Saham

Contoh-Contoh Saham Preferen di Bursa Efek Indonesia

saham preferen

Ajaib.co.id – Jika kamu ingin mengetahui seluk beluk mengenai saham, maka kamu perlu tahu beberapa jenis saham berdasarkan hak tagihan. Apabila ditinjau dari segi manfaat saham, pada dasarnya saham dapat digolongkan menjafi tiga. Yakni, saham biasa (common stock), saham preferen (preferred stock) dan saham istimewa (golden stock).

Untuk lebih jelasnya, simak beberapa uraian berikut agar kamu lebih memahami tiga jenis saham tersebut.

Saham Biasa (Common Stock)

Saham biasa merupakan sebuah saham yang menempatkan seorang pemilik saham pada posisi paling akhir dalam hal pembagian dividen atau keuntungan. Adapun selanjutnya hak – hak atas harta kekayaan perusahaan dan asset akan dibagi apabila perusahaan tersebut mengalami likuidasi.

Saham jenis ini diketahui tercatat paling banyak dan sangat umum dikenal di masyarakat. Saham jenis common stock memiliki nilai nominal yang ditentukan nilainya oleh emiten. Harga saham ini juga umum disebut dengan nilai pari (par value).

Sementara besarnya harga saham atau nominal saham tergantung pada keinginan emiten. Harga nominal yang nantinya akan ditentukan oleh emiten ini akan berbeda dengan harga perdana (primary price) dari suatu saham.

Adapun harga perdana sebelum suatu saham dicatatkan (listed) di bursa efek, yakni saham yang terjual dengan harga perdana yang lebih tinggi dari harga nominalnya, maka selisih itu disebut dengan agio saham dimana untuk pencatatnya masih akan berada dalam komposisi modal sendiri pada neraca.

Sementara itu, dari sisi ekonomi dan manajemen keuangan, saham biasa ini dibedakan secara kualitatif berdasarkan kualitas, reputasi, dan nilainya. Sementara saham biasa dapat dibedakan atau paling tidak, dalam lima macam menurut kualifikasi nilai ekonomis. Dalam pengelompokan di Bursa Efek Indonesia (BEI) terdapat panduan investasi di saham membuat kategori. Ada lima kategori dasar dari saham biasa, antara lain :

1. Income Stocks

Saham jenis income stock akan memberikan pembayaran dividen kepada pemegang saham baik dalam nilai yang relatif besar tapi tidak teratur dan dapat digunakan sebagai sarana guna menghasilkan pendapatan tanpa melakukan penjualan saham. Kebanyakan dari saham ini dapat dikategorikan sebagai income stock.

2. Blue-chip Stocks

Blue chips stocks juga bisa disebut sebagai saham dari perusahaan yang solid dan terpercaya dengan kinerja dan sejarah panjang pertumbuhan. Ini juga terkait dengan stabilitas yang digolongkan sebagai saham blue-chip. Pada umumnya saham blue chip membayar dividen kecil, tetapi tetap dalam posisi yang teratur dan bertahan secara nominal dalam harga yang mapan sekaligus kondisi pasar fluktuatif.

3. Growth Stocks 

Growth stocks merupakan saham yang mengalami pertumbuhan yang lebih cepat daripada industri yang dikelola. Walaupun perusahaan tidak mempunyai catatan dalam bentuk (proven track record), namun pertumbuhan saham lebih memiliki risiko tinggi daripada beragam saham lainnya.

4. Cyclical Stocks

Cyclical stock merupakan perusahaan yang menerbitkan saham dengan mudah dan mempengaruhi tren ekonomi secara umum. Dengan nilai saham yang demikian, saham cenderung untuk turun selama masa resesi lalu kembali meningkat selama boom ekonomi (economic booms). Misalkan saja perusahaan otomatif, alat berat, dan developer rumah.

5. Defensive Stocks

Saham jenis defensive stocks merupakan kebalikan dari jenis saham siklus atau cyclical stocks. Defensive stocks umumnya mampu mempertahankan nilainya selama masa resesi yang terjadi. Perusahaan yang menerbitkan saham defensif merupakan sebuah perusahaan yang memproduksi makanan, minuman, obat-obatan, asuransi, dan kebutuhan sehari-hari.

