM). Mekanisme ini membagi likuiditas ke dalam bin harga dengan biaya yang menyesuaikan kondisi volatilitas.
Untuk peluncuran token, DLMM Pro menyediakan pengaturan terhadap:
- Likuiditas awal.
- Mekanisme pembukaan perdagangan.
- Biaya dinamis.
Struktur biaya tersebut dirancang agar biaya pada tahap awal dapat lebih tinggi untuk mengompensasi risiko yang dihadapi penyedia likuiditas atau liquidity provider (LP) ketika pasar baru masih berada dalam kondisi volatil.
Dengan mekanisme tersebut, DLMM Pro tidak hanya berfungsi sebagai AMM, tetapi juga memberikan perangkat bagi proyek untuk mengatur proses awal terbentuknya pasar token.
Dynamic Bonding Curve Gabungkan Pool Peluncuran dan Likuiditas Berkelanjutan
Meteora juga mengintegrasikan Dynamic Bonding Curve (DBC) ke dalam DLMM Pro. Mekanisme ini menghubungkan pool peluncuran dengan likuiditas berkelanjutan.
Dengan sistem tersebut, proyek tidak perlu memindahkan pool setelah fase peluncuran selesai.
DLMM Pro juga memiliki fitur lain, yaitu setiap posisi LP direpresentasikan sebagai NFT. Selain itu, trader dapat menempatkan limit order secara on-chain pada pool yang sama.
Meteora Catat Volume DEX US$6,9 Miliar
Aktivitas Meteora di ekosistem Solana juga menjadi perhatian. Dalam 30 hari terakhir, protokol ini mencatat sekitar US$6,9 miliar volume DEX dan menghasilkan sekitar US$33,8 juta biaya.
Dari jumlah tersebut, sekitar US$4 juta menjadi pendapatan protokol, berdasarkan data DefiLlama.
Sementara itu, pada paruh pertama 2026, liquidity provider Meteora memperoleh sekitar US$140 juta biaya dari volume perdagangan sebesar US$32 miliar.
Token MET Naik 95% pada Q3 2026
Di sisi token, MET diluncurkan pada 23 Oktober 2025 dan memiliki keterkaitan dengan pendapatan protokol melalui mekanisme Referral Staking dan buyback.
Harga MET meningkat dari sekitar US$0,17 pada akhir Juni menjadi sekitar US$0,33, atau naik sekitar 95% sepanjang kuartal III 2026.
Meski demikian, harga tersebut masih sekitar 45% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di US$0,6001.
Adopsi DLMM Pro Jadi Katalis yang Perlu Dipantau Trader
Dampak DLMM Pro terhadap token MET selanjutnya akan bergantung pada tingkat adopsi produk tersebut. Salah satu perhatian utama pasar adalah kapan akses melalui waitlist akan dibuka secara lebih luas dan seberapa banyak proyek yang menggunakan DLMM Pro.
Selain jumlah proyek pengguna, pasar juga akan memantau kemampuan pool DLMM Pro dalam menghasilkan biaya, terutama ketika aktivitas dan volatilitas perdagangan meningkat.
Dengan demikian, kenaikan MET sebesar 95% pada kuartal III menjadi konteks awal, sementara perkembangan adopsi DLMM Pro dapat menjadi faktor yang diperhatikan investor dan trader dalam melihat perkembangan Meteora berikutnya.
Pantau Perkembangan Solana dan Token MET
Peluncuran DLMM Pro menjadi salah satu perkembangan yang perlu diperhatikan seiring meningkatnya aktivitas Meteora di ekosistem Solana. Pantau harga Solana (SOL), token MET, dan berbagai aset kripto lainnya secara real-time di Ajaib untuk membantu menentukan strategi trading sesuai kondisi pasar.
Mulai trading kripto di Ajaib dan pantau pergerakan harga aset kripto favoritmu sekarang.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Informasi di atas bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau paksaan untuk melakukan transaksi. Harga aset kripto dapat berubah secara real-time. Pastikan melakukan riset dan mempertimbangkan keputusan investasi sesuai kondisi masing-masing.
Sumber: Akun X Meteora
Profil Penulis

Financial Expert Ajaib
Panji Yudha adalah seorang Financial Expert Ajaib yang sudah berpengalaman lebih dari 4+ tahun. Panji merupakan lulusan Victoria University, Melbourne, pada 2020 dengan gelar di bidang Financial Risk Management dan International Trade. Dengan latar belakang akademis dan pengalaman di industri aset kripto, Panji aktif membagikan analisis dan wawasan seputar investasi, trading, serta perkembangan pasar Kripto.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!