Bisnis & Kerja Sampingan, Investasi, Perencanaan Keuangan

Mengenal Likuid, Makna dan Macam Jenisnya

mengenal likuid

Ingin mengenal Likuid lebih jauh? Simak ulasan yang telah dihimpun oleh redaksi Ajaib berikut ini mengenai makna dan macam jenisnya.

Secara garis besar, likuid dapat diartikan sebagai aset yang bisa diubah menjadi uang tunai tanpa mengurangi nilainya secara drastis. Misalnya saja uang tunai, dianggap sebagai aset cair karena mudah diakses dan tidak akan mengalami penurunan nilai saat digunakan.

Aset ini, memiliki peran yang penting untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek (kurang dari 1 tahun).

Agar kamu lebih mengenal likuid atau aset yang mudah dikonversi menjadi uang tunai sama dengan uang tunai itu sendiri karena aset dapat dijual dengan sedikit dampak pada nilainya.

Aset ini sangat berguna apabila terjadi kebutuhan darurat (PHK, sakit, atau kecelakaan), karena bisa digunakan secara langsung.

Likuiditas aset adalah konsep yang banyak dibahas dalam dunia finansial. Karena berbagai alasan, aset likuid adalah bagian yang sangat penting dalam profil finansial seseorang.

Aset likuid adalah aset yang bisa dikonversi menjadi tunai dengan mudah dan cepat. Bahkan aset likuid bisa disebut dengan aset tunai karena pencairannya yang tidak rumit.

Aset likuid biasanya dipandang setara dengan uang tunai, karena nilai mereka sama tingginya ketika dijual. Dalam artian kamu sebagai pemilik aset tidak rugi (atau bahkan mendapatkan untung) dari aset likuid yang dimiliki.

Aset likuid adalah bentuk aset yang paling dasar, dan dimiliki secara personal maupun organisasi.

Mengenal Likuid melalui Aset-asetnya

Investasi dianggap aset likuid karena dapat segera dilikuidasi. Misalnya, saham, obligasi, dana pasar uang dan reksadana dianggap aset likuid. Aset jenis ini dapat dikonversi menjadi uang tunai dalam waktu singkat jika terjadi keadaan darurat keuangan.

Umumnya, investasi keuangan dianggap aset cair karena bisa dengan mudah dijual, meskipun juga tergantung pada jenis investasinya. Contoh aset likuid yang bisa dimiliki individu antara lain:

  • Uang Tunai (Kas)
  • Aset Pasar Uang
  • Efek Ekuitas
  • Efek utang yang dapat dijual
  • Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
  • Reksa dana
  • Exchange-traded funds (EFTs)
  • Piutang
  • Inventaris
  • Logam Mulia atau Emas

Segala investasi yang berkaitan dengan properti, tanah, dan bangunan tidak termasuk ke dalam aset likuid. Hal ini disebabkan butuh waktu cukup lama untuk menjual properti sehingga kamu mungkin tidak bisa memperoleh nilai pasar yang setara saat menjualnya, terutama jika kamu membutuhkan dana cepat.

Sertifikat deposito (SD) mungkin mendekati likuid, namun tergantung pada syarat dan ketentuan yang ada. Umumnya sertifikat deposito memberlakukan denda atau pinalti jika nasabah melakukan penarikan sebelum jatuh tempo, meski nilai denda yang diberlakukan antara satu perusahaan dengan yang lain tidak sama.

Aset Non Likuid

Aset non likuid adalah aset yang sulit untuk dicairkan (dilikuidasi) dengan cepat. Misalnya saja investasi properti (seperti rumah, tanah, ruko, apartemen, dll).

Karena bisa menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menerima uang dari penjualan tersebut apalagi jika harga / nilainya cukup tinggi, pasti membutuhkan pembeli yang benar-benar mampu membelinya.

Tidak seperti aset likuid, aset non-likuid apabila dicairkan menjadi uang tunai bisa saja mengalami perubahan nilai yang cukup signifikan dibandingkan nilai aslinya.

Aset Likuid dalam keuangan individu harusnya tidak boleh terlalu sedikit dan tidak boleh terlalu banyak. Batasan ideal inilah yang harus selalu dijaga.

Aset Likuid dalam Dunia Bisnis

Tidak hanya pada skala pribadi saja, aset likuid juga berlaku untuk perusahaan, organisasi, dan bisnis lainnya. Dalam bisnis, yang termasuk aset likuid antara lain adalah account receivable atau piutang (uang yang diutang oleh nasabah atau klien).

Karena transaksi tersebut akan terbayarkan (likuid) dalam jangka waktu kurang dari satu tahun, bahkan lebih cepat dari perkiraan.

Inventaris perusahaan yang dimiliki seperti furnitur kantor dan produk yang dijual juga termasuk ke dalam aset likuid, karena kamu bisa menjualnya setiap saat kapanpun kamu membutuhkan dana.

Dalam neraca perusahaan, uang tunai ada di daftar teratas aset likuid, kemudian diikuti dengan aset-aset lain yang dianggap likuid, berdasarkan tingkat likuiditasnya (seberapa mudah proses dan berapa waktu likuiditas yang dibutuhkan).

Jika kamu menjalankan usaha dan ingin mengetahui seberapa likuid perusahaan kamu, gunakan penghitungan sederhana seperti ini: apabila semua utang dan liabilitas (tanggungan) pada saat itu telah terbayar, maka sisanya dianggap likuid.

Selain beberapa hal di atas, aset setara kas (cash equivalent) juga termasuk aset likuid. Aset setara kas adalah investasi jangka pendek yaitu kurang dari 90 hari, dianggap sebagai aset likuid karena dapat ditunaikan dalam waktu singkat.

Pentingnya Likuiditas Aset

Mengapa memiliki aset likuid sangat penting? Aset likuid akan sangat membantu kamu ketika terjebak dalam situasi darurat. Ketika kondisi finansial sedang terpuruk dan membutuhkan dana cepat, kamu tidak mungkin menunggu hingga rumah atau tanah terjual karena akan memakan waktu lama.

Yang kamu butuhkan adalah dana tunai untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan membayar tagihan.

Dalam kondisi mendesak, berapa total harta yang kamua miliki menjadi tidak penting. Yang terpenting adalah berapa banyak uang tunai yang bisa kamu gunakan saat itu juga.

Jumlah aset likuid juga mempengaruhi pengajuan kredit rumah dan properti lainnya. Pihak penyedia pinjaman akan memverifikasi aset likuid yang kamu miliki untuk menentukan apakah kamu tetap mampu membayar cicilan saat kondisi finansial kamu memburuk.

Memiliki aset likuid dalam jumlah besar dapat memberikan ketenangan bagi kamu, karena sewaktu-waktu musibah yang tidak terduga bisa terjadi. Bisa saja kamu kehilangan pekerjaan atau jatuh sakit dalam waktu lama. Memiliki uang tunai yang siap sedia akan sangat membantu kamu menghadapi krisis finansial dengan lebih tenang.

Bacaan menarik lainnya:

Yeske, D .(2010).Finding the planning in financial planning. Journal of Financial Planning, vol.23, no.9, pp40-51.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait