Berita, Reksa Dana

Awal Tahun 2020, Ini Produk Reksa Dana yang Jadi Acuan

Awal Tahun 2020, Ini Produk Reksa Dana yang Jadi Acuan

Ajaib.co.id – Produk reksa dana terbaik selalu dicari oleh masyarakat yang ingin berinvestasi. Berdasarkan performa historisnya, mana yang dinobatkan terbaik tahun ini? Simak terus pembahasan Ajaib!

Sebuah laporan yang dibuat oleh Infovesta Utama menyebut reksa dana dengan kenaikan bulanan tertinggi per 17 Januari 2020. Indeks reksa dana saham menurun 2,12 persen, sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi 0,13 persen.

Indeks reksa dana campuran juga terkoreksi 0,32 persen. Namun, indeks reksa dana pendapatan tetap berhasil meningkat 1,13 persen, dan reksa dana pasar uang naik 0,26 persen.

Mayoritas produk reksa dana yang mencetak return tinggi secara bulanan banyak yang dikelola oleh manajer investasi besar, seperti Schroder Investment Management Indonesia, Danareksa Investment Management, Syailendra Capital, hingga Bahana TCW Investment Management.

Jenis & Daftar Reksadana Terbaik di Tahun 2020

Berikut daftar reksa dana dengan return tertinggi secara bulanan (MoM) per 17 Januari 2020.

#1 Reksa Dana Saham

Reksadana saham merupakan jenis reksa dana yang bisa memberukan return dan keuntungan yang paling besar dibanding jenis investasi lainnya. Meski begitu, jenis investasi reksa dana satu ini juga mengandung risiko yang paling besar.

Dengan memilih reksa dana ini, manajer investasi akan menempatkan dana kamu ke instrumen saham dengan tujuan untuk memberikan tingkat keuntungan yang menarik dalam jangka panjang dengan cara mengkapitalisasi pasar modal. Reksa dana jenis ini memiliki risiko paling tinggi karena nilai fluktuasi harga saham yang tajam. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jenis ini paling cocok kamu manfaatkan untuk investasi jangka panjang, minimal 5 tahun. Di bawah ini adalah beberapa daftar reksa dana dengan return tertinggi per 17 Januari 2020.

a. Satar Equity II, return Mom: 3,84 persen

b. Reksa Dana Capital Optimal Equity, return Mom: 2,49 persen

c. Schroder Dana Ekuitas Utama, return Mom: 2,45 persen

d. Syailendra Dana Ekuitas Sejahtera, return Mom: 2,36 persen

e. Panin Dana Berkembang, return Mom: 2,32 persen

#2 Reksa Dana Campuran

Dengan memilih reksa dana ini, manajer investasi akan mengombinasikan investasi kamu ke berbagai instrumen dengan tujuan memperoleh keuntungan dalam jangka panjang melalui instrumen investasi saham, obligasi, dan instrumen reksadana pasar uang.

Karena instrumen di dalamnya campuran, mana keuntungannya pun tidak setinggi reksa dana saham. Selain itu, jenis reksa dana ini risikonya juga lebih rendah jika dibandingkan reksa dana saham. Meski begitu, komposisi reksa dana ini bisa lebih fleksibel. Di mana, manajer Investasi bisa meracik instrumennya di berbagai instrumen. Misalnya saja, mengabungkan reksa dana saham dengan utang, obligasi, pasar uang, dan sebagainya. Di bawah ini adalah daftar Reksa Dana Campuran dengan return tertinggi per 17 Januari 2020.

a. Schroder Dynamic Balanced Fund, return Mom: 3,5 persen

b. Schroder Dynamic Balanced Fund, return Mom: 3,5 persen

c. Schroder Dana Campuran Progresif, return Mom: 2,85 persen

d. Schroder Dana Terpadu II, rerurn Mom: 2,78 persen

#3 Reksa Dana Pendapatan Tetap

Reksa dana jenis ini memiliki tujuan untuk memberikan tingkat pengembalian yang menarik dengan penekanan pada stabilitas modal. Di mana, kinerja investasi ini didorong oleh perubahan suku bunga acuan Bank Indonesia. Sehingga, penurunan BI rate akan mendorong kenaikkan harga obligasi, sebagai instrument dana reksa dana jenis pendapatan tetap. Sedangkan, naiknya harga obligasi juga bisa meningkatkan nilai reksa dana pendapatan tetap.

Jenis reksa dana ini memiliki return lebih rendah dibandingkan jenis reksa dana campuran maupun saham. Namun, risiko atas investasi yang didapatkan juga lebih rendah. Ini sangat cocok buat kamu yang baru mulai berinvestasi. Di bawah ini adalah daftar reksa dana yang bisa kamu pilih dan memiliki return tinggi per 17 Januari 2020.

a. Simas Income Fund, return Mom: 5,91 persen

b. Avrist Ada Obligasi Berlian: 4,33 persen

c. PNM SBN 90, return Mom: 3,97 persen

d. Pool Advista Pendapatan Tetap, return Mom: 3,83 persen

e. Bahana Pendapatan Tetap Indonesia Sehat, return Mom: 3,56 persen

#4 Reksa Dana Pasar Uang

Nah, bagi kamu investor pemula yang baru ingin memulai investasi, jenis reksa dana pasar uang bisa jadi pilihan. Di mana, jenis reksa dana ini memiliki profil risiko paling rendah dibanding jenis reksa dana lainnya, namun juga memiliki return yang rendah.

Jenis reksa dana pasar uang ini dimanfaatkan untuk memberikan keuntungan yang menarik melalui investasi pada instrument pasar uang serta menurunkan tingkat risiko melalui diversifikasi penempatan instrumen pasar uang yang bisa kamu pilih secara selektif. Hal ini dilakukan untuk memberikan tingkat likuiditas yang tinggi dan bisa memenuhi kebutuhan dana tunai dalam waktu singkat. Di bawah ini adalah beberapa jenis reksa dana pasar uang dengan return tertinggi per 17 Januari 2020 yang bisa jadi alternatif buat kamu.

a. Danareksa Seruni Pasar Uang Syariah, return Mom: 7,39 persen

b. Victoria Dana Kas, return Mom: 1,32 persen

c. Victoria Pasar Uang Syariah, return Mom: 1,13 persen

d. Cipta Dana Tunai, return Mom: 1,1 persen

e. Capital Money Market Fund, return Mom: 0,89 persen

Alasan Berinvestasi Reksa Dana

Itulah beberapa produk reksadana yang bisa jadi alternatif buat kamu yang ingin mulai berinvestasi reksa dana. Lalu kenapa kamu harus memilih investasi reksa dana? Di bawah ini Ajaib akan memberikan beberapa alasan kenapa kamu sebaiknya berinvestasi di Reksa Dana? Karena cara kerja Manajer Investasi menyebar uang kamu di banyak tempat, risiko kamu rugi menjadi minim. Kamu sudah bisa mulai investasi dengan Rp10.000! Prosesnya mudah dan cepat, bisa dicairkan kapan saja, dan kamu bisa pantau perkembangan investasi kamu.

Uang kamu tidak akan kemana-mana, karena Manajer Investasi Reksa Dana selalu diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Reksa dana ditawarkan kepada calon investor oleh manajer investasi. Manajer investasi membuat dokumen yang disebut prospektus dimana di dalamnya dijelaskan hal-hal penting, yaitu kebijakan investasi (strategi dan instrumen yang diinvestasikan oleh reksadana), legalitas dan pihak-pihak pendukung lain, seperti bank kustodian, akuntan dan kantor hukum. Prospektus wajib dibaca oleh calon investor sebelum membeli reksa dana.

Tips Investasi Reksa Dana yang Benar

Kamu ingin mulai berinvestasi reksa dana dan mendapatkan return? Agar tidak salah langkah, di bawah ini Ajaib akan memberikan beberapa tips yang bisa kamu ikuti sebelum memulai investasi.

#1. Tentukan tujuan

Sebelum memulai berinvestasi, kamu harus mengetahui terlebih dulu apa tujuan yang ingin kamu capai dengan berinvestasi ini. Dengan menentukan tujuan investasi inilah kamu bisa menentukan tahap selanjutnya. Anggap saja ketika kamu ingin pergi keluar rumah, kamu pasti sudah mengetahui bukan ke mana kamu ingin pergi? Jika belum dan tidak ada arah, kemungkinan besar kamu akan tersesat di jalan dan justru membuang waktu tanpa mendapatkan hasil apapun.

Tujuan investasi ini ada berbagai macam, semua tergantung kebutuhan dan keinginan kamu. Misalnya, ketika kamu ingin berlinur atau jalan ke luaar negeri, membiayai pendidikan anak, membeli barang seperti smartphone atau laptop, membayar uang muka rumah, untuk dana darurat, atau untuk menikmati masa pensiun.

Jika kamu sudah mengetahui apa tujuan kamu berinvestasi, kamu bisa menentukan jangka waktu investasi untuk mencapai tujuan tersebut. Misalnya dalam jangka pendek atau setahun bnac nnni c kamu ingin liburan ke luar negeri. Atau jangka panjang untuk menyiapkan dana pensiun.

#2. Kenali profil risiko

Jangan asal menyimpan uang tanpa kamu memahami profil risiko yang mungkin kamu terima. Di mana, profil risiko ini akan menentukan seberapa besar tingkat risiko yang mampu kam tanggung. Pada prinsip investasi, tingkat risiko yang berani kamu ambil akan berbanding lurus dengan potensi return yang diharapkan. Di mana, semakin tinggi risiko yang dapat ditanggung, maka akan semakin besar keuntungan yang diharapkan.

