Analisis Saham

Mengapa Banyak Saham Grup MNC Terjebak di Level Gocap Sepanjang 2026?

Afif Alfaris•October 8, 2026

Logo emiten saham MNCN

Key Takeaways

  • Sejak floor price Rp1 berlaku 28 September 2026, BABP, BCAP, dan KPIG langsung ARB ke Rp43.
  • Hari kedua, BABP dan BCAP kembali ARB ke Rp37 (-26% dalam dua hari), KPIG kembali ke Rp50, MNCN naik 10,17%, dan MSIN naik 18,18%.
  • Tekanan pasokan bersifat struktural: BCAP memiliki 42,62 miliar saham, dan KPIG menambah 9,76 miliar saham baru sejak Desember 2025 dengan harga penerbitan terakhir Rp100.

Dua Hari Tanpa Lantai Rp50, Pergerakan Saham Grup MNC Terbelah

Berakhirnya era saham gocap langsung terlihat pada pergerakan saham grup MNC dalam dua hari pertama penerapan aturan baru.

BEI memberlakukan harga minimum Rp1 per saham mulai 28 September 2026, dengan batas auto rejection bawah (ARB) 15% dan atas (ARA) 35% untuk rentang Rp11 hingga Rp200. Dari Rp50, batas ARB dihitung Rp42,5 lalu dibulatkan naik ke fraksi Rp1 sehingga menjadi Rp43.

Tabel 1. Pergerakan Saham Grup MNC di Awal Era Floor Price Rp1

KodeEmiten25 Sep (Rp)28 Sep* (Rp)29 Sep** (Rp)Perubahan 29 SepPerubahan 2 Hari***
BABPBank MNC Internasional5043 (ARB)37 (ARB)-13,95%-26,00%
BCAPMNC Kapital Indonesia5043 (ARB)37 (ARB)-13,95%-26,00%
KPIGMNC Tourism Indonesia5043 (ARB)50+16,28%0,00%
MSKYMNC Sky Vision504647+2,17%-6,00%
BHITMNC Asia Holding212022+10,00%+4,76%
IPTVMNC Vision Networks242324+4,35%0,00%
BMTRGlobal Mediacom86 7481+9,46%-5,81% 
MNCNMedia Nusantara Citra136118130+10,17%-4,41%
MSINMNC Digital Entertainment200176208+18,18%+4,00%

*Harga 28 September dihitung balik dari persentase perubahan 29 September (hitungan Ajaib).

**Harga penutupan 29 September dari sumber sekunder; untuk MSKY dan IPTV, angka yang tersedia adalah harga pukul 15.00 WIB.

***Dihitung terhadap penutupan 25 September (hitungan Ajaib).

Saham yang benar-benar tertahan di Rp50 terus turun setelah lantainya dihapus, sedangkan saham yang harganya sudah di atas gocap justru memantul. Berikut tiga kemungkinan penjelasan yang dapat dipertimbangkan, bukan sebagai kepastian.

  • Antrean jual lama mencari harga baru. Pasokan yang menumpuk di Rp50 atau supply overhang kini dapat bergerak ke harga yang lebih rendah.
  • Penurunan yang mengikuti grup. Pelemahan saham media pada 28 September lebih menyerupai sympathy selling, yaitu aksi jual yang ikut terbawa sentimen saham satu grup.
  • Level psikologis. Bagi KPIG, Rp50 tampaknya masih berfungsi sebagai level psikologis yang menarik pembeli.

Anda dapat menggunakan fitur Order Queue di Ajaib Terminal untuk memantau tebal tipisnya antrean jual di harga ARB.

Peta Saham Grup MNC Sepanjang 2026

Untuk memahami mengapa BABP dan BCAP bergerak lebih sensitif, peta saham grup MNC sepanjang 2026 perlu dilihat lebih dulu.

