BBCA vs SMSM: Adu Dividen 4 Kali Setahun, Mana yang Lebih Menarik?
Mikirduit•October 24, 2026
Key Takeaways
- BBCA baru mulai membagikan dividen 4 kali setahun pada 2026, sementara SMSM sudah konsisten menjalankan skema kuartalan sejak 2015.
- BBCA berpotensi menawarkan dividend yield 5,60 persen setahun, berdasarkan proyeksi EPS Rp480 dan asumsi DPR 70 persen.
- SMSM berpotensi menawarkan dividend yield 8,12 persen setahun, berdasarkan proyeksi EPS Rp191,36 dan asumsi DPR 71,7 persen.
- Jika menghitung potensi dividen yang belum dibagikan, estimasi yield BBCA sekitar 4,85 persen dan SMSM 4,27 persen. Seluruh angka merupakan simulasi, bukan dividen yang dijamin perusahaan.
BBCA vs SMSM: Duo Emiten Rajin Bagi Dividen
Ada dua emiten yang terpantau rajin tebar dividen, bahkan sampai empat kali setahun. Mereka adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM).
Meski berasal dari sektor yang berbeda, keduanya sama-sama dikenal rutin membagikan dividen kepada pemegang saham. Kebiasaan ini tentu menarik perhatian investor yang mengincar pendapatan pasif dari investasi saham.
Tapi, seberapa menarik dividen yang ditawarkan BBCA dan SMSM? Apakah frekuensi pembagian dividen yang lebih sering juga sejalan dengan dividend yield yang menarik?
Yuk, kita bandingkan satu per satu, mulai dari besaran dividen, dividend yield, hingga konsistensi pembagiannya!
Prospek Dividen BBCA
Perlu dicatat dulu, BBCA membagikan dividen sampai empat kali setahun itu baru dimulai pada tahun ini, yang disetujui pada RUPST 12 Maret 2026 lalu.

Melalui terobosan ini, BBCA mengubah pola pembagian dividen dari yang sebelumnya hanya 2 kali setahun (1 kali interim + 1 kali final) menjadi skema kuartalan yang terdiri dari 3 kali dividen interim dan 1 kali dividen final.
Berikut adalah lini masa penerapan pertama skema 4 kali dividen saham BBCA tersebut sepanjang tahun buku 2026:
- Termin I (Interim Q1): Rp20 per saham (sudah dibayarkan pada 26 Juni 2026).
- Termin II (Interim Q2/Semester I): Rp25 per saham (sudah dibbayarkan pada 16 September 2026).
- Termin III (Interim Q3): Direncanakan meluncur pada Desember 2026.
- Termin IV (Dividen Final): Akan diputuskan melalui RUPST dan dibayarkan sekitar Maret atau April 2027.
Sampai sini, BBCA sudah membagikan dividen interim senilai Rp45 per saham. Jika mengacu pada harga saham Rp6.000, dividend yield kumulatifnya baru sekitar 0,75 persen. Artinya, masih ada dua kesempatan pembagian dividen dari alokasi laba tahun buku 2026.
Dari sisi kinerja, BBCA telah membukukan laba bersih secara bank only sebesar Rp40,17 triliun hingga Agustus 2026, tumbuh 2,85 persen secara tahunan.
Dengan data tersebut, kami memproyeksikan laba BBCA dalam setahun bisa mencapai Rp58,56 triliun, setara earning per share (EPS) sebanyak Rp480.
Jika dengan asumsi dividend payout ratio (DPR) di 70 persen, lebih konservatif dari tahun sebelumnya sebesar 72 persen, maka didapatkan potensi dividend per share (DPS) di Rp336. Mengacu pada harga saham BBCA di sekitar Rp6000 per lembar, potensi keuntungan yang didapatkan sekitar 5,60 persen.
Tapi perlu dipahami, potensi cuan itu bisa didapatkan jika kita hold saham BBCA dari pembagian dividen termin 1. Kalau dikurangi yang sudah terealisasi, prospek dividen yang belum dibagikan sekitar Rp291 per saham saja, tingkat imbal hasilnya berkurang jadi di bawah 5 persenan.
Prospek Dividen SMSM
Berikutnya ada SMSM yang sudah mulai membagikan dividen 4 kali setahun atau secara kuartalan sejak 2015 silam.

