BACH Catat Pemulihan Laba yang Kuat dengan Valuasi IPO yang Menarik – Ajaib Exclusive Research
Salsabilla•June 29, 2026

IPO saham BACH menarik perhatian investor berkat posisinya sebagai perusahaan yang bergerak di bidang penjualan dan penyewaan genset sekaligus jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi. Didirikan sejak tahun 2006, PT Bach Multi Global Tbk telah berkembang dari bisnis penjualan genset untuk sektor telekomunikasi menjadi perusahaan dengan dua lini bisnis utama yang saling melengkapi. Saat ini BACH menangani pemeliharaan sekitar 41.000 site telekomunikasi di seluruh Indonesia, sekaligus menjadi agen tunggal merek genset Himoinsa dan mewakili berbagai merek internasional seperti Cummins, Perkins, dan Mitsubishi. Salah satu daya tarik utama BACH adalah rencananya untuk memiliki pemegang saham pengendali baru pasca-IPO, yakni PT Global Telekomunikasi Prima (GTP), anak usaha tidak langsung PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang berafiliasi dengan Grup Djarum yang berencana meningkatkan kepemilikannya menjadi 51% melalui akuisisi 1,04 miliar saham.
Di tengah pertumbuhan kebutuhan infrastruktur digital dan energi di Indonesia, BACH membukukan kinerja FY25 yang sangat solid dengan pendapatan mencapai Rp1,73 triliun (+39,7% YoY) dan laba bersih melonjak menjadi Rp155,6 miliar (+97,5% YoY), didorong oleh tingginya permintaan penjualan dan penyewaan genset. Dalam IPO ini, BACH menawarkan 615 juta saham baru pada kisaran harga Rp400-Rp500 per saham, dengan potensi dana yang dihimpun mencapai Rp307,5 miliar. Dana tersebut akan dialokasikan sebesar Rp91,0 miliar untuk pelunasan utang dan Rp213,5 miliar untuk modal kerja guna mendukung ekspansi penjualan genset, bisnis rental, dan pertumbuhan inventaris. Dari sisi valuasi, BACH ditawarkan pada kisaran 10,5x–13,1x P/E FY25 yang relatif menarik dibandingkan perusahaan sejenis, meski investor perlu mencermati potensi normalisasi pertumbuhan laba setelah fase pemulihan ini.
Riset dari Tim Ajaib mencatat beberapa poin utama mengenai IPO BACH:
- BACH membukukan kinerja FY25 yang kuat, dengan pendapatan mencapai Rp1,73 triliun (+39,7% YoY) dan laba bersih melonjak menjadi Rp155,6 miliar (+97,5% YoY), didorong oleh tingginya permintaan penjualan dan penyewaan genset.
- BACH diproyeksikan memiliki pemegang saham pengendali baru pasca-IPO, dengan PT Global Telekomunikasi Prima (GTP) yang meningkatkan kepemilikannya menjadi 51% melalui akuisisi 1,04 miliar saham dari pemegang saham eksisting.
- Dana IPO akan dialokasikan sebesar Rp91,0 miliar untuk pelunasan utang dan Rp213,5 miliar untuk modal kerja guna mendukung ekspansi penjualan genset, bisnis rental, dan pertumbuhan inventaris.
- Valuasi IPO BACH sebesar 10,5x–13,1x P/E FY25 tergolong menarik dan didukung oleh perbaikan margin, meski pertumbuhan laba berpotensi melambat setelah melewati fase pemulihan bisnis.
Untuk detail riset selengkapnya – kamu bisa melihat pada dokumen berikut!
Tertarik dengan IPO BACH? Pesan saham IPO BACH dengan mudah di Ajaib dan ikuti proses penawarannya langsung dari aplikasi. Pesan saham IPO di Ajaib, bebas biaya tanpa cash ditahan! Download aplikasi Ajaib sekarang.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!