Tabel 2. Kinerja dan Valuasi Saham Grup MNC

KodeBisnis utamaYTD s.d. 25 SepLaba Semester I 2026*YoYPBV*PER disetahunkan*
KPIGHospitality dan properti-66,22%Rp341,3 miliar-17,1% 0,18x7,9x
BHITHolding induk grup-46,15%Rp91,56 miliar-52,53%0,15x 12,0x 
BCAPHolding jasa keuangan-10,71%Rp121,57 miliar+32,5%0,34x6,5x
BABPPerbankan-9,09%Rp41,87 miliar+11,3% 0,43x19,4x
BMTRHolding media-38,13%Rp179,35 miliar-41,57%0,10x 11,2x 
MNCNTV FTA dan konten-48,09%Rp439,79 miliar-22,2%0,08x2,0x
MSINKonten digital dan OTT-52,38%Rp284,3 miliar+17,8%2,25x 31,2x 
IPTVTV berbayar-55,56%Rugi Rp67,54 miliar n.a.0,11x n.a.
IATAEnergi-36,81%US$ 961 ribu (~Rp14,8 M) -82,43% 0,35x 18,5x 
RAAMKonten-27,16%Rugi Rp64,8 miliar n.a.0,85x n.a.

*Laba yang menjadi hak pemilik entitas induk. PBV dan PER memakai harga penutupan pasar 29 September 2026 dan laba semester I yang disetahunkan (hitungan Ajaib). 

Dari sisi pendapatan, BHIT turun 8,02% menjadi Rp7,00 triliun dengan segmen media turun 12,50% ke Rp4,27 triliun. Sebaliknya, pendapatan BCAP naik 8,6% menjadi Rp2,03 triliun dan KPIG naik 15,5% menjadi Rp1,1 triliun.

Mengapa Banyak Saham Grup MNC Terjebak di Level Gocap?

Setidaknya ada enam faktor yang dapat menjelaskan mengapa saham grup MNC lama bertahan di level gocap.

1. Jumlah Saham Sangat Besar

BCAP memiliki 1,25 miliar saham saat IPO 2001 dan kini 42,62 miliar atau 34 kali lipat, terutama dari saham bonus 33,03 miliar lembar pada September 2018 (rasio sekitar 6:1). KPIG memiliki 107,31 miliar saham, BABP 44,01 miliar, dan MNCN 15,05 miliar saham ditempatkan.

Di harga Rp37, satu fraksi Rp1 setara 2,7%, sehingga setiap langkah harga terasa besar sementara pasokan di tiap level sangat banyak.

2. Penerbitan Saham Baru Berulang

KPIG menerbitkan saham baru tiga kali, seluruhnya berdasarkan persetujuan RUPS 30 Juni 2025.

Tabel 3. Private Placement KPIG

WaktuJumlah sahamHargaDana
Desember 20251,78 miliarRp140Rp250 miliar
Januari 2026514,7 juta±Rp153Rp78,75 miliar
19 Juni 20267,45 miliarRp100Rp745,53 miliar

*Data keterbukaan informasi KPIG dan pemberitaan media, Desember 2025 hingga Juni 2026.

Totalnya 9,76 miliar saham baru atau naik sekitar 10% dari basis 97,55 miliar, dengan harga Rp50 kini 50% di bawah penerbitan terakhir. BCAP juga menerbitkan saham tanpa HMETD (hak memesan efek terlebih dahulu) di Rp143 (2019), Rp140 (2020), dan Rp135 (2021), sehingga harganya kini 72,6% di bawah penerbitan terakhir, sementara BHIT berencana menerbitkan hingga 8,6 miliar saham.

Level harga private placement tersebut berpotensi menjadi area pasokan ketika harga pulih. Anda dapat menggunakan fitur Insider di Ajaib Terminal untuk memantau perubahan kepemilikan pengendali dan pihak terafiliasi setelah penerbitan saham baru.

3. ROE Rendah Membuat PBV Rendah Terlihat Wajar

Laba bersih KPIG Rp341,3 miliar sekitar 2,1 kali EBITDA Rp162,2 miliar, mengindikasikan kontribusi pos nonoperasional seperti keuntungan nilai wajar properti investasi. Surplus revaluasi Rp10,23 triliun per Juni 2025 setara sekitar 35% ekuitas, dan dengan ROE sekitar 2,3%, model sederhana PBV wajar (ROE dibagi cost of equity 12%) menghasilkan sekitar 0,19x, dekat dengan PBV pasar 0,18x, atau 0,27x tanpa surplus revaluasi.