Jika dibandingkan dengan BBCA yang baru memulai kebijakan kuartalan pada tahun buku 2026, produsen komponen otomotif ini jauh lebih senior dan menjadi salah satu pelopor emiten dengan dividen kuartalan paling konsisten di bursa.
Berikut adalah lini masa penerapan pertama skema 4 kali dividen tersebut sepanjang tahun buku 2026:
- Kuartal I (Interim 1): Rp25 per saham, sudah dibayarkan pada 26 Mei 2026.
- Kuartal II (Interim 2): Rp40 per saham, sudah dibayarkan pada 27 Agustus 2026.
- Kuartal III (Interim 3): Dibayarkan sekitar bulan November.
- Kuartal IV (Dividen Final): Dibayarkan sekitar bulan Juni atau Juli tahun berikutnya.
Selain membagikan dividen 4 kali setahun selama lebih dari satu dekade, SMSM juga mencatatkan rekor luar biasa dengan meningkatkan nilai pembayaran dividen tahunan secara berturut-turut selama 20 tahun terakhir
Namun, untuk tahun ini kami memilih menggunakan asumsi yang lebih konservatif karena proyeksi EPS 2026 sebesar Rp191,36 sedikit lebih rendah dibandingkan realisasi 2025 sebesar Rp195,31.
Dengan asumsi tersebut, kami menggunakan DPR sekitar 71,7 persen, sesuai rasio pembayaran dividen tahun buku 2025 yang membagikan total Rp140 per saham.
Dari perhitungan ini, estimasi total dividen SMSM untuk tahun buku 2026 berada di kisaran Rp137 per saham.
Jika mengacu pada harga saham Rp1.690, estimasi tersebut setara dengan dividend yield 8,12 persen untuk setahun penuh.
Namun, SMSM sudah membagikan dividen interim dua kali dengan total Rp65 per saham untuk tahun buku 2026. Jadi, jika proyeksi kami terealisasi, potensi dividen yang masih tersisa sekitar Rp72 per saham, setara yield sekitar 4,27 persen pada harga yang sama.
Perlu diingat, angka ini merupakan simulasi berdasarkan asumsi EPS dan DPR, bukan kepastian dividen dari perusahaan.
Dengan pendekatan ini, kami tidak mengasumsikan SMSM akan terus menaikkan dividennya, melainkan menjaga ekspektasi berdasarkan proyeksi laba tahun ini.
Mau berburu saham dividen dengan data yang lebih lengkap? Analisis BBCA, SMSM, dan saham dividen lainnya di Ajaib Terminal sekarang! Nikmati broker fee Rp0 dengan transaksi di Ajaib Terminal.
Kesimpulannya
BBCA dan SMSM sama-sama menarik bagi investor yang mengincar pendapatan dividen, tetapi keduanya punya daya tarik yang berbeda.
BBCA menawarkan potensi dividend yield sekitar 5,60 persen setahun, berdasarkan proyeksi kami dengan asumsi EPS Rp480 dan DPR 70 persen. Namun, karena kebijakan dividen kuartalannya baru dimulai pada 2026, rekam jejak pembagian empat kali setahun masih perlu dilihat ke depannya.
Sementara itu, SMSM menawarkan potensi dividend yield sekitar 8,12 persen setahun, berdasarkan asumsi EPS Rp191,36 dan DPR 71,7 persen. SMSM juga punya rekam jejak panjang dalam membagikan dividen secara rutin dan meningkatkan nominal pembayarannya.
Namun, jangan hanya melihat yield setahun penuh. Jika dikurangi dividen yang sudah dibagikan, estimasi yield dari sisa dividen BBCA sekitar 4,85 persen, sedangkan SMSM sekitar 4,27 persen, dengan asumsi harga saham masing-masing Rp6.000 dan Rp1.690.
Jadi, kalau mengejar potensi yield setahun penuh, SMSM terlihat lebih menarik berdasarkan simulasi ini. Namun, untuk investor yang baru masuk sekarang, potensi dividen yang belum dibagikan perlu menjadi pertimbangan utama. Ingat, seluruh angka tersebut masih berupa proyeksi, bukan dividen yang dijamin perusahaan.
Pantau Pergerakan Saham Potensial dan Mulai Trading di Ajaib
Masih ada peluang dividen interim dari BBCA dan SMSM yang belum dibagikan tahun ini. Biar tidak ketinggalan momen, mulai trading lewat Ajaib Terminal. Analisis lebih dalam, eksekusi lebih cepat, semua dalam satu platform.
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Profil Penulis
Writer
-
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!