Ajaib
Menu

Saham

Sejarah dan Profil BUKA: Dari Startup ke Emiten Bursa Efek Indonesia

SarifaNovember 9, 2025

sejarah dan profil buka

Sebagai salah satu “unicorn” pertama di Indonesia, perjalanan saham BUKA (PT Bukalapak.com Tbk) dari startup hingga menjadi emiten di Bursa Efek Indonesia menarik untuk ditelusuri. Artikel ini akan mengupas tuntas profil perusahaan, sejarah berdirinya, momen IPO yang bersejarah, serta prospeknya di tengah persaingan industri e-commerce yang ketat. Dengan memahami perjalanan panjang BUKA, kamu dapat memiliki landasan yang lebih kuat untuk mempertimbangkannya dalam portofolio investasimu.

Tentang PT Bukalapak.com Tbk

PT Bukalapak.com Tbk adalah perusahaan teknologi Indonesia yang beroperasi sebagai platform e-commerce. Perusahaan ini didirikan pada 10 Januari 2010 oleh Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono, dan Fajrin Rasyid dengan misi mulia untuk memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan membawa mereka ke dalam ekosistem digital. Nama “Bukalapak” sendiri dalam bahasa Indonesia berarti “membuka kios”, yang merefleksikan komitmen awal mereka dalam menciptakan lapak atau kios digital bagi para pedagang.

Fokus bisnis awal Bukalapak sederhana: mendigitalkan transaksi untuk usaha kecil. Awal pertumbuhan mereka bahkan sempat identik dengan komunitas pengendara sepeda, karena banyak pelapak (sebutan untuk seller di Bukalapak) yang saat itu menjual berbagai jenis sepeda dan aksesorinya. Visi yang kuat dan eksekusi yang tepat membuat Bukalapak bertumbuh pesat dan resmi menjadi perusahaan publik pada Agustus 2021, dengan kode saham BUKA yang kini dapat kamu miliki melalui aplikasi broker pilihanmu.

Apa itu Bukamitra?

Salah satu pilar bisnis terpenting BUKA adalah Bukamitra. Ini adalah program Online-to-Offline (O2O) yang dirancang khusus untuk memberdayakan warung dan kios tradisional di seluruh Indonesia. Melalui Bukamitra, pemilik warung dapat memperoleh akses yang lebih baik untuk memesan berbagai macam produk, baik fisik seperti kebutuhan pokok, maupun virtual seperti pulsa dan tagihan listrik.

Keberhasilan program ini sangat signifikan. Berdasarkan studi Nielsen pada 2022, Bukalapak memimpin penetrasi digital di among small shops di Indonesia dengan persentase mencapai 56%. Hal ini menunjukkan bagaimana BUKA tidak hanya berjualan secara online, tetapi juga berhasil menciptakan dampak sosial yang nyata dengan mengintegrasikan jutaan pelaku usaha mikro ke dalam rantai nilai digital, sekaligus memperkuat basis bisnis mereka sendiri.

Sejarah Bukalapak

Perjalanan panjang saham BUKA dimulai dari sebuah startup sederhana. Pada 2013, perusahaan telah mencatat transaksi harian rata-rata sebesar Rp500 juta dan bermitra dengan lebih dari 80.000 penjual. Pertumbuhan spektakuler ini mengantarkan Bukalapak menjadi perusahaan “unicorn” keempat di Indonesia, sebuah istilah untuk startup yang valuasinya mencapai US$1 miliar.

Ekosistem bisnis Bukalapak pun terus berkembang. Perusahaan tidak hanya mengandalkan marketplace, tetapi juga merambah berbagai lini bisnis lainnya:

  • BukaFinancial: Menyediakan layanan keuangan seperti asuransi, pembiayaan pinjaman, dan investasi.
  • BukaSend: Layanan logistik yang memungkinkan partner Bukalapak menjadi agen pengiriman.
  • BukaGudang: Layanan fulfillment untuk membantu merchant mengelola operasional dan penyimpanan barang.

Kepemimpinan perusahaan juga mengalami transisi. Pendiri Achmad Zaky mengundurkan diri di awal 2020 dan digantikan oleh Rachmat Kaimuddin, yang berhasil memimpin perusahaan menuju IPO bersejarah. Saat ini, Willix Halim menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) BUKA, melanjutkan estafet kepemimpinan untuk mengarungi persaingan e-commerce yang dinamis.