6. Emerging Growth Stock 

Saham emerging growth stock merupakan saham yang dikeluarkan oleh perusahaan yang relatif lebih kecil dan memiliki daya tahan kuat meskipun dalam kondisi ekonomi tertentu masih kurang mendukung. Harga saham jenis ini umumnya sangat spekulatif.

7. Speculative Stock

Speculative stock pada dasarnya biasa diperdagangkan di bursa efek dan bisa digolongkan sebagai speculative stocks. Para investor umumnya tidak mendapatkan kepastian apakah saham yang dibelinya ini akan memberikan keuntungan (capital gain) atau justru harga sahamnya akan turun ketika saham akan dijual.

Saham Preferen (Preferred Stock)

Selanjutnya ada saham jenis preferred stock yang mana saham jenis ini merupakan salah satu jenis saham yang memiliki manfaat lebih. Saham preferen bisa dikatakan merupakan saham yang memberikan prioritas pilihan (preferen) kepada pemegangnya.

Prioritas pilihan ini juga bisa berupa:

  • Pemegang saham preferen berhak menerima dividen terlebih dahulu dibanding pemegang saham lainnya
  • Investor berhak melakukan penukaran saham preferen yang dipegangnya dengan saham biasa
  • Investor akan mendapatkan prioritas pembayaran kembali permodalan dalam hal perusahaan dilikuidasi.

Dalam praktiknya di Amerika Serikat, saham ini tentunya merupakan saham yang mempunyai gabungan sifat atau ciri antara obligasi dan saham biasa (hybrid). Saham ini biasanya akan menghasilkan pendapatan tetap seperti bunga obligasi, tetapi bisa juga tidak menghasilkan bunga tetap.

Adapun kesamaan saham biasa dengan saham preferen dimana saham preferen ini serupa dengan saham biasa karena dua faktor, yaitu :

  • Representasi dalam kepemilikan saham atau ekuitas
  • Diterbitkan tanpa adanya tanggal jatuh tempo pada lembaran saham.

Maka dari itu, saham preferensi diperdagangkan berdasarkan hasil yang ditawarkan kepada investor, oleh sebab itu secara praktis saham preferensi akan dipkamung sebagai surat berharga pendapatan tetap dan karena mampu bersaing dengan obligasi di pasar modal.

Adapun para pemegang saham preferensi merupakan partner yang statis atau tidak memiliki hak suara dalam menentukan kebijakan dan manajemen perusahaan. Dalam praktiknya, semua pemegang saham mempunyai hak suara dimana tidak saja untuk pemegang saham biasa, tapi juga untuk pemegang saham preferensi. Maka dari itu kesempatan RUPS, suara pemegang saham preferensi menjadi pertimbangan.

Saham Istimewa

Investor pada saham istimewa atau disebut juga dengan golden stock memiliki hak lebih dibandingkan dengan pemegang saham lainnya. Invester yang mendapatkan hak lebih itu terutama berkaitan dengan proses penunjukkan direksi perusahaan.

Dalam sebuah hukum dan tata kelola pasar modal di Indonesia, saham istimewa dikenal dengan nama saham dwiwarnA yang mana saham ini dimiliki oleh pemerintah Indonesia dan jumlahnya satu buah.

Nah, itulah penjelasan mengenai saham preferen yang perlu kamu ketahui, jika kamu ingin mengetahui lebih banyak lagi mengenai pasar modal kamu bisa membuka situs Ajaib dan temukan artikel-artikel menarik lainnya.

Selain memberikan informasi mengenai dunia saham dan investasi, Ajaib juga bisa membantu kamu memulai investasis saham, kapan dan di mana saja secara online. Dengan modal mulai dari Rp10 ribu, kamu sudah bisa memulai investasi dengan mudah dan cepat! Yuk investasi sekarang juga di Ajaib!

Artikel Terkait