Data On-Chain Visa: Volume Stablecoin Juni 2026 Cetak Rekor $1,79 Triliun, USDC Amankan Dominasi H1
Salsabilla•July 7, 2026

Aktivitas ekonomi riil menggunakan aset digital berbasis dolar (stablecoin) mencatatkan pertumbuhan eksponensial.

Berdasarkan data terbaru dari on-chain dashboard Visa, volume transaksi yang disesuaikan (adjusted transaction volume yang telah menyaring aktivitas bot, transfer internal exchange, dan transaksi non-ekonomi lainnya) sukses menyentuh rekor baru sebesar $1,79 triliun di bulan Juni 2026 saja. Angka ini mencerminkan lonjakan masif sebesar +63% MoM dibanding perolehan Mei ($1,1 triliun) sekaligus melesat +125% YoY dari Juni 2025 yang berada di kisaran $795 miliar.
Secara akumulatif sepanjang paruh pertama tahun ini (H1 2026), laporan Visa menunjukkan total adjusted volume stablecoin telah menembus angka fantastis $8,82 triliun. Nilai performa setengah tahun ini bahkan sudah melampaui total volume sepanjang tahun 2024 penuh ($5,8 triliun) dan bergerak cepat mengejar rekor tahun 2025 yang berada di angka $10,8 triliun.
Flippening Nyata: Pergeseran Peta Kekuatan USDC vs. USDT
Katalis paling menarik dari data Visa ini adalah dominasi USDC (Circle) yang kian memperlebar jarak dari kompetitor utamanya, Tether (USDT). Selama H1 2026, USDC sukses menguasai sekitar 70% pangsa pasar transaksi, sementara USDT hanya merepresentasikan sekitar 25%. Jika ditarik khusus pada bulan Juni, USDC memegang kendali 67% pasar (setara $1,21 triliun) berbanding USDT yang berada di angka 32%.
Perkembangan ini menandai pembalikan arah sejarah yang luar biasa. Sebagai perbandingan, pada tahun 2020 silam USDT mendominasi hampir 90% aktivitas pasar sementara USDC tenggelam di bawah 10%. Pangsa pasar USDC kemudian merangkak ke area 45% pada 2022, hingga akhirnya resmi mengukuhkan posisinya sebagai penguasa likuiditas makro kripto saat ini.
Digerakkan Sektor Korporasi & Institusi Finansial
Pertumbuhan agresif ini menegaskan bahwa stablecoin telah bergeser fungsi dari sekadar instrumen spekulasi perdagangan kripto menjadi infrastruktur utama pembayaran digital global, remitansi, tokenisasi aset nyata (RWA), hingga penyelesaian transaksi antarlembaga.
Faktor kepatuhan regulasi (regulatory compliance) menjadi alasan utama mengapa USDC kini menjadi opsi mutlak bagi institusi tradisional. Alih-alih membangun infrastruktur dari nol, raksasa perbankan global seperti Standard Chartered dan BNY memilih untuk langsung mengintegrasikan layanan finansial mereka menggunakan jaringan USDC milik Circle. Tren utilitas ekonomi yang kian matang ini tidak hanya memperluas adopsi blockchain secara massal, tetapi juga menjadi modal fundamental yang sangat kuat bagi Circle menjelang pelaksanaan penawaran umum perdana (IPO) mereka.
Analisis dibuat pada Selasa, 7 Juli 2026 oleh Panji Yudha, Financial Expert Ajaib Sekuritas.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Harga aset digital dapat berubah secara signifikan dalam waktu singkat; berinvestasilah sesuai analisis dan keputusan pribadi.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!