Umumnya, profil risiko yang menggambarkan karakter investor terbagi menjadi 3 (tiga) tipe yaitu tipe konservatif atau penghindar risiko, moderat, dan agresif atau pengambil risiko. Biasanya, bagi kamu investor pemula, maka kamu tergolong dalam tipe konservatif atau menghindari risiko.

#3. Pilih jenis reksa dana yang cocok

Jika kamu sudah memahamu tujuan dan profil risiko, maka hal selanjutnya adalah menentukan jenis investasi yang akan kamu pilih. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, reksa dana memiliki empat jenis, yaitu reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham.

Ketika kamu memiliki tujuan jangka pendek, kamu bisa memilih reksadana pasar uang. Sedangkan ketika kamu ingin investasi dalam jangka menengah kurang lebih tiga tahun, maka kamu bisa memlih reksa dana pendapatan tetap.

Sedangkan, reksa dana campuran bisa kamu manfaatkan untuk mencapai tujuan jangka menengah hingga panjang (tiga hingga lima tahun). Lalu, reksa dana saham cocok untuk investasi jangka panjang karena berpotensi memberikan keuntungan maksimal.

Nah, bagi kamu investor pemula, maka ada baiknya untuk mencoba investasi jangka pendek di reksa dana pasar uang, yang cocok untuk profil risiko kamu. Seiring berjalannya waktu dan ketika kamu sudah paham dengan pergerakan nilai reksa dana, kamu bisa mulai memilih reksa dana dengan risiko lebih tinggi sehingga bisa mendapatkan potensi return yang lebih besar.

#4. Pelajari kinerja historis

Kinerja reks adana bisa tercermin berdasarkan data historikal reksa dana itu sendiri, seperti pergerakan Nilai Aktiva Bersih (NAB), return dan risiko. Di mana, semakin panjang data historis yang dipergunakan untuk mengevaluasi, maka akan menghasilkan pertimbangan yang semakin baik sebelum membuat keputusan investasi.

Penilaian kinerja reksa dana dengan data historikal yang baik adalah minimal lima tahun. Jika kinerja reksa dana selama lima tahun terakhir bagus dan mengalami kerugian kecil di saat krisis, artinya Manajer Investasi mampu mengelola produk dengan benar dan andal, sehingga patut kamu pertimbangkan.

Selain itu, kinerja reksa dana juga bisa dibilang bagus jika kenaikannya di atas persentase kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan reksa dana sejenis lainnya (benchmark indeks reksa dana sejenis).

Meski begitu, hal yang juga perlu diperhatikan adalah kinerja masa lalu bukan cerminan atau kepastian kinerja di masa datang, namun ini hanya menjadi salah satu alat untuk membuat pertimbangan sebelum memutuskan berinvestasi.

Selain itu, kamu juga bisa membandingkan kinerja historis berbagai reksa dana sejenis yang ada di Indonesia. Perbandingannya bisa dilihat berdasarkan jangka waktu tertentu sesuai kebutuhan.

#5. Perhatikan produk dan manajer investasi

Manajer investasi merupakan salah satu kunci keberhasilan kamu dalam berinvestasi. Kamu harus menyeleksi manajer investasi dengan baik. Selain itu, kamu juga harus memerhatikan isi portofolio yang membentuk reksa dana tersebut. Cobalah untuk selalu cek prospektus yang mereka miliki. Hal ini karena segala informasi yang berkaitan dengan produk reksa dana, mulai dari manajer investasi, bank kustodian, hingga kebijakan investasi, telah tertera dalam prospektus tersebut. Selain itu, ada juga fund fact sheet yang selalu diperbaharui tiap bulan dan berisi tentang informasi dana kelolaan, isi portofolio dan pembanding kinerja reksa dana.

#6. Jadi lebih disiplin

Kunci terakir yang menentukan keberhasilan kamu dalam berinvestasi reksa dana adalah kedisiplinan. Walau kamu telah menentukan tujuan, memilih manajer investasi yang bagus, memiih jenis investasi, dan semuanya sudah kamu lakukan namun kamu tidak melakukan topup dana investasi secara rutin. Dana kamu akan stagnan.

Disiplin dalam jangka panjang memang sulit, namun juga sudah biasa hal ini jadi ringan dan tidak memberatkan. Hal ini perlu kamu lakukan untuk mencapai tujuan keuangan. Kamu bisa mulai dengan menyisihkan uang gaji di awal bulan untuk membeli reksa dana. Sehingga, kamu bisa berbelanja atau menggunakan sisa uang setelah investasi untuk kebutuhan bulanan dan tujuan investasimu tetap bisa tercapai.

Ingin mulai investasi di reksadana? Kamu bisa mulai memiliki reksa dana dengan lebih mudah hanya dengan mendownload aplikasi Ajaib. Dengan Ajaib, kamu bisa mulai berinvestasi mulai Rp10.000, dan berisi manajer investasi terbaik. Yuk mulai berinvestasi sekarang!

Artikel Terkait