PT Surya Semesta Internusa Tbk didirikan pada 15 Juni 1971 dengan nama PT Multi Investments Ltd, dan melantai di bursa saham pada 27 Maret 1997.
PT Surya Semesta Internusa Tbk memiliki visi untuk menjadi grup perusahaan properti, konstruksi, dan keramahtamahan Indonesia yang paling andal, tepercaya, dan terhormat.
📢 Saya baru saja mengirim Order Beli $SSIA di harga Rp2.580.
SSIA
Surya Semesta Internusa Tbk.
Infrastruktur
Day Trading
Trading Limit
1,86510 (0.54%)
Invalid Date Invalid Date WIB
24.63 M
Volume
Grup Djarum Borong Saham SSIA
PT Dwimuria Investama Andalan tercatat memiliki ~248 juta (5,27%) saham Surya Semesta Internusa ($SSIA). Transaksi ini hanya tercatat dalam data KSEI per 4 Juli 2025, sehingga nilai transaksi tidak diketahui. Sebelumnya, kepemilikan PT Dwimuria Investama Andalan di SSIA belum tercatat dalam daftar pemegang saham dengan kepemilikan lebih dari 5%.
PT Dwimuria Investama Andalan sendiri dimiliki oleh Hartono bersaudara, yakni Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono, di mana perusahaan tersebut juga merupakan pemegang saham Sarana Menara Nusantara ($TOWR) dan pengendali Bank Central Asia ($BBCA).
[Sumber: Keterbukaan Informasi]
_____
Stockbit Sekuritas
Laporan keuangan kuartal 3 SSIA telah terbit. SSIA berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp1.182.214.561.160 pada kuartal ini. Pendapatan ini naik 28.00% dari tahun sebelumnya sebesar Rp920.441.261.380.
Pada kuartal ini SSIA meraup profit sebesar Rp27.528.446.460, total profit ini naik -415.00% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp-8.745.880.200.
Dengan total pendapatan dan profit SSIA pada kuartal ini, SSIA mencatat profit margin sebesar -0.01% atau lebih kecil dari tahun lalu yang sebesar 0.03%.
Analisis Teknikal Menggunakan MACD: Kasus $SSIA
Dilihat dari data pergerakan harga saham $SSIA , bisa kita terapkan analisis teknikal MACD. MACD menggabungkan moving average untuk mengidentifikasi tren arah harga. Ketika MACD line memotong ke atas signal line, indikasi bullish, sementara jika ke bawah, bisa jadi sinyal bearish. Kini, melihat tren menurun dari $SSIA , belum ada sinyal kuat untuk pembalikan harga. Mungkin akan lebih lama bagi $SSIA untuk breakout naik secara signifikan.
$SSIA Grup Djarum melalui PT Dwimuria Investama Andalan kembali menambah muatan saham PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) melalui pembelian saham treasury sebanyak 62,93 juta saham. Direksi SSIA menjelaskan perseroan mengalihkan saham treasury sebanyak 62.930.200 kepada PT Dwimuria Investama Andalan sebagai pihak yang menerima pengalihan saham treasury. “Pengalihan 62,93 juta saham perseroan dilakukan pada 22 Juli 2025,” tulisnya dalam keterbukaan informasi, dikutip Jumat (25/7/2025). Harga pelaksanaan pengalihan saham treasury SSIA itu disepakati sebesar Rp2.700 per saham. Harga itu lebih tinggi dari harga rata-rata dari penutupan perdagangan harian saham SSIA di Bursa Efek Indonesia selama 90 hari terakhir sebelum penjualan kembali saham.
Harga itu juga lebih tinggi dari penurunan saham SSIA pada 22 Juli 2025 di level Rp2.610 per saham. Dengan demikian, transaksi itu dilaksanakan pada level harga premium.
Dengan demikian, PT Dwimuria Investama Andalan merogoh kocek Rp169,91 miliar untuk menyerok 62,93 juta saham SSIA. Direksi SSIA juga menegaskan bahwa harga penjualan tersebut telah sesuai dengan ketentuan Peraturan OJK No.29/2023. “Pembeli merupakan perusahaan yang memiliki aktivitas sebagai perusahaan holding.” Setelah dilakukannya transaksi pengalihan saham treasury sebanyak 62,93 juta kepada entitas Grup Djarum, SSIA tidak lagi memiliki saham treasury. Transaksi itu merupakan rentetan transaksi Grup Djarum memborong saham SSIA. Berdasarkan data KSEI per 4 Juli 2025, PT Dwimuria Investama Andalan tercatat sebagai pemilik 247.992.700 saham SSIA atau 5,27%. Selanjutnya, Grup Djarum tercatat menambah koleksi sebanyak 31,6 juta saham SSIA pada 16 Juli 2025. Akumulasi ini membuat saham Grup Djarum di SSIA bertambah menjadi 308,7 juta, dari sebelumnya 277,1 juta. Dwimuria tercatat kembali menambah kepemilikan 10,6 juta saham SSIA per 23 Juli 2025. Alhasil, total kepemilikan saham SSIA oleh Grup Djarum mencapai 359,05 juta atau setara dengan 7,63%.