BABP memiliki PBV 0,43x, tetapi PER sekitar 19,4x dengan ROE sekitar 2,2%. Defisit akumulasi membaik dari Rp536,33 miliar ke Rp494,46 miliar, meski selama saldo laba negatif ruang dividen masih tertutup (UU PT Pasal 71 ayat 3), sementara kredit tumbuh 12,8% sejak akhir 2025 menjadi Rp13,10 triliun.

4. Nilai Buku BCAP Tergerus dan Diskon Holding Berlapis

Laba induk BCAP 2025 naik ke Rp256,05 miliar, tetapi ekuitas induk turun dari Rp5,78 triliun ke Rp4,59 triliun akibat transaksi Rp1,46 triliun terkait penambahan kepemilikan di BABP. Nilai buku per saham pun turun 20,6% dari Rp135,5 ke Rp107,6.

Di harga Rp37, nilai pasar 73,25% saham BABP milik BCAP sekitar Rp1,19 triliun atau 76% dari kapitalisasi pasar BCAP Rp1,58 triliun (hitungan Ajaib). Artinya, bisnis nonbank BCAP (asuransi, sekuritas, pembiayaan, leasing, dan digital) dihargai sekitar Rp0,38 triliun, meski hitungan ini ilustratif karena harga BABP juga sedang tertekan.

5. Bisnis Media TV Tertekan dan Sentimen Hukum

Pada semester I, pendapatan MNCN turun 13,6% ke Rp3,52 triliun dan laba induknya turun 22,2%, sehingga PER sekitar 2x dan PBV 0,08x belum diikuti pertumbuhan laba, sementara laba BMTR turun 41,57%. MSIN menjadi pengecualian dengan laba naik 17,8% meski keluar dari MSCI Small Cap Index pada Mei 2026, di tengah divestasi iNews ke RMAB serta penerbitan obligasi dan sukuk BMTR Rp800 miliar.

Perkara dengan CMNP senilai Rp531 miliar pada April 2026 sempat membuat BHIT turun 7,8%. Pada 24 September 2026, Ascot Group Holdings Ltd mengajukan permohonan PKPU (penundaan kewajiban pembayaran utang) terhadap MSKY di PN Jakarta Pusat atas utang usaha Rp67,13 miliar, dari total utang usaha MSKY Rp331,94 miliar yang Rp203,03 miliar di antaranya kepada pihak berelasi, dan statusnya masih permohonan, bukan putusan.

Setelah Lantai Rp50 Dihapus, Apa yang Perlu Dipantau Trader?

Setelah akar masalahnya terpetakan, fokus berikutnya adalah sinyal yang perlu dikonfirmasi sebelum mengambil posisi di saham grup MNC.

Volatilitas Dua Arah dan Perubahan ARB 2027

Data 29 September menunjukkan saham dalam satu grup dapat bergerak berlawanan arah pada hari yang sama. Di harga rendah, perubahan 10% hingga 18% hanya butuh beberapa fraksi harga, dan rentangnya akan makin lebar ketika ARB 35% berlaku pada 2027.

Skenario BABP dan BCAP

Tabel berikut merangkum tiga skenario beserta level pantau dan kondisi pembatalnya.

Tabel 4. Skenario Pergerakan BABP dan BCAP

SkenarioKondisi dan konfirmasiLevel pantauPembatal
Tekanan lanjutAntrean jual di ARB tetap tebal, bid tipis, net sell dominanRp32, lalu Rp28Antrean ARB terserap habis dan harga ditutup di atas ARB
Rebound teknikalAntrean jual menipis, transaksi lot besar di sisi beli, volume naikRp43, lalu Rp50Harga gagal bertahan dan kembali ke ARB
SidewaysARB berhenti dan belum ada katalis dominanRentang setelah ARB berhentiKeluar rentang dengan volume besar

*Skenario bersifat ilustratif dan perlu dikonfirmasi dengan data perdagangan harian.

Untuk saham media, penutupan 25 September (MNCN Rp136 dan MSIN Rp200) menjadi level uji terdekat, dan pantulan umumnya baru valid jika volumenya berlanjut.

Katalis Berikutnya

Beberapa katalis berikut dapat menggerakkan harga saham grup MNC dalam beberapa bulan ke depan.

  • Laporan kuartal III 2026. Laporan ini umumnya terbit akhir Oktober dan menjadi ukuran awal arah laba.
  • Kelanjutan permohonan PKPU MSKY. Hasil persidangan menentukan arah sentimen di lini TV berbayar.
  • Perkara CMNP. Perkembangan perkara dapat memengaruhi sentimen BHIT sebagai induk grup.
  • Rencana private placement BHIT. Penerbitan hingga 8,6 miliar saham menambah pasokan di tingkat induk.
  • Perubahan ARB 1 Januari 2027. Pelebaran ARB ke 35% mengubah kecepatan pergerakan harga harian.

Cara Memantau Saham Grup MNC di Ajaib Terminal, Langkah demi Langkah

Semua skenario tersebut baru berguna jika datanya dipantau secara disiplin. Berikut indikator dan langkah pemantauan yang dapat Anda lakukan di Ajaib Terminal.

Langkah 1, Susun Satu Layar untuk Seluruh Grup

Gunakan Pre-Defined Multi-Orderbook Template atau Custom Layout dan Widgets untuk memasukkan sembilan kode pada Tabel 1 dalam satu tampilan, sehingga perbedaan arah antarsaham grup MNC langsung terlihat.

Langkah 2, Baca Order Queue dan Done Details di Harga ARB

Bagi jumlah antrean jual dengan rata-rata volume harian untuk memperkirakan berapa hari antrean itu dapat terserap. Setelah itu, cek di Done Details apakah ada lot besar yang mulai menyerap antrean.

Langkah 3, Bandingkan Broker Summary Dua Periode

Gunakan filter Semua Investor dan Semua Market, aktifkan tampilan Net, lalu bandingkan periode 2 Januari hingga 25 September 2026 dengan periode 28 September hingga hari ini. Lengkapi hasilnya dengan Inventory Analysis dan Broker Activity untuk melihat konsistensi posisi broker.

Langkah 4, Cek Insider

Fokuskan pemantauan pada pemegang saham besar setelah rangkaian private placement KPIG dan rencana private placement BHIT.

Langkah 5, Konfirmasi dengan Chart dan Running Trade

Di bawah Rp50 belum ada riwayat harga untuk BABP dan BCAP, sehingga support historis belum terbentuk dan jalur ARB serta volume dapat menjadi acuan. RSI rendah dalam fase price discovery juga belum tentu berarti rebound, sehingga keputusan sebaiknya diambil berdasarkan konfirmasi, bukan tebakan.

Pantau Saham Grup MNC dalam Satu Layar di Ajaib Terminal

Era gocap berakhir, tetapi faktor strukturalnya, yaitu pasokan saham besar, ROE rendah, dan tekanan bisnis media, belum sepenuhnya hilang. Kamu bisa memantau harga dan informasi saham grup MNC di Ajaib untuk mengikuti pergerakan harga, grafik, berita, serta perkembangan kinerja perusahaan. 

Kamu juga bisa mengakses berbagai saham Indonesia di Ajaib untuk menyesuaikan strategi trading dengan kondisi pasar dan toleransi risiko masing-masing. Download Ajaib sekarang! 

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Sumber:

  • PT MNC Kapital Indonesia Tbk, “Laporan Tahunan dan Laporan Keberlanjutan 2025” (2026)
  • PT Media Nusantara Citra Tbk, “Laporan Keuangan Konsolidasian Interim 30 Juni 2026” (2026)
  • Katadata, “Saham Grup MNC Hary Tanoe KPIG dan BABP Rontok ARB saat Harga Rp1 Berlaku” (28 September 2026)
  • EmitenNews, “Efektif Rp1, Emiten Hary Tanoe Terjun Bebas ARB” (28 September 2026)

Profil Penulis

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!