IPO Bukalapak

Momen Penawaran Umum Perdana (Initial Public Offering/IPO) saham BUKA pada Agustus 2021 merupakan peristiwa penting di pasar modal Indonesia. IPO ini tercatat sebagai yang terbesar pada saat itu, dengan berhasil menghimpun dana hingga US$1,5 miliar. Saham BUKA ditawarkan dengan harga Rp750 hingga Rp850 per saham, dan akhirnya resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 6 Agustus 2021.

Respons pasar terhadap IPO BUKA sangat antusias, ditandai dengan jumlah pemesanan dari investor yang sangat besar (oversubscribed). Enam bulan pasca-IPO, harga saham sempat mengalami koreksi yang cukup dalam, menghilangkan hampir 66% dari nilai pasarnya. Namun, penting untuk diingat bahwa volatilitas seperti ini adalah hal yang wajar bagi saham-saham growth dengan valuasi tinggi, terutama di tengang kondisi pasar yang fluktuatif. Bagi investor pemula, ini mengajarkan pentingnya memahami risiko dan berinvestasi dengan sudut pandang jangka panjang.

Posisi BUKA di Industri E-Commerce Indonesia

Memahami posisi saham BUKA dalam peta persaingan industri e-commerce Indonesia sangatlah krusial. Berikut tabel perbandingan singkat yang dapat memberimu gambaran:

AspekBukalapak (BUKA)Pesaing Utama (Shopee, Tokopedia)
Strategi IntiFokus pada pendalaman pasar (penetrasi) melalui Bukamitra dan segmen UMKM.Fokus pada ekspansi pasar yang agresif dan akuisisi pengguna baru.
KelebihanBasis mitra warung yang kuat (25% warung di Indonesia); spesialisasi pada segmen yang kurang tersentuh pemain besar.Cakupan pengguna yang sangat luas; sumber daya keuangan yang besar untuk berpromosi.
TantanganTekanan persaingan dari pemain besar; kebutuhan untuk terus mengembangkan layanan bernilai tambah.Tekanan profitabilitas karena model bisnis yang membutuhkan biaya pemasaran tinggi.

Dari sudut pandang investor, saham BUKA menawarkan beberapa peluang menarik. Perusahaan memiliki ceruk pasar (niche market) yang kuat di segmen UMKM dan warung tradisional, yang merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia. Selain itu, diversifikasi bisnis ke layanan keuangan (BukaFinancial, BukaTabungan) dan logistik dapat menjadi motor pertumbuhan baru di masa depan.

Di sisi lain, penting juga untuk memperhatikan risiko yang ada. Persaingan dengan pemain e-commerce lain sangat ketat dan dapat menyulitkan BUKA untuk meningkatkan margin keuntungan. Seperti halnya banyak saham teknologi lainnya, valuasi BUKA bisa sangat sensitif terhadap sentimen pasar dan ekspektasi pertumbuhan, yang membuat harganya lebih fluktuif. Sebagai investor, kamu perlu mempertimbangkan kedua sisi ini dengan matang.

Mulai Investasi di Ajaib Sekuritas Sekarang!

Setelah menyimak profil dan potensi saham BUKA, kamu mungkin tertarik untuk menjadikannya bagian dari portofoliomu. Memiliki saham perusahaan teknologi Indonesia seperti BUKA bisa menjadi langkah strategis untuk mendiversifikasi investasimu dan ikut serta dalam perkembangan ekonomi digital tanah air.

Kamu bisa mewujudkan rencana investasi ini dengan mudah dan aman melalui Ajaib Sekuritas. Platform investasi modern ini memudahkan kamu untuk membeli saham BUKA dan berbagai saham unggulan lainnya di Bursa Efek Indonesia. Dengan antarmuka yang dirancang untuk pemula, edukasi yang lengkap, dan fitur yang komprehensif, Ajaib Sekuritas adalah teman yang tepat untuk memulai perjalanan investasi saham mu. Mulailah langkahmu dengan mempelajari lebih dalam setiap perusahaan sebelum berinvestasi, dan manfaatkan platform tepercaya seperti Ajaib Sekuritas untuk mewujudkannya.

Baca Juga: Panduan Lengkap Cara Membeli dan Menjual Saham di Ajaib

Mulai Investasi Saham di Ajaib!

Ajaib adalah aplikasi investasi all-in-one, mulai dari Saham Indonesia, reksadana, obligasi, kripto, hingga saham Amerika. Ajaib hadir untuk memberikan pengalaman investasi yang lebih cepat, aman, dan handal. Yuk mulai berinvestasi di beragam instrumen di Ajaib. Proses pendaftarannya mudah dan 100% online. Sudah berizin dan diawasi OJK & BAPPEBTI.

Google Play StoreApple App Store

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!