Grup Djarum Borong Saham SSIA
PT Dwimuria Investama Andalan tercatat memiliki ~248 juta (5,27%) saham Surya Semesta Internusa ($SSIA). Transaksi ini hanya tercatat dalam data KSEI per 4 Juli 2025, sehingga nilai transaksi tidak diketahui. Sebelumnya, kepemilikan PT Dwimuria Investama Andalan di SSIA belum tercatat dalam daftar pemegang saham dengan kepemilikan lebih dari 5%.
PT Dwimuria Investama Andalan sendiri dimiliki oleh Hartono bersaudara, yakni Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono, di mana perusahaan tersebut juga merupakan pemegang saham Sarana Menara Nusantara ($TOWR) dan pengendali Bank Central Asia ($BBCA).
[Sumber: Keterbukaan Informasi]
_____
Stockbit Sekuritas
Laporan keuangan kuartal 3 SSIA telah terbit. SSIA berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp1.182.214.561.160 pada kuartal ini. Pendapatan ini naik 28.00% dari tahun sebelumnya sebesar Rp920.441.261.380.
Pada kuartal ini SSIA meraup profit sebesar Rp27.528.446.460, total profit ini naik -415.00% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp-8.745.880.200.
Dengan total pendapatan dan profit SSIA pada kuartal ini, SSIA mencatat profit margin sebesar -0.01% atau lebih kecil dari tahun lalu yang sebesar 0.03%.
Analisis Teknikal Menggunakan MACD: Kasus $SSIA
Dilihat dari data pergerakan harga saham $SSIA , bisa kita terapkan analisis teknikal MACD. MACD menggabungkan moving average untuk mengidentifikasi tren arah harga. Ketika MACD line memotong ke atas signal line, indikasi bullish, sementara jika ke bawah, bisa jadi sinyal bearish. Kini, melihat tren menurun dari $SSIA , belum ada sinyal kuat untuk pembalikan harga. Mungkin akan lebih lama bagi $SSIA untuk breakout naik secara signifikan.
$SSIA Grup Djarum melalui PT Dwimuria Investama Andalan kembali menambah muatan saham PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) melalui pembelian saham treasury sebanyak 62,93 juta saham. Direksi SSIA menjelaskan perseroan mengalihkan saham treasury sebanyak 62.930.200 kepada PT Dwimuria Investama Andalan sebagai pihak yang menerima pengalihan saham treasury. “Pengalihan 62,93 juta saham perseroan dilakukan pada 22 Juli 2025,” tulisnya dalam keterbukaan informasi, dikutip Jumat (25/7/2025). Harga pelaksanaan pengalihan saham treasury SSIA itu disepakati sebesar Rp2.700 per saham. Harga itu lebih tinggi dari harga rata-rata dari penutupan perdagangan harian saham SSIA di Bursa Efek Indonesia selama 90 hari terakhir sebelum penjualan kembali saham.
Harga itu juga lebih tinggi dari penurunan saham SSIA pada 22 Juli 2025 di level Rp2.610 per saham. Dengan demikian, transaksi itu dilaksanakan pada level harga premium.
Dengan demikian, PT Dwimuria Investama Andalan merogoh kocek Rp169,91 miliar untuk menyerok 62,93 juta saham SSIA. Direksi SSIA juga menegaskan bahwa harga penjualan tersebut telah sesuai dengan ketentuan Peraturan OJK No.29/2023. “Pembeli merupakan perusahaan yang memiliki aktivitas sebagai perusahaan holding.” Setelah dilakukannya transaksi pengalihan saham treasury sebanyak 62,93 juta kepada entitas Grup Djarum, SSIA tidak lagi memiliki saham treasury. Transaksi itu merupakan rentetan transaksi Grup Djarum memborong saham SSIA. Berdasarkan data KSEI per 4 Juli 2025, PT Dwimuria Investama Andalan tercatat sebagai pemilik 247.992.700 saham SSIA atau 5,27%. Selanjutnya, Grup Djarum tercatat menambah koleksi sebanyak 31,6 juta saham SSIA pada 16 Juli 2025. Akumulasi ini membuat saham Grup Djarum di SSIA bertambah menjadi 308,7 juta, dari sebelumnya 277,1 juta. Dwimuria tercatat kembali menambah kepemilikan 10,6 juta saham SSIA per 23 Juli 2025. Alhasil, total kepemilikan saham SSIA oleh Grup Djarum mencapai 359,05 juta atau setara dengan 7,63%.