Demi Bayar Dividen, Strategy Jual 3.588 Bitcoin Senilai $216 Juta, Pasar Spot Sempat Terguncang
Salsabilla•July 7, 2026

Raksasa korporasi pemegang Bitcoin terbesar di dunia, Strategy ($MSTR), mengejutkan pelaku pasar dengan mengumumkan penjualan 3.588 BTC senilai kurang lebih $216 juta. Aksi likuidasi yang dieksekusi antara tanggal 29 Juni hingga 5 Juli 2026 ini sengaja diambil perusahaan guna mendanai pembayaran dividen pada instrumen sekuritas Digital Credit mereka.

Kabar penjualan masif ini tak pelak langsung memberikan tekanan hebat di pasar spot. Para trader yang psikologisnya masih rapuh pasca-penurunan pasar sepanjang bulan Juni merespons dengan aksi jual, hingga sempat memicu harga Bitcoin (BTC) terjerembab ke kisaran $61.000. Kendati demikian, langkah penyesuaian portofolio yang diumumkan oleh Michael Saylor ini bukanlah bentuk exit plan (keluar dari pasar), melainkan murni bagian dari pengelolaan likuiditas korporasi.
Berdasarkan pembaruan data portofolio per 5 Juli 2026, aksi likuidasi tersebut membuat cadangan Bitcoin Strategy sedikit menyusut menjadi 843.775 BTC. Di sisi lain, penjualan ini berhasil mempertebal cadangan dana tunai (USD reserves) perusahaan hingga menyentuh angka fantastis $2,55 miliar. Dengan kas sejumbo ini, Strategy memiliki ruang gerak yang jauh lebih aman untuk memenuhi kewajiban finansialnya ke depan tanpa perlu bergantung pada penerbitan saham baru.
Pergeseran Strategi: Dari “HODL” Mati-matian ke Manajemen Aktif
Aksi jual kali ini memiliki skala yang jauh lebih besar dan sensitif dibanding akhir Mei lalu, saat Strategy melepas “hanya” 32 BTC. Langkah terbaru ini ternyata berjalan di bawah payung Digital Credit Capital Framework yang baru diresmikan akhir Juni lalu. Kerangka kerja baru tersebut memberikan izin bagi perusahaan untuk memonetisasi Bitcoin hingga batasan $1,25 miliar demi kebutuhan mendesak seperti pembayaran bunga, dividen, hingga program pembelian kembali (repurchase). Ini menandai pergeseran besar Strategy dari yang semula fokus pada akumulasi satu arah (buy-and-hold) menjadi manajemen neraca keuangan yang lebih dinamis dan aktif.
Menanggapi kekhawatiran para investor, Michael Saylor menegaskan bahwa Strategy berkomitmen kuat untuk menghindari status sebagai penjual bersih (net seller). Saylor membela langkah ini dengan filosofi lamanya:
“Bahkan jika kami harus menjual satu Bitcoin untuk kebutuhan likuiditas, kami akan membeli 10 hingga 20 Bitcoin lebih banyak lagi di kemudian hari.”
Bagaimanapun juga, dengan penguasaan hampir 4% dari total suplai Bitcoin global yang beredar, Strategy tetap kokoh berdiri sebagai raja treasury kripto dunia. Analis dari Citigroup menilai bahwa sentimen negatif akibat penjualan internal perusahaan ini kemungkinan besar hanya bersifat sementara. Arah pergerakan harga Bitcoin ke depan diproyeksikan akan lebih banyak didikte oleh performa arus dana masuk/keluar (net flows) pada Spot ETF serta sentimen makroekonomi global, ketimbang transaksi tunggal manajemen internal Strategy.
Analisis dibuat pada Selasa, 7 Juli 2026 oleh Panji Yudha, Financial Expert Ajaib Sekuritas.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Harga aset digital dapat berubah secara signifikan dalam waktu singkat; berinvestasilah sesuai analisis dan keputusan pribadi.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!